
Samuel melangkah mendekati Astrid, Dia berdiri di hadapan Astrid yang tersenyum menatap wajahnya.
"Maaf, Aku gak liat mobilmu datang." ujar Samuel, merasa bersalah.
"Gak apa apa. Apa ada yang lecet mobilmu?" tanya Astrid.
Astrid berpura pura memeriksa body bumper depan mobil Samuel, dan juga mobilnya, tak ada yang lecet, karena mobil mereka memang tak bersentuhan dan menabrak satu sama lainnya.
"Maaf, Aku orang baru di sini jadi masih agak canggung jika keluar membawa mobil." ujar Astrid, mencari alasan.
"Kamu tinggal di rumah itu?" ujar Samuel.
Samuel bertanya, karena Dia tak menduga, jika mereka berdua adalah tetangga dan rumahnya saling berhadapan satu sama lainnya.
"Ya." angguk Astrid tersenyum menatap wajah Samuel..
"Wah, Aku gak tau, ternyata rumahmu dan rumahku saling berhadapan, dan maafkan Aku, gak mengenalmu." Ujar Samuel, meras tak enak hati.
"Gak apa apa, Aku yang minta maaf, karena belum memperkenalkan diriku." ujar Astrid, tersenyum kecil menatap wajah Samuel.
Samuel tersenyum, diperhatikannya wajah Astrid yang berdiri dihadapannya, Samuel melihat kecantikan alami di wajah Astrid, seketika itu juga, Samuel terpikat dan menyukai Astrid.
Astrid juga memperhatikan sosok Samuel, pada dasarnya, Samuel ini Pria yang gagah, namun, memang terlihat, dari garis wajahnya tampak Dia Pria dengan karakter yang keras serta ambisius, bahkan terlihat licik, Astrid bisa melihat dan menilai diri Samuel.
"Sebenarnya, Kita sudah pernah ketemu, tapi belum sempat berkenalan." Ujar Astrid.
"Oh, ya? Dimana?" tanya Samuel.
"Di pesta acara ulang tahun adikmu, Aku melihatmu, tapi Kamu gak melihatku." Ujar Astrid tersenyum.
"Oh, begitu. Ya, waktu itu Aku lagi gak focus , sebab ada Polisi yang menangkap adikku." Ujar Samuel.
Samuel mencoba berbohong pada Astrid, padahal, Dia sendiri yang membawa Polisi datang dan menangkap Jack, adiknya , dan Astrid tahu, Samuel datang bersama Polisi saat itu , tapi, Dia berpura pura tak tahu, dan mengiyakan saja perkataan Samuel saat ini.
"Oh, ya. Kenalkan, Aku Samuel." ujar Samuel, memperkenalkan dirinya pada Astrid.
"Aku Camelia." Ujar Astrid, menyebut nama samarannya seperti biasa dilakukannya pada orang orang.
"Oh, nama yang Indah, seindah orangnya." Ujar Samuel memuji.
Samuel sedikit melontarkan pujian sebagai rayuan memikat Astrid, dan Astrid tahu itu.
Astrid tersenyum simpul, Dia senang dan merasa menang, karena rencananya berhasil, Dia kini bisa berkenalan dengan Samuel, dan selanjutnya, Samuel pasti akan berusaha mendekatinya.
__ADS_1
"Maaf, Aku akan menyingkirkan mobilku, agar mobilmu bisa pergi." Ujar Astrid.
"Eh, tunggu." Ujar Samuel.
Samuel memanggil Astrid yang hendak masuk ke dalam mobilnya, Astrid lantas mengurungkan niatnya masuk ke mobil, Dia menatap wajah Samuel.
"Ya, ada apa?" tanya Astrid.
"Maaf, Kapan kapan, bolehkah Aku bermain kerumahmu? Ah, atau, bolehkah Aku mengajakmu untuk sekedar makan dan minum di sebuah cafe?" tanya Samuel.
Samuel memberanikan dirinya bertanya pada Astrid, Astrid semakin senang dalam hatinya, jeratan mautnya mulai membuahkan hasil, dan kini , Samuel berusaha untuk bisa mengajaknya berkencan, dan hal itu membuat Astrid senang, karena sebentar lagi, dia akan semakin dekat dengan Samuel.
"Boleh saja, datang saja kerumahku, kalo Aku sedang dirumah." Ujar Astrid.
"Ah, terima kasih." Ujar Samuel.
"Maaf, Kamu mau pergi kemana?" tanya Samuel.
"Ke kantorku." Jawab Astrid tersenyum.
"Oh, kalo begitu, biar mobilku saja yang mundur, agar kamu bisa segera berangkat ke kantor." Ujar Samuel.
"Ya.Terima kasih." ujar Astrid tersenyum menatap wajah Samuel.
Astrid lantas segera masuk ke dalam mobilnya, Dia juga menyalakan mesin mobilnya. Lalu, Mobil Astrid mulai berjalan.
Klakson mobil berbunyi, Astrid pamit pada Samuel, mobilnya melaju pergi meninggalkan mobil Samuel.
"Camelia...Gadis yang cantik. Aku baru melihatmu sekarang. Aku baru tau, ternyata ada bidadari yang tinggal di depan rumahku." Gumam Samuel.
Samuel menghela nafasnya, Dia terpikat dengan kecantikan wajah Astrid, dan langsung jatuh hati.
Samuel lantas menjalankan mobilnya, Dia mengikuti mobil Astrid yang sudah melaju jauh di depannya.
Di jalan raya, mobil Astrid melintas, di belakangnya, mobil Samuel terlihat, Astrid mengetahui, kalau sejak tadi mobil Samuel mengikutinya, Dia tersenyum senang dan berpura pura tak tahu kalau sedang di ikuti mobil Samuel.
Saat tiba di pertigaan jalan, mobil Samuel melesat cepat, saat melewati mobil Astrid, Samuel membunyikan Klakson, Astrid menoleh dan membunyikan klakson juga, mereka saling berpamitan dengan cara membunyikan klakson mobil masing masing.
Mobil Samuel lantas berbelok ke kiri jalan, sedangkan mobil Astrid ke kanan jalan, mereka berpisah di pertigaan jalan tersebut.
Sambil menyetir mobilnya, Astrid terus tersenyum senang karena pertemuannya dengan Samuel.
"Aku yakin, Samuel menyukaiku, Dia terus mengikutiku tadi." Gumam bathin Astrid.
__ADS_1
Astrid senang, rencananya mendekati Samuel mulai menunjukkan hasil yang baik, tinggal bagaimana selanjutnya Dia akan menjalankannya.
Astrid lantas menambah kecepatan mobilnya , mobil langsung melesat dengan kecepatan tinggi di jalan raya.
---
Dirumahnya, Gerard sudah berpakaian rapi, Zahara mendekatinya.
"Mau kemana Kamu?" tanya Zahara.
"Aku mau ketemu Klien, membahas kelanjutan proyek yang sudah kami rencanakan jauh hari sebelumnya." ujar Gerard.
"Oh, baiklah." Ujar Zahara.
"Mungkin malam ini Aku gak pulang, karena pertemuannya di Bandung. Besok baru Aku pulangnya." ujar Gerard.
"Ya, baiklah." Jawab Zahara.
"Aku pergi ya." Ujar Gerard pamit.
"Ya." Angguk Zahara.
Gerard lantas bergegas jalan keluar dari dalam rumahnya sambil menenteng tas kerjanya, Zahara langsung menutup pintu rumahnya begitu Gerard sudah keluar rumah.
Dia tak mengantarkan Gerard pergi, Zahara kembali masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Gerard menyetir mobilnya sendiri, Dia sengaja menyetir sendiri mobilnya dan menyuruh Supir Pribadinya istirahat saja.
"Tunggu Aku ya, Aku sekarang berangkat ke sana." Ujar Gerard, bicara di ponselnya.
Gerard lantas menutup dan menyimpan ponselnya ke dalam kantong jasnya, lalu, Dia segera menyalakan mesin mobilnya.
Tak berapa lama, mobil pun lantas melaju keluar dari dalam garasi dan meluncur di halaman rumah, terus keluar ke jalanan.
Sebenarnya Gerard bukanlah mau bertemu klien dan membahas soal proyek di bandung, Dia berbohong pada Zahara.
Hal yang sebenarnya akan dilakukan Gerard adalah, Dia akan bertemu dengan Karina, saat di ruang kerja setelah kepulangan Jack, Gerard menelpon Karina, dan mengajaknya ketemuan.
Gerard masih penasaran dan belum puas, Dia ingin melanjutkan adegan panas yang mereka lakukan namun terhenti waktu itu.
Karina dengan senang hati mau bertemu dengan Gerard, karena Dia juga mengharapkan hal yang sama, Dia ingin menghabiskan waktu bersama Gerard.
Dan Karina sudah menunggu di dalam kamar sebuah hotel mewah, bersiap untuk menghabiskan waktu dan bermalam bersama dengan Gerard nantinya.
__ADS_1