Destroy

Destroy
Jack di Tangkap Polisi


__ADS_3

Melani meniup lilin yang ada diatas kue, tepuk tangan meriah terdengar menyambut kegembiraan Melani.


Tiba tiba, datang beberapa polisi berjalan mendekati Gerard dan keluarganya, para wartawan juga ada, mereka sepertinya sengaja di undang dan di beri tahu.


"Saudara Jack, anda kami tangkap, karena telah terbukti menggunakan obat obatan terlarang." Ujar salah seorang Polisi.


Mendengar hal itu, suasana menjadi geger, para tamu undangan kaget dan tak menyangka, jika Jack ternyata menggunakan obat obatan terlarang dan akan di tangkap.


"Apa apaan ini?!" Ujar Gerard marah.


"Maaf, Pak. Jangan halangi kami." Ucap seorang Petugas Polisi.


"Anak saya gak pernah memakai barang barang terlarang itu, iya kan Jack?!" Ujar Gerard , bertanya pada Jack.


Jack diam saja, Dia tak menjawab pertanyaan Papahnya ,yang berusaha membelanya.


"Nanti bisa dibuktikan , saudara Jack akan melakukan tes urine di kantor kami ." jelas Pimpinan kepolisian.


Jack hanya bisa terdiam dan pasrah saja, Dia menyadari, bahwa dirinya memang pemakai, dan sebelum mengikuti acara ulang tahun Melani, adiknya itu, Jack masih sempat memakai barang narkotika dan menyuntikannya ke tangannya.


Kalau di lihat dari penampilan, wajah dan mata Jack, memang Dia seorang pemadat, yang suka memakai obat obatan terlarang.


"Borgol Dia." Ujar seorang Polisi yang menjadi pimpinan dalam penangkapan Jack kepada anggota kepolisian lainnya.


Jack lantas di borgol, Dia diam saja, tak melawan, Gerard geram, tak berapa lama, datang Samuel menghampiri mereka, Dia tampak santai dan cuek dan tersenyum sinis.


Tahulah Gerard, bahwa semua ini ulah Samuel, Dia sengaja melaporkan Jack pada pihak kepolisian, dan juga memanggil para wartawan dari berbagai macam media cetak dan televisi, untuk mempermalukan Jack dan juga Gerard.


Jack dibawa oleh pihak kepolisian, untuk segera di proses di pengadilan.


Para tamu undangan terdiam, mereka melongo tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.


Melani terlihat berlari masuk ke dalam rumahnya, Dia merasa malu sekali, karena acara ulang tahunnya rusak, karena Jack, abangnya di tangkap Polisi dengan tuduhan menggunakan obat obatan terlarang.


Melani tahu, Jack memang sudah lama memakai obat obatan terlarang, dan abangnya itu tak bisa dihentikan, terus saja memakainya, karena sudah kecanduan.


Astrid berdiri diam mengamati Jack yang di bawa Polisi, Dia lalu melihat Zahara yang mengejar Melani masuk ke dalam rumah.


Astrid juga melihat Karina yang diam termangu menyaksikan semua kejadian tersebut.


Datang Alex bersama Patrick, mereka berdiri di samping Astrid, melihat keduanya, Astrid lega, karena mereka tak berpapasan dengan Melani dan juga Zahara.


"Sudah selesai ?" bisik Astrid.


Sambil menatap kedepan, mengamati Gerard dan Samuel.


"Sudah beres semuanya." jawab Alex.


"Ada apa ini?" Tanya Patrick heran.


"Polisi datang, dan menangkap Jack, katanya, Jack menggunakan obat obatan terlarang." ujar Astrid.


"Oh, ya?" Patrick kaget, tak menyangka dengan hal itu.


Samuel dengan sombongnya mendekati Papahnya, Dia lantas tersenyum sinis berdiri dihadapan Papahnya.

__ADS_1


"Sudah Aku bilang sama Papah, Aku akan menghancurkan hidup Jack." ujar Samuel, tertawa sinis dan mengejek.


"Kurang ajar kamu, Sam !" Bentak Gerard, geram dan marah.


Samuel cuek, Dia pergi meninggalkan Gerard yang berdiri menahan geramnya melihat kepergian Samuel yang berjalan santai dan angkuh itu.


Gerard geram, Samuel mengira, Dia bisa begitu saja menyingkirkan Jack, agar tak jadi memimpin perusahaannya, Samuel lupa, Siapa Gerard, dan bagaimana pengaruhnya pada para pejabat pejabat dan pihak kepolisian.


"Bubaar semuanya !!" Teriak Gerard marah.


Mau tak mau, para tamu undangan pun membubarkan diri masing masing karena melihat Gerard yang marah.


Para wartawan dari berbagai media cetak dan televisi ramai mendekati Gerard, mereka ingin mendengar tanggapan dari Gerard.


Namun Gerard tetap diam, tak mau memberikan pernyataan apapun juga kepada mereka.


Gerard bergegas masuk ke dalam rumahnya, menutup dan mengunci pintu rumah.


Para wartawan itu kecewa, mendapat perlakuan Gerard yang bungkam dan pergi begitu saja meninggalkan mereka.


Akhirnya, para wartawan itu pun juga membubarkan dirinya, pulang ke tempatnya masing masing.


Astrid berjalan tersenyum senang , Alex dan Patrick mengikutinya. Ada kepuasan di wajah Astrid, karena anak Zahara di tangkap, paling tidak , Dia tak harus bersusah payah menyingkirkannya.


---


Di kantor kepolisian, Jack di kurung dalam ruang tahanan kepolisian, sambil menunggu hasil tes urine , untuk membuktikan, apakah Dia pemadat, yang sering memakai obat terlarang atau tidak, semua akan terbukti nantinya.


Jack terduduk di lantai dalam sel tahanan, Dia terdiam, Dia tahu, bahwa Samuel lah yang telah melaporkannya.


Samuel tahu, karena Dia sering memergoki Jack sedang memakai obat obatan terlarang di dalam kamarnya.


Karena dendam dan marah, Jack akan mengambil semua harta milik Papahnya, Samuel akhirnya berniat menghancurkan Jack, untuk itu Dia melaporkan Jack kepada pihak kepolisian.


---


Di rumah Astrid, terlihat Alex ada bersama Patrick, mereka baru saja pulang dari rumah Zahara , menghadiri pesta ulang tahun Melani yang berantakan karena Jack ditangkap Polisi.


"Tadi, Aku sempat berfikir pas liat polisi polisi itu datang, Apa kamu Patrick, yang sengaja memanggil rekan rekan kepolisian dan menangkap Jack." ujar Astrid.


"Tentu bukan, Aku aja gak tau, kalo ternyata si Jack pemadat. Sering menggunakan obat obatan terlarang." jelas Patrick.


"Yang jelas, saat ini, keluarga Gerard sedang di sibukkan dengan masalah Jack, kita akan mencari kelemahannya dan lalu menyerangnya nanti." ujar Alex.


"Ya." angguk Astrid.


"Sebenarnya Aku sedikit lega sih, lihat si Jack ditangkap, jadi puas Aku, walau gak langsung membalas perbuatannya yang telah membuat Kakakku kecelakaan dan mati, setidaknya, Dia mendapatkan balasan yang setimpal." ujar Patrick, tersenyum puas.


"Iya." jawab Alex.


"Oh, ya. Bagaimana? Apa kalian sudah memasang semua alat alat pengintai di dalam rumah Gerard ?" tanya Astrid.


"Beres, kamu gak usah khawatir." ujar Patrick.


"Iya, Kita bisa mengecek dan melihatnya sekarang melalui laptopku." ujar Alex.

__ADS_1


"Ya." Angguk Astrid.


Alex lantas mengambil laptop dari dalam tasnya, dan mengeluarkannya, Laptop di letakkan di atas meja. Lalu Alex segera menyalakan laptop tersebut.


Muncullah gambar gambar dari beberapa kamera cctv mini yang di tempatkan mereka di dalam rumah Gerard itu.


Mereka bertiga diam mengamati kamera kamera cctv yang ada di dalam laptop tersebut.


"Kalo Aku sempat liat tadi, ada kerenggangan dan permusuhan antara Samuel, anak tertua Gerard dan Jack." Ujar Astrid.


"Maksudmu?" Tanya Alex.


"Tadi Aku sempat liat, Gerard seperti marah dan bertengkar dengan Samuel." ucap Astrid.


"Apa Samuel yang melaporkan Jack? Dia sengaja melaporkannya agar adiknya di tangkap?!" Ujar Patrick.


"Entahlah, ada masalah apa diantara mereka, kita harus mencari taunya, karena itu bisa kita jadikan kelemahan keluarga Gerard." Tegas Astrid.


"Ya, kamu benar , kita akan memantau perkembangannya. Apa yang terjadi dalam keluarga itu." Ujar Alex.


Astrid mengangguk angguk dan berfikir, Dia tahu, ada masalah yang terjadi antara Samuel, anak Gerard dan keluarganya, tapi Astrid tak tahu, masalah apa yang sebenarnya terjadi.


Dia bertekat untuk menyelidiki dan mencari tahu, ada masalah apa antara Samuel dan keluarganya.


Jika memang benar ada masalah, Astrid bisa memanfaatkan Samuel untuk bergabung bersama Dia dan menghancurkan Gerard dan keluarganya.


---


Di rumah Gerard, Zahara mendekati Gerard yang duduk di sofa ruang keluarganya.


"Bagaimana Melani?" tanya Gerad.


"Dia menangis, mengurung diri dalam kamar, dan gak mau di temui, sepertinya Dia malu dan kecewa, karena acaranya rusak gara gara Polisi datang menangkap Jack." ujar Zahara.


"Ini semua gara gara Samuel !" Tegas Gerard geram.


"Samuel ? Apa yang dilakukan anak itu?!" Tanya Zahara.


"Dia sengaja melaporkan Jack pada pihak kepolisian, makanya Polisi datang menangkap Jack." jelas Gerard.


"Bukan itu saja, Samuel sengaja mengundang para wartawan, untuk mempermalukan diriku !" Tegas Gerard.


"Pasti besok akan muncul berita, bahwa Jack, Penerus dan ahli waris perusahaan ternama Gerard di tangkap polisi." jelas Gerard.


"Kurang ajar si Samuel, anak itu selalu saja buat masalah!" Ujar Zahara, benci pada Samuel.


"Apa kamu gak bisa membebaskan Jack ?" tanya Zahara pada Gerard.


"Kamu tenang saja, Akan Aku hubungi kepala kepolisian dan kejaksaan, serta hakim yang akan memimpin persidangan nantinya. Jack pasti akan dibebaskan." Ujar Gerard, penuh keyakinan.


"Kamu harus beri pelajaran pada si Samuel itu, jangan sampai Dia terus menghancurkan keluarga kita!" Ujar Zahara, menegaskan pada Gerard.


"Ya." jawab Gerard singkat.


Zahara lalu bergegas pergi meninggalkan Gerard.

__ADS_1


Gerard menghela nafasnya, Dia berfikir keras, bagaimana caranya agar Dia bisa menyingkirkan Samuel, anak pertamanya itu.


__ADS_2