
Zahara lantas mengambil piring yang berisi makanan, dan Dia lantas memberikannya pada Jack yang masih duduk diam di pinggir ranjangnya.
"Makanlah. Mama sengaja buat makanan kesukaanmu ini tadi." Ujar Zahara.
"Letakkan aja di meja , Ma. Nanti Aku makan, sekarang Aku lagi gak pengen makan." Ujar Jack, menatap wajah Mamanya yang berdiri di hadapannya sambil memegang piring berisi makanan.
"Oh, baiklah. Tapi bener ya, Kamu makan, jangan dibuang loh. Harus di makan." ucap Zahara, tersenyum lembut pada Jack.
"Iya, Ma." jawab Jack dengan malas malasan.
Zahara lantas meletakkan kembali piring berisi makanan diatas nampan yang ada di meja tersebut .
"Jack mau istirahat Ma." Ucap Jack.
"Oh, baiklah. Mama tinggal ya." Ujar Zahara.
"Ya." Angguk Jack.
Zahara tersenyum menatap wajah Jack, Jack sengaja bilang mau istirahat karena Dia malas bicara dengan Mamanya.
Zahara lantas berjalan keluar dari dalam kamar, tak lupa Dia menutup pintu kamar kembali.
Jack lantas menghela nafasnya, Dia lalu menyalakan musik sekencang kencangnya didalam kamarnya, lalu, Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, Jack rebah rebahan santai sambil mendengarkan musik hingar bingar, untuk menghibur suasana hatinya yang lagi kacau itu.
Zahara berjalan menyusuri selasar ruangan rumah, Dia melihat Samuel duduk santai sambil membaca buku di ruang tengah keluarganya .
Zahara yang masih kesal pada Samuel karena berani datang ke kamar Jack langsung saja mendatangi Samuel.
"Ngapain Kamu ke kamar Jack!" Hardik Zahara menatap tajam wajah Samuel.
Samuel cuek, Dia tetap saja membaca buku, tak melirik dan tak melihat Zahara yang berdiri berkacak pinggang di hadapannya dengan wajah kesal dan marah.
"Anak kurang ajar !! Kalo Orang tua ngomong di dengar !!" Bentak Zahara marah.
Zahara langsung merampas buku yang di pegang Samuel lalu membuangnya ke lantai. Zahara marah, karena Samuel cuek dan tak menanggapi pertanyaannya itu.
Samuel tetap duduk di sofa, Dia hanya tersenyum sinis tanpa menoleh pada Zahara. Samuel lantas berdiri dan mau mengambil bukunya yang tergeletak dilantai.
"Hei !! Gak ada sopan sopannya Kamu!!" bentak Zahara.
Zahara marah langsung dengan gerak spontan Dia mendorong Samuel, Samuel yang sedang membungkuk dan mau mengambil buku di lantai hampir saja terjatuh, untung saja Dia cepat menguasai keseimbangan tubuhnya dan tak jatuh.
__ADS_1
Samuel lantas berdiri dihadapan Zahara, Dia menatap tajam wajah Zahara, Samuel geram melihat Zahara yang berani mendorongnya itu. Tapi Dia tak mau terpancing marah dengan perbuatan Zahara itu .
"Kamu ngomong apa sama Jack ?!! Jawab !!" Bentak Zahara, semakin marah pada Samuel.
"Bukan urusanmu nenek lampir." Ucap Samuel.
Samuel cuek, Dia menghempaskan tubuhnya di sofa dan duduk kembali sambil membaca bukunya lagi.
"Anak biadab !!" bentak Zahara penuh amarah.
Zahara semakin marah pada Samuel, karena sikapnya yang cuek dan seakan tak menganggap dirinya ada. Zahara marah karena Samuel tak menaruh hormat sedikitpun pada dirinya.
"Awas Kamu ya !! Berani Kamu mengancam Jack dan mau membunuhnya , Aku gak akan segan segan membunuhmu !!" Bentak Zahara, menatap geram dan marah pada Samuel.
Samuel tersenyum sinis , sambil tetap membaca bukunya, sama sekali Dia tak mau melihat wajah Zahara yang berdiri di hadapannya.
"Liat aja nanti !! Kalo Jack bertingkah aneh, artinya Kamu mengancam Dia !! Dan Aku akan membunuhmu!!" Teriak Zahara, melampiaskan amarahnya pada Samuel.
Samuel tetap diam dan tak mau menanggapi perkataan Zahara, sehingga Zahara ssmakin meradang dan jadi kepanasan sendiri, Dia jadi salah tingkah karena terus saja di cuekin Samuel dan semua ucapannya diabaikan dan tak di dengar serta tak juga di tanggapi Samuel.
Dengan kesal Zahara lantas berbalik badan lalu bergegas jalan, Dia pergi membawa kemarahannya, meninggalkan Samuel sendirian di ruang tengah rumahnya.
"Dasar wanita sinting, Kamu saja yang mati!" Gumam Samuel.
---
Di ruang kerja kantor kejaksaan, Marwan terlihat sedang bicara dengan Akmal.
"Apa semua berkas berkas kasus sudah Kamu siapkan Mal?" tanya Marwan pada Akmal.
"Sudah Pak. Saya sudah meletakkannya diatas meja kerja Bapak." Ucap Akmal .
"Baiklah. Oh, ya, besok jangan lupa, Kita akan datang ke kantornya Pak Guntoro, Presiden direktur perusahaan property itu, Kita akan menggeledah kantornya. " Ujar Marwan, memberitahu Akmal.
"Baik, Pak." Ujar Akmal, mengangguk hormat pada Marwan.
"Saya pamit pulang dulu, Pak. " ucap Akmal.
"Ya, silahkan.Saya juga sebentar lagi pulang, ini sudah sore." Ujar Marwan.
"Permisi, Pak." Pamit Akmal.
__ADS_1
Marwan mengangguk, mempersilahkan Akmal pergi, lalu Akmal segera berjalan keluar dari dalam ruang kerja Marwan.
Marwan lantas berjalan ke meja kerjanya, Dia mengambil sebuah map yang berisi berkas, yang disiapkan Akmal untuknya .
Marwan lantas duduk di kursi kerjanya, Dia kemudian membaca dan mempelajari kasus kasus yang sedang ditanganinya saat ini .
Akmal keluar dari dalam lift, Dia lantas berjalan santai, menyusuri halaman parkir yang ada di lantai bawah gedung perkantoran kejaksaan yang sempat terbakar tempo hari itu dan sedang di renovasi sebagian gedung yang terbakar.
Akmal dengan tenang dan santai berjalan menuju ke mobilnya yang parkir di salah satu sudut area parkir.
Tak banyak mobil yang parkir di area parkiran itu, sebab, hampir semua karyawan di kantor kejaksaan sudah pulang, hanya tersisa beberapa orang saja didalam gedung kantor itu, karena jam kerja sudah berakhir dan hari sudah semakin sore serta hampir maghrib.
Akmal berjalan tenang mendekati mobilnya, Dia lantas mengambil kunci mobil dari kantong celananya, lalu, dengan kunci ditangannya, Dia membuka pintu depan mobil.
Akmal membuka pintu depan mobil, lalu segera masuk ke dalam mobilnya, tak lupa Dia menutup pintu mobil kembali.
Akmal memakai sabuk pengaman, lalu, Dia menyalakan mesin mobilnya. Beberapa saat kemudian, Akmal menjalankan mobilnya.
Mobil yang di stir Akmal mulai berjalan pelan menyusuri area halaman parkir. Tiba tiba saja, mobil yang di kendarai Akmal meledak.
"Duuuuaaaarrr "
Suara ledakannya begitu hebat dan dahsyat, suaranya menggema di seluruh area parkiran bawah tanah itu. Seketika mobil Akmal terbakar seluruhnya, dan Akmal di dalam mobil ikut terbakar.
Betapa kejinya orang yang sengaja memasang bom di mobil Akmal. Tanpa sepengetahuannya, Mobil diam diam dipasangi bom, sehingga, mobil meledak, dan Akmal mati di dalam mobil, karena terkena ledakan bom di mobilnya.
Ternyata, Kasus yang sedang di tangani Akmal bersama Marwan dan juga Patrick sangat sangat berbahaya dan mengancam nyawa mereka.
Para musuh musuh mereka, yang tergabung dalam kelompok organisasinya Gerard dan juga Januar, kepala kepolisian tak main main dengan ancamannya.
Mereka membuktikannya, Karena Marwan dan Patrick tetap saja menangkapi anggota anggota mereka dan tak mau juga menghentikan dan menutup kasus itu, maka, satu satunya cara memberi peringatan keras pada Marwan dan Patrick, dengan cara, membunuh salah satu anggota kejaksaan Marwan.
Mobil terus terbakar, suara ledakannya ternyata terdengar sampai ke dalam gedung perkantoran. Petugas Keamanan cepat berlari mendekati mobil yang terbakar dan meledak itu. Para karyawan di kejaksaan datang lalu berkerumun.
Mereka syock dan kaget, melihat mobil terbakar, dan yang membuat mereka sangat terkejut, ada orang di dalam mobil, dengan posisi duduk di depan stir mobil dan seluruh tubuhnya sudah terbakar api.
Mereka yang berkerumun disekitar tempat terjadinya ledakan mobil belum mengetahui, jika korban yang mati terbakar di dalam mobil adalah Akmal, Asisten Jaksa Penuntut, anak buah Marwan, Ketua Jaksa Penuntut di kantor kejaksaan itu .
Mereka masih berkerumun, para petugas keamanan cepat mengamankan lokasi kejadian tersebut, salah seorang petugas keamanan cepat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib, agar Para petugas Polisi segera datang dan menyelidiki kebakaran dan ledakan yang baru saja terjadi di dalam area parkiran bawah tanah gedung kantor kejaksaan tinggi itu .
Marwan yang masih berada di dalam ruang kerjanya belum mengetahui tentang kematian Akmal itu, Dia masih serius membaca dan mempelajari berkas berkas kasus yang tengah di tanganinya itu .
__ADS_1
Kasihan sekali nasib Akmal, Dia terbunuh dan menjadi korban kejahatan kelompok Gerard, yang dengan sadisnya membunuh dengan cara meledakkan Akmal bersama mobilnya .