
Patrick melihat kepada para petugas penyidik kepolisian dan petugas medis yang datang mendekati dirinya yang sedang memangku Marwan .
"Cepat, tolong Dia !! Bawa kerumah sakit!!" Ujar Patrick, berteriak panik, menyuruh pada Petugas medis yang datang mendekatinya sambil membawa tandu .
Petugas Medis langsung menggotong tubuh Marwan dan meletakkannya diatas tandu, lalu, kedua Petugas medis bergegas jalan dan menggotong Marwan diatas tandu.
Kedua petugas medis cepat memasukkan Marwan yang ada diatas tandu ke dalam mobil ambulance .
Lalu, kedua petugas medis itu juga masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya, tak lama kemudian , mobil ambulance berjalan dan pergi meninggalkan area parkiran bawah tanah gedung kejaksaan tersebut .
Marwan berdiri, Dia mendekati salah seorang petugas penyidik kepolisian yang berdiri di dekatnya .
"Cepat panggil tim forensik, selidiki penyebab ledakan di mobil itu ! Dan kalian, Kalian susuri seluruh area parkiran ini, cari apa saja yang bisa kalian jadikan bukti !" Ujar Patrick.
"Kalo sudah menemukan bukti atau jejak apa saja, lapor ke Saya !!" Tegas Patrick memberi perintah pada petugas penyidik kepolisian.
"Baik, Pak." Ucap Petugas penyidik kepolisian memberi hormat pada Patrick.
Petugas Penyidik kepolisian lalu bergegas pergi meninggalkan Patrick sendirian .
Patrick menghela nafasnya, Dia memegangi kepalanya dan meremas rambutnya, wajahnya sangat geram dan marah sekali .
"Aaaarrrggghhh !! Siaaalllaan !! Biaaaddddaaabbb!!" Teriak Patrick melampiaskan emosi amarahnya yang sudah meluap luap itu .
Orang orang yang masih ada di area parkiran terkejut mendengar teriakan keras Patrick, mereka melihat Patrick yang berdiri dan mengamuk sendirian itu .
Para petugas penyidik kepolisian langsung bergerak, mereka bersama petugas tim ahli forensik mendekati mobil Marwan yang meledak.
Mereka bersama sama memeriksa kondisi mobil dan mencari tahu sumber dan penyebab ledakan di mobil Marwan.
Suasana di area parkiran bawah tanah itu semakin riuh dan sangat ramai, para karyawan kantor kejaksaan masih berkumpul dan tak mau pergi meninggalkan tempat kejadian itu .
Mereka terkejut, baru saja mereka mendapat kejutan dari ledakan di mobil Akmal dan mendapati Akmal mati terbakar di dalam mobil, kini mereka dihadapkan kembali pada satu peristiwa yang sama . Dimana mobil Marwan meledak juga seperti mobil Akmal.
Walau belum di ketahui dan belum dapat di pastikan apakah Marwan hidup atau mati, tapi mereka memastikan, bahwa kejadian yang menimpa Akmal dan Marwan adalah perbuatan orang yang sama.
Begitu juga dengan Patrick, melihat langsung bagaimana usaha musuh musuhnya ingin membunuh Marwan setelah membunuh Akmal, Patrick semakin bertambah yakin, bahwa kedua kejadian itu dilakukan oleh kelompok organisasi Gerard.
Hanya saja Patrick tak mau langsung mengambil tindakan, Dia tak mau gegabah atau ceroboh dalam mengungkap kasus tersebut, Dia tak ingin malah Dia nantinya terjerumus dalam perangkap kejahatan musuh musuhnya.
__ADS_1
Satu yang ada dalam pikiran Patrick saat ini, Dia harus bisa menemukan siapa Pimpinan kelompok organisasi Gerard dan Januar.
Sebab, Patrick bisa memastikan, bahwa Pimpinan mereka lah pastinya yang memberi perintah langsung untuk mengancam dan membunuh Marwan , juga berencana menghabisi dirinya .
Patrick sebelumnya sudah diperingatkan oleh pimpinannya di kepolisian, Kombes Bandi, meminta Patrick untuk menghentikan perbuatannya menangkapi para pejabat dan mengungkap sindikat judi online dan juga penggelapan serta pencucian uang .
Kombes Bandi, sebagai pimpinan langsung Patrick dan juga bawahannya Januar yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian.
Kombes Bandi mengingatkan Patrick, jika Dia terus saja bertindak dan menangkapi para pejabat yang terbukti melakukan kejahatan, maka Patrick akan di bunuh .
Tapi Patrick mengabaikan permintaan pimpinannya itu, Dia malah terus bandel dan menangkapi pejabat pejabat yang terbukti melakukan tindak kejahatan besar .
Patrick tak perduli dengan segala ancaman yang di dapatnya, baginya, keadilan harus di tegakkan, kejahatan harus bisa di kalahkan , Dia tak takut, selama Dia berada di jalan yang benar, mengungkap kejahatan komplotan organisasi Gerard .
Kombes Bandi dan juga Januar salah satu anggota dari kelompok organisasi Gerard, dan masih banyak pejabat tinggi kepolisian yang juga menjadi anggotanya.
Patrick sudah tahu hal itu, tapi Dia belum bertindak , Dia masih menyusun rencana dan mengumpulkan bukti bukti kuat, baru Dia akan menangkapi para pejabat kepolisian.
Patrick sama sekali tak gentar, jika pada akhirnya jabatannya di copot dan Dia di pecat dari kepolisian, Dia tak akan mundur selangkah juga, Dia tetap akan mengungkap kejahatan organisasi Gerard. Dia ingin menumpas kelompok itu sampai ke akar akarnya dan menangkap kepalanya .
Para penyidik kepolisian bersama tim ahli forensik masih sibuk memeriksa mobil Marwan yang meledak, sementara para petugas penyidik lainnya berpencar, menyusuri seluruh area parkiran, untuk mencari jejak dan bukti bukti, mereka juga memeriksa kamera cctv yang terpasang di sekitar area parkiran bawah tanah gedung kantor kejaksaan tinggi tersebut .
Patrick lantas cepat berjalan menuju ke mobilnya, Dia membiarkan para petugas penyidik kepolisian dan tim ahli forensik menyelidiki tempat kejadian ledakan mobil tersebut .
Patrick membuka pintu mobilnya, lalu cepat Dia masuk kedalam mobilnya. Patrick lantas menyalakan mesin mobil .
Lalu, Dia menjalankan mobilnya, mobilpun langsung berjalan, pergi meninggalkan area parkiran tersebut.
Patrick akan kerumah sakit untuk mengetahui bagaimana kondisi Marwan yang sudah di bawa kerumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya dan mengobati luka luka di sekujur tubuh Marwan akibat terkena ledakan hebat dari mobilnya .
---
Satu jam kemudian, Patrick sudah tiba di rumah sakit, dan saat ini, Marwan masih di operasi di ruang operasi rumah sakit .
Patrick berdiri resah di depan ruangan operasi, sesekali Dia melihat lampu ruang operasi yang masih menyala, pertanda, didalam ruangan masih berlangsung operasi.
Patrick terlihat sangat cemas menunggu hasil dari Dokter yang sedang mengoperasi Marwan .
Tak berapa lama, Datang Alex bersama Astrid, mereka berjalan cepat mendekati Patrick yang berdiri di dekat ruang operasi .
__ADS_1
"Bagiamana hasilnya ?" Tanya Alex, berdiri dihadapan Patrick.
"Dia masih di operasi , Lex." Ucap Patrick.
Wajah Patrick terlihat sedih dan prihatin melihat kondisi Marwan yang terkena ledakan bom dan mengalami luka parah di sekujur tubuhnya .
"Aku langsung datang begitu tadi kamu kabari." Ujar Alex.
"Apa kabar Patrick." Sapa Astrid tersenyum ramah pada Patrick.
"Kabarku ya beginilah, lagi kacau." Ucap Patrick menghela nafasnya .
"Mengapa Kamu bawa Astrid ?" Tanya Patrick, menatap wajah Alex yang berdiri disamping Astrid .
"Kebetulan, Aku sedang bersama Astrid, mereka untuk sementara waktu tinggal di Paviliunku." Ujar Alex.
"Mereka? Siapa?" tanya Patrick.
"Papahnya Astrid, dan juga Antoni, temannya Astrid.
"Papahmu ? bukannya udah meninggal?" Ujar Patrick heran dan bertanya pada Astrid.
"Papahku masih hidup ternyata, panjang ceritanya." Ujar Astrid .
"Sebelumnya rumah Antoni di serang anak buah Gerard, Mereka bermaksud mau menghabisi Antoni,." Ujar Alex.
"Kenapa bisa begitu ?" Tanya Patrick, heran .
"Sebelumnya Antoni membantu Astrid, Astrid duluan di serang tiga orang, mereka anak buah Gerard, mereka diperintahkan untuk membunuh Astrid, karena Gerard sudah tau, kalo Astrid anaknya Edward, dan bukan Camelia." Ujar Alex menjelaskan.
"Hmm...Musuh kita orang yang sama juga. Gerard mau menghabisi kalian, dan kelompok Gerard, entah siapa dalangnya, juga mau menghabisi Aku dan Marwan." Ujar Patrick geram.
"Untuk saat ini Dia berhasil membungkam Marwan, dengan kondisi Marwan seperti sekarang ini, sidang pengadilan akan di tunda, dan Aku yakin, para pejabat itu pasti akan dibebaskan dalam dua hari ini, sebab gak ada tindak lanjut dari Marwan, sebagai jaksa penuntut ." Ungkap Patrick.
"Aku gak akan membiarkan mereka hidup tenang, Aku gak akan memaafkan perbuatan keji mereka terhadap Marwan dan juga Akmal, yang mati terbunuh." Ungkap Patrick.
"Akan Aku habisi mereka satu persatu." Lanjutnya geram dan marah .
Alex bersama Astrid hanya diam saja mendengarkan perkataan Patrick itu, mereka berdua tahu, betapa marahnya Patrick saat ini ,karena sahabat baiknya terluka parah dan tak sadarkan diri, serta tergeletak di ruang operasi rumah sakit .
__ADS_1