
"Plaaakkk ...Plaakk...Plaaak...!"
Tiba tiba saja telapak tangan Gerard mendarat mulus di pipi Zahara, Zahara terkesiap kaget sambil menahan sakit dan memegang pipinya yang di tampar Gerard .
"Apa apaan Kamu? Kenapa menamparku?!!" Hardik Zahara, menatap geram wajah Gerard yang berdiri dihadapannya dengan wajah menahan geram dan marahnya .
"Wanita pendusta !! Murahan !! Kamu sudah membohongiku selama ini !!" Bentak Gerard, melampiaskan amarahnya pada Zahara .
Zahara terkesiap kaget, Dia diam sesaat, Ditatapnya wajah marah Gerard itu .
"Sepertinya Dia sudah tau tentang Melani." Bathin Zahara berkata .
Zahara melepaskan tangannya yang memegang pipinya, ditatapnya wajah Gerard, Zahara berdiri menantang di hadapan Gerard .
"Apa maksudmu?!!" Bentak Zahara .
Zahara berpura pura tak tahu dengan apa maksud perkataan Gerard, walau Dia sudah bisa menduga bahwa Gerard marah dan menamparnya karena sudah mengetahui tentang Melani yang ternyata bukan anak kandungnya . Namun, Zahara bersikap seperti tak tahu menahu di depan Gerard, Dia ingin tahu reaksi Gerard dan sejauh mana Gerard mengetahuinya .
"Perbuatanmu itu melebihi seorang Pelacur !!" Bentak Gerard, menghina Zahara .
"Hei Gerard !! Jaga mulutmu !!" Bentak Zahara .
Zahara marah dan tak terima dengan apa yang dikatakan Gerard tentang dirinya itu .
"Kalo bukan pelacur apa namanya? Diam diam selingkuh, berhubungan intim , lalu hamil dan melahirkan anak, lalu anak harammu Kamu katakan bahwa itu darah dagingku!!" Bentak Gerard semakin marah pada Zahara .
"Aku gak bisa memaafkan perbuatanmu itu, Aku sudah tau semua kebohongan Kamu !!" Bentaknya lagi pada Zahara .
Zahara terdiam, dalam hatinya Dia berkata bahwa ternyata memang Gerard sudah mengetahui tentang Melani, tapi Dia ingin tahu, mengapa Gerard bisa tahu, siapa yang memberi tahunya ? Zahara diam dan berfikir .
"Kamu kira, Kamu bisa menutupi kebusukanmu seumur hidupmu!! Tidak Zahara !! Sepandai apapun Kamu menyimpan rahasiamu itu, pasti kebongkar juga !!" Hardik Gerard .
"Jangan asal tuduh Kamu !! Siapa yang Kamu maksud anak haram ?!!" Bentak Zahara , melawan Gerard .
"Gak usah pura pura bego Kamu!!" Hardik Gerard .
"Melani !! Dia anak haram, hasil hubungan gelapmu bersama Edward !!" Bentak Gerard, dengan suara keras dan melengking berteriak dihadapan Zahara .
"Mana buktinya ?!! Dari mana Kamu bisa mengatakan kalo Melani anak haram ?!!" Bentak Zahara .
Zahara masih berkeras tak mau mengakui kesalahannya, Dia masih berpura pura tak tahu menahu apa yang di maksud Gerard, Dia ingin Gerard mengatakan dari mana Dia mendapatkan informasi tentang Melani .
Dengan wajah penuh amarah yang menggebu gebu, Gerard mengambil ponsel dari kantong celananya, lalu , dibukanya layar ponsel dan memilih menu file video dalam ponselnya .
Gerard memutar rekaman video percakapan Edward dan Zahara dihalaman rumah mereka, yang Dia dapatkan dari Samuel .
__ADS_1
"Liat ini !!" Hardik Gerard .
Gerard menyerahkan ponselnya pada Zahara, Zahara mengambil ponsel dari tangan Gerard, Dia kaget , matanya terbelalak lebar saat melihat rekaman video yang menampilkan percakapan antara dirinya dan Edward juga Melani .
Zahara terdiam, Dia heran, dari mana Gerard mendapatkan rekaman video tersebut dan siapa yang sudah merekam video tersebut .
Zahara berfikir tak mungkin Melani yang melakukannya, sebab, Melani saat itu tak memegang ponsel dan Dia terlihat marah besar .
"Mau ngomong apa lagi Kamu, setelah semua bukti bukti itu nyata adanya ?!!" Hardik Gerard .
"Kamu sendiri yang mengaku didepan si Edward, bahwa Melani anak Edward, darah daging Edward !!" Bentak Gerard marah .
"Dan keterlaluannya Kamu, Kamu sengaja merahasiakannya padaku, dan mengatakan padaku, bahwa Melani anakku !! Biadab Kamu Zahara !!" Bentak Gerard .
Gerard menampar kembali wajah Zahara dengan kuat, sehingga Zahara terjajar kebelakang dan hampir terjatuh, Zahara marah, Dia tak terima dengan perlakuan Gerard yang memukulnya .
"Bedebaaah !! Jangan memukulku Gerard !!" Bentak Zahara .
Zahara bergerak dan hendak memukul Gerard, namun dengan cepat Gerard menangkap tangannya, Dia mengambil ponsel miliknya dari tangan Zahara, lalu mendorong tubuh Zahara dengan kuat sambil melepaskan pegangan tangannya dari tangan Zahara .
"Kurang ajar Kamu Gerard !!" Bentak Zahara .
"Memang benar Melani anaknya Edward, memang benar Dia lahir dari hubungan gelapku bersama Edward !!"Teriak Zahara marah.
"Tapi perlu Kamu ingat, Melani lahir karena cinta kasih aku dan Edward!!" Bentak Zahara .
Gerard semakin murka pada Zahara setelah mendengar perkataan Zahara, dengan penuh emosi amarah Gerard menendang tubuh Zahara hingga tersungkur di lantai .
"Wanita murahan sepertimu pantasnya mati !!" Bentak Gerard .
Gerard yang sudah dirasuki amarah yang membabi buta menarik rambut Zahara, dan menyeret tubuhnya.
Bertepatan dengan itu, Jack keluar dari dalam kamarnya, dengan langkah sempoyongan dan mata sayu karena sedikit mabuk habis menggunakan obat obatan terlarang di kamarnya, Jack berjalan mendekati Zahara dan Gerard .
Melihat Zahara dilantai dengan kondisi rambutnya ditarik dan tubuhnya diseret Gerard, Jack kaget , cepat Dia mendekati mereka berdua .
"Apa apaan ini!! Lepaskan Mama, Pah!!" Bentak Jack pada Gerard .
Gerard tak perduli, Dia mengabaikan perkataan Jack, Gerard terus menyeret tubuh Zahara dengan menarik kuat rambutnya menuju keluar rumah . Jack dengan langkah yang gontai dan sempoyongan mengejarnya .
Datang Samuel dari arah salah satu ruangan dalam rumah mereka itu, Dia datang karena mendengar suara keributan itu , dan ingin tahu apa yang terjadi .
Saat Samuel melihat pertengkaran antara Gerard dan Zahara , Samuel senang, Dia tersenyum puas, karena berhasil membuat Gerard marah besar pada Zahara .
"Lepaskan Paaah !!" Teriak Jack .
__ADS_1
Jack mengejar Gerard yang terus jalan kearah pintu rumah sambil menyeret tubuh Zahara, Zahara meronta kesakitan diseret Gerard.
Jack memegang tangan Gerard, Dia mencoba menghentikan Gerard yang menarik rambut dan menyeret Mamanya itu .
"Minggir Kamu !! Jangan ikut campur !!" Bentak Gerard pada Jack .
Jack tak perduli, Dia terus memegangi tangan Gerard dan berusaha melepaskan tangan Gerard dari rambut Mamanya, Gerard melawan.
Dengan emosi Gerard lantas mendorong tubuh Jack dengan penuh kemarahan , Jack yang dalam keadaan mabuk dan sempoyongan langsung terjajar jajar di dorong kuat Gerard .
Jack ambruk, tubuhnya jatuh kelantai, dan kepalanya membentur ujung meja tamu berkayu jati yang ada di ruangan tersebut .
Seketika itu juga Jack terkapar di lantai, kepalanya terluka dan mengeluarkan darah segar . Zahara syock melihat Jack terkapar di lantai .
"Jaaaaccckk !!" Teriak Zahara kaget dan panik .
Gerard melihat Jack pingsan dan berdarah terbaring di lantai langsung melepaskan tangannya dari rambut Zahara . Dia kaget melihat Jack pingsan dan berdarah.
Samuel yang mengintip dan menyaksikan keributan itu terbelalak kaget melihat Jack terkapar di lantai ruangan tersebut .
"Upss... Jack jadi korban...!" Gumam Samuel, dengan suaranya yang pelan, agar kehadirannya tak diketahui Zahara dan Gerard .
Dengan panik Zahara cepat mendekati Jack , Zahara bersimpuh di samping tubuh Jack, lalu Dia mengangkat kepala Jack dan memangkunya .
"Jaaackk bangun naaak... banguuunnn...!!" Ujar Zahara, dengan wajah paniknya .
Zahara memukul mukul wajah Jack yang tak sadarkan diri itu, Zahara berusaha membuat Jack sadar dari pingsannya .
"Bangun Nak... Bangun... !! Sadarlaaah!!" Ujar Zahara, berteriak panik .
Namun Jack tetap saja diam dan tak sadarkan diri juga , Zahara memegangi kepala Jack yang terluka dan berdarah itu.
Dengan tangannya Dia menutupi luka tersebut agar darahnya tidak terus mengalir keluar .
"Jika terjadi apa apa pada Jack, akan ku bunuh Kamu , Gerard !!" Teriak Zahara penuh amarah pada Gerard .
Zahara marah besar pada Gerard, Dia memberi peringatan dan mengancam Gerard, jika Jack kenapa kenapa atau mati.
"Aku gak perduli, urus saja anakmu !! Jangan jangan Jack juga anaknya Edward !!" Bentak Gerard .
Gerard berkata sinis pada Zahara, mendengar perkataan Gerard itu Zahara semakin marah.
"Biadab Kamu Gerard !! Jack anakmu !! Darah dagingmu !! Kamu bisa buktikan DNA nya !!" Teriak Zahara penuh emosi marah pada Gerard .
Gerard diam tak menjawab, Dia cuek melihat Jack yang terluka dan pingsan itu, Gerard berjalan dan pergi meninggalkan Zahara yang menangis memegangi tubuh Jack .
__ADS_1
Ditempat persembunyiannya, Samuel tersenyum licik , Dia puas dengan apa yang sudah di saksikannya saat ini , lalu Samuel berbalik dan pergi dari tempat persembunyiannya.
Dia kembali masuk ke salah satu ruangan dalam rumahnya , Dia membiarkan Zahara yang menangis panik berusaha menyadarkan Jack yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri itu .