
Suara kokok ayam berbunyi dengan nyaringnya, pertanda hari telah memasuki pagi.
Diatas kasurnya, Astrid membuka kedua matanya, Dia terbangun dari tidurnya. Astrid lalu bangun dan duduk di atas kasurnya, Dia mengusap wajah dengan kedua tangannya dan menghela nafas. Terasa lebih ringan badannya setelah Dia tidur dengan nyenyaknya malam tadi.
Astrid lalu turun dari atas ranjangnya, berjalan dan membuka jendela kamar. Semburat cahaya matahari masuk menembus jeruji jendela kamar dan masuk ke dalam kamar.
Astrid lantas melihat jam yang menggantung di dinding kamarnya, Pukul 04: 35 wib. Masih subuh, pikirnya. Namun karena sudah bangun, Astrid lantas berjalan dan masuk ke dalam kamar mandinya.
Tak berapa lama, terdengar suara bunyi keciprak air dari dalam kamar mandi, lalu, beberapa saat kemudian, Astrid keluar dari dalam kamar mandi, Dia hanya mencuci mukanya saja dan tak mandi.
Astrid teringat akan Alex yang ada dirumahnya malam tadi, cepat Dia berjalan keluar dari dalam kamarnya, untuk melihat Alex.
Astrid berjalan keluar dari dalam kamar menuju ke ruangan keluarga, dimana malam tadi terakhir Dia bertemu Alex, sebelum Dia beranjak masuk ke kamarnya dan tidur.
Setibanya di ruangan keluarga, Dia tak melihat Alex ada di dalam ruangan tersebut. Astrid melihat secarik kertas tergeletak di atas meja, Astrid melangkah mendekat dan mengambil secarik kertas dari meja tersebut. Dia lalu membaca lembaran secarik kertas yang berisi tulisan tangan Alex.
"Aku pulang malam ini, Trid. Aku Gak bisa nginap dirumah Kamu, ini alamat rumah sakit lengkap dengan nama dan nomor ruang kamar Karina."
Begitu bunyi pesan yang di tulis Alex dan di baca Astrid. Astrid tersenyum kecil. Dia tahu, Alex pasti akan memberikan Alamat rumah sakit tempat Karina dirawat sesuai janjinya, dan Dia memahami, jika Alex memang tak pernah merasa nyaman jika menginap dirumah orang lain. Dia hanya nyaman jika berada di rumahnya sendiri. Dan Astrid memakluminya, jika Alex lebih baik pulang tengah malam juga dari pada menginap dirumah orang .
Astrid lantas menggenggam secarik kertas tersebut ditangannya, Dia lalu berjalan menuju ke ruang dapur rumahnya.
Didapur, Dia membuang kertas ditangannya kedalam tong sampah kecil yang ada di sudut ruang dapur, Dia lalu menyalakan kompor gas, dan segera memasak air untuk minumnya.
---
Sementara itu, Dirumah Zahara, terlihat Samuel baru saja selesai sarapan. saat Dia hendak meninggalkan ruang makan, Dia melihat Melani berjalan menuju kamarnya, Melani baru pulang dari rumah sakit.
Melihat kepulangan Melani, Samuel bergegas mengikutinya, Dia ingin tahu apa yang di lakukan Melani.
__ADS_1
Dengan langkah kaki hati hati dan pelan Samuel berjalan ke arah kamar Melani. Dia melihat Melani masuk kedalam kamar Zahara. Samuel mendekat dan berdiri di depan pintu kamar. Samuel berfikir, Melani pulang pastinya untuk mengambil baju ganti buat Zahara dan juga Gerard serta dirinya sendiri.
Dia hendak membuka pintu dan masuk ke kamar, tapi, Dia ragu, lalu mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar menemui Melani dan bertanya tentang Jack.
Jika Dia menemui Melani dan bertanya tentang Jack, pasti Melani tak akan mau mengatakannya, mengingat hubungan mereka yang tak pernah akur dan tak harmonis selama ini. Itu pikiran Samuel.
Samuel berfikir sesaat didepan pintu, lalu, Dia berbalik dan pergi meninggalkan Melani yang sedang berada di dalam kamarnya.
Samuel berjalan menuju ruang depan rumahnya, tak di temukannya siapa siapa di dalam rumah, itu artinya, hanya Melani saja yang pulang ke rumah pagi ini. Dan Dia semakin yakin , pasti Melani disuruh pulang oleh Zahara untuk mengambil pakaian ganti buat mereka.
Samuel lantas berjalan cepat, Dia keluar dari dalam rumahnya. Samuel yang sudah rapi dan bersiap berangkat ke kantornya berjalan cepat menuju mobilnya yang masih ada dalam garasi rumahnya.
Samuel membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam mobilnya, sambil menyalakan mesin mobil, Dia berfikir sesaat, terlihat raut wajahnya tersenyum penuh arti, Dia tengah merencanakan sesuatu hal dalam pikirannya saat ini.
Lalu, Samuel segera menjalankan mobilnya, mobil pun lantas berjalan dan melaju keluar dari garasi mobil menuju ke halaman rumah dan lalu ke jalanan.
Samuel menyetir mobilnya dengan pelan, raut wajahnya masih berfikir, tiba tiba, di ujung jalan, Samuel membelokkan mobilnya di sebuah gang, Dia berhenti tepat di samping rumah seorang warga. Mesin mobil lalu segera dimatikannya. Samuel sengaja berhenti dengan maksud menunggu Melani pergi.
Samuel terlihat duduk diam di dalam mobilnya, Dia bersabar menunggu mobil Melani melintas di jalanan dan melewatinya, sebab, satu satunya jalan yang menuju ke arah jalan raya hanyalah jalan yang tadi di lalui Samuel, jika Melani pergi, pasti akan melalui jalan yang sama.
Di rumahnya, Melani baru saja keluar dari dalam kamarnya, Dia sambil menenteng sebuah tas koper kecil. Saat berjalan hendak ke ruang depan, Dia berpapasan dengan Asisten rumah tangganya.
"Non Melani gak sarapan dulu?" Tanya Asisten rumah tangga.
"Udah tadi di rumah sakit, Bik, sama Mama sarapannya."Jawab Melani.
"Terus, Non mau ke rumah sakit lagi kah?" Tanya Asisten rumah tangga.
"Iya, Bik. Saya pulang cuma bawa pakaian kotor dan ngambil pakaian bersih buat ganti pakaian kami selama di rumah sakit jagain bang Jack." Ujar Melani.
__ADS_1
"Oh." Angguk Asisten rumah tangga.
"Ohya Bik. Apa Sam nanyain soal bang Jack sama Bibik?" ujar Melani bertanya pada Asisten rumah tangganya.
"Iya, Non. Tuan Samuel sempat nanya, Saya bilang, tuan, nyonya dan non Melani di rumah sakit jagain tuan Jack. " Ujar Asisten rumah tangga.
"Terus, Dia nanya rumah sakitnya?" Ujar Melani lagi.
"Iya, Non. Tapi Bibik gak bilang nama rumah sakitnya, wong bibik juga gak tau." Ujar Asisten rumah tangga.
"Bagus bik. Bibik gak perlu tau di rumah sakit mana bang Jack di rawat. Pokoknya kalo Sam nanya apapun soal bang Jack, bilang aja gak tau, ya Bik ." Ujar Melani, berpesan pada Asisten rumah tangganya.
"Baik Non." Angguk Asisten rumah tangga.
"Ya udah, Saya pergi dulu Bik. Hati hati dirumah ya." Ujar Melani.
"Ya, Non." Ujar Asisten rumah tangga mengangguk hormat pada Melani.
Lalu Melani bergegas pergi dengan membawa tas koper berisi pakaian bersih ditangannya, Dia keluar dari dalam rumah, dan Asisten rumah tangga lalu menutup dan mengunci pintu rumah, dan kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Di tempat persembunyiannya, Samuel masih duduk diam di dalam mobilnya, matanya terus mengawasi kejalanan, agar Dia bisa melihat jelas saat mobil Melani melintas dan melewati mobilnya.
Beberapa menit Dia menunggu, benar saja dugaannya, Mobil Melani datang dan melintas melewati mobil Samuel yang bersembunyi di gang, di samping rumah warga. Dan Melani tak melihat mobil Samuel.
Samuel tersenyum sinis melihat mobil Melani yang melaju menjauh darinya, Dia senang, karena dugaannya tepat. Lalu, dengan cepat Samuel menyalakan mesin mobil dan segera menjalankan mobilnya. Samuel mulai mengikuti mobil Melani. Dia sengaja menjaga jarak dan sedikit lebih jauh dari mobil Melani, agar Melani tak tahu, jika Dia sedang mengikutinya.
Melani menyetir mobilnya dengan santainya, mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang, Melani menyalakan musik dari tape yang ada didalam mobil, sambil menyetir, agar tak merasa sepi dan mengantuk sebab tak tidur semalaman di rumah sakit menemani Mama dan papahnya yang menjaga Jack, Dia sengaja mendengarkan musik, menghibur dirinya agar menyetir tak terasa sepi juga.
Melani sama sekali tak tahu, jika saat ini Dia sedang di ikuti oleh Samuel.
__ADS_1
Di belakangnya, jarak antara mobil Dia dan mobil Samuel agak berjauhan, terlihat mobil Samuel melaju dengan kecepatan sedang, terus mengikuti mobil Melani yang juga berjalan dengan kecepatan sedang.
Sambil terus menyetir mobilnya, Samuel menatap jauh ke depan, melihat pada mobil Melani, Dia berusaha untuk tetap focus dan menjaga jarak, agar tak kehilangan pandangan mobil Melani.