Destroy

Destroy
Gerard bertemu Karina


__ADS_3

Gerard terlihat terburu buru masuk ke dalam mobilnya. Dia tak tahu, jika saat ini Dia sedang di awasi oleh Peter.


Peter dari dalam mobilnya terus mengawasi pergerakan Gerard yang bersiap siap hendak pergi menemui Karina.


Peter ternyata sudah diberi perintah oleh Zahara, untuk terus memata matai pergerakan Gerard kemanapun Dia pergi.


Karena itu Peter juga berada dirumah sakit, sebab, saat Gerard kerumah sakit mengantarkan Jack. Peter yang memang sedang mengintai rumah Gerard langsung mengikutinya sampai kerumah sakit.


Selama di rumah sakit, Peter sengaja menunggu di area parkiran rumah sakit, menunggu Gerard dan perintah Zahara.


Setelah tadi Zahara menghubunginya dan memberi perintah agar mengikuti kemana Gerard pergi. Peter mulai bergerak mengawasi Gerard kembali.


Peter melihat, mobil Gerard sudah berjalan pergi menuju keluar dari area parkiran rumah sakit. Dengan cepat Peter menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya, untuk mengejar dan mengikuti mobil Gerard yang sudah melaju ke luar rumah sakit.



Di perjalanan, mobil Gerard melesat dengan kecepatan tinggi menyusuri jalanan raya, wajah Gerard terlihat tegang, Masih terngiang ngiang di telinga dan ingatannya, perkataan Karina yang mengatakan bahwa ada yang mau membunuhnya.


Gerard sambil menyetir mobilnya terus memikirkan perkataan Karina, Dia bertanya tanya dalam hatinya, siapa gerangan orang yang mau membunuh Karina, Dan mengapa Karina mau di bunuh?


Beberapa pertanyaan muncul dalam benak Gerard, Dia heran, mengapa ada yang mau membunuh Karina, Gerard sama sekali tak menyadari, bahwa Zahara yang ingin Karina mati, sebab, Dia mengetahui perselingkuhan Gerard dan merasa sudah di khianati oleh Karina.


Gerard menginjak gas dan menambah kecepatan mobilnya, Dia ingin segera tiba dirumah sakit, dan segera menemui Karina dan membawanya pergi. Di belakangnya, terlihat mobil Peter terus melaju mengikutinya. Peter sengaja menjaga jarak antara mobilnya dan mobil Gerard, agar Gerard tak tahu, jika Dia sedang di ikuti oleh Peter. Orang suruhan yang dibayar Zahara melenyapkan Karina, namun gagal menjalankan tugas. Dan Zahara memberi kesempatan lagi pada Peter untuk mencari Karina dan membunuhnya, menyelesaikan tugas yang di berikan Zahara.



Sementara itu, Di rumah sakit, terlihat Karina sedang duduk di sebuah bangku tunggu, di dekatnya meja receptionis, dari tempat itu Dia tadi meminjam telepon lalu menghubungi Gerard, dan meminta Gerard untuk segera datang dan menjemputnya.



Di rumah Alex , terlihat Alex sedang mengamati laptopnya, dari alat pelacak yang terpasang di laptopnya Dia melihat, bahwa saat ini, nomor telepon Gerard tengah terlacak , Alex melihat pergerakan Gerard melalui GPS yang ada di laptopnya.


Alex lalu cepat mengambil ponselnya dari atas meja , lalu Dia cepat menghubungi Astrid.


"Aku sudah mendapatkan lokasi Gerard , saat ini Dia terlihat bergerak menuju jalan Samhudi." Ujar Alex, bicara di telepon.


"Aku belum bisa memastikan kemana tujuan Gerard, tapi, kalo di lihat dari pergerakannya, sepertinya Dia sedang menemui seseorang." Ujar Alex lagi di telepon.


"Dia sepertinya mau menemui Karina." Ucap Astrid, dari seberang telepon.


"Sepertinya begitu, Aku juga menyadap telepon Gerard, sebelum Dia terlacak, ada yang menelponnya, dan telepon itu berasal dari rumah sakit." Ungkap Alex , ditelepon.


"Gak salah lagi, Lex. Pasti Karina yang menghubunginya, Karina masih ada di rumah sakit itu!" Ujar Astrid, dari seberang telepon.


"Sepertinya begitu." Ujar Alex, diteleponnya.

__ADS_1


"Oke Lex. Thanks infonya, Aku berangkat ke rumah sakit sekarang, menemui Karina disana." Ujar Astrid, dari seberang telepon.


"Hati hati, Trid." Ujar Alex, diteleponnya.


"Oke." Jawab Astrid, dari seberang telepon.


Lalu telepon di putus Astrid, Alex lantas meletakkan ponsel kembali di atas meja, Dia lalu melihat ke layar laptopnya, mengamati pergerakan Gerard yang berhasil di lacak Alex, menggunakan kecanggihan alat tekhnologi yang di miliki Alex.


---


Karina berdiri dan berjalan mundar mandir, Dia sangat resah, tak sabar menunggu, karena Gerard belum juga datang menjemputnya. Dia khawatir, orang suruhan Zahara datang menemuinya, atau Astrid kembali datang dan ingin membunuhnya lagi. Karina tak ingin berlama lama berada dirumah sakit tersebut, Dia ingin cepat segera pergi dari rumah sakit tersebut dan bersembunyi di tempat yang aman.



Di sisi lain, Gerard yang sudah tiba di rumah sakit terlihat berlari lari kecil menyusuri koridor rumah sakit, Dia berjalan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari cari dimana Karina menunggu saat ini.


Gerard hanya diberi tahu Karina, bahwa Dia menunggu di ruang tunggu dekat receptionis dan dekat dengan ruang UGD.


Gerard terus berjalan menyusuri koridor, mencari ruang receptionis dan ruang UGD yang dimaksud Karina.


Di halaman parkir rumah sakit, Peter sedang menelpon di dalam mobilnya, Dia memberi laporan pada Zahara.


"Dia ke rumah sakit. Sepertinya sedang menemui seseorang." Ujar Peter, bicara di teleponnya.


"Pasti Dia menemui Karina ! Yang nelpon tadi pasti si Karina, Dia ada dirumah sakit!" Ungkap Zahara, menegaskan di teleponnya.


"Kamu tetap disana dan awasi pergerakan Gerard, liat, siapa yang ditemuinya. Jika benar Karina yang ditemuinya, Ikuti mereka, lalu, hubungi Aku lagi setelah Kamu mengetahui dimana posisi akhir mereka nanti." Ujar Zahara, ditelepon.


"Jangan ambil tindakan apapun, tunggu sampai nanti Aku datang ke sana." Tegas Zahara, di telepon.


Zahara lalu menutup teleponnya dan menyimpannya ke dalam tas kecilnya. Dia masih diam berdiri ditempatnya, wajahnya terlihat geram dan menahan amarah yang membara.


Dia benar benar sangat kecewa dan sakit hati pada Gerard, sebab, Gerard masih saja suka membohongi dan menganggap dirinya bodoh dan tak tahu apa apa.


Dalam hatinya Zahara bertekat, akan memberi pelajaran yang setimpal pada Gerard, Dia harus diberi hukuman atas kesalahan yang sengaja di perbuatnya pada Zahara. Dan Zahara tak bisa memaafkan Gerard, karena untuk ke sekian kalinya, Gerard sudah berani mengingkari janji dan sumpahnya pada Zahara.


Zahara menarik nafasnya dalam dalam, Dia berusaha menenangkan dirinya, dan tak ingin Melani, anaknya mengetahui kemarahannya pada Gerard. Dia berusaha tetap tenang dan bersikap biasa saja selama di dekat Melani.


---


Karina terus saja gelisah, sebentar Dia duduk dibangku tunggu sebentar Dia berdiri dan berjalan melihat lihat ke sekitar koridor rumah sakit. Dia semakin gelisah, karena Gerard tak kunjung datang juga menjemput dirinya.



Gerard masih saja berjalan menyusuri koridor. Sesaat kemudian, Gerard melihat di kejauhan Karina tengah berdiri seperti menunggu.

__ADS_1


Melihat Karina, Gerard langsung saja mempercepat langkahnya, Dia segera berjalan cepat dan menghampiri Karina.


Karina yang berdiri resah terus menoleh ke kanan dan ke kiri melihat dan mencari Gerard. Beberapa saat kemudian, Gerard sudah tiba di dekatnya, Gerard berdiri dibelakang Karina.


"Karina." Ujar Gerard.


Mendengar suara Gerard yang memanggil dirinya, cepat Karina berbalik badan dan menoleh pada Gerard.


"Ah, Kamu, kenapa lama sekali datangnya?!" Ujar Karina .


Karina segera mendekati Gerard, walau kesal menunggu lama, namun, Dia juga senang melihat kedatangan Gerard yang menjemputnya di rumah sakit tersebut.


"Maaf, Karina. Aku harus mencari alasan untuk bisa pergi dan meninggalkan Zahara dirumah sakit." Ujar Gerard, menjelaskan pada Karina.


"Rumah sakit? Siapa yang sakit?!" Tanya Karina, menatap wajah Gerard yang berdiri dihadapannya dengan heran.


"Jack dirawat karena over dosis." Ucap Gerard.


"Astaga !! Terulang lagi hal yang sama!" Ucap Karina terkejut.


"Ya. Gak usah di bahas, gak ada waktu, kita gak bisa berlama lama di sini, sebaiknya kita cepat pergi." Ujar Gerard, cemas pada keselamatan diri Karina.


Gerard mencintai Karina, Dia tak ingin Karina mati terbunuh, Dia cemas dengan keselamatan Karina, maka dari itu Dia datang menjemput Karina dan ingin melindunginya.


Karina lalu berjalan mengikuti Gerard, mereka berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit dan keluar dari dalam rumah sakit tersebut.


Di halaman parkir rumah sakit, Peter masih diam menunggu didalam mobilnya.


Tak berapa lama kemudian, Dia melihat Gerard keluar bersama seorang wanita.


"Karinaa?!! Dia benar Karina !" Ujar Peter, tersentak kaget.


Dia tak menyangka, bahwa dugaan Zahara benar adanya, memang Gerard ke rumah sakit dengan tujuan menjemput Karina, yang dirawat dirumah sakit, akibat mengalami kecelakaan parah sebab melarikan diri dari kejaran Peter waktu itu.


"Aku harus bisa membunuh Karina kali ini!" Gumam Peter dengan geramnya.


Dia marah melihat Karina, sebab, waktu itu, Karina berhasil lolos dari tangannya, sehingga Dia gagal membunuh Karina. Dan Peter tak ingin gagal lagi membunuh Karina.


Peter terus mengawasi, Dia melihat Gerard dan Karina masuk ke dalam mobil Gerard. Peter pun lantas bersiap siap, Dia menyalakan mesin mobilnya dan bersiap menjalankan mobilnya.



Mobil Gerard mulai berjalan dan melintas melewati mobil Peter yang terparkir tidak jauh dari mobil Gerard parkir tadi.


Peter lantas cepat menjalankan mobilnya dan mengejar mobil Gerard yang sudah melaju keluar dari rumah sakit menuju ke jalan raya.

__ADS_1


__ADS_2