Destroy

Destroy
Perselingkuhan


__ADS_3

Gerard pergi meninggalkan Zahara, seperginya Gerard, Zahara pun lantas masuk ke dalam kamarnya.


Gerard masuk ke ruang kantornya, rencananya, Dia akan mencoba menghubungi salah seorang Petinggi di Kepolisian dan membahas masalah Jack, anaknya yang ditangkap karena kasus memakai obat obatan terlarang.


Gerard masuk ke dalam ruang kantor dan menutup serta mengunci pintu, Dia lantas berjalan menuju ke meja kerjanya.


Tiba tiba saja, Karina datang dan langsung memeluknya dari belakang, Gerard tentu saja kaget, melihat Karina ada di ruang kantornya.


"Hei, apa apaan ini, kenapa kamu ada di sini?" tanya Gerard heran.


"Aku sengaja menyelinap masuk dan langsung ke sini tadi, saat kalian sibuk, membahas soal anakmu yang di tangkap Polisi." Jelas Karina.


Gerard menghela nafasnya, Dia lantas menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, Karina tersenyum genit, Dia berdiri di depan meja kerja, berhadapan dengan Gerard.


"Apa kamu gak kangen denganku, Gerard? Sudah lama kita gak bertemu." ujar Karina.


Karina mencoba menggoda Gerard, dan membuka kenangan masa lalu Gerard padanya, Dia tahu, dalam diri Gerard, Dia masih mencintai Karina.


Mereka hanya terpaksa menyudahi hubungan mereka dulu, karena tak mau ada masalah besar yang terjadi dalam rumah tangga Gerard bersama Zahara.


"Kamu nekat Karina. Bagaimana kalo Zahara tau Kamu ada di rumahku ini?" ujar Gerard mengingatkan Karina.


"Tenang aja, Zahara gak bakal tau, Dia pasti mengira Aku sudah pulang tadi, bersama tamu tamu lainnya." jelas Karina.


"Gerard, Aku kangen sama Kamu." Ucap Karina, dengan suaranya yang manja.


Karina mulai melancarkan rayuannya, Dia mulai bersikap genit di hadapan Gerard. Perlahan lahan Dia meraba wajah dan lehernya, lalu tangannya meraba bagian dadanya.


Dengan perlahan lahan, Karina membuka kancing bajunya, Dia mulai menggoda dan merayu Gerard.


Gerard terpana melihat perbuatan Karina, Karina menatap genit, tatapan matanya membuat hati Gerard luluh, dan mulai tergoda.


Apalagi Karina kini mengangkat satu kakinya dan diletakkannya di atas meja kerja.


Tersingkaplah rok panjang Karina, dari kursi kerjanya, tentu saja Gerard terkesiap karena terpanq menatap tubuh Karina.


Gerard semakin bersemangat, Dia mulai terpancing, dan tak bisa lagi menahan nafsunya yang mulai meninggi.


Gerard cepat berdiri dari kursinya, Dia segera menghampiri Karina, lalu, dengan gerak cepat, Dia balikkan tubuh Karina, lalu, tanpa menunggu lama, terjadilah hubungan intim antara mereka berdua.


Apa yang mereka pernah lakukan dulu, kini terulang kembali, Gerard memang tak bisa melupakan Karina, Dia masih mencintainya.

__ADS_1


Hubungan badan itu terus berlanjut,


Mereka berdua tak tahu, jika di ruang kantor itu, sudah di pasangi kamera mini cctv oleh Alex, saat acara ulang tahun Melani, Anak Gerard berlangsung.


Tentu saja, adegan panas yang mereka lakukan terekam dengan jelas di kamera mini cctv tersebut.


Di rumahnya, Astrid yang sedang memantau kamera kamera cctv yang di pasang Alex dan Patrick dirumah Gerard terkesiap kaget.


Dia menatap layar monitor laptopnya, seakan tak percaya dengan apa yang Dia lihat saat ini, adegan panas, antara Gerard dan Karina yang melakukan hubungan badan.


"Oh, my goood ! Gerard berselingkuh dengan Karina, wanita ular itu." Ujar Astrid, kaget.


Dia tak menyangka dengan apa yang Dia tonton melalui laptopnya. Sebuah pemandangan yang tak terduga sama sekali.


Astrid terdiam, untuk sesaat Dia berfikir, lalu, Dia menemukan sebuah ide brilian.


"Aku ingin tau, bagaimana reaksi si Zahara jika melihat rekaman kamera cctv ini nantinya." Ujar Astrid, tersenyum penuh arti.


"Ya, Aku akan menjadikan rekaman kamera cctv ini untuk menghancurkan Karina." Lanjutnya lagi.


Astrid tersenyum senang, Karena, dengan rekaman hubungan badan Gerard dan Karina, nantinya Dia bisa mengadu domba Zahara dan Karina agar bermusuhan.


Dengan begitu, Tanpa susah payah Dia bisa menyingkirkan Karina selamanya, Astrid berharap, Jika nanti Zahara melihat rekaman tersebut, Dia akan membuat perhitungan pada Karina.


"Paaah, buka pintunya." Ujar Zahara.


Gerard dan Karina sama sama kaget, cepat mereka menghentikan perbuatan zina mereka.


"Zahara, cepat kamu sembunyi." Ujar Gerard.


Wajah Gerard panik, Dia cepat merapikan celana dan pakaiannya, serta rambutnya yang sedikit berantakan, begitu juga dengan Karina.


Cepat Dia memakai pakaiannya dan merapikan rok panjang serta pakaiannya, lalu, Karina bergegas pergi, mencari tempat persembunyian, agar tak di ketahui Zahara.


Setelah merasa aman, dan Karina sudah bersembunyi di tempat aman, Gerard menarik nafasnya, berusaha menenangkan dirinya.


Lalu, Dia berjalan menghampiri pintu ruangan kantor dan segera membuka pintunya.


Pintu terbuka, Zahara langsung masuk ke dalam ruang kantor Gerard.


"Lama banget buka pintunya, Papah sedang apa?" Tanya Zahara.

__ADS_1


"Aku baru saja selesai bicara di telepon dengan temanku, Kepala Kepolisian, Aku meminta bantuannya untuk membebaskan Jack." ujar Gerard.


Gerard berusaha membohongi Zahara, dan berharap, Zahara tak mencium kejanggalan dari sikapnya dan percaya dengan apa yang Dia katakan.


"Oh, Apa katanya?" Tanya Zahara.


"Ya, Dia akan membantuku, katanya. Dia akan berusaha membebaskan Jack secepatnya." Ujar Gerard, berbohong.


Padahal Dia belum menghubungi temannya yang Kepala Kepolisian, karena diganggu dengan kehadiran Karina, dan malah asyik bercumbu mesra dengan Karina .


Zahara tiba tiba saja melihat ke sekitar ruang kantor , wajahnya seperti memikirkan sesuatu .


"Aku seperti mencium bau parfum Karina. Tadi Dia memakai parfum ini saat di acara ulang tahun Melani, Aku bisa mengenali baunya." Ujar Zahara.


Zahara tiba tiba saja menatap tajam wajah suaminya, Gerard sedikit gugup, Dia kaget, mendengar perkataan Zahara, jantungnya berdegup cepat, Dia khawatir, Zahara mengetahui, kalau Karina ada di dalam ruang kantornya.


"Apa Karina ke ruanganmu ini, Pah?" Tanya Zahara.


"Karina ?! Ah...Nggak...Aku belum ketemu Dia." Ujar Gerard, berusaha menutupi kegugupannya di hadapan Zahara.


"Memang Karina datang?" tanya Gerard, berpura pura tak melihat Karina.


"Ya, Dia datang tadi, tapi, saat ramai wartawan dan polisi membawa Jack, Aku gak melihatnya lagi. " Ujar Zahara.


"Oh, mungkin Dia langsung pulang Ma. Karena acara kan langsung Papah bubarkan." jelas Gerard.


"Ya, mungkin." jawab Zahara.


Namun Zahara masih menaruh curiga, Dia tak bisa menerima begitu saja dengan apa yang di katakan suaminya.


Apalagi Dia tahu, kalau dulu suaminya pernah menjalin cinta di belakangnya, mereka berselingkuh selama satu tahun lebih di belakang Zahara, sampai akhirnya Zahara telah berhasil membongkar perselingkuhan itu.


Zahara berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di dalam ruang kantor itu, Dia lantas membuka pintu dan masuk ke dalamnya.


Ruangan itu berupa kamar, Gerard sering menggunakan kamar itu untuk beristirahat sesaat jika Dia lelah.


Zahara mencari cari dan menggeledah kamar, tapi , Dia tak menemukan apapun juga. Gerard lega, karena Karina tidak bersembunyi dikamar.


Jika saja Dia menyembunyikan Karina di dalam kamar itu, pastilah di ketahui Zahara.


Zahara keluar dari dalam kamar, Dia lalu menutup pintunya kembali, Gerard hanya berdiri diam mengamatinya, berpura pura bersikap tenang dan membiarkan Zahara mencari cari.

__ADS_1


Jika Dia bereaksi mencegah atau melarangnya, Zahara malah akan semakin curiga, Dia sangat mengenal watak dan karakter Zahara.


Zahara bisa tahu, jika Dia mencoba menghalangi dirinya, pastilah ada sesuatu yang di sembunyikan. Karena itu, Gerard membiarkan saja Zahara mencari keberadaan Karina.


__ADS_2