Destroy

Destroy
Patrick Mulai Beraksi


__ADS_3

Astrid diam mendengarkan perkataan Edward, Antoni yang berdiri disampingnya juga diam.


"Papah minta padamu, jangan mengejar Simon, biar Papah yang menghadapai Simon, Kamu focus saja dengan rencanamu semula itu bersama Alex ." Ujar Edward, menatap lekat wajah Astrid, mengingatkan Astrid .


"Baiklah, Astrid menurut, tapi, Kalo Papah nanti terdesak, Astrid pasti akan membantu." Ujar Astrid, menatap serius wajah Papahnya.


"Ya." Angguk Edward.


"Lantas, bagaimana dengan Alex ? Apa Dia perlu tau, kalo Papah ternyata masih hidup? Aku gak mau berbohong pada Alex, Dia sudah banyak membantuku selama ini." Ujar Astrid.


"Kamu boleh beri tau Alex tentang Papah, sekalian, tolong bawa Alex, Papah mau bertemu dengannya." Ujar Edward.


"Ada sesuatu yang mau Papah sampaikan dan tanyakan pada Alex." Ujar Edward.


"Ya, nanti Astrid bilang sama Alex, dan mengajaknya ke sini untuk menemui Papah." Ujar Astrid.


"Ya, Papah tunggu." Ucap Edward.


"Satu hal lagi, Pah. Apa Papah yang meminta Alex untuk membantuku membalas dendam ?" tanya Astrid.


"Papah gak pernah meminta Alex agar membantumu, mungkin itu kemauannya sendiri saja." Ujar Edward.


"Papah hanya menitipkan kotak berisi barang berharga dan dokumen dokumen penting tentang kejahatan yang dilakukan orang orang dekatnya Gerard bersama Gerard juga." jelas Edward.


" papah minta tolong sama Alex, agar memberikannya padamu, saat Kamu bebas dari penjara." Ujar Edward , memberi penjelasan pada Astrid .


"Sebenarnya, Alex itu siapa Pah? Mengapa Papah seperti sangat percaya pada Alex, sehingga menitipkan barang berharga dan sifatnya rahasia untuk diberikan pada Astrid?" Ujar Astrid bertanya pada Edward.


"Alex dulu kerja dengan Papah, Dia menjadi ahli IT di perusahaan Papah, Alex menjadi orang kepercayaan Papah." Ujar Edward.


"Alex selalu menemani Papah, Dia sudah seperti anak sendiri bagi Papah. Alex itu sudah tak punya orang tua." Lanjut Edward menjelaskan.


"Alex juga memiliki saham disalah satu perusahaan Papah yang sekarang dikuasai Gerard dan Zahara." Ungkap Edward, menjelaskan pada Astrid .


"Hanya Alex satu satunya orang yang bisa Papah percaya." Ucap Edward.


"Saat Papah tau, ada rencana jahat yang akan membuat Papah jatuh dan mau menyingkirkan Papah, Papah langsung menyimpan uang, harta benda dan beberapa aset perusahaan Papah lainnya, agar tak diambil komplotan Gerard." Jelas Edward.


"Lalu Papah minta Alex untuk memberikannya padamu, agar Kamu bisa menjalankan kehidupanmu dengan baik." Ungkap Edward.


Astrid mengangguk, Dia paham sekarang, mengapa Dia bisa mendapatkan uang banyak dan harta berlimpah serta sebuah perusahaan, karena memang Papahnya yang memberikannya. Dia mendapatkannya dari Alex yang memberikan semuanya saat Dia dulu baru bebas dari penjara.


"Jadi, Papah akan terus bersembunyi di rumah Antoni?" Tanya Astrid.

__ADS_1


"Ya, Astrid. Papahmu lebih aman dirumahku.Karena gak ada yang tau keberadaannya." Ujar Antoni.


"Jangan sampai ada yang tau, jika Papah masih hidup, Papah mau menemui Gerard dan Zahara, membuat kejutan pada mereka, lalu membalas perbuatan mereka kepada Papah." Ujar Edward.


"Tapi, Aku pikir, rumah Antoni bukan tempat yang aman buat Papah bersembunyi." Ujar Astrid.


"Mengapa gak aman?" Tanya Antoni, menatap heran wajah Astrid yang berdiri di sampingnya itu.


"Kamu lupa dengan Gerard?" Ujar Astrid, bertanya pada Antoni.


"Kenapa dengan Gerard?" Tanya Antoni.


"Kalian pernah bertemu muka dirumahku , dan Aku tau, Gerard curiga padamu, Dia menduga, bahwa Kamu orang yang telah membantuku mengusir para penjahat yang di bayar Gerard untuk membunuhku." ujar Astrid.


"Gerard akan mencoba menyelidiki dan mencari tempat tinggalmu, Karena Kamu sendiri yang bilang padanya waktu itu, Kalo Kamu tinggal di perkampungan yang ada dibelakang komplek perumahaan Gerard." Ungkap Astrid menjelaskan pada Antoni.


"Dari mana Kamu bisa tau, kalo Gerard mengincarku?" Tanya Antoni heran.


"Aku memasang kamera cctv di dalam rumah dan luar rumah Gerard, hampir semua ruangan aku pasangi kamera cctv, dan Aku sengaja melakukan hal itu untuk mengawasi dan memantau, apa saja rencana Gerard." Ujar Astrid.


" Aku bisa mendengar jelas percakapan keluarga Gerard dirumah melalui kamera cctv dan mikrophone mini yang kupasang." Ungkap Astrid menjelaskan.


"Hmm...Kalo memang benar Gerard mencurigai Antoni , Dia pasti akan segera menemukan rumah Antoni." Ujar Edward.


"Gerard mau membunuhmu, karena dianggapnya, Kamu sudah ikut campur dan sudah menggagalkan rencananya membunuhku, karena Kamu membantuku saat itu." ungkap Astrid.


Antoni terdiam mendengarkan penjelasan Astrid, lalu, Dia menatap wajah Astrid.


"Lantas, bagaimana dengan Om Edward?" tanya Antoni.


" Om akan pergi dari rumahmu, dan mencari tempat persembunyian yang aman lagi." ujar Edward pada Antoni.


"Mau kemana Pah? Bukannya gak ada tempat yang bisa Papah gunakan buat bersembunyi." Ujar Astrid.


"Dan Papah juga gak bisa menemui teman atau kenalan Papah, karena, bisa saja mereka ternyata juga komplotan Gerard. Gak ada yang bisa Papah percaya. " lanjut Astrid, mengingatkan Edward .


"Dan jika mereka tau ternyata Papah masih hidup, mereka pasti akan melaporkannya pada pimpinan kelompok mereka dan juga Gerard, mereka akan menjebak dan membunuh Papah." ungkap Astrid.


Edward terdiam, dia pikir, ada benarnya memang apa yang sudah dikatakan Astrid, Edward lantas menghela nafasnya, Dia tampak sedang memikirkan cara untuk bersembunyi.


"Aku akan melibatkan Alex dalam masalah ini. Aku akan minta tolong sama Alex , untuk menempatkan Papah di satu tempat yang aman dan gak diketahui orang." Ujar Astrid.


"Ya, Baiklah. Papah menurut apa katamu." ujar Edward, menatap wajah Astrid.

__ADS_1


"Dan Kamu Antoni, sebaiknya kamu jangan di rumah ini lagi, karena nyawamu terancam, kapan saja, mereka bisa menemukan rumahmu dan menyerangmu." ujar Astrid, mengingatkan Antoni .


"Aku akan tetap tinggal di sini, ini rumahku, dan Aku gak akan lari dari mereka." Ujar Antoni.


"Hei ! Jangan bodoh Kamu Antoni ! ini gak main main, Gerard serius mau membunuhmu!" Tegas Astrid, menegur dan memarahi Antoni .


Astrid terlihat sedikit kesal pada Antoni, karena Dia tak mau pergi dari rumahnya. Padahal itu untuk keselamatan nyawanya .


"Ini yang Aku khawatirkan, dan alasanku gak mau jujur padamu pas kita bertemu lagi, Aku gak mau mengaku padamu, bahwa Aku Astrid dan memilih menyamar sebagai Camelia, agar Kamu gak dekat denganku." Ungkap Astrid.


"Aku gak mau Kamu jadi terlibat dalam masalahku dan mendapatkan bahaya. Seperti yang sekarang ini terjadi !" ujar Astrid, menatap serius wajah Antoni yang berdiri disampingnya .


"Sebaiknya, Kamu turuti omongan Astrid, demi kebaikanmu." ujar Edward pada Antoni .


Antoni diam sesaat , lalu, Dia menghela nafasnya dan menatap wajah Astrid yang masih kesal padanya.


"Baiklah, Aku gak akan tinggal di sini lagi untuk sementara waktu." ujar Antoni, pada Astrid.


"Kalo Alex sudah menemukan tempat yang aman, sebaiknya Kamu ikut bersama Papah , tinggal ditempat yang baru." ujar Astrid.


"Nanti, di tempat yang baru, kita akan buat rencana yang lebih matang untuk menghancurkan Gerard dan komplotannya itu." ujar Astrid memberi penjelasan.


"Ya, Nak. Kamu atur saja gimana baiknya menurutmu." ujar Edward, menatap lekat wajah Astrid.


"Ya, Aku akan bilang sama Alex secepatnya, agar kalian berdua segera pergi dari rumah ini, sebelum anak buah Gerard datang ke sini." ujar Astrid.


"Ya." Jawab Edward dan Antoni hampir secara bersamaan.


---


Keesokan harinya, terlihat Patrick bersama petugas penyidik kepolisian baru saja menangkap tiga pejabat penting Kepolisian yang terlibat kasus perjudian online dan menjadi bandar judi online.


Selain tiga pejabat penting kepolisian, Patrick bersama timnya juga menangkap Dua anggota dewan legislatif yang ditangkap karena kasus korupsi dan pencucian uang serta penjualan aset negara secara ilegal.


Penangkapan besar besaran terjadi, setelah menemukan bukti bukti kuat yang bisa menjebloskan para petinggi kepolisian dan anggota dewan majelis legislatif, Patrick langsung bergerak dan menangkapi mereka Semua .


Penangkapan yang dilakukan Patrick bersama timnya itu membuat geger seluruh masyarakat yang menyaksikan penangkapan itu melalui televisi.


Para awak media televisi dan media cetak secara gencar melaporkan penangkapan tersebut, malah dalam proses penangkapan salah satu anggota dewan majelis legislatif , wartawan media televisi menyiarkannya secara langsung, sehingga masyarakat luas bisa menyaksikan langsung proses penangkapan tersebut.


Patrick ternyata bernyali besar, Dia tanpa ragu menyelidiki para petinggi kepolisian dan anggota dewan tersebut sejak Dia mendapatkan data dan informasi kejahatan yang dilakukan para pejabat itu dari Astrid .


Tak ada rasa takut dalam diri Patrick , Dia sudah siap menerima semua resiko yang akan Dia dapatkan nantinya , karena telah berani menangkapi para pejabat pejabat penting itu .

__ADS_1


__ADS_2