Destroy

Destroy
Maafin Mama


__ADS_3

Mobil Zahara masuk ke halaman rumahnya, Dia baru saja pulang bekerja di kantornya, mobil lantas masuk ke dalam garasi mobil , lalu, Zahara keluar dari dalam mobilnya setelah Dia mematikan mesin mobilnya.


Zahara berjalan menuju ke teras rumahnya, Dia lantas menekan bel rumah dan berdiri menunggu.


Tak berapa lama kemudian, Asisten rumah tangga datang dan membuka pintu rumah .


Zahara langsung masuk ke dalam rumahnya, Asisten rumah tangga menutup pintu kembali.


Zahara melangkah menuju ke kamar Melani, Dia ingin menemui Melani, dan menyelesaikan masalahnya dengan Melani yang marah karena merasa telah dibohongi oleh Zahara soal Bapak kandungnya selama ini .


Asisten rumah tangga berjalan menuju ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


Zahara meletakkan tas kecilnya diatas meja yang ada di ruang tamu rumahnya, lalu Dia berjalan ke arah kamar Melani .


Zahara berdiri didepan pintu kamar, Dia mengetuk pintu sambil memanggil anaknya.


"Meel...Melanii... Mama boleh masuk ?" Tanya Zahara, sambil mengetuk pintu kamar.


Tak terdengar jawaban dari dalam kamar, Zahara lantas membuka pintu kamar, pintu terbuka, karena memang tak di kunci Melani, saat Dia pergi tadi .


Zahara lantas melangkah masuk ke dalam kamar, Kamar itu gelap, karena lampu tidak dinyalakan Melani.


Zahara lantas menyalakan lampu kamar, Dia melihat kamar itu kosong, tak ada Melani .


"Kemana Melani?" Gumamnya.


Zahara melangkah ke arah kamar mandi yang ada dalam kamar itu, Dia mengira Melani ada didalam kamar mandi.


Saat hendak mengetuk pintu kamar mandi, pintu terdorong dan terbuka lebar, di dalam kamar mandi tak ada Melani.


Zahara semakin heran, karena tak ada Melani dalam kamar mandinya. Zahara melangkah dan duduk di pinggir ranjang .


"Apa Dia pergi dan belum pulang?" Gumamnya lagi.


"Biasanya jam segini Melani sudah pulang kerumah." Ujarnya , sambil menghela nafasnya .


Ada rasa bersalah di dalam diri Zahara, karena Dia sudah membuat kecewa dan marah Melani, anak kandungnya tersebut.


Zahara lantas menghela nafasnya, lalu, Dia segera berdiri dari duduknya di tepi ranjang, saat Dia hendak beranjak pergi, matanya tertuju pada selembar kertas yang tergeletak di atas meja rias kamar Melani .


Zahara heran melihat ada selembar kertas di atas meja rias itu, lalu, Dia segera melangkah mendekati meja rias. Lantas, di ambilnya lembar kertas yang tergeletak diatas meja rias itu. Dia membaca tulisan yang ada dalam lembar kertas tersebut .


"Aku pergi selamanya, dan gak akan kembali lagi kerumah, Tolong, jangan cari Aku, Aku sudah gak mau tinggal bersama Mama lagi. Melani ."


Begitu tulisan yang ada pada lembar kertas yang di pegang Zahara. Betapa kagetnya Zahara setelah membaca surat tersebut, yang menyatakan bahwa Melani pergi dari rumah .

__ADS_1


Wajah Zahara berubah cemas, Dia menjadi panik setelah mengetahui Melani kabur dari rumah .


Cepat Zahara berjalan dan menghampiri lemari pakaian, Dia membuka lemari pakaian , Zahara semakin syock melihat lemari pakaian hampir kosong, hanya ada beberapa potong pakaian Melani saja tertinggal di dalam lemari , dan selebihnya, pakaian telah dibawa semua oleh Melani , dibawa dalam satu koper.


Zahara langsung menutup pintu lemari dan bergegas keluar dari dalam kamar Melani.


Pintu kamar terbuka, Zahara lari keluar dari dalam kamar Melani, Dia berdiri didepan pintu kamar, wajahnya terlihat panik.


"Biiiiikkk !!" Teriak Zahara sekencang kencangnya , memanggil Asisten rumah tangganya .


"Iya Nyaaa.. " Jawab Asisten rumah tangga, menjawab panggilan Zahara .


Dengan tergopoh gopoh, Asisten rumah tangga lari dari arah dapur dan menghampiri Zahara.


"Ada apa nyonya?" tanya Asisten rumah tangga , berdiri dihadapan Zahara.


"Bibik tau, Melani pergi kemana?!" Tanya Zahara, dengan wajah cemasnya menatap Asisten rumah tangga.


"Non Melani pergi? Saya gak tau nyonya. Saya kira non Melani dikamarnya." Ujar Asisten rumah tangga, kaget berdiri dihadapan Zahara.


"Dia gak ada dikamarnya, Bik!" ucap Zahara cemas.


"Memang Melani gak bilang sama Bibik kalo Dia mau pergi?" tanya Zahara, menatap tajam wajah Asisten rumah tangga.


"Nggak Nyonya. Saya sibuk didapur, jadi gak tau, kalo non Melani pergi." Ucap Asisten rumah tangga.


Zahara lantas pergi meninggalkan Asisten rumah tangganya, Dia semakin cemas, Zahara khawatir, Melani mengalami hal buruk di luar sana, sebab selama ini, Melani tidak pernah pergi dari rumahnya begitu saja .


"Kemana Kamu Nak?" Gumam Zahara , dengan wajah cemasnya memikirkan Melani.


Zahara lantas cepat berlari keruang tamu, Dia mengambil ponsel dari dalam tasnya yang tergeletak di atas meja tamu .


Zahara langsung membuka layar ponsel dan menelpon Melani, Dia ingin bertanya pada Melani kemana Melani pergi .


Tak ada nada panggil, telepon Melani tak aktif dan sepertinya dimatikan Melani dengan sengaja, Zahara semakin cemas, karena Melani tak bisa dihubungi melalui ponselnya .


"Apa yang ada dalam pikiranmu Nak? Kenapa Kamu nekat pergi?!" Gumam Zahara, dengan wajah cemas dan sedihnya.


Zahara semakin merasa bersalah pada anaknya, karena, telah membuat anaknya marah besar dan nekat kabur dari rumahnya.


"Kemana Mama harus mencarimu?!" Gumamnya lagi.


Zahara lantas terduduk lesu di sofa ruang tamu rumahnya, wajahnya terlihat sedih, ada rasa penyesalan yang mendalam di dalam dirinya, Dia menyesal karena telah merahasiakan soal jati diri Melani, namun, semua itu terpaksa Dia lakukan .


Dia terpaksa berbohong pada Gerard, soal siapa Papah kandung Melani, sebab, jika dulu Dia berkata jujur pada Gerard, dan Gerard tahu bahwa Melani anak Edward, dan bukan anak kandungnya, pastilah Gerard membenci Melanj.

__ADS_1


Gerard pasti tak suka pada Melani, dan bahkan, Gerard pastinya akan menyuruh Zahara untuk membuang Melani dan tak mengizinkan Melani tinggal dirumahnya.


Karena Zahara sangat tahu, bahwa Gerard sangat membenci Edward, maka, Zahara terpaksa merahasiakan soal jati diri Melani, Dia sengaja menutup mulut, dan tak mengungkapkan jati diri Melani yang ternyata adalah anak kandung Edward . Melani lahir dari hasil hubungan perselingkuhan Dia dengan Edward dulu .


"Maafin Mama...Maafin Mama...Ini semua Mama lakukan buat kebaikanmu, Nak. Kamu jangan salah paham." Gumam Zahara , menangis sedih penuh penyesalan.


"Mama gak ingin Kamu di singkirkan dari Mama, karena itu Mama sengaja merahasiakannya sama Kamu dan juga Papah Gerard, agar Kamu tetap bersama Mama." Gumamnya lagi, disela isak tangisnya.


Zahara menangis sedih, meratapi kepergian Melani dari rumahnya, karena kecewa, setelah mengetahui, bahwa Dia bukanlah anak kandung Gerard .


---


Di sebuah hotel berbintang lima dan terlihat mewah, didalam kamar, tampak Melani duduk diam tercenung di atas ranjang kamar hotel .


Melani kabur dari rumahnya, dan pergi keluar kota, lalu menginap di sebuah hotel, Untuk sementara waktu, Melani menginap di hotel tersebut.


Dia ingin menenangkan dirinya dari segala kegundahan hatinya dan rasa kecewa yang berkecamuk dalam dirinya .


"Mengapa ini semua harus terjadi padaku? Mengapa Mama gak pernah jujur padaku?!" Gumamnya, menangis sedih .


Melani menangis, Dia menangisi nasibnya yang ternyata anak yang lahir dari hasil perselingkuhan Mamanya dan Papah biologisnya, yakni Edward . Melani kecewa, karena ternyata Dia bukan anaknya Gerard .


"Apa yang harus Aku lakukan ?!" Ujar Melani, disela tangisannya .


"Apa Aku harus menemui Papah kandungku ? Apa Aku harus menerima Papah kandungku?!" Ujarnya lagi.


"Mengapa baru sekarang Papah kandungku muncul dan menemui Mama? Kemana Dia selama ini? Mengapa baru sekarang Dia mencariku ? Kenapa ?!!" Ujarnya lagi.


Melani terus menangis terisak isak dengan sedihnya, Dia menyalahkan Edward, Papah biologisnya itu, karena baru sekarang datang mencarinya.


Melani berfikir, mengapa tidak dari dulu Papah biologisnya datang mencarinya dan menemuinya, agar Dia tahu, anak siapa Dia sebenarnya.


Melani sedih, karena , disaat Dia bahagia hidup bersama Gerard , yang disangkanya bapak kandungnya, Edward, Papah bilogisnya datang dan mengaku bahwa Dialah Papah kandung Melani.


Melani tak bisa menerima kenyataan tentang anak siapa dirinya, Dia tampak sangat kecewa dengan kenyataan yang baru saja Dia dapatkan .


Melani sama sekali tak pernah tahu, mengapa baru sekarang Edward, Papah kandungnya itu datang mencari dan menemuinya.


Dia tak tahu, bahwa selama ini Edward berada di dalam penjara, sehingga tak pernah mencoba untuk menemui Melani .


Dan Edward tak pernah melupakan Melani sebagai anak kandungnya sendiri, selama didalam penjara, Edward selalu memikirkan tentang Melani, Dia ingin bertemu dengan Melani.


Karena itu, begitu ada kesempatan dan Dia bisa kabur dari dalam penjara, Edward pun lantas mulai mencari Melani.


Edward nekat mendatangi Zahara, hanya karena ingin tahu tentang keberadaan Melani .

__ADS_1


Di dalam kamar hotel , Melani yang duduk diatas kasur terus menangis sedih, meratapi nasibnya yang terlahir di luar nikah .


__ADS_2