Destroy

Destroy
Jack Kembali


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti di halaman rumah mewah Gerard , lalu, keluar Zahara bersama Jack dari dalam mobil , tak lama kemudian, Gerard juga ikut keluar dari dalam mobil. Mereka bertiga lantas berjalan masuk ke dalam rumahnya, Supir Pribadi yang menyetir segera menjalankan mobil ke dalam garasi mobil yang ada di samping rumah.


Pintu terbuka lebar, dengan wajah sumringah penuh kebahagiaan Zahara berjalan masuk bersama Jack , Gerard mengikuti di belakang.


Di dalam rumah, Melani sudah menunggu kedatangan mereka, Dia dikabarkan Zahara, bahwa abangnya, Jack akan di bebaskan dan di bawa pulang hari ini , karena itu Dia sengaja menunggu, untuk menyambut kedatangan Jack kembali kerumah.


"Hai Jack!" sapa Melani.


Melani memeluk tubuh Jack, Jack juga memeluknya, Zahara tersenyum melihat ke akraban dua anak kandungnya itu.


"Aku takut, kamu bakal lama di penjara." Ujar Melani.


Jack melepaskan pelukan Melani, lalu, Dia tersenyum menatap wajah Melani yang berdiri dihadapannya.


"Mana mungkin Aku berlama lama di dalam penjara." Ujar Jack tersenyum.


Gerard hanya diam saja, sementara Zahara tampak sangat bahagia sekali, sebab, anaknya sudah dibebaskan dan sudah kembali kerumah dan berkumpul bersama dirinya lagi.


Gerard benar benar membuktikan, bahwa Dirinya sangat mempunyai pengaruh, orang orang segan padanya, begitu juga para pejabat kepolisian, kejaksaan bahkan kehakiman, semua hormat dan segan pada Gerard.


Atas pengaruh Gerard sebagai orang yang dihormati dan disegani, tanpa ada masalah, Jack, anaknya segera di bebaskan, atas perintah Kepala Kepolisian yang menjadi teman baik Gerard, Jack di lepaskan, dan Kepala Kejaksaan serta Kepala Hakim yang juga teman Gerard membatalkan semua tuduhan Jack dan menolak semua bukti bukti yang ada, sehingga Jack selamat dari jeratan hukuman, segala macam tuduhan padanya di hapus, dan dinyatakan, bahwa Dia tak terbukti menggunakan obat obatan terlarang.


Walau yang sebenarnya Jack seorang pemadat, yang sudah kecanduan menggunakan obat obatan terlarang, tetap saja, untuk kasusnya, semua dibatalkan, dan melalui laporan kepolisian serta kejaksaan, dibuatlah agar Jack bersih dari obat obatan terlarang , dengan begitu namanya kembali bersih.


Saat mereka berkumpul dan bersuka cita dengan kepulangan Jack kerumah, Samuel yang baru saja turun dari anak tangga lantai atas rumahnya kaget.


Saat melihat Jack ada di dalam rumah, bersama Papahnya dan juga Zahara serta Melani, Samuel kaget dan tak percaya.


Gerard melihat Samuel, Dia tersenyum sinis, seakan mengejek Samuel.


Samuel tahu, Papahnya tengah mencibir sinis padanya, Dia juga tahu, Papahnya ingin mengatakan bahwa Dia sudah membebaskan Jack dari tahanan kepolisian.


Samuel berpura pura tenang, Dia berjalan ke arah mereka semua yang sedang berkumpul.


Saat Samuel berjalan dan hendak melewati Papahnya, Gerard langsung mendekat dan berbisik padanya.


"Kamu liat kan Sam?" Bisik Gerard.

__ADS_1


Mendengar perkataan Papahnya, Samuel segera menghentikan langkahnya. Gerard lebih mendekat pada Samuel dan berbisik kembali.


"Sudah Papah katakan padamu, Papah akan membebaskan Jack, Papah akan menggunakan pengaruh Papah untuk membebaskannya, dan Kamu gak bakal bisa menyingkirkan Jack." Ujar Gerard berbisik.


Samuel diam saja ,Dia mengepalkan kedua tangannya, menahan geram dan rasa amarahnya, Dia merasa di sepelekan oleh Papahnya.


Sebenarnya Dia marah besar, karena Jack dibebaskan, namun, Dia tak mau menunjukkan kemarahannya, Dia punya rencana lain untuk menghancurkan Jack dan juga Papahnya serta Zahara, Mama tirinya itu.


Samuel diam tak menanggapi perkataan Gerard, Dia bergegas pergi keluar, meninggalkan Gerard dan Zahara serta Melani dan juga Jack.


Samuel memang hendak pergi, kebetulan saja Dia berpapasan dengan keluarganya yang baru pulang menjemput Jack. Mau tak mau, Dia harus melihat Jack dan juga Papahnya.


Dengan menahan rasa amarahnya yang menggebu gebu dalam dirinya Samuel keluar dari dalam rumahnya.


Zahara sempat melirik ke arah Samuel, Dia tahu, Samuel tak senang melihat Jack sudah pulang kerumahnya.


"Sebaiknya kamu istirahat di kamarmu, Jack." ujar Zahara.


"Ya, Ma." angguk Jack.


Papah dan Mamanya juga Melani mengangguk, Jack lantas berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Melani juga mau ke kamar ya Ma, Pah." ujar Melani.


"Ya." Jawab Gerard dan Zahara bersamaan.


Melani lantas pergi meninggalkan Zahara dan Gerard, Zahara lalu mendekati suaminya.


"Si Sam tau Jack udah pulang, dan dari wajahnya tadi Aku bisa liat, kalo Dia kecewa dan marah besar." ujar Zahara.


"Ya. Aku juga tau, Sam marah. Tapi gak mau menunjukkannya langsung." Ujar Gerard.


"Apa Dia punya rencana lainnya buat nyingkirin Jack?" Tanya Zahara.


"Mungkin saja, kita liat saja nanti, apa yang akan Dia lakukan selanjutnya." Ujar Gerard.


"Ya." angguk Zahara.

__ADS_1


"Ya sudah, Aku mau ke ruang kerjaku sebentar." ujar Gerard.


"Ya." jawab Zahara.


Gerard lantas pergi meninggalkan Zahara, Zahara tersenyum senang dengan kepulangan Jack, anak kandungnya itu.


"Mampus Kamu Sam, Kamu kira bisa menyingkirkan anakku? Kamu gak bakal bisa mengambil alih perusahaan Papahmu, semua pasti jatuh ke tangan Jack." Bathin Zahara bicara.


Dengan tersenyum senang dan penuh kebahagiaan Zahara lalu berjalan menuju ke arah dapur rumahnya.


Samuel ternyata tak langsung pergi, Dia masih terduduk di dalam mobilnya di garasi, Samuel benar benar marah, Dia tak terima Jack bisa dibebaskan dengan mudahnya.


Samuel berfikir, Dia sedang mencari cara lain untuk bisa menyingkirkan Jack dan segera mengambil alih perusahaan milik Papahnya.


Dengan menahan amarahnya Dia lantas segera menyalakan mesin mobilnya. Tak berapa lama kemudian, mobil pun segera berjalan keluar dari dalam garasi, mobil lantas melaju menuju halaman rumahnya.


Mobil melaju cepat keluar dari halaman rumah menuju jalanan, bertepatan dengan itu, mobil Astrid baru saja keluar juga dari halaman rumahnya.


Hampir saja mobil mereka bertabrakan, Samuel yang dalam keadaan marah tak konsentrasi menyetir mobilnya, Dia tak melihat jika mobil Astrid baru keluar dari halaman rumahnya.


Karena rumah mereka saling berhadapan satu sama lainnya, maka, saat bersamaan mobilnya keluar dari halaman rumah masing masing, maka, mobil hampir saja tabrakan.


Dengan kaget Samuel langsung menginjak rem dan menghentikan mobilnya, begitu juga dengan Astrid.


Mobil mereka saling berhadapan memalang , dan hanya sedikit saja lagi, mobil akan menyerempet bumper depan mobil masing masing.


Samuel segera keluar dari dalam mobilnya, begitu juga dengan Astrid, Dia juga cepat cepat keluar dari dalam mobil, dan berjalan ke depan, untuk melihat kondisi mobilnya.


Samuel dan Astrid bertemu, mereka saling berhadapan, Samuel diam menatap wajah Astrid. Dia yang tadi hendak marah, menjadi terdiam saat melihat wajah Astrid.


Sebenarnya, Astrid sengaja melakukan hal ini, Dia sudah memantau Samuel dari laptopnya, melihat dari kamera cctv yang terpasang di dalam rumah Gerard.


Astrid memang sengaja menunggu Samuel pergi dari rumahnya, Dia bersiap siap, begitu Samuel keluar dari dalam rumahnya, Astrid juga bergegas keluar dan bersiap siap di dalam mobilnya.


Dan begitu mobil Samuel di lihatnya hendak keluar dari halaman rumahnya, Astrid langsung cepat menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah , dan Dia sengaja membuat agar seolah olah mobilnya dan mobil Samuel hampir saja tabrakan.


Ini cara Astrid untuk bisa berkenalan langsung dengan Samuel.

__ADS_1


__ADS_2