
Antoni terus mendapatkan penyiksaan di kursi listrik. Marlon dan ketiga temannya berkali kali menyetrum tubuh Antoni, namun, walaupun harus menahan kesakitan yang begitu besar akibat terkena setruman listrik, Antoni tetap diam tak bergeming .
Antoni berusaha menahan dirinya dan tak menyerah, Dia tak mau bertekuk lutut lalu memberi tahu pada Gerard dimana Astrid dan Papahnya bersembunyi saat ini .
Gerard yang duduk di kursi melihat Antoni yang sudah semakin melemah itu, Dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Antoni yang terikat di kursi yang sudah di aliri listrik.
Gerard mendekati Marlon yang berdiri disampingnya dan bersiap hendak menyetrum Antoni lagi .
"Sudah, hentikan." Ujar Gerard, memberi perintah pada Marlon .
"Baik, Boss." Jawab Marlon, mengangguk hormat pada Gerard .
Marlon tak jadi menyetrum tubuh Antoni, Dia meletakkan alat setrum listrik di atas meja kecil yang ada di samping Antoni .
Gerard melangkah mendekati Antoni, Dia berdiri dihadapan Antoni dan mengamati Antoni yang semakin melemah dan tak berdaya itu .
"Apa Kamu masih juga belum mau buka mulutmu?!" Ucap Gerard, bertanya pada Antoni .
Antoni diam saja dan tak mau menjawab pertanyaan dari Gerard, Dia menundukkan kepalanya dan berpaling dari Gerard, Antoni tak mau melihat Gerard yang berdiri dihadapannya saat ini .
"Rupanya Kamu benar benar memilih mati daripada memberitau persembunyian si Astrid !" Ucap Gerard, menatap sinis wajah Antoni yang sudah semakin melemah itu .
"Sekali lagi Aku tanya padamu, dimana Astrid sembunyi ?!!" Hardik Gerard.
Gerard menatap tajam wajah Antoni, Antoni diam tak bergeming, tetap saja Antoni tak mau menjawab pertanyaan Gerard, Dia tak memgeluarkan sepatah katapun dari mulutnya .
"Benar benar minta mampus Kamu!" Hardik Gerard .
Gerard geram dan marah melihat reaksi Antoni yang tetap memilih diam dan bungkam, Gerard lantas menoleh pada Marlon .
"Siksa Dia lagi !! Kalian bisa menghabisi Dia !!" Ujar Gerard, memberi perintah pada Marlon dan ketiga temannya .
"Siap Boss !" Ujar Marlon, mengangguk hormat pada Gerard .
Marlon dan ketiga temannya senang, mendapat perintah dari Gerard yang menyuruh mereka menyiksa Antoni dan menghabisi Nyawa Antoni .
Saat Marlon hendak mulai menyetrum kembali tubuh Antoni, dan Gerard yang berjalan hendak keluar dari dalam gudang, tiba tiba saja muncul Astrid bersama Alex .
Astrid dan Alex yang datang ke tempat itu dengan menggunakan alat pelacak dari ponsel Gerard langsung masuk kedalam gudang tersebut .
"Hentikan !!" Teriak Astrid .
Gerard kaget melihat kedatangan Astrid dan Alex, begitu juga dengan Marlon dan ketiga temannya. Mereka melihat Astrid dan Alex yang sudah berada didalam gudang itu .
__ADS_1
"Aha... berani juga Kamu datang ke sini." Ujar Gerard sinis pada Astrid .
"Lepaskan Dia, bedebah !!" Bentak Astrid, marah pada Gerard .
"Apa kamu mau menggantikan Dia? Duduk di kursi listrik itu?!" Ujar Gerard, menatap sinis pada Astrid yang berdiri di hadapannya bersama Alex .
"Keparat Kamu Gerard !" Bentak Astrid, geram dan marah pada Gerard .
Gerard tersenyum sinis menatap wajah Astrid, Gerard lalu menoleh pada Marlon.
"Hei Marlon !! Aku gak ada waktu meladeni mereka ini!! Cepat Kalian habisi mereka berdua !!" Ujar Gerard, memberi perintah pada Marlon.
"Beres Boss !!" Ujar Marlon.
Marlon meletakkan alat setrum ke atas meja yang ada disamping Antoni , lalu Marlon mengajak ketiga temannya untuk menyerang Astrid.
Astrid melihat Antoni yang duduk di kursi dengan kondisi yang terikat dan luka luka .
"Kamu bersiap Lex." Ujar Astrid, dengan suara pelan pada Alex.
"Siap, Trid !" Jawab Alex.
Alex dan Astrid lalu bersiap siaga, mereka melihat Marlon bersama ketiga orang temannya berjalan mendekat . Sementara Gerard menjauh dari Astrid dan Alex .
Ketiga teman Marlon menyerang Alex, mereka bertiga mengeroyok Alex, Alex memberi perlawanan pada ketiga orang itu .
Alex ternyata juga mempunyai ilmu bela diri yang cukup baik. Dia bukanlah Pria lemah, Alex cukup tangguh menghadapi ketiga lawannya itu .
Perkelahian pun lantas terjadi antara Astrid dan Alex dengan Marlon dan ketiga temannya, sementara Gerard perlahan lahan melangkah menuju ke luar Gudang .
Marlon terus menyerang Astrid, salah satu temannya membantu Marlon, mereka berdua menyerang dan mengeroyok Astrid, dan Dua orang teman Marlon mengeroyok Alex .
Perkelahian terus terjadi, Astrid sambil menghindari serangan Marlon dan temannya melihat Gerard yang berjalan keluar dari dalam gudang itu .
Astrid berusaha mengejar Gerard, namun Marlon dan temannya menghalangi Astrid .
Astrid tak bisa mengejar Gerard yang sudah keluar dari dalam gudang itu , karena terus mendapat serangan dari Marlon dan temannya .
Astrid menjadi marah, lalu, Dia pun menyerang Marlon, tendangan dan pukulan Astrid dapat mengenai tubuh teman Marlon hingga tersungkur dan jatuh ke lantai .
Astrid lalu menyerang Marlon, Dia menghajar habis habisan Marlon, Marlon dengan susah payah mencoba menghindari serangan Astrid yang bertubi tubi menghantam tubuhnya .
Hingga pada akhirnya, Marlon terkena pukulan dan tendangan Astrid, hingga Dia terjajar dan jatuh tersungkur di lantai gudang tersebut .
__ADS_1
Astrid melompat dan mendekati Marlon, Dia berdiri dihadapan Marlon yang tersungkur di lantai, dengan satu tendangan kuat dan keras, Marlon pun jatuh pingsan.
Tendangan keras dari kaki Astrid yang mendarat di leher Marlon membuat Marlon tak berdaya dan pingsan seketika itu juga.
Lalu Astrid menghantam teman Marlon yang mengeroyoknya, dengan satu tendangan keras, Astrid membuat teman Marlon jatuh pingsan.
Astrid lantas mendekati Alex yang masih menghadapi dua orang teman Marlon, Astrid membantu Alex, mereka berdua menghadapi kedua orang tersebut .
"Kamu tolong Antoni, Lex, biar Aku yang hadapi mereka berdua !!" Ujar Astrid, pada Alex.
"Oke !" Jawab Alex .
Alex lalu keluar dari arena pertarungan itu, Dia berlari mendekati Antoni , salah seorang dari teman Marlon hendak mencegah Alex menolong Antoni, namun usahanya tak berhasil, karena Astrid lebih dulu bergerak memukul dan menghantam wajahnya hingga Dia terjajar ke belakang dan hampir terjatuh .
Alex mendekati Antoni, lalu, dengan cepat Alex melepaskan tali yang mengikat kedua tangan, kaki dan tubuh Antoni. Antoni sudah melemah dan hampir pingsan, Dia sudah tak bertenaga, Alex kasihan melihat kondisi Antoni yang melemah dan terluka itu .
Astrid terus menyerang kedua orang teman Marlon, Dengan amarahnya Astrid memukul dan menerjang kedua orang itu .
Sementara itu, Gerard yang berhasil keluar dari dalam gudang itu sudah pergi dengan mobilnya, Dia meninggalkan anak buahnya yang sedang berkelahi dengan Astrid, Dia tak mau tetap berada di tempat itu dan memilih pergi dari tempat tersebut .
Alex berhasil melepaskan ikatan Antoni, lalu, dengan susah payah Alex mengangkat tubuh lemah Antoni, Dia membopong Antoni dan membawanya keluar gudang .
Astrid berhasil mengalahkan kedua teman Marlon, Dia mampu menjatuhkan keduanya, kedua orang yang menyerang Astrid tersungkur dan pingsan di lantai. Pukulan keras Astrid membuat keduanya pingsan seketika .
Setelah itu, Astrid langsung saja berlari mendekati Alex yang membawa Antoni keluar dari dalam gudang itu .
Astrid lalu membantu Alex membopong tubuh lemah Antoni, mereka membawa Antoni ke mobil yang mereka gunakan datang ketempat tersebut .
Diluar gudang, Astrid sudah tak melihat Gerard dan mobilnya, Dia geram mengetahui Gerard kabur dari tempat itu .
"Sial !! Gerard kabur !!" Ujar Astrid geram .
"Gak apa, kita bisa melacaknya, sekarang kita tolong Antoni dulu." Ujar Alex pada Astrid.
"Ya, Lex." Angguk Astrid .
Astrid lantas cepat membukakan pintu belakang mobil, lalu Dia membantu Alex, membawa masuk Antoni ke dalam mobil. Alex mendudukkan Antoni di jok belakang. Antoni terduduk lemah di jok belakang mobil .
Setelah Alex keluar dari dalam mobil , Astrid menutup pintu belakang mobil, Alex lantas bergegas masuk ke dalam mobil , Astrid mengikutinya, Dia juga masuk kedalam mobil.
Lalu, Alex menyalakan mesin mobilnya, kemudian, Dia segera menjalankan mobil. Mereka pun lantas pergi meninggalkan tempat itu .
Di dalam gudang tempat Antoni di siksa, Marlon dan ketiga temannya masih pingsan terbaring di lantai gudang tersebut .
__ADS_1