Destroy

Destroy
Penemuan Tak Terduga


__ADS_3

Mobil Astrid tiba di dekat lokasi rumah, mobilnya berhenti di pinggir jalan, tak jauh dari lokasi rumah yang di tujunya.


Dari dalam mobil Dia melihat ke arah bangunan rumah yang berbentuk seperti Villa itu, Dia diam berfikir, apa tujuan dan maksud Samuel datang ke rumah tersebut.


"Aku harus mencari tau, apa yang dilakukan Samuel, gerak geriknya sangat mencurigakan tadi dirumahku. " Gumam bathin Astrid bicara.


Astrid lalu cepat membuka pintu mobil dan segera keluar dari dalam mobilnya, kemudian, Dia bergegas melangkah masuk ke halaman rumah yang terlihat bentuknya seperti villa itu.


Astrid masuk ke halaman rumah dengan pelan dan hati hati, agar kehadirannya di tempat itu tidak di ketahui Samuel.


Astrid terus berjalan pelan menyusuri halaman rumah, Dia tak melihat mobil Samuel di halaman itu.


"Suasananya sepi, mobil Samuel juga gak ada. Apa benar ini tempat yang di kasih Alex padaku? " Gumam bathinnya.


Astrid berdiri diam sejenak, Dia mengamati bangunan rumah itu. Memandangi sekitarnya, terasa suasana sekitar hening dan sepi.


Karena rasa penasaran dan ingin tahunya, Astrid pun tetap memutuskan untuk masuk ke dalam rumah itu dan melihat apakah ada orang di dalamnya.


Perlahan lahan Dia melangkahkan kakinya, membuka pintu rumah, Astrid dengan mudah membuka pintu, sebab, pintu rumah tak terkunci.


Dengan langkah kaki pelan Astrid masuk kedalam rumah yang tampak gelap dan hening itu. Tak ada terdengar suara suara, dan tak ada tanda tanda, kalau rumah itu ada orang di dalamnya.


Astrid memutuskan untuk terus masuk ke dalam rumah, Dia berjalan pelan dan hati hati menyusuri ruang demi ruangan yang ada di dalam rumah itu.


Astrid melihat salah satu pintu kamar terbuka, dengan langkah pelan dan perasaan penuh rasa penasaran dan ingin tahu Dia terus berjalan mendekati kamar yang pintunya terbuka itu.


Astrid dengan langkah kaki pelan masuk ke dalam kamar yang gelap itu. Saat Dia sudah masuk ke dalam kamar, langkahnya tiba tiba saja terhenti, matanya terbelalak lebar, Dia syock dan kaget. Tatapan matanya lurus ke depan dengan raut wajah yang sangat tegang.


Astrid kaget, tak menyangka, di dalam kamar itu Dia akan melihat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan.


Di dinding kamar. Tampak sosok tubuh wanita yang sudah mati, berdiri menempel tembok dinding kamar, dengan ke dua tangan di paku ke tembok serta kedua kaki yang di ikat dan di paku ke tembok juga. Sementara wajah sosok wanita yang mati mengenaskan itu penuh dengan luka luka sayat dan darah yang sudah mengering, serta leher yang tersayat hampir putus .


Melihat itu, Astrid terdiam syock, Dia sangat prihatin melihat wanita yang sudah mati itu.


"Siapa wanita ini? Mengapa Samuel membunuhnya? " Gumam Astrid.


Astrid tampak berfikir keras, mencoba mencari jawaban sendiri, Dia tahu, Samuel yang membunuh wanita itu, tapi Dia tak tahu, apa yang terjadi, dan ada masalah apa antara Samuel dengan wanita yang mati itu, mengapa Samuel membunuhnya dengan sangat keji sekali.


"Apa yang harus Aku lakukan di sini? " Gumamnya.


"Jika Aku lapor ke polisi, Aku akan di curigai pastinya. Ah, Aku gak tau, harus bagaimana Aku. " Ungkapnya berbicara sendiri.


Astrid masih terdiam berdiri dihadapan wanita yang telah mati dan terpaku di tembok dinding kamar, lalu, cepat Dia mengambil ponselnya dari dalam kantong celana dan menelpon.

__ADS_1


"Ya, Hallo, Lex. Kamu bisa datang sekarang ke lokasi rumah yang Kamu kirimkan padaku? " Ujar Astrid, bicara di teleponnya.


Wajahnya terlihat sangat tegang sekali, Dia bingung, karena merasa terjebak berada di dalam rumah yang ada mayat seorang wanita.


Tak mungkin baginya melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib, karena pastinya, pihak polisi akan meminta keterangan padanya dan bertanya mengapa Dia berada di dalam rumah tersebut.


Bukan tak mungkin, Dia akan di jadikan tersangka pembunuhan nantinya jika melaporkan penemuan mayat itu. Karena kehadirannya di dalam rumah, dan Dia tidak kenal dengan wanita itu.


Satu satunya jalan yang terlintas dalam benaknya saat ini, hanya meminta tolong pada Alex, untuk membereskan masalah ini, agar Dia tak mendapatkan masalah kedepannya.


"Aku tunggu. cepat kemari ya Lex, penting! " Ujar Astrid, dengan wajah seriusnya di telepon.


Astrid kemudian menutup telepon dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam kantong celananya.


Dia menghela nafasnya dengan berat sambil memandangi mayat wanita yang terpaku di tembok dinding kamar itu.


"Kalo tau ada mayat didalam rumah ini. Aku gak akan masuk ke sini. " Gumamnya.


Astrid menyesal karena memilih masuk ke dalam rumah karena rasa keingin tahuannya, hingga akhirnya Dia terjebak sendiri, menemukan mayat sosok wanita di dalam kamar.


Dia terlihat menahan geramnya pada Samuel, karena telah membunuh wanita tersebut dengan sangat keji.


Sementara itu, Di ruang kerjanya, Gerard tampak wajahnya tegang, Dia baru saja menerima beberapa photo wanita yang mati terbunuh itu.


Tubuh Gerard bergetar hebat, Dia tampak menahan amarahnya, Gerard tahu, Samuel yang telah membunuh Sulis lalu sengaja mengirimkan photo photo Sulis yang di siksa dan sudah mati itu kepadanya.


Tujuan Samuel satu, memberi peringatan pada Papahnya, agar tak berbuat yang macam macam padanya, karena Dia tak akan segan segan menyingkirkan dan membunuh siapa saja orang yang menghalangi dirinya mendapatkan hak warisannya.


"Biadab Kamu Samuel!! " Teriak Gerard dengan penuh rasa marah yang menggebu gebu.


Ingin rasanya Dia segera melaporkan pada Polisi atas perbuatan Samuel yang sudah membunuh Sulis, Sekretarisnya itu, tapi, Gerard mengurungkan niatnya untuk melaporkan hal itu, sebab, Dia tak punya bukti kuat untuk memenjarakan Samuel saat ini.


Yang bisa Dia lakukan saat ini hanya diam saja dan mencari cara bagaimana menyingkirkan Samuel, anaknya yang sudah gelap mata itu karena kerakusannya akan harta kekayaan dan perusahaan.


"Sam gak bisa di biarkan, Lama lama, Dia akan menghancurkan hidupku! Aku harus segera menyingkirkannya! " Gumam Gerard.


Gerard sangat marah pada anak kandungnya itu, karena harta warisan, hubungan darah antara anak dan Bapak menjadi rusak, mereka bukan lagi menjadi keluarga, tapi sudah menjadi musuh bebuyutan.


Samuel yang kecewa dan marah sangat membenci Gerard, orang tua kandungnya, karena lebih menyukai dan sayang pada Jack, adik tirinya daripada dirinya.


Memang, sejak kecil hubungan Samuel dan Gerard sebagai anak dan Bapak renggang, Gerard cuek dan sering tak perduli pada Samuel, apalagi melihat sikap Samuel yang angkuh, dan tengil serta tak bisa di atur, juga ambisius, Gerard menjadi tak menyukai anaknya, berbeda dengan Jack, Dia menjadi anak yang penurut pada Gerard dan juga Mamanya, yaitu Zahara.


Gerard menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, Ponsel yang berisi photo photo mayat Sulis di lemparkannya begitu saja ke atas meja kerjanya.

__ADS_1


Wajahnya terlihat tegang dan menahan amarah yang sudah menggebu gebu dalam dirinya, Di tak menyangka sama sekali, kalau Samuel bisa menemukan tempat persembunyian Sulis.


---


Kembali pada Astrid yang masih berada di dalam rumah tempat di temukannya mayat Sulis itu.


Astrid mendengar suara mobil datang, Dia bergegas lari keluar kamar dan menghampiri.


Alex melangkah masuk ke dalam rumah untuk menemui Astrid, Alex buru buru datang ke tempat itu karena khawatir dengan Astrid.


Di dalam rumah, Alex bertemu dengan Astrid yang mrnghampirinya. Alex heran melihat wajah Astrid tegang dan tubuhnya berkeringat.


"Ada apa denganmu? " Tanya Alex dengan wajah heran pada Astrid.


"Ikut Aku. " Ujar Astrid.


Astrid segera menarik tangan Alex dan mengajaknya untuk masuk kedalam kamar, Alex menurut dan mengikutinya.


Mereka masuk ke dalam kamar, Saat mendekati mayat Sulis yang berdiri terpaku di tembok dinding kamar, Alex tersentak kaget.


"Astaga!! Apa yang terjadi?! " Ujar Alex kaget.


"Apa yang Kamu lakukan? " Tanya Alex lagi.


"Bukan Aku yang membunuhnya, tapi Samuel! Mayat ini udah ada di sini saat Aku datang dan masuk ke dalam kamar ini! " Ungkap Astrid.


Astrid menjelaskan dan menegaskan pada Alex bahwa bukan Dia yang membunuh Sulis, Astrid mengatakan hal itu karena Alex mengira bahwa Dia pelakunya.


"Lantas, siapa? Samuel kah? " Ujar Alex bertanya lagi pada Astrid.


"Ya, pasti Samuel, siapa lagi kalo bukan Dia, yang datang ke rumah ini kan Samuel, dan Aku mengikutinya sesuai dengan petunjuk alamat yang Kamu berikan padaku! " Ujar Astrid menegaskan pada Alex.


"Gila! Dirasuki apa si Samuel hingga membunuh sesadis ini? " Ujar Alex.


"Entahlah, kita harus mencari taunya, Lex." Ujar Astrid.


"Ya. Tapi sekarang, Kita harus menyingkirkan mayat ini, paling tidak, menghapus dan menghilangkan semua jejak dan sidik jarimu di dalam rumah, agar Kamu gak di jadikan tersangka. " Ujar Alex.


"Bagaimana caranya? " tanya Astrid.


Alex diam dan tak menjawab pertanyaan Astrid. Terlihat raut wajahnya sedang berfikir, mencari cara guna menyingkirkan mayat Sulis dan menghilangkan jejak Astrid agar tak menjadi tertuduh atas kasus pembunuhan tersebut.


Astrid yang berdiri di samping Alex hanya diam memperhatikan Alex yang sedang memikirkan sesuatu hal. Astrid tampak prihatin melihat mayat Sulis yang mati dalam keadaan sangat mengenaskan itu.

__ADS_1


__ADS_2