Destroy

Destroy
Gerard mengincar Antoni


__ADS_3

Di ruang kerjanya dalam rumahnya, Gerard terlihat sedang menerima telepon dari anak buahnya yang disuruhnya menyerang dan menghabisi Astrid.


Gerard terlihat sangat marah sekali mendapat kabar dari salah satu anak buahnya, yang mengatakan bahwa mereka telah gagal membunuh Astrid, dirumahnya.


"Kepaaaraat !! Siapa yang membantu Dia ?!!" Bentak Gerard, marah di teleponnya.


"Kami gak tau, Bos. Tiba tiba aja Pria itu datang dan menyerang Kami, Dia tangguh !" Ujar Anak buahnya dari seberang telepon.


Gerard terdiam, masih memegang ponselnya, Dia tampak sedang berfikir.


"Apa Pemuda itu yang membantu anak si Edward ?!" Bathin Gerard bicara.


"Kalo benar Dia, apa maksudnya ikut campur menolong si Astrid itu?!" Bathinnya lagi.


Wajah Gerard terlihat geram dan marah, apalagi Dia mengetahui bahwa Astrid di bantu seorang Pemuda yang berhasil mengalahkan anak buahnya.


"Kalian cari, dimana tempat tinggal pemuda itu, lalu habisi Dia !! Berani beraninya Dia ikut campur !!" ujar Gerard, memberi perintah pada anak buahnya di telepon.


"Baik, Boss. Akan Kami cari Pemuda itu." Ujar Anak buahnya dari seberang telepon.


"Ya, sudah, Kamu tunggu kabar dari Saya lagi, nanti Saya pikirkan dulu, bagaimana menyerang si Astrid lagi." Ujar Gerard, bicara serius diteleponnya.


"Siap, Boss." Jawab anak buahnya dari seberang telepon.


Gerard lantas menutup teleponnya, lalu, Dia menggebrak meja kerjanya, Gerard tampak marah besar, karena rencananya gagal karena ada seorang pemuda yang ikut campur dan menolong Astrid.


"Keparaaat !!" Ucap Gerard, dengan geram dan marah.


Lalu Dia menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, Dia lantas berfikir kembali, mencoba mengingat ingat wajah Pemuda yang di duganya pernah bertemu dengannya dirumah Astrid.


"Apa Dia Pemuda yang waktu itu datang ke rumah si Astrid?!" Gumamnya berfikir.


"Waktu itu, Dia tiba tiba datang, pas disaat Aku mau memukul Astrid." Gumamnya lagi.


"Antoni...ya...Antoni, Dia menyebut namanya Antoni waktu itu." ujar Gerard mengangguk angguk, mengingat nama Antoni.


"Katanya, Dia tinggal di perkampungan yang ada dibelakang komplek perumahan ini." Ujarnya.


"Akan ku suruh anak buahku mencarinya di perkampungan itu !" ucapnya geram.


Karena sudah mencampuri urusan Gerard dan telah menggagalkan rencananya membunuh Astrid, Gerard pun lantas berniat untuk mencari Antoni, untuk memberinya pelajaran, atau menghabisinya.


Gerard tak bisa menerima, jika Antoni ikut campur dalam masalahnya dengan Astrid.


"Dia harus disingkirkan !" Ujar Gerard geram dan marah.


Gerard berniat ingin menyingkirkan dan membunuh Antoni yang sudah ikut campur menolong Astrid, sehingga rencananya gagal total.


Gerard lantas diam dan berfikir, merencanakan sesuatu hal untuk membungkam Antoni dan juga menghabisi Astrid .


Di dalam rumahnya, Astrid ternyata belum tidur, Dia sebenarnya tak tenang jika tidur, sebab, Ada yang berusaha membunuhnya.


Astrid berada didalam ruang kamar khususnya, Dia sedang melihat ke layar monitor kamera cctv.


Dari layar monitor, terlihat jelas suasana sepi di seluruh ruangan dalam rumah Richard.


Astrid melihat pada satu kamera cctv di layar monitor, Kamera cctv yang dipasangnya di ruang kerja Gerard.

__ADS_1


Dia dari tadi mengamati dan mengawasi, juga mendengar jelas semua perkataan Gerard yang bicara di telepon dengan anak buahnya, serta saat Gerard bicara sendiri dalam ruang kerjanya.


"Berani Kamu melukai Antoni, Ku bunuh Kamu Gerard !" Ujar Astrid geram dan marah.


Dari alat pengeras suara dan kamera cctv yang dipasangnya diruang kerja Gerard, Dia mendengar jelas niat Gerard yang mau mencari Antoni dan akan membunuhnya.


Apa yang ditakutkan Astrid akhirnya terbukti, benar saja, Gerard melibatkan orang orang dekatnya, Apa yang dikhawatirkannya pada Antoni terjadi, Antoni yang sudah menolongnya membuat Gerard marah dan mau membunuhnya.


Astrid harus bisa mencegah dan melindungi Antoni, Dia tak ingin Antoni terluka atau mati di bunuh Gerard.


Astrid geram dan sangat marah sekali pada Gerard.


Astrid bisa mendengar jelas, karena, selain kamera cctv yang dipasangnya, Dia juga memasang alat pengeras suara mini di dalam ruang kerja Gerard, sehingga , selain melihat jelas apa yang dilakukan orang yang ada dirumah Gerard, Dia juga bisa mendengar jelas obrolan mereka dan apa saja yang mereka bahas.


"Benar dugaanku, Kamu yang menyuruh orang orang itu menyerangku." Ujar Astrid, tersenyum sinis, menatap layar monitor kamera cctv yang ada gambar Gerard sedang duduk di kursi kerjanya.


"Tunggu pembalasanku Gerard." Ujar Astrid, dengan wajah marahnya menatap Gerard yang terlihat di kamera cctv.


Karena sudah semakin yakin bahwa orang yang datang menyerangnya adalah orang suruhannya Gerard, Astrid lantas bertekat akan membalas perbuatan Gerard, Dia akan menyerang balik Gerard.


---


Keesokan paginya, terlihat rumah Astrid terbuka lebar, karena pintu terbuka lebar dan rusak, akibat di dobrak paksa empat orang yang datang menyerangnya tadi malam.


Antoni masuk ke halaman rumah Astrid, sesuai janjinya pada Astrid malam tadi, Antoni datang kerumah Astrid untuk menjemputnya dan membawa Astrid kerumahnya.


Antoni berdiri di teras rumah, Dia melihat pintu terbuka lebar dan rusak parah. Lalu, Antoni berdiri didepan pintu rumah.


"Astriidd...!!" Panggil Antoni, sambil melihat ke dalam rumah.


Karena tak ada jawaban dari Astrid, lalu, Antoni memberanikan diri masuk ke dalam rumah Astrid, untuk menemui Astrid.


Antoni berjalan masuk ke dalam rumah, Dia berjalan melewati ruang tamu, lalu, langkahnya terhenti, Dia melihat Astrid tertidur di sofa dengan posisi duduk. Dan Antoni melihat, ditangan Astrid ada pistol.


Antoni berfikir, pasti Astrid sengaja duduk di sofa itu karena berjaga jaga, Dia memegang pistol untuk melindungi dirinya dari serangan mendadak seperti sebelumnya. Itu pikir Antoni.


Antoni lantas melangkah dan mendekati Astrid, Dia lantas berdiri disamping sofa, dan mencoba membangunkan Astrid.


"Astrid...Astrid...!! Bangun." Ujar Antoni.


Antoni mengguncang bahu Astrid dengan pelan, agar Astrid tak kaget jika terbangun dari tidurnya.


Antoni tak mau membuat Astrid kaget lalu tanpa sadar menembakkan pistol ditangannya. Karena itu Dia hati hati dan pelan pelan membangunkan Astrid yang terlelap tidur disofa.


"Astrid, bangun, ini Aku, Antoni." Ujar Antoni, mencoba membangunkan Astrid lagi.


Astrid lantas mengulet, dan membuka kedua matanya, lalu menoleh pada Antoni yang berdiri disamping sofa.


"Ah, kamu sudah datang Antoni." Ujar Astrid, sambil mengucek matanya, karena masih mengantuk.


"Aku kesini mau menjemputmu." Ujar Antoni.


"Sorry, Aku ketiduran, jadi belum mandi sama sekali." Ujar Astrid, menatap wajah Antoni.


"Gak apa apa, Aku bisa menunggu." Ujar Antoni.


"Kamu begadang di sini?" Tanya Antoni.

__ADS_1


"Iya, cuma jaga jaga aja." Jawab Astrid.


"Aku mandi dulu ya, Kamu duduk aja dulu." Ujar Astrid.


"Iya." Angguk Antoni.


Astrid lantas berdiri dari sofa yang di dudukinya dan di pakainya buat tidur, Dia berjalan pergi meninggalkan Antoni sendirian .


Antoni lantas duduk di sofa panjang, diam menunggu Astrid yang sedang mandi dan merapikan dirinya.


---


Tak berapa lama kemudian, Astrid keluar dari dalam kamarnya, Dia sudah selesai mandi dan terlihat sudah memakai pakaian rapi. Astrid berjalan mendekati Antoni, yang duduk di sofa menunggunya.


"Ayo, kita pergi." Ujar Astrid, berdiri didekat sebuah sofa.


"Ayo." Jawab Antoni tersenyum senang.


Selintas Antoni melihat wajah Astrid, Dia terpana dengan kecantikan Astrid, Antoni tak menyangka, setelah bertahun tahun mereka tak bertemu, Astrid semakin cantik saja.


Antoni lantas tersadar dari lamunannya mengagumi kecantikan Astrid, Dia lantas mendekati Astrid.


Lalu keduanya berjalan keluar dari dalam rumahnya, pergi menuju kerumah Antoni.


---


Singkatnya, Antoni dan Astrid sudah sampai di depan rumah Antoni. Astrid berdiri diam memandangi rumah mungil nan asri milik Antoni.


"Rumahmu gak banyak berubah, masih terlihat sama seperti dulu." Ucap Astrid, menoleh pada Antoni yang berdiri disampingnya.


"Ternyata Kamu masih ingat." Ujar Antoni, tersenyum senang menatap wajah Astrid.


"Ya, Aku masih ingat, cuma, Aku sedikit lupa jalan yang mau ke arah rumahmu ini." Ujar Astrid.


"Ya, Aku paham, karena memang sudah lama sekali Kamu gak ke sini. Terakhir kamu kerumahku, ya Kita masih kecil." Ujar Antoni tertawa.


"Iya." Jawab Astrid , ikut tertawa juga.


"Ayo kita masuk kedalam rumahku." Ujar Antoni, mengajak Astrid.


"Tunggu Antoni." ujar Astrid.


"Ada apa?" Tanya Antoni, menatap lekat wajah Astrid.


"Sebenarnya, Kamu mau menunjukkan apa sih sama Aku?" Ujar Astrid bertanya dengan raut wajahnya yang heran menatap Antoni.


"Nanti Kamu bakal tau sendiri, setelah masuk ke dalam rumahku." Ujar Antoni, tersenyum menatap wajah Astrid.


"Hmm...Gitu ya." Ujar Astrid, menghela nafasnya.


Astrid bertanya tanya, apa gerangan yang akan disampaikan dan di tunjukkan Antoni kepadanya, Astrid jadi bingung dan bertanya tanya.


"Ayo masuk." Ajak Antoni.


"Ya." Angguk Astrid.


Lalu, Astrid melangkah, mengikuti Antoni , Antoni membuka pintu rumahnya, lalu melangkah masuk kedalam rumah, di ikuti Astrid, yang berjalan dibelakangnya .

__ADS_1


__ADS_2