Destroy

Destroy
Menyelidiki Kasus Sulis


__ADS_3

Terdengar suara mobil berhenti dihalaman rumah tempat di temukannya mayat Sulis, Astrid menoleh pada Alex,Dia heran, mobil siapa yang datang.


"Sepertinya ada yang datang, Lex?" Ujar Astrid,cemas dan curiga.


"Kamu tunggu di sini, biar Aku yang lihat." Ujar Alex.


"Iya," Jawab Astrid.


Alex bergegas keluar dari dalam kamar, meninggalkan Astrid yang berdiri terpaku menatap prihatin mayat Sulis yang berdiri terpaku di dinding tembok kamar.


Tak berapa lama, masuk kembali Alex, kali ini Dia datang bersama Patrick, adiknya yang bekerja sebagai Polisi.


Melihat kehadiran Patrick, Astrid kaget,Dia tak menyangka Patrick datang ketempat mereka.


"Aku yang menyuruhnya datang ke sini." Ujar Alex.


Alex cepat menjelaskan pada Astrid,karena melihat reaksi bingung Astrid dengan kehadiran Patrick.


"Oh, kenapa Kamu menyuruhnya ke sini?" Bisik Astrid cemas.


"Kamu tenang aja. Aku udah bilang sama Patrick masalah ini. Dia udah tau." Ujar Alex.


"Aku memintanya datang, Karena Patrick pasti bisa menyelesaikan masalah ini." Lanjutnya.


"Apa kabar Trid?" Sapa Patrick.


"Kabar baik." Jawab Astrid.


Astrid mencoba tersenyum ramah pada Patrick yang menyapanya, Patrick belum melihat mayat Sulis yang ada di dinding tembok kamar samping meja rias, karena Dia saat ini focus pada Astrid dan Alex.


"Dimana mayat yang kamu bilang di pesan mu itu?" tanya Patrick pada Alex.


"Itu, di situ." Ujar Alex.


Alex menunjukkan mayat Sulis. Patrick melangkah mendekat pada mayat Sulis yang menempel terpaku di dinding tembok kamar.


Seketika saja Patrick terkesiap kaget saat melihat jelas mayat Sulis dari jarak dekat.


"Sulisss?!" Ujar Patrick kaget.


"Kamu kenal ?" tanya Alex.


Astrid dan Alex saling pandang, mereka tak menyangka jika Patrick mengenal Sulis.


"Ya, Aku kenal, namanya Sulis. Dia kerja sebagai sekretaris di perusahaan Ankara milik pak Gerard." Ungkap Patrick.


"Darimana Kamu mengenalnya?" tanya Alex heran.


"Dia teman sekolahku waktu di SMU dulu. Kami masih sering komunikasi. Baru baru ini memang Sulis menghubungiku, minta ketemu, Dia katanya mau bicara penting padaku,sepertinya Dia ada masalah,tapi Aku belum ada waktu menemuinya." Ujar Patrick.


"Pasti Dia mau mengatakan bahwa nyawanya terancam dan minta tolong Aku, melihat mayatnya ini, Aku jadi menyesal gak bisa ketemu Dia." Ungkap Patrick dengan wajah sedih melihat mayat Sulis.


Alex dan Astrid mengangguk mengerti dan paham setelah mendengar penjelasan Patrick tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana Kamu bisa menemukan mayatnya di sini?" tanya Patrick pada Astrid.


"Sebelumnya Aku curiga dengan gerak gerik Samuel saat mendapat telepon pas dirumahku, Aku lalu minta tolong Alex untuk melacak mobilnya, dan Alex memberikan alamat ke tempat ini." Ucap Astrid, memberi penjelasan.


"Oh, begitu. Artinya,Sulis bertemu Samuel di sini?" Ujar Patrick.


"Sepertinya begitu, tapi Aku gak tau,mengapa mereka bertemu di sini, lalu Sulis mati mengenaskan." Ujar Astrid.


"Samuel membunuhnya, pasti diantara mereka ada masalah besar, sehingga Samuel membunuh Sulis." Ujar Alex.


"Atau mungkin saja Sulis mengetahui rahasia kejahatan Samuel, dan untuk membungkamnya, Samuel membunuh Sulis dengan keji." Ujar Astrid.


"Bisa saja begitu. Aku akan mencari tau kebenaran dari kasus ini." Ujar Patrick.


"Ya. Lantas, bagaimana soal mayatnya? Aku gak mau, Sidik jari Astrid ditemukan di sini dan Dia dijadikan tersangka." Jelas Alex.


"Aku tadi sebagian udah membersihkan bekas sidik jari Astrid yang memegang tempat tempat di ruangan ini." Lanjut Alex.


"Kalian gak usah khawatir, serahkan saja padaku. Biar Aku yang mengurusnya." Ujar Patrick.


"Kamu yakin, kasus ini gak akan melibatkan Aku nantinya?" tanya Astrid.


"Aku yakin, Aku akan jelaskan nanti sama rekan kepolisian ku, bahwa Aku mendapat telepon dari Sulis, yang Aku kenal, dan menyuruh Aku ke sini karena Dia dalam bahaya, sampai akhirnya Aku menemukan mayatnya." Ujar Patrick.


"Apa pihak kepolisian akan percaya?" tanya Astrid.


Ada rasa khawatir dalam diri Astrid , dia tak mau kebawa bawa dalam masalah tersebut, apalagi sampai di tuduh dan di jadikan tersangka yang membunuh Sulis.


"Kamu gak perlu khawatir, serahkan saja semuanya sama Patrick." Ujar Alex.


Alex mencoba menenangkan diri Astrid yang terlihat khawatir itu. Dia tahu kecemasan Astrid, karena itu Alex mencoba menenangkannya.


"Ya, percayakan padaku, Kamu gak akan kebawa bawa dalam masalah ini." Ujar Patrick pada Astrid.


"Baiklah kalo begitu." jawab Astrid.


Astrid menjadi tenang, Dia pun menyerahkan semuanya pada Patrick masalah tersebut.


"Sekarang,lebih baik kalian segera pergi dari sini. Aku akan minta ambulance dan petugas kepolisian untuk segera datang ke sini, jangan sampai kalian masih ada di sini saat rekan rekanku datang nanti." Ujar Patrick


"Baiklah." Ujar Astrid.


"Ayo, kita pergi sekarang." Ujar Alex , mengajak Astrid pergi.


Astrid mengangguk, mereka berdua lantas pamit pergi pada Patrick, mereka bergegas keluar dari dalam kamar itu meninggalkan Patrick sendirian.


"Maafkan Aku Sulis. Kalo saja kita ketemu cepat,mungkin nyawamu bisa terselamatkan." Ucap Patrick lirih.


Dengan rasa iba dan prihatin atas kematian Sulis, temannya itu, Patrick menatap sedih wajah Sulis yang penuh dengan sayatan pisau itu.


"Aku janji padamu, Akan menangkap Samuel. Aku akan mencari bukti pembunuhan yang dilakukan Samuel terhadapmu." Ungkapnya getir.


Patrick menarik nafas dan menahan kesedihannya melihat mayat Sulis yang sangat mengenaskan itu. Dia tak menyangka, Sulis di bunuh dengan keji seperti itu.

__ADS_1


---


"Braaakk"


Pintu ruang kantor Gerard terbuka lebar, Samuel dengan wajah penuh amarah segera melangkah masuk ke dalam ruang kantor.


Melihat kedatangan Samuel,Gerard yang duduk di kursi kerjanya mencoba untuk tetap bersikap tenang.


"Katakan padaku Pah. Dimana berkas dokumen warisan itu di sembunyikan? Siapa yang menyimpannya?!" Hardik Samuel.


Samuel berdiri di samping meja kerja, menatap tajam penuh amarah pada Papahnya yang duduk santai dan tenang di kursi kerjanya.


"Katakan Pah? Siapa orangnya dan dimana berkas itu?!" Bentak Samuel berteriak.


"Apapun yang Kamu lakukan,Aku gak akan memberitahunya." Ucap Gerard, dengan sikap tenangnya.


Mendengar perkataan Papahnya itu, Samuel menjadi semakin marah dan geram.


"Oke, Kalo Papah gak mau bilang, Aku akan mencari sendiri orang itu!" Ujar Samuel.


"Dan ingat Pah. Jika Aku menemukan orangnya, Aku akan membunuhnya sama seperti Sulis !" Bentaknya marah.


Gerard diam saja tak bereaksi mendengar perkataan Samuel yang mengancam dirinya.


"Akan Aku hancurkan dan singkirkan semua yang menghalangiku!" Hardik Samuel.


Samuel lantas berbalik badan dan segera pergi keluar dari dalam ruang kantor Gerard , pintu dibanting sekuat kuatnya saat Samuel keluar.


Setelah kepergian Samuel, Gerard menghela nafasnya, Dia sempat khawatir sebenarnya,takut Samuel nekat dan berbuat hal buruk kepadanya.


Setelah kepergian Samuel dan ternyata tidak ada yang dilakukan Samuel kepada dirinya, Dia lega.


Gerard lantas segera mengambil ponsel dari dalam kantong jasnya dan menghubungi seseorang.


"Hallo? Kamu dimana ? Sulis mati dibunuh Samuel, dan Saya minta, Kamu sementara waktu ini agar bersembunyi di tempat aman, dan hati hati, jangan sampai keberadaan Kamu di ketahui Samuel." Ujar Gerard,bicara di teleponnya.


Wajah Gerard terlihat tegang saat Dia bicara di telepon,dan mengingatkan agar berhati hati pada Samuel.


Setelah selesai menelpon, ponsel segera di simpan kembali ke dalam kantong jasnya. Lalu Gerard kembali menarik nafasnya, memikirkan jalan untuk bisa terbebas dari Samuel.


---


Kembali ke tempat rumah persembunyian Sulis. Saat ini, sudah datang mobil pihak kepolisian dari tim penyidik dan juga ahli forensik dan petugas paramedis beserta mobil ambulance.


Mayat Sulis sudah di bawa masuk ke dalam mobil ambulance,dan para tim ahli forensik terlihat sibuk mengamankan lokasi terjadinya pembunuhan dan mencari bukti bukti di sekitar ruangan dalam rumah tersebut bersama tim penyidik dari kepolisian.


Patrick terlihat bicara dengan salah satu rekan kepolisian, Dia tengah memberi pernyataan dan penjelasan.


Patrick sengaja membuat ceritanya sendiri, bahwa Dia mendapatkan telepon dari Sulis yang di bunuh, agar segera datang kelokasi tersebut karena sedang terancam oleh seseorang.


Rekan kepolisian mencatat semua penjelasan dari Patrick tersebut, mereka percaya dengan penjelasan Patrick yang menegaskan bahwa Patrick dan Sulis teman baik sejak masih di sekolah menengah atas dulu.


Patrick bertekad, akan mengungkap kasus kematian Sulis dan segera menangkap Samuel, Dia akan mencari bukti bukti kuat, agar Samuel bisa ditangkap nantinya.

__ADS_1


__ADS_2