Destroy

Destroy
Astrid tiba di Villa


__ADS_3

Karina membuka kulkas yang ada di dapur, namun, tak ada apa apa di dalam kulkas, dengan wajah cemberut dan kecewa Dia berjalan dan menghampiri Gerard yang sedang duduk di sofa ruang tengah Villa.


"Di sini gak ada makanan sama sekali? Aku lapar, sejak siang sampe hampir malam begini Aku belum makan." Ucap Karina, dengan ekspresi manja.


Karina berdiri disamping Gerard, Dia menatap manja wajah Gerard yang juga melihatnya.


"Tadi kenapa Kamu gak ingatkan Aku beli makanan pas kita lagi di jalan? Keluar nyari makanan jauh dari sini, Aku harus ke kota." Ujar Gerard.


"Biasanya, selalu ada persediaan makanan didalam Kulkas, mungkin bibik yang mengurus Villa belum belanja lagi. Apalagi Dia belum tau kalo Aku mau datang ke sini." Ujar Gerard.


"Memang Dia gak tinggal di sini?" tanya Karina.


"Nggak, Dia sama suaminya kerja di sini, bibik ngurus segala macam keperluan rumah, dan suaminya mengurus pekarangan Villa dan taman. Mereka datang seminggu sekali ke Villa ini. Rumah mereka di kota , dibawah bukit ini." Ujar Gerard, menjelaskan pada Karina.


"Selain itu, kalo mereka tau Aku ada di sini, baru mereka menginap selama Aku di sini." Lanjut Gerard, menjelaskan pada Karina.


"Gak apa apa jauh deh, Kamu beliin makanan ya, Aku lapar banget." Ujar Karina manja.


Gerard menghela nafasnya, lalu Dia berdiri dari duduknya dan menatap wajah Karina yang berdiri tersenyum manja didepannya.


"Ya, udah, Aku ke kota dulu, beli makanan buatmu, sekalian belanja stock makanan buat persediaan beberapa hari ke depan." Ujar Gerard.


"Sekalian, bilang sama pengurus Villa ini, suruh Dia cepat datang ke sini, biar Aku nanti ada teman." Ujar Karina.


"Ya." Angguk Gerard.


Gerard lantas hendak berjalan pergi, namun, Dia menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Karina.


"Ah, Iya. Katanya tadi Kamu mau cerita soal Astrid." Ujar Gerard, menatap lekat wajah Karina.


"Nanti aja deh, setelah kita makan Aku cerita ke kamu semuanya." Ujar Karina.


"Oke deh." Angguk Gerard.


Gerard menurut apa kata Karina, tak pernah sebelumnya Dia begini, Gerard tak pernah mau di suruh suruh Zahara membeli makanan ataupun persediaan makanan buat keluarganya. Tapi, dengan Karina, Gerard tak bisa menolak, Dia benar benar bertekuk lutut pada Karina, dan Karina sangat pandai mengambil hati Gerard dan membuatnya menurut padanya.


"Aku pergi,ya." Ujar Gerard.


"Ya Sayang." Jawab Karina, tersenyum manis menatap wajah Gerard.


Gerard tersenyum juga pada Karina, Dia senang dengan manjanya Karina, Gerard benar benar jatuh hati pada Karina , sehingga Dia tak bisa melupakan Karina.

__ADS_1


Gerard lantas bergegas jalan keluar dari dalam Villa, Karina lalu duduk di sofa, diambilnya remote tv yang tergeletak diatas meja, lalu, Dia menyalakan tv dan menonton acara yang ada di televisi, menghibur dirinya sendirian di Villa, sambil menunggu Gerard pulang membawa makanan untuknya.


Dari dalam mobilnya, Peter melihat Gerard keluar dari dalam Villa dan masuk ke dalam mobilnya.


"Mau kemana Dia?!" Gumam Peter, sambil terus mengawasi Gerard.


Mobil Gerard lantas berjalan dan pergi meninggalkan pekarangan halaman Villa, Gerard tak melihat mobil Peter, karena Peter menyembunyikan mobilnya di ujung gang yang ada di depan jalanan menuju Villa.


Ada dua sisi jalanan ke arah Villa, dan Peter bersembunyi di sisi jalan lainnya, dan dari tempatnya itu, Dia masih bisa melihat jelas ke bangunan Villa dan juga bisa melihat Gerard keluar dari dalam Villa.


Mobil terus melaju, Gerard tak menyadari, jika di dekat Villa ada Peter yang masih mengawasi Villanya itu. Dia menjalankan mobilnya dengan sedikit cepat, agar tiba di kota membeli makanan tidak kemalaman, dan bisa cepat kembali ke Villa menemui Karina.


Di dalam mobilnya, Peter lalu mengambil ponsel dan segera menghubungi Zahara , Dia mau memberi laporan pada Zahara.


"Gerard baru saja pergi, Karina sendirian di dalam Villa. Bagaimana? Apa Saya harus mengikuti Gerard atau tetap menunggu di sini ?!" Ujar Peter, bertanya pada Zahara di teleponnya.


Di jalan raya, sambil menyetir mobilnya, Zahara terlihat saat ini sedang menerima panggilan telepon dari Peter. Wajah Zahara teelihat tegang dan sangat serius sekali. Ada kemarahan yang terpendam terpancar di air mukanya saat ini.


"Jangan, Kamu tetap saja diam menunggu di situ, tugasmu tetap mengawasi Karina, pantau Dia, jangan sampai Dia pergi ." Ujar Zahara, bicara di teleponnya.


"Jika Karina pergi, Kamu halangi Dia, Kamu boleh melakukan apapun terhadapnya jika Dia pergi dari Villa itu." Lanjut Zahara, memberi perintah pada Peter melalui teleponnya.


Kembali ke Peter, Peter serius mendengarkan penjelasan dari Zahara yang memberinya perintah itu.


Peter lantas menutup teleponnya, lalu, menyimpan ponselnya ke dalam dash board mobilnya, kemudian, Dia kembali mengawasi bangunan Villa dari dalam mobilnya itu.


Sementara dijalan raya, Zahara menginjak gas dan menambah kecepatan mobilnya, Dia ingin segera tiba di Villa dan memberi pelajaran pada Karina dan juga Gerard. Zahara sudah tak sabar lagi ingin menghabisi Karina dan memberikan pelajaran pada Gerard, agar Gerard melihat bagaimana murkanya Dia karena sudah sering di bohongi dan di khianati oleh Gerard.


Mobil Zahara melaju dengan kecepatan tinggi, melewati kendaraan kendaraan lainnya yang juga sedang melaju di jalanan raya itu.


Sementara itu, Astrid yang mengejar Gerard dengan mengikuti petunjuk GPS yang di hack ( retas ) Alex dari Ponsel Gerard terus mendekat ke Villa itu.


Saat masuk ke jalanan yang menuju ke Villa, Dia tak bertemu mobil Gerard, mereka berselisih waktu, setelah Gerard pergi , baru Astrid tiba dijalanan arah masuknya ke Villa itu.


Saat Astrid berbelok ke sebuah jalanan,dari kejauhan Dia melihat ada sebuah mobil yang berhenti dan parkir di ujung jalan sebuah gang.


Cepat Astrid menginjak rem dan menghentikan mobilnya, Dia tak melanjutkan perjalanannya, Dia diam berfikir.


"Mobil siapa itu? Mengapa mobil itu berhenti di ujung gang?" Bathin Astrid.


Astrid berfikir keras, Dia bertanya tanya siapa yang ada didalam mobil, Astrid terlihat jadi ragu ragu untuk melanjutkan perjalanannya menuju Villa.

__ADS_1


Dari dalam mobilnya Dia bisa melihat, bagaimana bangunan Villa berdiri kokoh dan tinggi, Dia tahu, Dia sudah sampai di tempat tujuan Gerard.


Namun, saat Dia melihat GPS nya lagi, terlihat Gerard bergerak ke arah lain dan menjauh dari tempat bangunan Villa, dimana Astrid baru saja tiba.


"Mengapa gerakan Gerard menjauh? Apa Dia pergi lagi ketempat lain dan gak jadi ke Villa itu?!" Bathin Astrid.


Astrid terlihat sedikit bingung melihat GPS tersebut, Dia jadi ragu ragu, namun, di sisi lain, Dia penasaran, mengapa ada mobil berhenti di ujung jalan dekat gang menuju Villa.


Astrid ingin tahu, siapa orang yang ada didalam mobil, dan mengapa Dia ada di tempat itu, Astrid curiga, sepertinya orang itu sedang mengawasi Villa, dan Astrid berfikir, jangan jangan orang itu juga bermaksud untuk menangkap Karina.


Astrid menghela nafasnya, di yakinkannya dirinya sendiri untuk mencari tahu , Astrid lantas mengambil pistol dari dalam dashboard mobil.


Pistol memang selalu tersedia dan dibawa Astrid, guna untuk berjaga jaga dan melindungi dirinya, selain pistol, Dia juga membawa pisau belati, dan juga, didalam bagasi mobilnya sudah tersedia peralatan senjata senjata api lainnya dan juga beberapa bom. Semua dipersiapkan dan dibawanya untuk menjalankan aksi balas dendamnya terhadap komplotan Gerard.


Astrid melihat ke kanan dan ke kiri dari dalam mobil, Lalu Dia melihat ke satu tempat, kemudian, dengan cepat, Astrid menjalankan mobil dan memutar balik, lalu, Dia menjalankan mobilnya ke tempat yang di lihatnya.


Setibanya di tempat tersebut, Astrid menyembunyikan mobilnya , mobil masuk ke dalam semak semak ilalang yang tinggi tinggi. Lalu Astrid turun dan keluar dari dalam mobilnya.


Dengan daun daun pelepah pisang yang ada disekitar tempat itu, Dia menutupi kap mobilnya, setelah dirasanya aman dan mobilnya tak terlihat di tempat itu, Astrid pun melangkah pergi meninggalkan mobilnya.


Dia memutuskan untuk berjalan kaki mendatangi Villa dan melihat mobil yang sedang parkir di ujung jalan dekat gang ke Villa.


Dengan berjalan kaki, maka tak ada yang mengetahui kehadirannya di tempat itu. Sambil berjalan pelan dan hati hati, Astrid memegang pisau belatinya. sementara Pistol terselip di pinggangnya.


Astrid memegang pisau belati, menjaga jaga, kalau kalau saja ada bahaya yang mengancam , dan kehadirannya di ketahui orang yang melihatnya. Maka Dia bisa membunuh orang tersebut.


Astrid terus berjalan semakin mendekat ke mobil, sementara Peter duduk santai di dalam mobilnya sambil matanya terus mengawasi bangunan Villa.


Astrid tiba di belakang mobil, Dia melihat, didalam mobil ada seseorang yang duduk dan seperti sedang mengawasi bangunan Villa.


Benarlah dugaan Astrid, bahwa memang ada orang lain selain dirinya yang tengah mengincar Karina atau Gerard, dan Astrid belum tahu, siapa orang itu.


Astrid diam berfikir sesaat, bersembunyi dengan berjongkok dibelakang mobil tersebut, agar dirinya tak terlihat oleh orang yang didalam mobil.


Astrid tak tahu, bahwa didalam mobil adalah Peter, orang bayarannya Zahara yang ditugasi untuk menghabisi Karina dan membunuhnya.


Di belakang mobil, Astrid tampak bersiap siap untuk mulai menyergap orang yang ada didalam mobil itu. Dia bermaksud mau menyingkirkan orang itu. Astrid tak ingin ada orang lain yang menghalangi rencananya. Tak ada yang boleh menyentuh Karina dan membunuhnya.


Dia hanya ingin , hanya Dia saja satu satunya orang yang akan menghabisi nyawa Karina, agar Dia lega karena telah membalaskan dendamnya pada Karina.


Karena itu, Astrid berfikir, akan menyingkirkan orang yang berada didalam mobil itu , agar Dia leluasa membunuh Karina.

__ADS_1


Melihat orang itu diam di mobil dan mengawasi bangunan Villa tersebut, Astrid sangat yakin sekali, bahwa saat ini, Karina tentunya berada di dalam bangunan Villa tersebut.


Sebab, jika Karina tak ada atau pergi, seperti yang dilihatnya pada GPS, dimana terlihat Gerard bergerak menjauh dari Villa, tentunya orang didalam mobil itu tak ada ditempatnya yang sekarang, Dia pasti sudah pergi dan mengikuti Gerard dan Karina. Itu dugaan dan yang di pikirkan Astrid. Karena itu, Dia yakin, Karina ada di Villa tersebut.


__ADS_2