
Mobil Astrid masuk ke halaman sebuah rumah, dari dalam mobilnya Dia mengamati rumah tersebut, lalu, dimatikannya mesin mobilnya.
Astrid lantas mengambil pistol dari dalam dashboardnya, Dia membawa pistol untuk berjaga jaga jika Dia nanti mendapatkan perlawanan dari orang yang diburunya.
Rumah yang di datangi Astrid adalah rumah Pria yang telah menusuk Bapaknya Astrid dulu saat dalam penjara, dari Alex, Astrid mendapatkan alamat rumah Pria tersebut.
Pria itu di kenal sebagai pembunuh bayaran, Dia berbadan kekar dan berambut pendek, usianya sekarang sudah lebih dari 50 tahunan, namun, tak ada yang berubah pada fisiknya.
Nama Pria itu Jackson. Dia acapkali di panggil dengan sebutan dan panggilan "Bung Jack".
Dalam hal membunuh , Dia terkenal bertangan dingin dan sangat kejam dalam mengeksekusi mati korban korbannya.
Karena data yang didapatnya, Astrid berhati hati, sebab Dia paham, bahwa Jackson bukanlah lawan yang mudah, sedikit saja Dia lengah, Dia bisa saja dilukai Jackson atau terbunuh di tangan Jackson. Oleh sebab itu, selain pisau belati yang di siapkannya, Astrid juga membawa pistol untuk melindungi dirinya.
Astrid lantas membuka pintu mobilnya, lalu, Dia melangkah menuju ke bangunan rumah tersebut. Dengan peralatan yang dibawanya Dia membuka pintu yang terkunci itu.
Setelah pintu terbuka, Astrid lantas perlahan lahan berjalan masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, terlihat suasana hening dan sepi, ruangan itu juga gelap.
Dengan langkah hati hati Astrid terus berjalan menyusuri selasar ruangan ruangan yang ada dalam rumah, mencari dimana Jackson saat ini.
Seluruh ruangan di masuki Astrid, namun, Dia tak juga bertemu dengan Jackson. Astrid tak menyerah, Dia lalu masuk ke dalam sebuah kamar.
Di dalam kamar, Dia juga tak menemukan apa apa, tak ada Jackson di dalam kamar, Astrid kecewa, sebab, Rumah itu sepi dan tak ada penghuninya.
Astrid lantas mengambil ponsel dari dalam kantong celananya, lalu Dia menelpon Alex.
"Hallo, Lex, Aku udah di rumah Jackson, tapi, rumahnya kosong, Dia gak ada di sini." Ujar Astrid, bicara di teleponnya.
"Mungkin Dia sedang pergi, sebaiknya Kamu pasang kamera cctv di dalam rumahnya, agar Kamu bisa memantaunya, jika Dia kembali kerumahnya nanti." Ujar Alex, dari seberang telepon.
"Ok, Akan ku pasang kamera cctvnya sekarang juga." Ujar Astrid, di telepon.
Dia lantas menutup teleponnya, lalu, Dia bergegas keluar dari dalam rumah tersebut dan berlari menuju ke mobilnya.
Astrid membuka pintu belakang mobil, lalu, mengambil tas berukuran sedang dari dalam mobil. Setelah mengambil tas, pintu ditutupnya kembali dan Dia bergegas masuk kembali kedalam rumah Jackson.
__ADS_1
Dengan cepat Astrid bergerak, Dia pun mulai memasang kamera kamera cctv di sebagian ruangan dalam rumah Jackson.
Tujuannya memasang kamera cctv untuk memantau dan mengawasi Jackson jika Dia berada di rumah, agar Astrid mengetahui apa saja yang di lakukan Jackson.
Memasang kamera cctv dilakukan Astrid sebab Dia tak bertemu dengan Jackson saat ini. Jika Dia bertemu, Dia pasti tak akan memasang kamera cctv, karena pastinya, Dia sudah menangkap Jackson.
Beberapa saat kemudian, Astrid selesai memasang kamera kamera cctv, Dia mengaktifkannya melalui ponsel dan mengecek hasil gambar kamera cctv melalui ponselnya.
Setelah di rasanya tak ada masalah dengan kameranya, Astrid lantas bergegas pergi keluar dari dalam rumah tersebut, Dia terburu buru pergi masuk ke dalam mobilnya, sehingga lupa menutup pintu rumah kembali.
Lalu, Astrid segera menjalankan mobilnya, dan pergi dari rumah tersebut.
Berselang beberapa menit setelah kepergian Astrid dari rumah Jackson. Datang sebuah mobil memasuki pelataran halaman rumah.
Mobil berhenti dan mesinnya mati, lalu, keluar Jackson dari dalam mobilnya.
Jackson berjalan santai menuju rumahnya, namun, langkahnya terhenti, saat Dia melihat pintu rumahnya terbuka.
Insting dan firasatnya kuat sebagai pembunuh bayaran, Dia langsung sigap mengambil pistolnya, melihat pintu terbuka, Dia tahu, bahwa ada orang yang datang dan masuk ke dalam rumahnya.
Dengan hati hati dan memegang pistol, Jackson masuk ke dalam rumahnya. Dia mencari cari di seluruh ruangan, namun, tak ada siapa siapa yang bisa di temukannya.
Jackson diam sesaat dan berfikir, Dia penasaran, siapa yang sudah berani datang dan masuk kerumahnya, dan apa tujuannya datang kerumahnya.
Jackson lantas cepat berjalan keluar dari dalam kamarnya, lalu, Dia masuk ke sebuah ruangan kamar kecil yang ada di bawah tangga rumahnya.
Dia masuk ke dalam ruangan kamar tersebut, dinyalakannya lampu ruangan, lalu, Jackson bergegas menyalakan laptop yang ada di atas meja.
Dari laptopnya Dia bisa menyaksikan, siapa orang yang sudah masuk ke dalam rumahnya, ternyata, tanpa sepengetahuan Astrid, Jackson sudah memasang kamera cctv di dalam rumahnya.
Dia memakai kamera cctv untuk berjaga jaga, sebab Dia sadar, bahwa dirinya banyak musuh, dan banyak orang yang mengejar dan menginginkannya mati, karena Dia bekerja sebagai pembunuh bayaran.
Mata Jackson tajam melihat gambar rekaman kamera cctv di dalam laptopnya.
"Seorang gadis ? Siapa Kamu?" Gumamnya, menyeringai menatap wajah Astrid yang terekam kamera cctv.
Lalu, Jackson tersenyum sinis saat mengetahui dari kamera cctv nya, bahwa Astrid memasang kamera cctv juga di dalam kamarnya dan beberapa ruangan lainnya.
__ADS_1
"Apa maksud dan tujuanmu datang ke sini?" Gumamnya , menyeringai menakutkan.
Jackson lantas mematikan laptopnya, Dia lalu keluar dari dalam ruang kamar khusus itu dan berjalan menuju kamarnya kembali.
Jackson lantas segera melepaskan kamera cctv yang di pasang Astrid dalam kamar. Bukan hanya dalam kamar saja, namun, kamera kamera cctv yang dipasang Astrid dalam beberapa ruangan juga di lepas dan di hancurkannya.
Jackson sangat geram, Dia menahan amarahnya, Dia merasa tersinggung karena ada yang berani masuk ke dalam rumahnya dan sengaja memasang kamera cctv untuk mengawasi dirinya.
Setelah semua kamera cctv di lepas dan dihancurkannya, Jackson kembali ke dalam ruang kamar khusus, lalu, Dinyalakannya kembali laptopnya.
Jackson memutar kembali rekaman kamera cctv pada laptop , Dia mengamati sosok Astrid yang sedang masuk ke dalam rumahnya dan memasang kamera kamera cctv.
Pada saat wajah Astrid terlihat jelas tertangkap pada kamera cctv, cepat Jackson menghentikan tayangan rekaman kamera cctv itu.
Diamatinya wajah Astrid dengan serius, Dia heran, Siapa sebenarnya Astrid.
Jackson lantas memotret sosok wajah Astrid yang terekam pada gambar kamera cctv. Dia ingin mencari, siapa pemilik wajah yang tertangkap dalam kamera cctvnya itu.
"Kena Kamu. Gak akan lama lagi, Aku pasti akan mengetahui siapa Kamu, dan Aku akan menemuimu segera." Gumam Jackson, menahan geram dan amarahnya.
Jackson lantas menggunakan komputer yang ada di dalam ruang kamar khusus itu, Dia mulai mencari data keberadaan pemilik wajah yang terekam dalam kamera cctv.
Jackson punya peralatan tekhnologi yang cukup canggih, Dia bisa melacak dan mencari orang hanya dari photonya saja. Dia sudah sering melakukan hal itu, mencari mangsanya melalui komputer dan menggunakan internet.
Beberapa saat kemudian, muncul sebuah data dalam komputernya. Jackson mengamati photo yang ada di komputer tersebut.
Dia membaca data data yang ada pada komputer. Dari situ Dia tahu, bahwa pemilik wajah yang tertangkap kamera cctv bernama Astrid, Dia juga akhirnya tau, bahwa Astrid anak dari Edward, orang yang berusaha dibunuhnya saat dalam penjara.
Dan dari data yang Dia dapat juga saat ini, Jackson mengetahui, bahwa Astrid sempat di penjara beberapa tahun di rumah tahanan khusus wanita.
"Rupanya Kamu anaknya Edward. Apa Kamu datang mau menuntut balas padaku?" Gumam Jackson, tersenyum sinis.
"Baiklah Astrid, gak perlu repot repot, Aku akan datang berkunjung ke tempatmu, agar kita bisa saling kenal satu sama lainnya dan berhadapan nantinya." Gumamnya lagi.
Jackson dengan wajah geram dan menahan amarahnya lalu segera bergegas keluar dari dalam ruang kamar khusus itu.
Jackson lalu segera keluar dari dalam rumahnya dan masuk kembali ke dalam mobil, lalu, Dia segera pergi dari rumahnya untuk bertemu dengan Astrid. Tamu yang tak pernah di undangnya, datang sendiri kerumahnya dengan maksud ingin memata matai dan mengawasi pergerakan dirinya.
__ADS_1
Astrid tak tahu, jika Dia sudah ketahuan, dan kamera cctv yang di pasangnya sudah di lepas dan dihancurkan oleh Jackson.