Destroy

Destroy
Mengejar Sulis


__ADS_3

Dengan wajah garang menahan kekesalan dan rasa amarah Samuel membuka lebar pintu ruang kerja Sulis sebagai sekretaris Papahnya.


Samuel langsung masuk ke dalam ruangan, namun, tak ada Sulis di dalamnya.


"Sial !! Kemana Dia ?!" Ujar Samuel geram.


Dengan langkah kaki cepat Samuel berjalan keluar dari dalam ruangan Sulis tanpa menutup pintunya. Samuel benar benar marah, Dia mencari Sulis karena ingin melihat kebenaran dari isi dokumen tentang ahli waris yang sempat Dia lihat tadi.


Sementara itu, Gerard baru saja masuk kedalam mobil dan duduk di jok belakang, Ponselnya berbunyi, Gerard cepat mengambil ponsel dari dalam kantong jasnya.


"Ya, ada apa?" tanya Gerard, bicara di telepon.


"Bagaimana ini Pak? Sepertinya Pak Samuel mencari saya, Beliau pasti mau meminta dokumen itu." Ujar Sulis, dari seberang telepon.


"Kenapa Samuel bisa tau?" tanya Gerard, bicara di teleponnya.


"Kami gak sengaja bertabrakan saat saya keluar dari ruang kantor Bapak, dan Pak Samuel mencoba membantu Saya munguti berkas berkas yang jatuh, dan tak sengaja, Pak Samuel melihat isi dokumen yang menyatakan tentang Pak Jack sebagai ahli waris dan pengganti Bapak memegang perusahaan." Jelas Sulis, dari seberang telepon.


"Oh, begitu. Baiklah. Lebih baik kamu menghindar, pergilah, jangan di kantor, pasti Samuel mendatangimu." Ujar Gerard, di teleponnya.


"Ya, saya memang sekarang gak di ruangan, saya sudah ada di parkiran kantor, Pak. Saya harus bagaimana?" Tanya Sulis, dari seberang telepon.


Dari suaranya terdengar Sulis sangat cemas dan khawatir pada dirinya sendiri, Dia tak ingin, bertemu Samuel dan mendapatkan masalah nantinya.


"Pergilah, untuk sementara waktu , jangan datang ke kantor, bersembunyilah sampai nanti Saya mengumumkan pengunduran diri dan menunjuk Jack sebagai pimpinan perusahaan menggantikan Saya." Jelas Gerard, ditelepon.


"Dan, sekarang, sebaiknya kamu temui Manager kita, pak Kuncoro, dan berikan berkas dokumen yang ada padamu pada pak Kuncoro, biar beliau yang mengurusnya." Ujar Gerard, ditelepon.


"Baik, Pak." Ujar Sulis, dari seberang telepon.


Gerard lantas menutup telepon dan memasukkan kembali ponsel kedalam kantong jasnya.


"Ayo berangkat." perintah Gerard pada Supir Pribadinya.


"Baik, Pak." Jawab Supir Pribadi.


Supir Pribadi Gerard lantas menjalankan mobilnya, mobil melaju keluar dari halaman gedung perkantoran milik Gerard , wajah Gerard terlihat kesal, karena Samuel mengetahui apa yang direncanakannya.


Sementara itu, Sulis terlihat sedang bersiap siap hendak pergi, Dia menyalakan mesin mobilnya, bertepatan dengan itu, Samuel datang ke halaman parkir perusahaan, Sulis gugup melihat Samuel yang mencari cari di pelataran halaman parkir.


Dengan cepat Sulis menyalakan mesin mobilnya, saat mesin mobil menyala, Samuel melihat mobil Sulis, Dia lalu dengan cepat menghampiri.

__ADS_1


Melihat Samuel berjalan cepat mendekatinya, Sulis semakin gugup dan cemas, cepat Dia menjalankan mobilnya lalu pergi meninggalkan Samuel.


"Ah, Sial !!" Geram Samuel.


Samuel kesal melihat Sulis pergi menyetir mobilnya, dengan rasa kesal dan marah yang besar Samuel cepat berlari ke arah mobilnya yang juga di parkir di halaman parkir tersebut.


Samuel langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobilnya, Dia lalu segera menyalakan mesin mobil dan kemudian menjalankan mobilnya, Mobil melaju dengan cepat keluar dari halaman parkir perusahaan, mengejar mobil Sulis yang lebih dulu pergi.


Sulis menyetir mobilnya sambil sesekali melihat dari kaca spionnya, Dia melihat, di belakangnya, agak jauh dari posisi mobilnya yang sedang melaju di jalanan, mobil Samuel melesat mengejarnya.


"Ah, Pak Samuel mengejarku, Aku harus bagaimana ?" Bathin Sulis.


Dengan wajah tegang dan cemas Sulis terus menyetir mobilnya, sementara, Mobil Samuel dibelakang terlihat semakin mendekat ke arahnya. Samuel menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, untuk menyusul mobil Sulis.


Di jalan raya, aksi kejar kejaran pun terjadi antara mobil Sulis dan mobil Samuel. Saat di pertigaan jalan, Sulis membanting stir dan berbelok ke kiri jalan, berusaha menghindar.


Namun mobil Samuel terus mengikuti dan semakin mendekat ke arahnya, hingga beberapa saat kemudian, Samuel berhasil mengejar Sulis, mobil Samuel berada sejajar di samping mobil Sulis.


Samuel melirik dari dalam mobil kearah Sulis yang menyetir mobilnya, memberi isyarat agar Sulis menghentikan mobilnya.


Bukannya berhenti, Sulis malah menambah kecepatan mobilnya, Dia menginjak gas mobil dalam dalam, hingga mobilnya melaju dengan sangat cepat dijalanan tersebut.


Aksi kebut kebutan terjadi, Mobil Sulis menyalip mobil mobil yang ada di jalan raya, di ikuti mobil Samuel yang juga menyalip mobil lainnya, berusaha mengejar mobil Sulis.


Saat di perempatan jalan, Sulis melihat lampu lalu lintas hendak berganti merah, Sulis cepat menginjak gas mobil, menambah kecepatan mobil, mobil melesat me nerobos lampu lalu lintas.


Melihat aksi Sulis, Samuel pun lantas menambah kecepatan mobilnya, dan mengejar, mobil Samuel melesat bertepatan dengan lampu lalu lintas yang sudah berubah menjadi merah.


Namun Samuel tak perduli, Dia menerobos lampu merah, dan berusaha untuk tetap mengejar dan berada di dekat mobil Sulis yang terus melaju menyusuri jalanan raya.


"Mau lari kemana kamu? Kemana pun kamu pergi, akan ku kejar Sulis!" geram Samuel, sambil terus menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sulis terus menyetir mobilnya, Dia melihat dari spion mobil, wajahnya semakin cemas, karena Samuel masih saja mengejarnya.


"Apa yang harus Aku lakukan?" bathin Sulis bicara.


Sambil menyetir mobilnya, Sulis cepat berfikir keras, mencari cara untuk dapat meloloskan diri dari kejaran Samuel.


Sementara itu, mobil Samuel di belakang melaju cepat dan semakin mendekat ke arah mobil Sulis. Sulis semakin resah, Dia tahu, Samuel pasti akan berhasil mengejarnya.


Saat menyetir mobilnya, Sulis melihat, Ada 2 petugas patroli Polisi yang sedang menilang pengendara mobil di pinggir jalan raya.

__ADS_1


Sulis berfikir, Dia akhirnya mendapatkan ide untuk bisa meloloskan diri dari kejaran Samuel.


Tanpa pikir panjang lagi, Sulis tancap gas, menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, sambil menyetir, Sulis bersiap siap.


Mobil Sulis melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mobil polisi yang ada di pinggir jalan, lalu, tiba tiba saja, Sulis membanting stir dan menabrakkan mobilnya ke mobil polisi yang ada di pinggir jalan.


Benturan keras terjadi, antara mobil polisi dan mobil Sulis, melihat kejadian itu, 2 Petugas Patroli Polisi yang sedang menilang pengendara kaget.


Dengan cepat seorang Petugas Polisi berpaling dan melihat ke arah mobilnya yang di tabrak mobil Sulis, Polisi melihat Sulis di dalam mobil duduk diam, masih menggunakan sabuk pengaman dan memegang stir mobilnya.


Dengan cepat Polisi mendekat ke arah mobil Sulis, Polisi lalu mengambil pistol dan mengarahkannya pada Sulis yang masih berada di dalam mobil.


"Buka pintunya !" Ujar Polisi sambil mengarahkan pistol ke arah Sulis.


Polisi melihat, mobil dinasnya hancur bagian belakangnya karena di tabrak mobil Sulis yang juga hancur bagian depannya.


Dengan sikap santai dan mencoba untuk tenang Sulis melepaskan sabuk pengamannya, dengan mengangkat satu tangannya Sulis membuka pintu mobilnya, lalu segera keluar dari dalam mobil.


Polisi langsung menyergap Sulis begitu Dia keluar dari dalam mobilnya, Petugas Patroli Polisi lalu mengambil borgol dan langsung memborgol tangan Sulis.


Sulis tak melawan dan tak bereaksi, karena Dia memang sengaja melakukan hal itu, Dia memang berharap Polisi menangkapnya, agar Samuel tak bisa mengejar dan menangkapnya.


Sulis di borgol, Polisi menggeledah seluruh tubuh Sulis, dan memeriksa isi di dalam mobil, Polisi mengira Sulis mengendara dalam keadaan mabuk , sehingga menabrak mobil dinas kepolisian yang sedang berhenti di pinggir jalan.



Dari dalam mobilnya, Samuel melihat ke arah Sulis yang sudah di borgol Polisi, Samuel sempat bertatapan mata dengan Sulis, Dia menyeringai geram melihat Sulis yang tersenyum sinis melihatnya.


Mobil Samuel terus melaju meninggalkan Sulis yang sedang bersama Polisi, seorang Polisi yang sudah selesai memberi tilangan pada pengendara mendekati Sulis, Dia melihat mobil dinas yang rusak bagian belakangnya.


Polisi itu lantas menghubungi kantornya untuk meminta bantuan dan mengirimkan mobil dinas kepolisian lainnya untuk membawa Sulis.


Mobil Samuel terus melaju menyusuri jalanan raya itu, wajahnya tampak kesal dan marah.


"Siaaal !! Dia sengaja menabrak mobil Polisi agar di tangkap !" Geram Samuel.


"Suliiss...Suliiss ! Kamu kira, aksimu itu bisa melepaskanmu dari kejaranku, sampai kapanpun Aku akan tetap mengejarmu!" Ujar Samuel.


"Aku harus bisa mengambil dokumen darimu itu !!" Geram Samuel.


Samuel menyeringai menahan amarahnya, Dia terus menyetir mobilnya, berbelok ke arah lain dipersimpangan jalan. Mobil Samuel melesat melaju dijalan raya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


__ADS_2