
Karina sedang duduk di sofa ruang santai di rumahnya, Dia saat ini tengah membuka album photo photo lama.
Karina masih ingin mencari keberadaan Astrid, Dia mau mengingat lagi bagaimana wajah Astrid , Dia berharap, melalui photo Astrid, Dia bisa mendapatkan gambaran, bagaimana raut wajah Astrid sekarang yang sudah beranjak dewasa.
Saat Dia membolak balik lembaran photo photo yang ada di album photo miliknya itu, matanya tertuju pada satu photo.
Diperhatikannya photo itu, Dia kernyitkan keningnya, photo itu adalah photo Astrid.
Karena kurang jelas dan penasaran, Karina lantas mengambil photo tersebut dan memegangnya, diamatinya photo dengan teliti, Dia terus menatap wajah Astrid dalam photo yang ada ditangannya.
"Wajahnya?!! Aku sepertinya pernah melihat wajah ini , tapi dimana ya?!" Gumam bathinnya berfikir.
Karina terus menatap photo Astrid yang di pegangnya, Dia seperti pernah bertemu dan melihat Astrid, namun, Dia tak ingat, dimana Dia pernah melihat dan bertemu, Karina terlihat berfikir sesaat, mencoba mengingat ingat.
"Aku yakin, Aku pernah melihat wajahnya, dan itu belum lama ini, tapi dimana ?!" Bathinnya lagi.
Karina terus berfikir dan mengingat ingat, dimana Dia pernah melihat sosok wajah Astrid yang seperti di photo tersebut.
Beberapa saat kemudian, kedua mata Karina terbelalak lebar, Dia seperti kaget dan mengingat akan sesuatu hal.
"Astagaa!! Bukankah Dia Camelia? Tetangga barunya Zahara ?!!" Gumamnya, tersentak sadar dan ingat.
Karina ingat, dimana Dia pernah melihat dan bertemu dengan Astrid, dan Dia yakin sekali, bahwa photo Astrid adalah orang yang sama dengan tetangga Zahara yang baru saja pindah dan menempati rumah milik Karina yang di jual mantan suaminya dulu.
"Aku yakin, mereka sama ! Wajahnya gak berubah sedikitpun, tetap sama seperti yang Aku liat waktu itu!!" Gumamnya.
"Hmm...Apa Camelia itu Astrid? Anaknya Edward?!" Lanjutnya berfikir.
"Apa Dia sengaja mengganti namanya agar gak ada yang mengenalinya?!" lanjutnya.
"Sejak bertemu pertama kali dengan Dia, Aku udah curiga, perasaanku gak enak , dan sepertinya Aku mengenal Dia, tapi Aku gak tau dimana pernah mengenalnya."Gumamnya lagi.
"Ternyata, Dia Astrid ! Ya, Aku harus bilang ke Zahara, Aku harus tunjukkan photo ini pada Zahara, biar dia tau, siapa sebenarnya si Camelia, tetangga barunya itu!" Ujarnya bersemangat.
Karina lantas menutup album photonya, diletakkannya album photo di pinggir meja, kemudian, Dia beranjak, bergegas pergi untuk menemui Zahara dan memberi tahu tentang penemuannya itu.
---
Di kantor kepolisian, tempat Patrick bekerja, terlihat Patrick baru saja selesai bicara di telepon, Dia masih sibuk mengusut kasus pembunuhan yang terjadi baru baru ini.
__ADS_1
Tak berapa lama, masuk seorang petugas kepolisian yang bernama Yudi, Dia segera menghadap pada Patrick.
"Maaf, Komandan, ada yang mau Saya sampaikan mengenai kamera cctv di lokasi kejadian."Ujar Yudi.
"Ya, bagaimana ?Apa di temukan hal yang mencurigakan disekitar lokasi kejadian itu?!" Tanya Patrick, menatap lekat wajah Yudi yang berdiri di hadapannya.
"Tidak ada satupun dari kamera cctv ditemukan hal yang mencurigakan Komandan. Dari kamera cctv yang sudah kami cek, saat kejadian pembunuhan, kamera cctv mati semua , gak ada satu pun dari kamera cctv yang merekam kejadian." Lapor Yudi.
Patrick terdiam dan berfikir setelah mendengar penjelasan Yudi, bahwa tak terlihat pelaku dari rekaman kamera cctv yang mereka sita dan selidiki.
"Pelakunya pasti sudah mematikan kamera cctv sebelum beraksi, agar Dia gak ketauan."Ujar Patrick.
"Ya, sepertinya begitu, Komandan." Jawab Yudi.
"Tapi, diantara saksi saksi yang Kami mintai keterangan, Saya mendapatkan satu rekaman video amatir dari kamera hape salah satu saksi yang ada di ruang tempat kejadian itu."Jelas Yudi.
"Oh, ya ?!! Rekaman apa itu?Mana Hapenya?!" Ujar Patrick, bertanya pada Yudi.
"Sebentar, file videonya sudah saya pindahkan ke ponsel saya."Ujar Yudi.
Yudi lantas segera mengambil ponsel dari dalam kantong celananya, lalu, dibukanya layar ponsel dan membuka file video yang ada pada ponselnya tersebut.
"Ini rekaman videonya, proses awal Korban memasuki ruangan hingga menuju ke podium lalu mati terkapar di lantai." Ujar Yudi.
Setelah memegang ponsel milik Yudi, cepat Patrick melihat dan memutar rekaman file video yang ada di ponsel tersebut.
Wajah Patrick terlihat tegang menyaksikan semua adegan dalam rekaman kamera video ponsel tersebut.
Dalam rekaman video itu, terlihat para tamu undangan ramai berkumpul di dalam ruang pertemuan, Dan sesaat kemudian, kamera mengarah pada Ishadi yang masuk dari salah satu pintu yang ada di sisi ruangan tersebut.
Kedatangan Ishadi dalam rekaman video itu di sambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang hadir.
Ishadi dalam rekaman video terlihat tersenyum senang dan melambaikan tangannya memberi penghormatan atas sambutan para tamu tamu yang hadir dan mendukungnya.
Dalam rekaman video tersebut, tampak Ishadi mulai berjalan menuju podium , saat Dia berjalan itu, Dia berpapasan dengan seorang pengantar minuman yang memakai topi hitam dan wajahnya tertunduk.
Orang yang memakai topi dan sedang membawa minuman dan makanan ringan di nampan yang ada di tangannya melintas melewati Ishadi, posisi mereka sangat berdekatan sekali.
Lalu, Orang itu berlalu dan Ishadi sudah sampai di atas podium dan akan memulai pidatonya.
__ADS_1
Patrick curiga dengan rekaman video saat pengantar minuman berpapasan dengan Ishadi yang berjalan menuju podium tempatnya berpidato.
Ada satu gerakan yang membuat Patrick curiga dan penasaran dengan apa yang baru saja dilihatnya pada rekaman video tersebut.
Patrick lantas memutar balik dan mengulang adegan dalam rekaman video, saat Ishadi berpapasan dengan pengantar minuman.
Diamatinya secara seksama gerak gerik antara Ishadi dan juga pengantar minuman itu, dari rekaman video terlihat, saat berpapasan, posisi mereka sangat berdekatan sekali.
Karena masih belum yakin, Patrick kembali mengulang adegan tersebut, hingga tiga kali Dia memutar ulang penggalan adegan berpapasan itu, sehingga pada akhirnya, Dia menghentikan video tersebut.
Dalam rekaman video yang di lihatnya, terlihat tangan kanan pengantar minuman bergerak keatas lalu turun dengan gerak cepat, dalam rekaman juga tertangkap , tangan pengantar minuman menyelinap masuk ke dalam kantong bajunya, seperti menyimpan sesuatu hal, lalu si pengantar minuman itu berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Sementara Ishadi berdiri di podium, dan saat memulai pidatonya, tiba tiba saja Dia memegang lehernya yang mengeluarkan darah , dan selanjutnya, kejadiannya sama seperti yang sudah di ceritakan sebelumnya.
Patrick menarik nafasnya, Dia tahu sekarang, bahwa cara membunuh Ishadi dengan cepat itu, yaitu dengan cara, menyayatkan bilah pisau kecil ke leher Ishadi saat mereka berpapasan jalan.
Dan Ishadi langsung mati terkapar di lantai, karena pisau sudah di bubuhi dengan racun yang sangat mematikan dengan cepat.
Patrick yakin, bahwa si pengantar minuman itulah pelaku utama yang telah membunuh Ishadi.
"Cari tau, siapa orang ini !" Ujar Patrick.
Patrick menunjuk sosok orang yang mengantar minuman dalam rekaman video kamera ponsel itu. Yudi melihat gambar sosok orang itu.
"Dia bertugas mengantar minuman saat itu."Ujar Yudi.
"Ya, Saya yakin, Dia pelakunya, saat membunuh dengan menyayatkan pisau kecil ke leher Ishadi, semua terekam jelas dalam rekaman video itu, Saya sudah melihat dan memastikannya!" Ujar Patrick menegaskan pada Yudi.
"Jika sudah di temukan siapa orang ini beri tau Saya, dan ingat, rahasiakan dulu hal ini, jangan sampai ada yang tau, cukup Kamu dan saya saja."Ujar Patrick.
"Saya khawatir, jika diketahui orang banyak, beritanya akan tersebar cepat dan luas, dan pasti pihak media televisi dan media cetak akan langsung membukanya di depan umum sosok pembunuh itu, dan itu akan membuat si pelaku kabur , kita akan sulit menangkapnya !" Ujar Patrick, memberi penjelasan pada Yudi.
"Siap, laksanakan komandan !" Ujar Yudi, memberi hormat pada Patrick.
"Ya, sudah, cepat Kamu kerjakan tugas itu."Perintah Patrick.
"Siap !" Ujar Yudi memberi hormat lagi.
Yudi lantas menunduk memberi hormat dan pamit pergi meninggalkan Patrick yang masih duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Siapa Dia ?!" Bathin Patrick bicara.
Patrick terlihat berfikir keras, mencari tahu, siapa sosok pelaku yang membunuh Ishadi dan apa motifnya membunuh.