Destroy

Destroy
Hidupku selalu dalam Bahaya


__ADS_3

2 minggu kemudian, Edward terlihat sudah sehat, tak ada lagi perban di perutnya, Edward duduk diam di tepi ranjang, tak berapa lama, datang seorang penjaga masuk ke dalam ruangan dengan membawakan makanan buat Edward.


Edward diam saja, menunggu, Penjaga itu mendekati Edward , Dia memberikan nampan yang berisi makanan dan minuman. Pintu masuk terbuka.


Edward mengambilnya, lalu meletakkannya di sampingnya, diatas kasur, penjaga itu bergegas jalan hendak keluar.


Cepat Edward mengambil garpu yang ada di nampan, lalu Dia bergerak cepat mendekati Penjaga.


Edward langsung saja menghujamkan ujung garpu ke leher si penjaga, hingga menembus kulit lehernya dan mengeluarkan darah.


Edward beberapa kali menusukkan garpu pada penjaga itu, lalu Dia memukul dan menendang Penjaga yang tersungkur di lantai, dengan luka di bagian leher.


Cepat Edward berlari keluar dari dalam ruangan pintu. Dia berlari menyusuri lorong lorong ruangan tersebut.


Saat tiba di persimpangan lorong, Edward bersembunyi, karena melihat ada dua orang penjaga lainnya yang berjalan ke arah yang berbeda.


Lalu, setelah aman, Dia pun cepat melarikan diri dari tempat tersebut, Dia lari sekencang kencangnya.


Edward akhirnya bisa keluar dari dalam ruangan tempatnya di kurung Simon, Dia berada di sebuah pekarangan tanah yang luas, Edward tak tahu, Dia sedang berada di mana saat ini.



Edward lantas cepat berlari kembali, namun, dua penjaga keamanan yang ada di sekitar tempat itu melihat Edward, lalu mereka segera mengejar Edward.



Mengetahui dirinya di kejar, Edward mempercepat larinya, berusaha menghindar dan kabur sari kejaran dua penjaga keamanan.



Tiba tiba saja Edward menghentikan langkahnya, Dia memegangi perutnya yang terluka dan baru saja sembuh, serta jahitannya di buka.


Dia meringis, menahan sakit, luka di perutnya terasa sakit , karena Dia memaksa diri berlari kencang, sementara lukanya belum sembuh total.


Edward melihat ke belakang, dua penjaga keamanan sudah semakin dekat mengejarnya, Edward mengumpulkan tenaganya, lalu, Dia kembali berlari sambil meringis sakit dan memegangi perutnya.


Dua penjaga keamanan semakin mendekat, karena Edward tak bisa lari kencang, sebab perutnya sangat sakit sekali semakin dirasanya.


Salah satu penjaga keamanan mengambil pistol, lalu menembakkan pistolnya pada Edward.


Bahu Edward terkena tembakan, Edward terjajar dan hampir terjatuh, namun, Dia terus berusaha lari.


Hingga akhirnya Edward sampai di pinggir jalanan, Dia langsung menghadang sebuah mobil yang melaju, mobil berhenti karena melihat Edward berdiri menghadang.

__ADS_1


Cepat Edward membuka pintu mobil dan menarik keluar si pengendara mobil.


Si pengendara mobil terpelanting keluar ditarik paksa Edward, Lalu Edward cepat masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobil.


Dua penjaga keamanan tiba, melihat Edward kabur menggunakan mobil, salah seorang dari yang mengejar Edward melepaskan tembakan lagi ke arah mobil yang sudah menjauh. Si pemilik mobil tampak terdiam menyaksikan hak itu .


Edward berhasil kabur dan meloloskan diri dari Simon. Dia menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tubuh Edward semakin melemah, Darah dari bahunya yang terkena tembakan terus mengalir, Dia berusaha untuk tetap bisa focus mengendarai mobilnya.


Edward berbelok di sebuah jalanan , mobil Edward memasuki perkampungan, mobil terus melaju menyusuri jalanan perkampungan. Hingga pada akhrinya, karena sudah semakin melemah kondisi tubuhnya, Dia menghentikan mobilnya, tepat di depan sebuah rumah .



Antoni keluar dari dalam rumah, Dia heran melihat ada mobil parkir tepat di depan rumahnya, Dia melihat, ada seseorang di dalam mobil dan terkulai lemah dengan kepala menyandar di stir mobil.


Antoni mendekat, Dia melihat orang didalam mobil pingsan, Dia kaget melihat ada darah di bahu orang tersebut.


Cepat Antoni membuka pintu.mobil, pintu itu tak di kunci, sebab, Edward sudah membukanya lebih dulu saat Dia menghentikan mobilnya di depan rumah Antoni, dan sebelum Dia pingsan, dengan maksud agar Dia bisa di bawa keluar dari dalam mobilnya dan di tolong.


Setelah pintu terbuka, Dia langsung memegang tubuh orang tersebut, betapa kagetnya Dia saat melihat orang yang berada didalam mobil tersebut.


"Om Edward ?!!" Antoni tersentak kaget.


Cepat Antoni mengangkat dan mengeluarkan tubuh Edward dari dalam mobil, lalu segera di bawanya masuk ke dalam rumahnya.


--- Flash Back berakhir---


"Yang ada di pikiran Papah, Papah harus tetap hidup, lalu Papah ingat Antoni, Papah memutuskan ke tempat Antoni, meminta pertolongannya. Karena , gak ada lagi tempat yang bisa Papah datangi." Ujar Edward menjelaskan.


"Antoni mengobati luka papah, mobil yang Papah pakai Antoni buang." Ujar Edward.


"Ya, Aku menghancurkan mobil itu, agar gak ada yang bisa melacaknya." Ucap Antoni pada Astrid.


"Papah tinggal di rumah Antoni untuk menyembuhkan luka luka Papah, Antoni merahasiakan keberadaan Papah. Dan Papah gak pernah keluar dari dalam rumah, agar warga gak ada yang tau tentang Papah." Jelas Edward.


"Papah cerita semuanya pada Antoni, mengapa Papah dipenjara, dan hampir mati dalam penjara, lalu berhasil kabur dan datang kerumah Antoni." Ujar Edward.


"Papah meminta bantuan Antoni, untuk mencarimu, dan membantu Papah untuk membalas dendam." Lanjut Edward.


"Jadi, Kalian berdua sudah punya rencana ?" Tanya Astrid.


"Ya, Astrid. Aku dan Om Edward sudah menyusun rencana, bagaimana kami nanti menyerang komplotan Gerard. " Ungkap Antoni.

__ADS_1


"Kalo gitu, Aku akan bergabung dengan kalian." Ujar Astrid.


"Jangan Astrid, Papah gak mau kamu dalam bahaya, biar Papah saja yang melakukannya dengan di bantu Antoni.


"Ya, Astrid, Aku yang mau membantu Om Edward." Ujar Antoni.


"Selama ini hidupku sudah dalam bahaya, Pah. Jadi, jangan halangi Aku. Bahaya adalah makanan sehari hariku." Ucap Astrid , menegaskan pada Papahnya.


Papahnya diam saja, tak membantah perkataan Astrid , Dia menghela nafasnya.


"Jadi, Simon yang menyuruh dan membayar orang untuk sengaja melukai Papah di dalam penjara?" Ujar Astrid bertanya.


"Ya, Dia sengaja melakukannya, agar bisa membawa Papah keluar dari dalam penjara, dengan tujuan, Papah akan di jadikan budaknya." Ungkap Edward.


"Aku kira, Gerard yang menyuruh, atau Zahara. Ah, tapi, orang yang menusuk papah udah Aku bunuh!" Ujar Astrid.


"Aku melihat rekaman kamera cctv dalam penjara, Alex dan Patrick yang mendapatkan rekaman itu." Ujar Astrid.


"Siapa Patrick?" tanya Edward.


"Adik Alex, Dia Polisi berpangkat Letnan dua." Ucap Astrid.


"Oh." Angguk Edward, mengerti dan paham.


"Dari rekaman cctv Aku tau wajah pelaku yang menikam Papah, lalu, bersama Alex , Aku mencarinya, dan akhirnya ketemu, lalu, Aku membunuhnya. " Ujar Astrid, memberitahu Edward.


"Ya, Nak." Jawab Edward.


"Aku akan memburu Simon." Ujar Astrid geram.


"Jangan Nak. Kamu bukan lawannya Simon." Ujar Edward.


"Aku gak takut sama Dia, Pah!" Tegas Astrid.


"Jangan, Kamu jangan cari masalah dengan Simon, Dia sangat berbahaya, lebih bahaya dari Gerard dan komplotannya. " Ujar Edward.


Edward menatap tajam wajah Astrid yang ada di hadapannya, Dia khawatir, Astrid akan terluka atau terbunuh, jika Dia benar benar nekat mengejar Simon dan berusaha untuk membunuhnya.


Edward khawatir pada keselamatan diri Astrid, karena Dia sangat mengenal pribadi Simon, Dia sudah mengetahui dan mendengar sepak terjang Simon dari Gerard dulu.


Simon dikenal dalam dunia mafia sebagai raja tega, Dia tak akan mengampuni musuh musuhnya, dan Dia akan selalu menghabisi musuh musuhnya, tak ada yang berusaha menghalangi bisnis ilegalnya, dan tak ada yang berani melawannya, Dia pemimpin mafia, orang nomor satu di dunia mafia.


Jika saja Gerard dan Januar tak di lindungi oleh kelompoknya, pastinya Simon sudah lama menghabisi keduanya, namun, karena keduanya dalam perlindungan orang orang kuat, sulit bagi Simon mendekati Gerard dan Januar, apalagi membunuhnya, Dia selalu saja gagal jika hendak membunuh januar atau pun Gerard.

__ADS_1


Karena itu Simon mau menggunakan Edward sebagai tangannya melakukan pembunuhan, dan jika Gerard dan Januar berhasil di bunuh Edward, tentunya kelompok mereka tak akan mencurigai dirinya dan akan mengejar Edward. Itu rencana Simon, namun gagal, karena Edward berhasil melarikan diri darinya.


__ADS_2