Destroy

Destroy
Akhir Hidup Jack


__ADS_3

Di dalam gudang, Antoni masih terikat disebuah kursi, wajahnya pucat pasi, bibirnya mengering karena Dia mengalami dehidrasi . Dan Dia pingsan saat ini .


Sementara Marlon dan ketiga temannya baru saja selesai makan nasi bungkus yang dibeli Marlon tadi .


Mereka membiarkan Antoni kelaparan dan kehausan, Antoni sampai saat ini belum makan dan juga minum. Sehingga tubuh Antoni semakin melemah lalu pingsan, tak sadarkan diri .


Tak berapa lama terdengar suara mobil datang, Marlon bersama ketiga temannya cepat berdiri dari duduk dilantai .


"Itu pasti Boss Gerard yang datang." Ujar Marlon, pada ketiga temannya.


"Iya." Angguk teman Marlon.


Tak berapa lama, pintu gudang terbuka, lalu, datang Gerard, Dia melangkah mendekati Marlon dan teman temannya .


Wajah Gerard terlihat masih memendam amarah yang besar, amarahnya belum hilang sejak Dia ngamuk dengan Zahara di rumahnya .


Marlon dan ketiga temannya menyambut Gerard, Gerard berjalan mendekati Antoni yang tertunduk lemah di kursi .


Gerard berdiri dihadapan Antoni yang terikat dan tertunduk lesu itu, Gerard tersenyum sinis melihat kondisi Antoni yang semakin melemah itu .


"Sadarkan Dia !!" Ujar Gerard, memberi perintah pada Marlon .


"Siap Boss !!" Jawab Marlon, mengangguk hormat pada Gerard .


Lalu Marlon bergegas mengambil ember yang berisi air dan sudah ada di dalam gudang itu.


Marlon mengangkat ember, lalu menyiramkan air dalam ember ke tubuh Antoni. Seketika itu juga, Antoni bergerak dan perlahan lahan mulai sadar dari pingsannya .


Samar samar Dia melihat wajah Gerard yang tersenyum sinis berdiri dihadapannya .


Melihat Antoni yang sudah sadar dari pingsannya itu, Gerard lantas menarik rambut Antoni dan mengangkat kepala Antoni.


Kepala Antoni terangkat dan menengadah melihat Gerard yang tersenyum sinis padanya .


"Ini akibatnya jika Kamu ikut campur urusanku!!" Ucap Gerard, menatap sinis pada Antoni .


Perlahan lahan pandangan Antoni mulai jelas, dan Dia bisa melihat dengan sangat jelas wajah Gerard yang berdiri dihadapannya saat ini .


"Kalo Kamu mau tetap hidup dan Aku lepaskan, katakan, dimana si Astrid dan Edward bersembunyi!" Hardik Gerard .


Mendengar pertanyaan Gerard , Antoni tertawa sinis, Dia tak mau menjawab pertanyaan Gerard . Melihat reaksi Antoni yang malah seperti sedang mentertawakan dan melecehkannya Gerard jadi geram dan marah .


"Plaaakk "


Gerard menampar wajah Antoni hingga dua kali, pinggir bibirnya berdarah terkena tamparan kuat Gerard . Namun Antoni tetap diam dan tak bergeming . Sama sekali Dia tak takut menghadapi Gerard dan anak buahnya .

__ADS_1


"Berani kamu tertawa di depanku!!" Bentak Gerard marah .


"Sekali lagi Aku tanya padamu! Dimana Astrid sembunyi ?!!" Bentak Gerard, dengan suara yang lantang dan keras .


"Biarpun Aku mati, Aku gak akan memberitau kamu!!" Ujar Antoni, menatap sinis wajah Gerard .


Dengan sisa sisa tenaganya dan tubuhnya yang semakin melemah, Antoni melawan Gerard, Dia sudah siap dengan hal yang paling buruk, yang akan di alaminya nanti .


Antoni sudah siap mati, walaupun Dia dibunuh Gerard, Dia tak akan mau memberitahu tempat persembunyian Astrid . Antoni tak mau Astrid celaka nantinya .


"Keparaaat !!" Teriak Gerard .


Gerard memukul Antoni berkali kali, Dia melampiaskan kekesalan dan kemarahannya, Antoni mendapatkan pukulan dari Gerard, dan tubuhnya semakin melemah.


"Siksa Dia !! Jangan berhenti sampai Dia menyerah dan mau mengatakan tempat persembunyian si Astrid !!" Ujar Gerard, memberi perintah pada Marlon.


"Baik Boss !!" Ucap Marlon .


Marlon dan ketiga temannya lantas bergerak cepat, mereka menyalakan alat listrik yang sudah terpasang di kursi tempat Antoni terikat saat ini .


Lalu, Marlon segera menyalakan alat listrik, seketika itu juga, tubuh Antoni bergetar hebat karena terkena sengatan aliran listrik .


Marlon dan ketiga temannya menyiksa Antoni dengan menyetrumnya, Antoni yang duduk di kursi listrik itu terus bergetar dan kejang kejang tubuhnya, sementara Gerard duduk santai di sebuah kursi lain yang ada dalam gudang itu .


---


Tak berapa lama kemudian, lampu ruang operasi mati, dan pintu ruang operasi terbuka , lalu keluar Dokter dari dalam ruang operasi tersebut .


Melihat Dokter sudah keluar dari dalam ruang operasi , Zahara cepat menghampiri sang Dokter yang telah mengoperasi Jack .


"Bagaimana Dok?!" Tanya Zahara .


Zahara menatap tajam wajah Dokter yang berdiri dihadapannya saat ini .


"Pasien telah meninggal dunia ." Ucap Sang Dokter .


"A...apa...?!! Gak mungkin Dok, gak mungkin !!" Teriak Zahara histeris.


"Maaf Bu, Nyawa pasien sudah gak tertolong lagi."Ucap Dokter .


Zahara menangis sejadi jadinya, seluruh tubuhnya lemas seketika, kedua kakinya bergetar, Dia lalu lunglai dan terjatuh dan duduk di lantai rumah sakit karena tak sanggup menahan beban tubuhnya .


Dokter pergi meninggalkan Zahara sendirian yang terduduk dilantai koridor rumah sakit dan menangis sedih .


"Jaaackkk ...!!" " ujar Zahara, menangis tersedu sedu .

__ADS_1


Zahara sangat sedih sekali, Dia menangis sejadi jadinya, Dia meratapi kematian Jack, Zahara tak menyangka Jack pada akhirnya meninggal juga .


Tak berapa lama kemudian, pintu ruang operasi terbuka lebar, lalu, keluar sebuah ranjang brankar dorong dari dalam ruang operasi.


Zahara cepat berdiri dan menghampiri ranjang brankar yang didorong dua orang suster itu .


Zahara berdiri dihadapan ranjang brankar dorong , Dia melihat tubuh Jack yang terbaring kaku di atas ranjang brankar dorong itu, kain putih menutupi seluruh tubuh Jack .


"Jaaackk...Jaaackkk!!" Ucap Zahara.


Zahara sambil menangis tersedu sedu memeluki tubuh kaku Jack yang terbaring di ranjang brankar dorong itu . Dia tak rela Jack pergi untuk selama lamanya .


"Jangan tinggalin Mama , Jack !! Bangun Jack, bangun !! Kamu gak boleh matiii!!" Teriak Zahara, sambil menangis sejadi jadinya .


"Maaf Bu, Kami harus membawa jenazah ke ruangan jenazah sekarang." Ujar salah seorang Suster pada Zahara .


Zahara masih menangis sedih memeluki tubuh kaku Jack , salah seorang Suster mendekatinya, lalu dengan pelan Suster mengangkat tubuh Zahara dan melepaskan pelukannya dari mayat Jack .


"Maaf ya, Bu." Ucap Suster , dengan suara yang lembut pada Zahara .


Zahara akhirnya menurut, Dia lantas berdiri di samping ranjang brankar dorong , Dia masih melihati wajah pucat pasi Jack yang sudah tak bernyawa itu .


Lalu, kedua Suster kembali mendorong ranjang brankar dan membawa pergi Jenazah Jack yang terbaring kaku diatas ranjang brankar dorong itu .


Zahara menatap nanar kepergian Jack yang di bawa Suster keruangan khusus Jenazah . Dia terus menangis tersedu sedu, meratapi kepergian dan kematian Jack .


Sesaat kemudian, Zahara menghapus air matanya, Dia lalu menghela nafasnya dengan berat, wajahnya terlihat geram dan marah .


"ini gara gara Kamu Gerard !! Kamu membunuh Jack !! Kamu membunuh anakku !!" Teriak Zahara marah .


Zahara tak perduli dengan sekitarnya, Dia tak perduli jika ada yang terganggu dengan teriakannya di rumah sakit itu.


Zahara berteriak dan menangis sekuat kuatnya, melampiaskan amarahnya yang membara saat ini.


Zahara sekali lagi menghapus air matanya, Dia menarik nafasnya dalam dalam, lalu, menghembuskan nafasnya secara perlahan lahan, Zahara berusaha menenangkan dirinya dan tak menangis lagi .


"Aku akan membunuhmu Gerard !! Aku akan membunuhmu !!" Geram Zahara .


"Aku gak bisa menerima kematian Jack !! Aku gak rela Jack mati !!" Ujarnya lagi.


"Kamu harus bertanggung jawab Gerard !! Kamu telah membunuh Jack !! Semua gara gara Kamu !!" Hardiknya, dengan penuh emosi marah pada Gerard .


Zahara benar benar sangat marah pada Gerard, Dia menyalahkan Gerard, sebab, karena Gerard lah yang membuat Jack terluka kepalanya lalu meninggal dunia, jika saja Gerard tak mendorong tubuh Jack yang sedang dibawah kendali dan pengaruh obat obatan terlarang, tentunya Jack tak meninggal dunia.


Dengan kematian Jack, anak kandungnya itu, kemarahan dan kebencian Zahara pada Gerard sudah berada di puncaknya.

__ADS_1


Dia sudah tak perduli lagi dengan semuanya, Dia tak takut dengan Gerard, Dia bertekat akan menghancurkan dan membunuh Gerard , yang telah menyebabkan kematian anak kandungnya, Jack .


__ADS_2