Destroy

Destroy
Sulis Rela Berkorban


__ADS_3

Sebenarnya apa yang telah terjadi, dan mengapa Sulis bisa ditemukan dalam keadaan mati dengan tragis seperti yang di lihat Astrid bersama Alex saat ini ?


Untuk mengetahui apa yang terjadi sebelumnya di rumah itu , kita akan kembali pada beberapa waktu, dimana saat itu Samuel dan anak buahnya yang bernama Joko datang ke rumah tersebut dan menemui Sulis di kamar.


---


Flash Back / Kilas balik ke beberapa waktu sebelumnya.


Di dalam kamar, Samuel dengan tatapan mata yang geram dan menahan amarahnya terus menatap wajah Sulis yang masih tertidur pulas diatas kasurnya.


Joko yang berdiri disamping Samuel meliriknya, Samuel memberi isyarat pada Joko, memerintahkannya untuk segera membangunkan Sulis.


"Bangunkan Dia,dan ikat kedua kakinya !" Perintah Samuel.


"Siap Bos !" Jawab Joko.


Joko lantas bergegas melepaskan ikat pinggangnya, lalu, dengan cepat Dia segera mengikat kedua kaki Sulis.


Sulis yang sedang tidur itu terusik,Dia merasakan kakinya ada yang memegangi, sontak saja Sulis terbangun, Dia membuka kedua matanya.


Betapa terkejutnya Dia saat terbangun dan melihat Samuel sudah berdiri disamping ranjang, dengan menyeringai buas menatapnya tajam penuh amarah.


Sulis juga tersentak kaget karena kedua kakinya diikat Joko dengan ikat pinggang, Sulis cepat bergerak bangun dan meronta untuk melepaskan ikatan di kakinya , Akan tetapi, Joko lebih cepat reaksinya dari Dia,Joko menahan kedua kaki Sulis, hingga Sulis tak bisa menggerakkan kedua kakinya.


"Lepaskan ! Apa maumu?!" Teriak Sulis sambil meronta menatap wajah Samuel yang berdiri di samping ranjangnya.


"Akhirnya Aku bisa menemukanmu juga. " Ujar Samuel, dengan tatapan mata dingin dan tajam pada Sulis.


"Tolong, lepaskan Aku !" Ujar Sulis meronta dengan tatapan mata yang memelas dan ketakutan pada Samuel.


"Aku akan melepaskanmu, jika Kamu menyerahkan berkas berkas dokumen warisan orang tuaku." Ungkap Samuel dengan sikap dinginnya.


"Dokumen itu gak ada padaku!" Ucap Sulis, dengan wajah ketakutan pada Samuel.


"Jangan coba membodohiku, Aku tau, Berkas dokumen itu ada padamu ! Dan Kamu sengaja lari menghindar dariku, bersembunyi di sini, agar Aku gak bisa mendapatkan dokumen itu!" Hardik Samuel geram.


"Papahku pasti menyuruhmu untuk bersembunyi, menghindar dariku, sampai waktu pengesahan ahli waris ditetapkan, iya kan?" Bentak Samuel.


"Aku gak bohong, Aku gak nyimpan berkas itu!' Ucap Sulis, memelas.

__ADS_1


"Jika gak ada padamu, dimana berkas itu? Pada siapa Kamu serahkan ?!" Ujar Samuel bertanya pada Sulis dengan sikap dinginnya.


"Aku gak bisa memberi tau Kamu." Ucap Sulis.


"Kamu rela mati, hanya demi menuruti Papahku dan menyembunyikan berkas itu?!" Hardik Samuel.


Sulis diam tak menjawab,mendengar ucapan Samuel,Dia hanya bisa pasrah dengan dirinya .


"Kalo Kamu gak mau Aku bunuh, katakan,dimana berkas itu? Atau, Siapa orang yang sekarang menyimpan berkas dokumen warisan itu?!" Ujar Samuel.


Sulis tetap diam,mengunci mulutnya rapat rapat, Dia tak mau mengungkapkan pada Samuel,siapa orang yang menyimpan berkas dokumen warisan milik Gerard.


Sulis setia,Dia sudah berjanji pada Gerard,akan merahasiakan hal itu pada siapapun, khususnya pada Samuel. Dia sanggup mengorbankan dirinya demi merahasiakan hal tersebut.


"Ayo bilang,jangan diam saja !" Bentak Samuel.


Samuel mulai tak bisa menahan amarahnya pada Sulis, karena melihat Sulis hanya diam saja tak mau memberi tahu siapa orang yang menyimpan berkas dokumen tersebut.


"Okay,Kalo itu maumu. Aku akan membunuhmu sekarang juga !"Ancam Samuel.


Mendengar perkataan Samuel yang terus mengancam dirinya, Dia tetap tak bergeming dan tak mau mengatakan yang sebenarnya.


Dia tahu, jika saat ini Dia mengatakan siapa orangnya,pasti Samuel akan mendatangi orang tersebut, dan pastinya,Samuel juga nantinya akan mencelakakan atau membunuh orang yang menyimpan dokumen itu.


"Seret Dia, dan siksa ! Jangan berhenti sebelum Dia mengatakan yang sebenarnya!" Ujar Samuel, memberi perintah pada Joko.


"Siap Bos!" Jawab Joko.


Joko lantas mengangkat tubuh Sulis yang kedua kakinya sudah terikat dengan ikat pinggang milik Joko.


Sulis mencoba meronta,namun cengkraman tangan Joko lebih kuat darinya, Dia tak kuasa melepaskan diri dari genggaman Joko.


Joko menggotong tubuh Sulis, mengangkatnya dari kasur dan membuat Sulis berdiri di tembok dinding kamar.


Joko lalu menampar dan memukuli wajah Sulis dengan sekuat tenaga, hingga membuat Sulis teriak kesakitan dan menjadi lemas.


Samuel berdiri diam melihat Joko yang terus memukuli dan menyiksa Sulis.Walau harus menahan rasa sakitnya, Sulis tetap memilih diam dan tak bicara, hal itu membuat Samuel geram dan semakin marah padanya.


Samuel tak menyangka, Sulis begitu setia pada Papahnya, hingga tetap memilih bungkam dan tak takut mati.

__ADS_1


Samuel lalu mendekati Joko, Dia berbisik ketelinga Joko, memberi perintah pada Joko. Joko pun lantas mengangguk dan menuruti perkataan Samuel.


Samuel dengan sikap dingin dan santai berjalan lalu duduk di kursi meja rias yang ada dalam kamar,Dia cuek dengan apa yang sedang di lakukan Joko pada Sulis saat ini.


Joko mengambil pisau lipat dari kantong celananya,Dia lantas menyeringai buas menatap tajam wajah Sulis yang sudah bengkak dan bibirnya mengeluarkan darah akibat di pukuli Joko.


Joko menunjukkan pisau lipat ditangannya pada Sulis, Sulis tercekat, ada rasa takut menghampiri dirinya,namun, Dia mencoba untuk tetap bertahan dan tidak membuka mulutnya. Sulis benar benar sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Joko serta Samuel pada dirinya.


"Sayang sekali,wajah cantikmu ini akan rusak ku buat jika Kamu gak mau mengatakan dimana berkas itu." Ucap Joko, sambil mendekati pisau lipatnya ke wajah Sulis.


Sulis jijik melihat wajah Joko yang menyeringai padanya, Dia lantas meludahi wajah Joko.


"Apapun yang Kamu lakukan padaku, Aku tetap gak akan mengatakannya !" Hardik Sulis.


Joko tertawa melihat Sulis yang melawan padanya,Dia menghapus air ludah Sulis yang mengenai wajahnya, Samuel hanya diam saja, Dia asyik melihat ponselnya dan tak perduli dengan apa yang dilakukan Joko pada Sulis.


"Kamu benar benar udah siap mati ternyata." Ucap Joko, tersenyum sinis.


Sulis diam saja tak bereaksi mendengar perkataan Joko, Joko semakin mendekatkan pisau lipatnya ke wajah Sulis. Lalu, perlahan lahan,pisau lipat menempel ke wajah Sulis.


Untuk beberapa saat kemudian, terdengar teriakan erangan histeris dan rintihan Sulis yang menahan rasa sakit yang begitu besarnya.


Joko mulai menyayat nyayat wajah Sulis,Sulis merintih dan meronta ronta menahan sakitnya,dengan kedua tangannya Dia mencoba memukul Joko, namun Joko yang sudah kalap semakin buas, melihat Sulis yang berusaha memukulnya, dengan cepat Dia menghujamkan pisau lipat ke perut Sulis,hingga Sulis meronta dan merintih menahan sakit akibat perutnya di hujam pisau.


Begitulah,Akhirnya Sulis mendapatkan siksaan yang cukup parah dari Joko, atas perintah Samuel,Joko menyiksa Sulis habis habisan,Dia menyayat nyayat wajah Sulis,menghujamkan pisau keperutnya, juga dadanya, lalu, menggorok leher Sulis.


Hingga pada akhirnya, Sulis tak berdaya, Dia pun meregang nyawa , mati ditangan Joko.


"Paku tubuhnya di tembok dinding !" Perintah Samuel.


Joko mengangguk,Dia bergegas keluar dari kamar,mencari paku dan alat palu, Sambil menunggu Joko yang sedang mencari paku dan palu, Samuel mengeluarkan ponselnya.


Dengan sikap dinginnya Dia memotret diri Sulis yang sudah mati tak bernyawa itu. Dengan santainya Dia terus memotret menggunakan ponselnya.


Beberapa kali Samuel mengabadikan diri Sulis yang sudah mati itu di kamera ponselnya,begitu juga setelah Joko menemukan paku dan palu,lalu memaku tubuh Sulis menempel di tembok dinding kamar, Samuel tetap memotretnya.


Setelah merasa sudah cukup Dia mengambil gambar Sulis yang telah mati, Samuel lalu mengirimkan photo photo itu ke ponsel Papahnya. Wajahnya terlihat sinis.


Begitulah yang terjadi pada Sulis,karena kesetiaannya pada Gerard,akhirnya Sulis mati di bunuh Samuel.

__ADS_1


Dan Samuel pergi dari rumah itu, jauh sebelum Astrid datang, Samuel pergi dengan membawa rasa amarah yang begitu besar, karena Dia belum berhasil mendapatkan berkas dokumen yang berisi tentang warisan Papahnya.


Samuel berfikir dan bertanya tanya,pada siapa Sulis menyerahkan berkas dokumen tersebut, Dia bertekad akan mencari tahu keberadaan orang tersebut. Bagaimana pun caranya, Dia harus bisa menggagalkan usaha Papahnya memberikan warisan kepada Jack,adik tirinya tersebut.


__ADS_2