
Jack menatap lekat wajah Samuel yang melangkah mendekati dirinya.
"Mau apa Kamu ke kamarku?" tanya Jack, ketus pada Samuel.
"Santai aja Jack. Aku cuma mau liat kondisimu, ternyata Kamu udah sehat, Kamu hebat, bisa selamat dari kematian." Ujar Samuel.
Samuel berdiri di hadapan Jack yang duduk di tepi ranjang, Dia melihat Samuel tersenyum sinis padanya.
"Aku tau dan bisa mengingat, Kamu sengaja menyuntikkan obat obatan ke tubuhku, agar Aku mati kan?" ujar Jack, menatap tajam wajah Samuel.
Mendengar perkataan Jack, Samuel langsung tertawa tawa, Dia tak menyangka kalau ternyata Jack masih sadar dan bisa melihat saat Dia menyuntikkan obat terlarang pada Jack.
"Hahaha...!! Ternyata Kamu masih sadar ! Aku kira Kamu saat itu udah sekarat." ujar Samuel, tertawa terpingkal pingkal.
"Kenapa kamu mau Aku mati? Apa salahku padamu Sam?" Ujar Jack, bertanya pada Samuel.
"Aku gak pernah minta dilahirkan dalam keluarga ini, Aku gak pernah meminta Kamu jadi Saudara dan abang tiriku!!" Ujar Jack menegaskan.
"Ya, Aku juga sama sepertimu!! Aku sama sekali gak pernah menginginkan Kamu sebagai adikku!!" Ujar Samuel menatap geram wajah Jack yang duduk di tepi ranjang itu.
"Apa maumu dariku?" Ujar Jack, bertanya pada Samuel.
" Aku mau Kamu mati Jack !" Hardik Samuel geram menatap wajah Jack.
Jack terkesiap kaget mendengar perkataan Samuel, Dia tak menyangka, Samuel begitu jahatnya dan ingin Dia mati.
"Apa Aku punya salah sama Kamu? Sehingga Kamu sangat membenciku dan ingin Aku mati?" tanya Jack, menatap tajam wajah Samuel yang berdiri dihadapannya itu.
"Ya, salahmu karena kamu lahir dan hidup dikeluarga ini!!" Bentak Samuel, geram dan marah pada Jack.
"Karena ada Kamu, Aku gak bisa menjadi ahli waris, Aku gak bisa mendapatkan harta kekayaan dan perusahaan Papahku !!" Bentak Samuel lagi.
"Gara gara adanya Kamu, Aku dibuang dan di asingkan dari keluargaku, orang tua kandungku lebih memilihmu menjadi pewaris tunggalnya !!" Tegas Samuel, menatap tajam wajah Jack.
"Karena itu, Aku berniat membunuhmu !! Karena, selama Kamu masih hidup, Aku gak bakal bisa menguasai harta kekayaan Papahku !!" Hardik Samuel, marah pada Jack.
"Oh, ternyata itu masalahnya." Ucap Jack.
Jack tersenyum kecil dan menghela nafasnya, Dia akhirnya tahu dan paham, mengapa Samuel sangat benci dengan dirinya dan ingin membunuhnya. Itu disebabkan karena masalah harta dan hak waris belaka.
"Ternyata, Kamu sangat menginginkan itu semua." Ucap Jack, menatap tajam wajah Samuel.
"Ya, Karena Aku menganggap, kalo Aku lah pewaris yang sah, anak tunggal dan anak kandung papahku, sementara Kamu hanya anak dari hasil perselingkuhan papahku dengan Mamamu yang menjadi wanita murahan itu!!" Bentak Samuel marah.
"Hei !! Tutup mulutmu Sam !! Jangan hina Mama ku!!" Bentak Jack.
__ADS_1
Jack menjadi marah, Dia tersinggung sama Samuel, karena sudah menghina Mamanya dan mengatakan mamanya sebagai wanita murahan yang berselingkuh dengan Papahnya. Sebagai anak, Jack membela Mamanya, Dia tak menerima kalau Mamanya mendapatkan penghinaan yang keji dari Samuel, Dia lantas marah pada Samuel .
"Jaga mulutmu Sam !! Mamaku gak pernah selingkuh dengan Papah! Mereka berdua berhubungan setelah Mama Kamu bercerai dengan papah kita, dan mereka menikah setelah Mama Kamu meninggal, ingat itu !" Ujar Jack, membentak dan memberi peringatan keras pada Samuel.
"Diam Kamu anak tolol !! Kamu gak tau apa apa !!" bentak Samuel marah dan memaki pada Jack .
Jack hanya diam dan tersenyum sinis saha menatap wajah Samuel, yang menatapnya dengan penuh amarah itu .
"Kamu mau harta itu Sam ?! Kamu mau perusahaan Papah, kan ? Ambillah !" Ujar Jack, dengan wajah serius menatap Samuel, yang berdiri dihadapannya itu .
"Aku sama sekali gak berminat menjadi pewaris harta kekayaan Papah!" Tegas Jack.
"Dan Aku juga gak pernah bermimpi menjadi pemimpin di perusahaan Papah ! Aku gak mau semua itu!!" Ungkap Jack, menjelaskan pada Samuel.
"Omong kosong !! Mana mungkin Kamu gak mengharapkan itu semua? Jika Kamu mendapatkan harta kekayaan Papahku, Kamu pasti bisa berfoya foya, menghabiskan uang itu untuk membeli barang barang harammu itu!!" Ujar Samuel menyindir Jack.
"Kamu tau, Sam? Mengapa Aku menjadi pemakai dan pecandu barang terlarang itu?" Ucap Jack, menatap tajam wajah Samuel yang masih berdiri dihadapannya itu.
"Aku muak dengan kehidupanku! Aku muak dengan keluarga kita !! Gak ada harmonisnya, Papah Mama sibuk dengan urusannya sendiri , mereka sering ribut mempertahankan egonya masing masing!!" Ungkap Jack.
"Papah Mama cuma memaksakan kehendak mereka, memaksa Aku untuk mau memenuhi keinginan mereka ! Aku gak mau jadi sapi perah dan di manfaatkan mereka!!" tegas Jack.
"Aku protes, Aku gak bisa menentang kemauan Papah dan Mama, karena itu Aku frustasi!" Ungkap Jack, dengan serius menjelaskan pada Samuel.
"Aku pun gak suka dengan cara hidup Papah dan Mama, Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri ! Aku gak mau dipaksa untuk menuruti semua keinginan mereka !!" Tegas Jack.
Samuel terdiam, berdiri mendengarkan semua penjelasan Jack yang sangat serius itu, mengungkapkan perasaannya yang selama ini terpendam.
"Aku gak mau bermusuhan denganmu Sam. Karena itu, Aku sengaja over dosis, agar Aku mati, tapi, berkali kali Aku bisa lepas dari kematian, dan kalo Aku masih hidup, semua itu bukan keinginanku!!" Ungkap Jack, menangis sedih.
Jack lantas menangis mengutarakan segala macam uneg uneg dan keresahan serta rasa kecewa dirinya pada orang tuanya yang dinilainya sangat egois dan hanya memikirkan kepentingan diri mereka sendiri tanpa pernah memikirkan sedikit saja perasaan Jack, sebagai anak mereka.
"Ambillah Sam, Aku akan menyerahkan semua harta itu padamu, Aku akan menolaknya nanti didepan Papah." Ungkap Jack.
Jack menghapus air matanya, Dia lantas menghela nafasnya, Samuel menatap tajam wajah Jack .
"Benarkah yang Kamu bilang ini?" Ujar Samuel, bertanya pada Jack.
"Aku serius Sam. Aku gak mau jadi pewaris, Aku gak mau menjadi pemilik perusahaan Papah. Aku gak butuh semua itu! Aku sudah bahagia dengan cara hidupku yang sekarang ini!" Ungkap Jack, menegaskan pada Samuel.
Samuel menatap dalam dalam wajah Jack, Dia menangkap, wajah Jack menunjukkan bahwa Dia sangat serius mengungkapkan semua perasaannya tersebut.
"Baiklah. Aku percaya dengan kata katamu itu!" Ucap Samuel, menatap tajam wajah Jack.
"Aku mau liat kesungguhanmu itu. Buktikan, bahwa Kamu memang gak mau jadi pewaris papah!" Ucap Samuel menegaskan.
__ADS_1
"Buktikan dihadapan Papah dan seluruh dewan direksi saat pengangkatan Kamu sebagai ahli waris dan penerus Papah ! Buat pernyataan di hadapan mereka semua, Bahwa Kamu menolak menjadi pewaris dan menolak menjadi penerus Papah menjalani perusahaannya ! Baru aku percaya sepenuhnya padamu!" Ungkap Samuel, menegaskan pada Jack .
"Baik, akan Aku lakukan nanti, Kamu bisa liat, Aku akan menolaknya!" Ucap Jack menegaskan dengan bersungguh sungguh pada Samuel.
"Oke, Aku liat nanti." ujar Samuel.
Samuel tersenyum kecil, Dia sedikit lega, setelah mendengar penjelasan Jack, Dia menjadi sedikit tenang karena mengetahui, bahwa ternyata Jack tak mau menjadi ahli waris dan akan menolak pemberian Papahnya.
Walau Dia masih harus membuktikan perkataan Jack secara langsung, tapi setidaknya, untuk saat ini, Dia sudah bisa sedikit bernafas lega dan tenang .
"Sampai ketemu di acara itu nanti." Ucap Samuel, menatap tajam wajah Jack.
Jack diam saja tak menjawab perkataan Samuel, Dia menghapus sisa air matanya, Samuel berbalik badan, lalu melangkah pergi keluar dari dalam kamar Jack.
Saat Samuel membuka pintu dan hendak melangkah keluar, tak sengaja Dia berpapasan dengan Zahara, yang datang ke kamar sambil membawa nampan berisi makanan.
Betapa kagetnya Zahara melihat Samuel keluar dari dalam kamar Jack, Zahara langsung terlihat cemas, Dia khawatir, Samuel berbuat buruk pada Jack di dalam kamar itu.
Samuel cuek, Dia membuang muka dan tak mau melihat wajah Zahara, Dia berjalan melengos pergi begitu saja meninggalkan Zahara yang melihat kepergiannya dengan wajah cemas.
Lalu, Zahara buru buru masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan berisi makanan.
Zahara masuk ke dalam kamar dan cepat meletakkan nampan berisi makanan diatas meja yang ada disamping ranjang.
Zahara langsung mendekati Jack yang masih duduk diam di tepi ranjangnya.
"Kamu gak kenapa kenapa kan?" Tanya Zahara, menatap cemas wajah Jack.
"Gak apa apa, Aku baik baik aja, Ma." Jawab Jack.
"Mau apa Dia datang ke sini?" Tanya Zahara.
Zahara menatap tajam wajah Jack, Dia ingin tahu, maksud dan tujuan Samuel datang ke kamar anaknya itu.
"Sam cuma mau tau keadaanku aja, Ma. Karena Dia tau, Aku baru pulang dari rumah sakit." Ujar Jack, menatap wajah Mamanya.
"Benar, gak ada yang lain?" Tanya Zahara menatap tajam wajah Jack.
"Iya, Ma. Cuma itu aja." Jawab Jack.
Jack sengaja berbohong pada Mamanya, Dia tak mau cerita tentang tujuan sebenarnya Samuel datang menemuinya, Dia tak ingin Mamanya tahu, lalu menjadi masalah besar nantinya. Dia memilih diam dan merahasiakan percakapan antara dirinya dengan Samuel tadi.
Zahara berdiri diam dihadapan Jack, Dia menatap tajam wajah Jack, dengan penuh curiga , bahwa Jack menyimpan sesuatu darinya .
Zahara tampak masih menyimpan rasa penasarannya pada Samuel yang datang ke kamar anaknya .
__ADS_1