Destroy

Destroy
Jack Masih Koma


__ADS_3

Gerard, Zahara dan juga Melani sedang berkumpul di ruang tunggu rumah sakit.


Ruang tunggu itu ada di samping ruang kamar ICU.


Sementara Jack, sedang berada di ruang kamar ICU dan di tangani dan di periksa oleh seorang Dokter Specialis.


Wajah wajah Gerard, Zahara dan Melani sangat tegang, mereka harap harap cemas dengan hasil pemeriksaan Jack di dalam ruang ICU tersebut.


"Bagaimana kalo bang Jack meninggal Ma?!" Ujar Melani menangis sedih.


"Huss ! Kamu jangan ngomong begitu. Jack gak kan meninggal , Dia hanya pingsan sementara!" Ujar Zahara, menegaskan pada Melani.


Gerard hanya diam mendengarkan saja percakapan Zahara dan Melani.


Diam diam juga Dia sedang memikirkan hal yang terburuk.


Jika Jack sampai meninggal dunia karena tak tertolong lagi sebab over dosis obat obatan terlarang, maka, harapannya untuk menjadikan Jack sebagai ahli waris hartanya dan menjadi pimpinan diperusahaan miliknya akan sirna.


Dan Dia harus mencari jalan penyelesaian jika semua kemungkinan itu terjadi. Tak mungkin Dia akan memberikan Samuel sebagai pewarisnya, sebab, Dia tahu bagaimana sifat, dan kepribadian Samuel yang membenci dirinya dan juga Zahara serta anak anaknya.


Gerard tak ingin memberikan kekuasaan penuh pada Samuel, sebab, jika Samuel berkuasa, Dia akan dihancurkan, begitu juga dengan Zahara dan Melani, anak gadisnya.


"Tapi Ma. Aku takut, Bang Jack gak sadarkan diri juga." Ujar Melani menangis sedih.


"Kita tunggu saja ya. Biarkan Dokter mengobati abangmu." Ucap Zahara penuh kelembutan, menenangkan diri anaknya.


Zahara lalu melirik Gerard yang hanya Diam duduk di bangku tunggu.


Zahara lantas menghapus air mata Melani, Melani lalu menarik nafasnya dalam dalam, Dia berusaha menahan diri untuk tidak menangis lagi.


Zahara mengajak Melani untuk duduk di bangku tunggu, Melani menurut, mereka lantas duduk di bangku tunggu , di samping Gerard duduk.


"Jangan sampai ada yang tau, Kalo Jack sedang di rawat di rumah sakit ini." Ujar Gerard pada Zahara yang duduk di sampingnya.


"Termasuk Samuel juga?" tanya Zahara.


"Ya, termasuk Dia ! Aku khawatir, Jika Samuel tau dimana Jack di rawat, diam diam Dia akan datang dan berniat buruk pada Jack. Mengingat Samuel pernah mengancam untuk menyingkirkan Jack." Ungkap Gerard.

__ADS_1


"Melihat Jack yang koma karena over dosis dan dirawat di rumah sakit, tentu, orang seperti Samuel yang berhati jahat berfikir, bahwa ini kesempatan buat Dia menyingkirkan Jack." lanjut Gerard.


"Dia benar benar menuruni sifat jahat dan licikmu, Sam gak ada bedanya dengan Kamu yang dulu !" Ucap Zahara, tersenyum sinis menyindir Gerard.


Gerard diam dan tak mau membantah perkataan Zahara yang menyindir dirinya, Dia tak mau berdebat dengan Zahara di rumah sakit, apalagi di depan Melani, anak gadis mereka. Gerard tak mau membuat Melani semakin bersedih hati, jika mereka bertengkar di sela menanti hasil pemeriksaan Jack di ruang kamar ICU.


Gerard tersenyum kecut dan menahan diri untuk tak membalas sindiran Zahara.


"Aku khawatir pada keselamatan Jack. Biar bagaimana pun, Dia satu satunya pewarisku yang sudah di sahkan." ucap Gerard, menghela nafasnya.


"Kamu kan bisa membayar orang untuk menjaga Jack selama di rumah sakit ? Dengan begitu, Jack aman , karena ada yang melindungi Dia, jika Samuel benar benar mau berniat buruk padanya." Ujar Zahara serius pada Gerard.


"Ya, Aku sedang memikirkan hal itu juga, sepertinya Aku harus menempatkan orang untuk menjaga Jack selama Dia di rumah sakit ." ujar Gerard.


"Sudah seharusnya di jaga ! Mengingat Samuel itu licik, Dia pasti punya cara untuk menemukan rumah sakit tempat Jack di rawat." ungkap Zahara.


"Ya. Kamu benar. Akan aku lakukan secepatnya. Aku akan menyuruh beberapa orang nanti buat berjaga jaga di sekitar ruangan tempat Jack di rawat." ujar Gerard serius.


"Lantas, bagaimana Kamu menghadapi para dewan direksi dan pemegang saham perusahaan? Apa mereka nantinya gak akan tau, kalo Jack masih suka memakai obat obat terlarang dan sekarang malah koma akibat over dosis?" Ujar Zahara bertanya pada Gerard.


"Entahlah, Aku belum tau, harus bagaimana Aku menjelaskan pada mereka nanti . Tapi, Aku berharap, mereka semua gak akan tau tentang kondisi Jack." ujar Gerard.


Gerard terdiam, Dia tak bisa menjawab pertanyaan Zahara tersebut, karena Dia tahu jawabannya. Jika si Boss sampai tahu, bahwa Jack ternyata masih menjadi pecandu dan masih juga tak bisa lepas dari obat obatan terlarang dan mengalami koma akibat over dosis. Tentu si Boss akan hilang kepercayaan dan tak akan memberikan kepercayaan pada Jack untuk memimpin perusahaan besar miliknya pribadi yang di jalankan Gerard selama ini.


"Kenapa Kamu diam?" ujar Zahara bertanya.


"Aku sedang berfikir, bagaimana cara menutupi tentang kejadian yang menimpa Jack ini." Ujar Gerard.


"Satu satunya cara ya Kamu harus membungkam Samuel ! Cegah Dia agar jangan sampai Dia mengetahui rumah sakit ini ! Kalo Dia tau, Dia bisa saja sengaja mengundang para wartawan datang beramai ramai meliput kerumah sakit, dengan mengatakan bahwa Jack koma dan dirawat karena over dosis obat terlarang, pasti para wartawan langsung sigap memburu berita eksklusif, tentang anak pejabat yang over dosis dan koma di rawat dirumah sakit!" Ungkap Zahara menegaskan.


"Dan juga, Kamu harus mencegah Samuel, agar Dia gak mendekati para dewan direksi dan pemegang saham perusahaan. Jika Dia sampai mendekati mereka, Samuel pasti akan membocorkan tentang Jack ini." lanjut Zahara mengingatkan Gerard.


"Apa Sam tau kalo Jack pingsan di rumah karena over dosis obat obatan terlarang yang dipakainya?" Gerard balik bertanya.


"Pasti Dia tau." Ujar Zahara serius.


"Tau darimana? Samuel kan gak ada dirumah tadi saat kita membawa Jack pergi kerumah sakit? Kalo Dia ada, pasti Dia sudah melihat juga." Ujar Gerard.

__ADS_1


Gerard yakin bahwa Samuel belum tahu tentang Jack yang pingsan karena over dosis, sebab, saat mereka dirumah dan berkumpul hendak makan pagi bersama, Dia tak melihat Samuel di dalam rumahnya.


Mengingat Dia tahu bagaimana pribadi Samuel, tak mungkin Dia hanya diam saja dan tak melihat Jack. Jika Samuel ada dirumah, Dia pasti ingin tahu apa yang terjadi pada Jack, karena itu adalah informasi penting buat dirinya.


"Sam ada di rumah, Pah. Aku meliatnya baca buku di ruangan santai." Ujar Melani.


"Oh ya?!" Gerard kaget mendengar perkataan Melani.


Dia terdiam, ternyata Samuel benar ada di rumah, karena Melani melihatnya ada di ruangan santai rumahnya. Gerard heran, mengapa Samuel bersikap cuek, apakah Dia tak tahu dengan kejadian yang menimpa Jack, mengingat Dia sedang berada diruang santai rumahnya, yang terletak di bagian belakang bangunan rumahnya.


"Jika Sam dirumah, Dia pasti tau tentang Jack." Ujar Zahara.


"Tapi, mengapa Dia gak datang melihat langsung saat Jack dibawa petugas medis?" Tanya Gerard pada Zahara.


"Entahlah, Aku juga gak tau, mengapa Dia diam dan terkesan tak tahu menahu ." Ungkap Zahara.


"Samuel pasti tau Pah. Kan sirene mobil ambulance bunyi terus pas datang kerumah , Sam pasti mendengar dan paling tidak melihat kedatangan mobil ambulance kerumah kita, mungkin Dia melihat dari jendela." ujar Melani, ikut dalam pembicaraan kedua orang tuanya.


"Justru kalo Dia melihat mobil ambulance datang, pasti Dia segera mendatangi kita , karena ingin tau, mengapa mobil ambulance datang kerumah.


"Mungkin saja Sam cuek, saat tau ada mobil ambulance, mungkin Dia berfikir, dan sudah bisa menebak, paling Jack pingsan. Mengingat, kejadian yang di alami Jack ini sudah yang ke lima kalinya." Ujar Zahara.


Ya. Bisa jadi begitu." Ujar Gerard. Setuju dengan perkataan Zahara.


"Sam tau, Jack over dosis dan dilarikan kerumah sakit, tapi Dia pura pura cuek. " Ujar Gerard.


"Dan Aku yakin, Sam pasti berniat untuk memberi kabar tentang Jack pada wartawan wartawan. Seperti yang di lakukannya saat ulang tahun Melani waktu itu, dimana Jack ditangkap Polisi karena penggunaan obat obatan terlarang waktu itu." Lanjut Gerard.


"Jika benar begitu, Kita semua harus tutup mulut, rahasiakan rumah sakit tempat Jack dirawat. Jangan sampai Samuel mengetahuinya, sebab, jika Dia tau, Kita akan mendapatkan masalah besar nantinya." ucap Gerard, mengingatkan pada Zahara dan juga Melani.


"Ya." Angguk Zahara.


"Ya, Pah." Jawab Melani.


Gerard lantas diam dan menghela nafasnya, Dia berfikir keras, bagaiamana caranya menghindari Samuel dari Jack.


Sebab Dia tahu, Samuel sangat membenci Jack, setelah Dia tahu, bahwa Jack yang menjadi pewaris tunggal.

__ADS_1


Samuel berniat ingin menyingkirkan Jack sejak lama, dan itu pernah di utarakannya langsung pada Gerard, sebagai bentuk peringatan sekaligus ancaman dari Samuel kepada Gerard.


__ADS_2