
Malam hari, Mobil Gerard masuk ke dalam garasi rumah, Dia baru saja pulang dari rumah sakit, melihat Jack, anaknya yang masih di rawat, dan juga mengurus Orang suruhan Samuel yang sudah di bunuh dan mayatnya di buang ke jurang, agar tak ada yang menemukan mayatnya.
Gerard keluar dari dalam mobilnya dan berjalan sambil menenteng tas kerjanya, Dia lantas sudah berdiri di teras rumahnya dan berdiri di depan pintu masuk kerumahnya.
Gerard menekan bel rumah, lalu berdiri menunggu, beberapa saat kemudian, pintu terbuka, Asisten rumah tangga berdiri di depan pintu menyambut kepulangan Gerard.
"Non Melani gak ikut pulang ya Tuan?" tanya Asisten rumah tangga sambil mengambil tas kerja dari tangan Gerard.
"Dia nginap di rumah sakit, Bik." Jawab Gerard, menyerahkan tas kerjanya lalu berjalan pergi meninggalkan Asisten rumah tangga yang lantas menutup dan mengunci pintu rumah.
Gerard berjalan menuju ke kamarnya, sementara Asisten rumah tangga berjalan ke arah ruang kerja Gerard untuk menyimpan tas kerja Gerard di ruang kerjanya yang ada di bagian belakang rumah.
Saat Gerard berjalan menyusuri selasar ruangan rumahnya menuju ke kamarnya, tiba tiba saja 2 lembar kertas photo terbang melayang dan mengenai tubuhnya.
Gerard kaget dan menghentikan langkahnya, Dia lalu melihat Zahara yang berdiri di ruang tengah rumahnya.
Ternyata Zahara sudah lama berada di ruang tengah, Dia sengaja di ruangan itu untuk menunggu Gerard pulang.
Gerard terlihat marah pada Zahara, karena pulang pulang, Zahara tiba tiba saja melempar kertas lembar photo pada dirinya.
"Apa apaan Kamu?!!" Bentak Gerard, menatap tajam penuh amarah pada Zahara yang berdiri dengan tatapan sinisnya.
"Liat Photo itu baik baik!" Ujar Zahara, menatap sinis wajah Gerard.
Gerard heran, Dia lalu melihat dua lembar photo yang ada di lantai selasar ruangan, Gerard lantas menuruti perkataan Zahara, Dia melangkah dan mengambil dua lembar photo yang ada di lantai.
"Photo siapa ini?" tanya Gerard, melihat wajah seorang gadis pada kedua photo yang di pegangnya.
Photo itu berukuran sedang, sekitar 5 inci ukurannya, jadi, wajah di photo terlihat jelas.
"Perhatikan baik baik wajahnya!" Tegas Zahara, menatap tajam wajah Gerard.
Gerard semakin heran, tapi, Dia menurut dengan perkataan Zahara, Dia lalu memegang kedua lembar photo dan melihatnya.
Gerard mengamati kedua photo itu baik baik, Dia kernyitkan kening, mencoba mengingat ingat wajah gadis yang ada di photo itu.
__ADS_1
"Astrid?!" Ucap Gerard kaget membaca tulisan di bawah kedua photo yang ada ditangannya.
"Liat di belakang photo itu !" Ucap Zahara, menyuruh Gerard lagi.
"Apa apaan Kamu !! Seenaknya menyuruh dan memerintahku !! Jangan cari gara gara malam malam begini, aku capek dan gak mau ribut denganmu!!" Bentak Gerard, kesal dan marah pada Zahara.
Dia melemparkan dua lembar photo itu pada Zahara, lalu berjalan pergi meninggalkan Zahara.
Zahara geram, cepat Dia mengambil dua lembar photo yang ada di lantai, lalu berlari mengejar Gerard.
"Kedua photo itu Astrid ! Perhatikan baik baik, wajahnya sama, yang satu Camelia, tetangga di depan rumah kita itu, orang yang baru saja pindah ke lingkungan ini, dan photo satunya lagi Astrid, anaknya Edward ! Mereka orang yang sama !!" Teriak Zahara, memberi tahu Gerard.
Seketika Gerard menghentikan langkahnya, lalu segera berbalik badan dan menoleh pada Zahara yang sudah berada di dekatnya.
"Karina menulis di belakang photo itu, bahwa Camelia adalah Astrid, anaknya Edward !" Tegas Zahara, menatap tajam wajah Gerard yang berada di hadapannya, didekat kamar utama mereka berdua.
"Apa katamu?!!" Ucap Gerard, terhenyak kaget.
"Ini baca !!" Tunjuk Zahara pada tulisan yang ada di belakang kedua photo tersebut.
Gerard semakin kaget setelah membaca tulisan Karina yang menyatakan bahwa Astrid dan Camelia adalah orang yang sama.
"Dan Kamu sudah membuat kesalahan Zahara !! Kamu malah mau membunuh Karina !! Padahal Dia berusaha berniat baik, mau bilang padamu soal si Astrid itu!!" Ungkap Gerard emosi marah pada Zahara.
"Kalo saja Kamu sedikit saja menahan diri dan gak merencanakan untuk membunuh Karina, Karina pasti masih hidup !!" Bentak Gerard, penuh emosi amarah pada Zahara .
"Dan Aku gak akan pernah memaafkanmu karena membuat Karina mati !! Kamu pikir . Aku takut dengan ancamanmu? Tidak Zahara, tidak ! Justru Aku yang akan menghancurkanmu, Aku akan menyingkirkanmu, Aku akan memecatmu dari perusahaanku !!" Bentak Gerard, penuh emosi amarah.
Gerard terlihat sangat marah sekali, Dia berteriak di depan Zahara, Zahara menatapnya tajam, Zahara juga geram dan marah pada Gerard, namun, Dia ingin , Gerard membahas soal Astrid lebih dulu dengannya.
"Hei !! Mau kemana Kamu?!!" Teriak Zahara.
Zahara langsung teriak memanggil Gerard yang sudah berjalan cepat meninggalkannya dan melangkah menuju ke ruang depan rumahnya.
Zahara segera mengejarnya, Dia masih ingin bicara dan membahas soal Astrid bersama Gerard, namun, Gerard sudah membuka pintu dan keluar dari dalam rumahnya.
Terdengar suara bantingan pintu berbunyi keras lalu tertutup ,Zahara cepat berlari dan membuka pintu rumah, lalu, Dia segera keluar dari dalam rumah dan mengejar Gerard.
Gerard terus saja berjalan, Zahara melihat Gerard berjalan ke arah rumah Astrid yang berhadapan dengan rumah mereka.
__ADS_1
"Mau apa Gerard ke rumah anak setan itu?!" Gumam Zahara.
Zahara berfikir, mengapa Gerard kerumah Astrid, apa yang akan di lakukan Gerard ?
Zahara lantas menghela nafasnya, Dia lalu berbalik dan melangkah masuk kembali kedalam rumahnya, Dia memilih tak perduli dengan apa yang akan dilakukan Gerard dengan mendatangi rumah Astrid saat ini .
Gerard melangkah cepat mendekat ke rumah Astrid, Antoni, karyawan mini market, dan teman masa kecil Astrid baru saja pulang bekerja, Dia melihat Gerard menyeberang jalan dari depan rumahnya ke arah rumah Astrid.
Antoni kenal dengan Gerard, karena mereka tinggal berdekatan, walau Gerard tinggal di lingkungan perumahan elite dan kaya serta mewah dan Antoni tinggal di perkampungan yang ada di belakang perumahan elite tersebut.
Gerard cukup terkenal di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, sebagai pengusaha yang sukses dan kaya raya, tentu semua orang tahu siapa dirinya, termasuk Antoni.
"Pak Gerard ? Mau apa Dia malam malam datang ke rumah Camelia?" Gumam Antoni.
Antoni belum mengenali Astrid, Dia hanya tahu, nama Astrid saat ini adalah Camelia, sesuai dengan yang pernah di beritahu Astrid kepada dirinya, saat mereka bertemu dan berkenalan waktu itu.
Karena penasaran, Antoni lalu bersembunyi di balik tembok pagar depan rumah Astrid, Dia ingin melihat, apa yang akan di lakukan Gerard di rumah Astrid malam malam begini.
Dari tempat persembunyiannya, Antoni melihat dan mengawasi Gerard yang sudah berdiri di depan pintu rumah Astrid.
Wajah Gerard terlihat memerah karena amarahnya masih ada dalam jiwanya, Dia menekan bel rumah berkali kali, namun, bel tak berbunyi.
Gerard kesal, karena bel rumah tak berbunyi, lalu, karena masih emosi marah , Dia menggedor pintu rumah dengan sekuat kuatnya, Dia memukuli pintu dengan tangannya.
Di dalam ruang santai, Astrid yang sedang membaca buku mendengar suara gedoran pintu sangat keras berbunyi, Dia kaget dan langsung menoleh ke arah pintu.
"Ah, Siapa sih malam malam gedor gedor pintu?!!" Ucapnya dengan wajah yang kesal.
Karena pintu terus saja di gedor gedor keras, Astrid merasa terganggu, Dia lantas segera berdiri dari duduknya di sofa, lalu, Dia cepat berjalan mendekati pintu rumahnya.
Dengan wajah kesal Astrid lantas membuka pintu rumahnya, Setelah pintu rumah terbuka, Astrid tersentak kaget, saat melihat Gerard sudah berdiri di depan pintu rumahnya dengan wajah memerah seperti sedang marah.
"Gerard, mau apa Dia kesini?!" Bathin Astrid.
Astrid berusaha bersikap cuek dan tenang di hadapan Gerard, Gerard yang berdiri didepan pintu, menatap tajam pada Astrid yang ada di hadapannya.
Terlihat sorot mata Gerard penuh amarah, Dia geram melihat wajah Astrid yang ada di hadapannya saat ini. Astrid tetap santai dan tenang saja berdiri didepan Gerard.
Dia sengaja diam dan menunggu Gerard yang mulai bicara kepada dirinya .
__ADS_1