Destroy

Destroy
Terungkap


__ADS_3

Astrid bangun dan berdiri dari duduknya di sofa, dengan langkah pelan Dia berjalan ke arah ruang belakang rumahnya. Dia masih melihat sosok seseorang berdiri di depan jendela rumah sambil berusaha mengintip.


Astrid sengaja ke arah ruang belakang rumahnya agar Dia tak terlihat oleh orang misterius yang mengintip di jendela rumahnya.


Jika Dia berjalan ke ruang depan pastilah orang itu akan melihat dirinya yang mendekat ketempat Dia mengintip.


Astrid penasaran, Dia ingin tahu, siapa orang yang sudah lancang mengintip ke dalam rumahnya. Dia harus memberi pelajaran pada orang itu karena sudah berani mengintip ke dalam rumahnya dan seperti bermaksud jahat pada dirinya.


Pelan pelan Astrid membuka pintu belakang rumahnya, lalu, setelah pintu terbuka, cepat Dia keluar dari dalam rumahnya dan berjalan ke samping rumahnya. Tak lupa ditutupnya pintu belakang rumahnya lagi dengan pelan pelan.


Astrid mengendap endap berjalan ke samping rumahnya, Dia bersiap siap, jika memang benar orang misterius itu bermaksud jahat padanya, Dia akan menyerang dan memberi pelajaran pada orang tersebut.


Astrid menundukkan kepalanya, lalu, dari celah pagar tembok teras rumahnya, Dia melihat ke arah Orang misterius yang berdiri di depan jendela rumahnya.


"Saam?!!"


Betapa terkejutnya Astrid, saat melihat orang yang mengintip di jendela rumahnya, Dia tak menyangka, orang misterius dan mencurigai itu adalah Samuel, anaknya Gerard.


"Ngapain Dia sampe ngintip ngintip begitu?!" Bathin Astrid berfikir.


Dia lantas menghela nafasnya, lalu, Dia berdiri dan segera menghampiri Samuel.


"Hai , Sam !" Sapa Astrid, berdiri di belakang Samuel.


Samuel melompat karena kaget mendengar suara Astrid, Dia langsung berbalik ke belakang dan melihat Astrid yang sudah berdiri dihadapannya.


"Astagaaa!! Mau copot jantungku karena kaget, Lia!" Ujar Samuel, mengelus dadanya karena sangat kaget.


Dia yang serius mengintip dijendela tak menyangka tiba tiba saja Astrid muncul dibelakangnya dari arah lain.


"Kamu ngapain ngintip di jendela rumahku?!" Tanya Astrid, mendekati Samuel.


"Oh, Aku ke sini niatnya mau ngajak Kamu makan malam, cuma pas Aku liat, rumahmu gelap, tapi, mobilmu Aku liat ada di garasi. Jadi Aku mau memastikan aja, Kamu ada di rumah atau nggak." Ujar Samuel, memberi penjelasan pada Astrid.


"Oh, Kan Kamu bisa menekan bel rumah?" Ujar Astrid.


"Sudah, berkali kali, tapi gak bunyi, mungkin belnya rusak, Lia." Ujar Samuel.


"Ah, masa sih?!" Ujar Astrid heran.


Dia lalu berjalan ke pintu rumahnya, ingin memastikan ucapan Samuel. Astrid lalu menekan bel rumahnya, memang tak ada suara yang keluar dari bel tersebut , sekali lagi Astrid menekan bel tapi tetap tak bunyi.


"Iya, kan?" Ujar Samuel.


'Besok Aku benarin deh." Ujar Astrid.


"Makanya Aku ngintip dari jendela, niatnya Kalo Kamu ada dirumah, baru Aku ketuk pintu rumahmu." Ucap Samuel.

__ADS_1


"Ya, udah, gak usah dibahas." Ucap Astrid.


Astrid lega, karena ternyata orang misterius itu hanya Samuel , dan bukan orang yang bermaksud jahat pada dirinya.


"Lia, Kamu mau kan, makan malam denganku sekarang?" Ujar Samuel, menatap lekat pada Astrid yang berdiri di hadapannya.


"Ya, udah, Kamu duduk dulu di kursi itu, Aku ganti baju sebentar." Ujar Astrid.


"Oke." Jawab Samuel, tersenyum senang pada Astrid.


Astrid menghela nafasnya, sebenarnya Dia kesal pada Samuel yang tak punya etika mengintip rumahnya, dan sudah membuatnya khawatir, namun, Dia berusaha memendam kekesalannya, Dia tak ingin Samuel jadi takut padanya. Karena, Dia berniat mau memanfaatkan Samuel untuk membantu dirinya menghancurkan Gerard dan juga Zahara.


Samuel duduk di kursi yang ada di teras rumah, Astrid bergegas pergi dan masuk ke dalam rumahnya untuk mengganti pakaiannya.


Sementara itu, Dirumah Gerard, terlihat Zahara sudah pulang dan berada di ruang tengah rumahnya. Dia duduk di sofa, Dia sedang menggeledah tas milik Karina yang di bawanya dari Villa.


Zahara mengeluarkan seluruh isi yang ada didalam tas tersebut. Semua barang barang pribadi milik Karina tergeletak berantakan di atas meja.


Lalu, Zahara melihat Dua lembar photo yang menumpuk dengan barang barang pribadi Karina lainnya.


Zahara lantas mengambil dua lembar photo tersebut, Dia melihat , ada sosok seorang Gadis berambut sebahu di dalam kedua lembar photo itu.


Dia mengamati wajah gadis dari kedua lembar photo yang di pegangnya.


Lalu Dia melihat di bawah photo wajah gadis itu ada sebuah tulisan tangan, Karina yang menulisnya.


"Astrid?!"


Lalu, Zahara melihat satu lembar photo lainnya, di bawah photo gadis yang ada di lembar photo juga tertulis nama Astrid dan juga di beri lingkaran berwarna merah .


Zahara kernyitkan keningnya , Dia lantas membandingkan kedua photo itu, Zahara memegang kedua lembar photo dan mengamati wajah gadis yang ada di kedua lembar photo tersebut.


"Penampilannya beda, tapi, keduanya mirip, sepertinya mereka orang yang sama." Gumam Zahara, sambil terus memandangi ke dua photo ditangannya itu.


Lalu, Zahara mengamati salah satu photo ditangannya, diperhatikannya wajah gadis yang ada di photo tersebut, Zahara berfikir sambil tetap menatap photo tersebut.


"Camelia ?!!!"


Zahara tersadar dan terkejut, Dia baru menyadari kalau ternyata salah satu photo adalah photo wajah Camelia, tetangga yang tinggal di depan seberang rumahnya saat ini.


Zahara tampak kesal dan menahan geramnya, lalu di letakkannya ke dua lembar photo di atas meja, photo itu dalam posisi terbalik.


Mata Zahara melihat 2 lembar photo yang dalam posisi terbalik dan terlihat bagian belakang lembar kertas photo. Dia melihat ada tulisan.


Zahara mengambil lembar photo dan membaca tulisan yang ada dibagian belakang lembar photo tersebut.


"Camelia dan Astrid, orang yang sama, Dia anak Edward, Aku berhasil menemukannya."

__ADS_1


Begitu bunyi tulisan yang di baca Zahara di belakang lembar kertas photo.


"Kuraaaannngg Aaajjjaaar, Penipuuu!!" ucap Zahara dengan suara keras dan lantang.


Zahara benar benar sangat marah setelah mengetahui ternyata Gadis yang mengaku bernama Camelia dan menjadi tetangganya adalah Astrid, anaknya Edward.


"Ketauan Kamu sekarang anak sialan !" Geram Zahara.


Lantas , Zahara terdiam sesaat, Dia teringat saat Karina menelpon dan mengajak untuk bertemu, Dia ingat perkataan Karina, yang mengatakan ada yang mau di bicarakan dan disampaikannya pada Zahara.


"Apa si Karina mau bilang, Kalo Camelia itu adalah Astrid, anaknya Edward?!" Gumam Zahara berfikir.


"Oh, Karina, sayang sekali, Aku gak paham maksudmu, dan Kamu udah mati duluan sebelum bilang padaku." Gumamnya lagi, sambil tersenyum sinis mengingat Karina.


"Berarti, Astrid datang mengejar Karina lalu membunuhnya untuk membungkam mulut si Karina, agar Karina gak membocorkan rahasia tentang siapa si Astrid dan Camelia itu sebenarnya." Gumamnya lagi.


"Hahaha... Astrid ! Sayang sekali, penyamaranmu kurang sempurna." Ujar Zahara sambil tertawa tawa senang.


Dia senang, karena akhirnya Dia sudah menemukan Astrid, ternyata selama ini Astrid ada di dekatnya dan tak kemana mana.


"Akan ku labrak sekarang juga anak setan itu !!" Ujar Zahara geram dan marah.


Lalu, Zahara cepat berdiri dari duduknya di sofa, lalu, Dia segera bergegas jalan keluar dari dalam rumahnya.


Bertepatan dengan Zahara yang baru saja keluar dari dalam rumahnya, Dia melihat, Astrid bersama Samuel, dan mereka masuk ke dalam mobil milik Samuel. Pakaian keduanya terlihat rapi.


"Mau pergi kemana anak anak setan itu !!" Ucap Zahara geram dan penuh amarah.


Zahara lantas berlari, Dia tak ingin Astrid dan Samuel pergi, Dia harus melabrak Astrid sekarang juga dan membongkar penyamarannya. Dia tak perduli Astrid saat ini sedang bersama Samuel, anak tiri yang sangat di bencinya.


Samuel bersiap siap, Dia tersenyum manis melihat wajah cantik Astrid yang duduk di sampingnya.Samuel senang, Astrid mau di ajaknya makan malam di luar.


Saat mobil hendak berjalan, tiba tiba saja muncul Zahara berdiri di depan mobil.


"Apa apaan orang tua gila itu !!" Ujar Samuel kesal.


Samuel kaget karena tiba tiba Zahara ada di depan mobilnya dan menghadang jalannya, Samuel menjadi marah melihat kelakuan Zahara.


"Hei Gadis busuk penipu, keluar Kamu !!" Bentak Zahara penuh amarah.


Dia melihat Astrid duduk di dalam mobil, Astrid hanya diam saja tak bereaksi melihat Zahara yang berdiri menghadang didepan mobil.


"Kamu ada masalah sama wanita gila itu?" tanya Samuel pada Astrid.


"Nggak, Aku malah gak tau, siapa yang dia maksud." Ucap Astrid, menatap wajah Samuel dan tersenyum santai.


Astrid tetap bersikap tenang dan santai, Dia tahu, pasti Zahara mau melabraknya karena sudah mengetahui identitasnya, Dia melihat ada lembar photo dalam genggaman tangan Zahara.

__ADS_1


Samuel yang kesal dan marah pada Zahara langsung membunyikan klakson mobilnya. Berkali kali klakson berbunyi , tapi Zahara tetap berdiri di tempatnya, tak bergeming.


Dia tetap menghalangi jalan mobil, mencegah agar Astrid bersama Samuel tak pergi. Sebab Dia sudah tak sabar ingin melabrak Astrid dan memukulnya, karena merasa telah tertipu dengan penyamaran Astrid menjadi sosok gadis bernama Camelia.


__ADS_2