
Astrid berjalan masuk ke dalam ruangan khusus di dalam rumahnya , Dia berdiri menatap photo photo yang terpajang di papan tulis besar , matanya tajam menatap seluruh photo tersebut, dendam terlihat jelas muncul dalam dirinya.
Lalu, Astrid mengambil sebuah photo Pria yang berbadan kekar dan berambut pendek, Dia lantas mengamati photo Pria tersebut.
" Siapa yang menyuruhmu membunuh Bapakku di penjara ?!" Gumam Astrid.
Dia mengamati secara seksama photo Pria tersebut, wajah sang Pria terlihat keras dan beringas, Astrid geram padanya.
"Aku akan mencarimu, Aku akan menuntut balas padamu." Gumamnya lagi.
Astrid tahu bahwa Pria yang ada di photo itu pelaku tunggal yang telah membunuh Bapaknya saat dalam penjara dulu.
Astrid tahu, sebab, Dia dulunya mendapatkan rekaman kamera cctv penjara dari Alex, dan Alex mendapatkannya atas bantuan Patrick, adiknya yang bekerja di kepolisian.
Dari rekaman kamera cctv penjara, Astrid bisa menyaksikan dengan jelas, saat Bapaknya di tikam pisau oleh Pria yang photonya masih di pegang Astrid.
Saat itu, Bapaknya Edward, dan para tahanan tahanan lainnya sedang makan siang dalam ruang makan sel tahanan, setelah selesai makan, Edward , Bapaknya Astrid terlihat dalam rekaman kamera cctv berjalan hendak kembali ke sel tahanannya.
Saat Edward berjalan, tiba tiba, datang seorang Pria bertubuh kekar dan berambut pendek, Sang Pria itu menghampirinya dengan langkah cepat. Di tangannya ada sebilah pisau kecil, siap di hujamkan ke tubuh Edward.
Saat keduanya sama sama mendekat dan berpapasan, Sang Pria dengan gerak cepat menghujamkan pisau ditangannya pada perut Edward, hingga Edward tersentak kaget dan langsung memegang perutnya yang terluka dan mengeluarkan darah.
Dari rekaman kamera cctv yang di dapat, Astrid bisa tahu dan melihat jelas pelakunya, hanya, Dia masih belum tahu keberadaan Pria itu.
Menurut penjelasan Patrick, setelah kejadian menusuk Bapaknya Astrid, Pria pelaku penusukan itu menghilang dan tak di ketahui keberadaannya. Seperti ada yang memerintahkan dirinya agar pergi dan menghilang selamanya.
Sekian lama Patrick bersama timnya menyelidiki dan mengusut serta mencari tahu keberadaan Pria itu, tapi, mereka tak bisa menemukannya juga, Pria itu benar benar menghilang tanpa jejak.
Karena itu, Astrid sekarang bertekat untuk mencari keberadaan Pria itu, Dia ingin segera menemukan Pria yang menusuk Bapaknya saat dalam penjara.
Dan jika Dia sudah menemukan Pria itu , Astrid akan membalas dendam padanya, dan juga, Dia akan memaksa sang Pria agar mengungkap siapa yang menyuruhnya membunuh Bapaknya dulu.
Astrid lantas meletakkan photo Pria yang menikam Bapaknya ke papan tulis besar yang ada di tembok dinding ruangan khusus itu.
Saat berbalik dan hendak berjalan keluar, matanya tertuju pada layar monitor yang menyala di atas meja.
Astrid melihat dalam layar monitor, Karina datang kerumah Zahara, saat ini dari kamera cctv yang ada di layar monitor Astrid bisa melihat jelas sosok Karina yang datang.
"Wanita ular itu datang, mau apa Dia?!" Gumam Astrid geram.
Diamatinya terus kamera cctv pada layar monitor, Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan Karina.
Di depan pintu rumah Zahara, Karina terus menekan bel rumah, beberapa saat kemudian, pintu di buka oleh Asisten rumah tangga.
Saat pintu terbuka, Karina langsung saja masuk ke dalam rumah tanpa menunggu di persilahkan masuk oleh Asisten rumah tangga.
Asisten rumah tangga kaget melihat Karina masuk begitu saja tanpa izin darinya.
__ADS_1
Memang Karina sudah biasa begitu sejak dulu, setiap Dia datang ke rumah Zahara, Dia langsung saja masuk ke dalam rumah tanpa menunggu di beri izin, sebab, Dia merasa sangat dekat dengan Zahara dan juga Gerard.
Asisten rumah tangga cepat menghampiri Karina yang sudah masuk ke dalam rumah dan berdiri di dekat ruang tamu.
"Ibu gak ada di rumah." Ujar Asisten rumah tangga, memberi tahu Karina.
"Pergi kemana?!" Tanya Karina.
"Saya gak tau, Ibu gak bilang, cuma Saya liat, Ibu tadi terburu buru pergi." Ujar Asisten rumah tangga menjelaskan pada Karina.
"Hmm...Pergi kemana Zahara ?" Bathinnya.
Karina menghela nafasnya , Dia kecewa karena tak bisa bertemu dengan Zahara, Dia menyesal, memang seharusnya sebelum datang kerumah, Dia hubungi dan beri tahu Zahara terlebih dulu dan menjelaskan maksud serta tujuannya mau datang, jadi Zahara menunggunya di rumah.
Tanpa sepatah kata lalu Karina berbalik badan dan berjalan keluar dari dalam rumah , Karena tak ada Zahara di rumahnya, Dia pun memutuskan untuk pulang dan akan menghubungi Zahara sebelum datang lagi.
Setelah Karina keluar dari dalam rumah, Asisten rumah tangga cepat menutup dan mengunci pintu dari dalam.
Karina berdiri di teras rumah Zahara, lalu Dia mengambil ponselnya dari dalam tas yang dibawanya, lalu, Dia mencoba untuk menghubungi Zahara.
Karina menelpon Zahara, terdengar nada panggil berbunyi, Karina menunggu, namun, telepon terputus, Karina mencobanya lagi, tapi tetap saja sama. Telepon tak di angkat Zahara.
"Duh, kemana perginya si Zahara ? Aku harus cepat cepat kasih tau Dia soal anaknya si Edward." Ujarnya khawatir.
Karina menghela nafasnya, lalu, Dia memasukkan ponselnya ke dalam tas, Dia kecewa karena tak bisa menghubungi zahara.
Karina sesaat diam dan berfikir, lalu, Dia melihat ke depan, pada seberang jalan, Karina melihat rumah Astrid.
Wajah Karina geram, Dia lalu melangkah cepat pergi meninggalkan rumah Zahara.
Di dalam ruang khusus, Astrid masih melihat Karina melalui layar monitor kamera cctv, Dia melihat, Karina berjalan keluar dari halaman rumah Zahara dan berjalan menyeberang dan menuju ke rumahnya.
"Hmm... Mau apa wanita ular itu kerumahku."Gumam Astrid menyeringai.
Astrid lalu cepat keluar dari dalam ruang khusus untuk menemui Karina yang mendatangi rumahnya.
Karina sudah berdiri di depan pintu masuk rumah, Dia menekan bel rumah, lalu, Astrid membuka pintu dari dalam rumah.
"Ada apa datang ke sini lagi?" tanya Astrid.
Terlihat wajah Karina menunjukkan kebencian dan menahan marahnya menatap Astrid yang berdiri dihadapannya dengan santai dan cuek.
" Gadis pendusta !" ujar Karina geram.
"Hei, apa apaan ini, datang datang bilang orang pendusta, apa maksudmu?!" Ujar Astrid ketus.
Astrid tak suka dengan ucapan Karina yang mengatakan dirinya sebagai gadis pendusta, Dia belum tahu alasan Karina mengatakan hal itu kepadanya.
__ADS_1
Karina dengan wajah geramnya cepat membuka tas yang di bawanya, lalu, dari dalam tas, Dia segera mengambil selembar photo dan memberikannya pada Astrid.
"Lihat photo ini ! Ini Kamu kan ?!" Ujar Karina geram.
Astrid mengambil photo dari tangan Karina, Dia melihat photo tersebut, sempat Astrid kaget saat melihat photo itu, ya, itu memang photo dirinya sendiri.
Namun, Astrid cepat menguasai keadaan, dan Dia tetap bersikap santai dan cuek, menutupi kekagetannya.
"Aku tau, orang yang di photo itu Kamu ! Dan Aku tau sekarang, Kamu adalah Astrid, anaknya Edward yang berpura pura menyamar dengan nama Camelia !" ungkap Karina geram.
"Ngomong apa sih? Kok ngelantur gitu." Ujar Astrid sinis.
"Aku gak tau siapa orang yang di photo itu, wajahnya beda denganku."Ujar Astrid.
" Jangan pura pura bego Kamu ! Itu Kamu, wajah di photo itu sama dengan wajahmu ! Kamu gak berubah sedikitpun dari dulu, Aku mengenalimu !" Tegas Karina tersenyum sinis.
"Sejak pertama kali bertemu Kamu Aku udah merasa, sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya, dan benar dugaanku, Kamu ternyata Astrid !" Ungkapnya.
"Apa maksud dan tujuanmu membeli rumahku ini agar bisa dekat dan mengawasi keluarga Zahara ?! Agar Kamu bisa membalas dendam ?!!" Ujar Karina ketus.
"Aku gak ngerti ucapanmu, lebih baik Kamu pergi." ujar Astrid sinis.
"Ingat Astrid ! Rahasiamu sebentar lagi akan terbongkar, Aku akan memberi tahu Zahara dan juga Gerard, kalo Kamu, tetangga mereka yang mengaku bernama Camelia adalah Astrid, anaknya Edward !!" Ujar Karina mengancam.
"Hati hati saja Kamu dengan Gerard dan Zahara ! Aku yakin, jika mereka tau siapa Kamu, mereka akan menyingkirkanmu !" Lanjut Karina mengancam.
Astrid tersenyum sinis mendengar perkataan Karina yang mengancam dirinya, Dia tetap bersikap tenang dan santai menyikapi ucapan Karina.
"Kamu yang lebih baik berhati hati, kadang, teman baik akan menjadi musuhmu, jika Dia tau sudah di khianati." Ucap Astrid.
Karina terdiam mendengar perkataan Astrid, Dia menatap tajam wajah Astrid.
"Apa maksudmu?" Tanya Karina ketus.
"Gak ada maksud apa apa, Aku cuma ingatkan saja." Ujar Astrid.
"Dasar gadis gila !" Ujar Karina geram dan marah.
Karina cepat berbalik badan dan pergi meninggalkan Astrid, Dia kembali ke rumah Zahara untuk mengambil mobilnya.
Astrid tersenyum sinis menatap kepergian Karina, Dia menghela nafasnya, lega, Karena sebelumnya, Dia sudah lebih dulu memberikan bukti perselingkuhan Karina dan Gerard pada Zahara.
Jika terlambat sedikit saja Dia mengirimkan flash disk rekaman video kamera cctv di ruang kerja Gerard, maka bisa dipastikan, Zahara akan tahu siapa dirinya, sebab di beri tahu Karina.
Namun, karena Zahara sudah melihat perzinahan Karina dengan suaminya, Astrid bisa memastikan, bahwa Zahara tidak akan percaya lagi dengan ucapan Karina, dan Dia pasti sangat membenci Karina.
Itu terlihat jelas dari sikap Zahara yang langsung pergi setelah menyaksikan hubungan intim suaminya dan Karina melalui rekaman kamera video cctv yang di dapatnya itu.
__ADS_1