Destroy

Destroy
Kecelakaan


__ADS_3

Karina yang masih berdiri tepat di bibir jurang yang menganga dalam menoleh ke belakangnya lagi dan melihat ke dalam jurang.


"Ayolah. Menyerah saja, Kamu pasti gak mau mati jatuh ke jurang itu." Ujar Peter, tersenyum sinis menatap tajam wajah Karina.


"Tidak ! Aku lebih baik melompat ke dalam jurang daripada harus mati di tanganmu ! Ucap Karina keras.


Diberanikannya dirinya untuk melawan Peter, Dia juga sudah pasrah, jika harus mati di dasar jurang itu.


Dalam hatinya Dia memilih, lebih baik menjatuhkan dirinya ke dalam jurang daripada harus di siksa dan di bunuh Peter.


Dia tahu apa yang akan terjadi pada tubuhnya jika sampai mati di tangan Peter, untuk melenyapkan dirinya, Pasti Peter akan memotong motong tubuhnya agar bisa di buang ketempat yang orang tak tahu.


"Jangan mendekat!" Teriak Karina.


Karina berteriak lantang saat melihat Peter hendak mencoba melangkah maju ke depan dan mendekatinya.


Peter tersenyum sinis, Dia menatap tajam wajah Karina. Karina lantas memejamkan kedua matanya, lalu, Dia menarik nafasnya dalam dalam.


Karina berusaha menenangkan dirinya dan menghilangkan ketakutannya pada Peter yang hendak membunuhnya.


Dia juga sudah mengambil keputusan dan pilihan hidupnya. Peter menatap tajam wajah Karina.


Diperhatikannya kaki Karina perlahan lahan bergerak mundur kebelakang. Peter tahu, Karina berniat melompat ke dalam jurang tersebut. Peter pun bersiap siap, menunggu apa yang akan di lakukan Karina selanjutnya.


Tiba tiba saja, Karina menatap tajam wajah Peter dan tersenyum sinis padanya, lalu, di rentangkannya ke dua tangannya ke samping kiri dan kanan, seperti burung yang sedang mengepakkan sayap sayapnya dan bersiap untuk terbang ke angkasa.


Lalu, sesaat kemudian, Karina menjatuhkan tubuhnya ke belakang, Dia pasrah, dengan dirinya, melihat Karina yang berusaha menjatuhkan dirinya ke dasar jurang yang dalam itu, Peter tak mau membiarkannya.


Dia yang sudah siap siaga, cepat bergerak maju ke depan berlari dan langsung menangkap tangan Karina.


Karina tersentak kaget, saat tangannya di genggam kuat oleh Peter.


Peter lantas cepat menarik tubuh Karina dan menjauhkannya dari tepi jurang tersebut.


Karena di tarik paksa, tangannya kesakitan, Karina meringis menahan sakit di bagian tangan kanannya yang di genggam kuat Peter.


"Aku gak akan membiarkan Kamu mati di jurang itu." Ujar Peter geram.


"Lepaskan Aku !!" Teriak Karina, mencoba meronta dan melepaskan dirinya dari cengkraman tangan Peter.

__ADS_1


Peter tak mau melepaskan genggaman tangannya di tangan Karina, malah Dia semakin kuat menggenggamnya, membuat Karina semakin kesakitan.


Tiba tiba saja, Peter menghentakkan tangan Karina, menariknya kuat, hingga Karina terdorong ke depan lalu terjerembab jatuh ke tanah, karena limbung.


Tanpa berlama lama, Peter langsung menyeret tubuh Karina, Dia membawa Karina menjauh dari jurang dan kembali ke Villa.


Karina terseret seret, tangannya terus di cengkram kuat dan tubuhnya mulai terluka karena tergores tanah dan ilalalang liar. Karina meronta ronta, namun Peter tak perduli, terus saja berjalan menyeret tubuh Karina.


Peter terus menyeret tubuh Karina, hingga tubuh Karina terluka karena tergores tanah dan bajunya juga sobek.


Hingga akhirnya, Peter tiba di halaman villa. Dia lantas berhenti, dan tidak menarik tubuh Karina lagi.


Lalu, Peter berdiri dihadapan Karina, dilepaskannya tangannya yang mencengkram tangan Karina.


Dia melihat di tanah, Karina terbaring lemah dengan penuh luka luka akibat tubuhnya di seret tadi.


Peter menyeringai seram menatap tajam wajah Karina yang terbaring di tanah. Lalu, Dia membungkukkan badannya, Peter hendak menggotong tubuh Karina dan membawanya masuk ke dalam villa untuk di siksa sebelum di bunuhnya.


Saat Peter berjongkok dan hendak menggotong tubuh Karina, tiba tiba saja, cepat Karina melemparkan tanah ke wajahnya, hingga kedua mata Peter terkena tanah, dan Dia kesakitan lalu terjajar jajar hampir terjatuh.


Ternyata, saat di seret tadi dari pinggir jurang hingga sampai ke halaman villa, diam diam, tanpa sepengetahuan Peter, Karina mengambil tanah dan menggenggamnya erat.


Begitu ada kesempatan dan Peter lengah, langsung saja Karina melemparkan tanah yang ada di tangannya ke wajah Peter.


Dan kali ini, Dia lari menuju ke jalanan dimana saat pertama kali Dia datang, jalanan itu yang di lewati mobilnya.


Kali ini Karina berlari ke jalan raya, untuk meminta tolong pada orang orang yang lewat di jalanan itu.


Tampak Peter mengucek ucek kedua matanya yang perih terkena tanah yang di lemparkan Karina, Dia marah besar atas perbuatan Karina, apalagi Dia tahu, Karina lari dan mencoba menghindar darinya.


"Kurang ajaaar !! Kamu pikir Kamu bisa selamat dariku Karina !!" Teriak Peter, marah melampiaskan emosinya.


Lalu, setelah di rasanya matanya sudah tak perih dan Dia bisa melihat lagi, Peter cepat berlari mengejar Karina.


Kali ini Dia mengejar dengan berlari, tidak berjalan, karena Dia tahu, Karina sekarang melarikan diri ke jalan raya, bukan ke jalan buntu seperti tiba di titik akhir tepi jurang. Jika Dia tak berlari mengejarnya, maka Karina akan lolos, begitu pikirnya.


Wajah Peter terlihat geram dan marah, Dia terus berlari sekencang kencangnya mengejar Karina.


Karina yang sudah semakin lemah, apalagi Dia habis di seret jauh dan terluka, memaksakan dirinya untuk terus berlari, Karina terjatuh dan bangun kembali, lalu, melanjutkan larinya.

__ADS_1


Di pikirannya saat ini, bagaimana Dia bisa menyelamatkan diri dari cengkraman Peter dan terhindar dari kematian.


Karina terus berlari, sesekali Dia menoleh ke belakang, Dia melihat Peter berlari kencang dan semakin mendekat serta hampir menyusulnya.


Karina terus memaksakan dirinya untuk berlari, walau pun sebenarnya Dia tak kuat dan tak sanggup lagi berlari, namun, demi keselamatan nyawanya, Dia memaksakan dirinya untuk lari dan menjauh dari kejaran Peter.


Peter sebagai laki laki perkasa tentu tenaganya lebih kuat dari Karina, dan larinya juga lebih kencang dari Karina yang sudah lemah itu.


Dan pada akhirnya, Peter sudah semakin mendekat pada Karina yang terus berlari. Karina melihat di depannya jalanan raya.


Dipaksakannya dirinya untuk terus berlari menyeberangi jalan raya itu, agar Dia bisa menghadang mobil atau pengendara motor untuk meminta tolong pada pengendara yang lewat.


Peter terus mengejarnya, Karina berlari ke jalanan raya, saat Dia mau menyeberangi jalanan , tiba tiba saja, sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan sedang meluncur ke arahnya, dan sesaat kemudian, tubuh Karina terpental jauh di hantam mobil tersebut.


Karina di tabrak mobil, tubuhnya terpental jauh lalu berguling guling jatuh ke aspal jalanan. Melihat Karina di tabrak mobil, Peter berhenti. Dia kaget melihat kejadian itu.


Peter tak menyangka, Karina di tabrak mobil yang sedang melintas dijalanan raya dekat villa milik Hasmidar.


Pengendara mobil yang menabrak Karina cepat menghentikan mobilnya, Dia bertanggung jawab dan hendak menolong Karina, orang orang lain yang berkendara juga berhenti, berbondong bondong mereka keluar dari dalam mobil dan turun dari motornya lalu mendekati tubuh Karina yang terbaring dan berdarah di aspal jalanan.


Melihat begitu ramai orang orang di sekeliling Karina, Peter tak jadi mendekati Karina dan membawanya. Dia geram, lantas , Dia segera berbalik badan, lalu pergi meninggalkan tempat kejadian itu.


Di biarkannya Karina yang terbaring dengan luka parah di aspal jalanan di kerumunan orang orang yang melihatnya.


Beberapa orang cepat menggotong tubuh Karina, lalu, mereka memasukkan tubuh Karina ke dalam mobil milik orang yang menabraknya.


Setelah Karina dimasukkan ke dalam mobil, si penabrak cepat masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya, pergi dari tempat itu untuk membawa Karina ke rumah sakit.


Orang orang yang berkerumun akhirnya membubarkan diri masing masing dan kembali ke kendaraannya. Tak ada yang melaporkan kejadian tersebut pada Polisi. Sebab, si Penabraknya bertanggung jawab dan segera membawa Karina kerumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya.


Peter berjalan menyusuri jalanan yang hanya bisa di lalui satu mobil saja, Dia kembali ke villa.


Dia merasa kesal dan marah, karena misinya gagal menangkap dan menyiksa Karina lalu membunuhnya.


Dia melepaskan Karina, membiarkan Karina di bawa orang lain. Dia tak mau mengambil Karina, karena beresiko, dan orang orang bisa curiga pada dirinya.


Peter tiba di villa, dihempaskannya tubuhnya di kursi teras villa. Wajahnya masih geram dan marah.


"Siaaal !!" Ujarnya geram dan marah.

__ADS_1


Dia menyesal karena tadi lengah sehingga Karina bisa melepaskan diri dan kabur darinya ke jalanan raya.


"Mudah mudahan aja Kamu mampus Karina !" Ujarnya geram.


__ADS_2