
Edward diam sesaat, mencoba mengingat ingat kembali kejadian yang pernah dialaminya saat masih berada di dalam penjara.
Astrid duduk diam menunggu Edward mulai bercerita kepada dirinya, Antoni yang ada disamping Astrid juga menunggu Edward mulai bicara.
Edward lantas menghela nafasnya, Dia menatap lekat wajah Astrid yang duduk dihadapannya.
"Papah Akan mulai dari penjara." Ucap Edward.
--- Flash Back ---
Kembali beberapa belas tahun yang lalu, di dalam rumah tahanan.
Di sebuah ruang makan dalam penjara, terlihat para narapidana sedang menikmati makanannya, ada yang masih menyantap makanannya dan ada yang sudah selesai makan, para sipir penjara terlihat berdiri berjaga jaga di sekitar ruangan makan itu dan di depan pintu masuk ruang makan rumah tahanan tersebut.
Edward baru saja selesai makan, Dia lantas beranjak dari tempat duduknya, Dia hendak kembali ke sel tahanannya, karena sudah selesai makan.
Saat Edward berjalan santai, dari arah depannya, datang seorang Pria bertubuh kekar menggenggam sebelah pisau ditangannya.
Pria yang dikenal dengan nama Jackson tersebut berjalan cepat ke arah Edward, saat mereka berpapasan dan saling berhadapan, dengan cepat Jackson menghujamkan pisau ditangannya ke perut Edward.
Edward tersentak kaget memegang perutnya yang terluka dan mengeluarkan darah, Dia menatap tajam wajah Jackson yang menikamnya, lalu, Jackson mencabut pisau dari perut Edward, sehingga Edward jatuh terkapar di lantai ruang makan penjara itu.
Seluruh Narapidana yang ada di ruangan itu tersentak kaget, seketika penjara geger dengan penikaman Edward, Sirene tanda bahaya berbunyi, pintu masuk ruang makan terbuka, lalu, beberapa sipir penjara datang keruangan itu lalu segera mengamankan Jackson yang masih memegang pisau ditangannya berdiri menatap sinis wajah Edward yang terkapar di lantai dengan bersimbah darah dibagian perutnya yang terluka.
Para narapidana berkerumun, beberapa orang sipir membawa Jackson, pelaku yang menikam Edward, dan sipir lainnya menghadang narapidana yang mencoba mendekati Edward yang terkapar di lantai.
Lalu, beberapa sipir penjara lainnya cepat menggotong tubuh Edward dan membawanya pergi dari ruang makan tersebut.
Sirene mobil ambulance berbunyi, mobil melaju dengan kecepatan tinggi, menyusuri jalanan, di dalamnya, terlihat Edward terbaring lemah dengan memakai alat infus, ada dua petugas medis yang memeriksa kondisinya.
Mobil terus melaju dijalanan, tiba tiba saja, sebuah mobil muncul secara tiba tiba lalu menghadang laju mobil ambulance.
Karena ada mobil di depan yang menghadang, supir mobil ambulance cepat menginjak rem, dan menghentikan mobilnya.
Mobil Ambulance berhenti tepat di depan mobil yang menghalangi jalan itu.
Lalu, Dari dalam mobil yang menghalangi mobil ambulance, keluar empat orang berpakaian rapi dan memegang pistol ditangannya.
Mereka segera berlari mendekati mobil ambulance, salah seorang dari mereka mengetuk pintu dan menyuruh agar membuka pintu mobil ambulance.
Pintu mobil ambulance di buka dari dalam, lalu, ke empat orang itu langsung menodongkan pistol pada dua petugas medis yang ada didalam mobil ambulance sedang memeriksa kondisi Edward.
__ADS_1
Ke empat orang itu lalu mengeluarkan Edward dari dalam mobil ambulance, dan dua orang membawa Edward kedalam mobil mereka, sementara dua orang lainnya menembak Dua petugas medis yang ada didalam mobil ambulance, supir mobil ambulance juga di tembak.
Mereka membunuh petugas medis itu karena tak ingin ada saksi yang melihat aksi mereka menculik Edward.
Edward yang sudah berada didalam mobil lalu segera di bawa pergi dari tempat tersebut.
Di sebuah tempat, dalam ruang kamar, Edward sudah selesai menjalani operasi, dan luka di bagian perutnya sudah di jahit.
Edward yang masih lemah melihat ada seseorang yang berdiri disamping ranjang, Edward heran melihatnya.
"Simon ?" tanya Edward, menatap orang itu dengan wajah heran, Edward mengenali wajah itu.
"Ya, benar, Aku Simon. Ternyata Kamu masih ingat Aku." Ujar Simon, tertawa senang menatap wajah Edward yang terbaring di atas ranjang.
"Mengapa Aku ada disini?" Tanya Edward.
"Anak buahku yang membawamu , dan Kamu sudah di obati." Ujar Simon.
"Mengapa Kamu menculikku?" tanya Edward.
"Apa maumu?" tanya Edward.
"Aku ingin Kamu menjalankan tugas dariku." Ucap Simon, dengan sikap dinginnya.
"Tugas ? Tugas apa ?!!" tanya Edward heran.
"Membunuh Gerard dan Kepala kepolisian yang bernama Januar." Ucap Simon.
"Apa ?!! Aku gak bisa melakukannya, Aku bukan pembunuh!" Ucap Edward, menolak.
"Jangan menolakku Edward, Aku sudah menyelamatkan nyawamu, dan membebaskanmu dari penjara." Ucap Simon.
"Ayolah, musuh kita sama, Aku hanya ingin Kamu melakukan tugas dariku, itu saja." Ucap Simon.
"Aku gak bisa." Ucap Edward.
"Kalo Kamu menolak, Kamu gak akan bisa pergi kemanapun juga, Kamu akan aku kurung dalam ruang sempit, gak akan ku beri makan dan minum, sampai Kamu mau menjalankan tugas dariku." ujar Simon.
"Biadab Kamu!!" Bentak Edward.
__ADS_1
"Aku gak minta Kamu menolongku ! Dan Aku gak mau melakukan tugas kotormu!" Hardik Edward.
"Aku gak mau mengotori tanganku karena menuruti permintaanmu, Kamu sengaja mau cuci tangan, dan menjadikan Aku pelakunya !!" Bentak Edward.
"Ayolah, Kamu toh selama ini sudah terdaftar sebagai penjahat, gak ada salahnya kan melakukan tugas dariku." ucap Simon.
"Aku hanya ingin membunuh Gerard dan Januar, karena mereka sudah menghancurkan bisnisku dan mengambil wilayah bisnisku dari tanganku, dan Aku ingin mengambilnya lagi dari tangan mereka !" Ujar Simon, menjelaskan pada Edward.
"Lakukan saja sendiri, jangan libatkan Aku dalam masalahmu, Aku punya masalahku sendiri !!" Ujar Edward menegaskan.
"Dan apa penusukan Aku ini Kamu yang membuat skenarionya ? Agar Aku keluar dari penjara, dibawa ke rumah sakit lalu Kamu menculik Aku dan membunuh petugas medis yang mengantarkan Aku kerumah sakit?!!" Ujar Edward geram.
"Ya, Aku sengaja merencanakan semua itu, karena , Aku tau, selama ini, Kamu telah di jebak oleh Komplotan Gerard, mereka menguasai semua harta dan perusahaanmu, dan memfitnahmu!" Ujar Simon.
"Untuk itu, Aku berfikir, Aku akan menggunakanmu sebagai tanganku , untuk membalas dendam pada Gerard dan Januar !!" Tegas Simon, menatap tajam wajah Edward.
"Aku gak mau melakukan apa yang Kamu suruh itu!" Ujar Edward.
"Kalo Kamu menolak, Aku akan membunuh anakmu! Aku tau tentang Putrimu, Aku tau dimana dia ! Dan Aku gak akan segan segan membunuh anakmu, jika Kamu menolak permintaanku!! Ingat itu Edward !!" Tegas Simon, menatap geram pada Edward.
Simon lantas berbalik dan pergi meninggalkan Edward yang terbaring di ranjang, Edward menghela nafasnya, Dia khawatir dengan keselamatan Astrid, anaknya, karena Simon mengancam Dia tadi.
Edward bingung, takut juga anaknya di bunuh jika Dia tak mau menjalankan tugas dari Simon. Tapi di satu sisi, Dia tak mau menjadi pembunuh karena perintah Simon.
Memang, Dia juga marah dan menaruh dendam pada Gerard dan komplotannya, termasuk Januar, yang sudah ikut terlibat menghancurkannya dulu.
Tapi, Edward punya cara sendiri, jika pun Dia akhirnya nanti membunuh Gerard, itu karena keinginan dirinya sendiri, dan bukan karena menuruti perintah orang, apalagi melakukannya karena mendapatkan ancaman.
Edward tak mau membantu Simon, Dia tahu, Simon sama bajingannya dengan Gerard dan komplotannya, Simon seorang mafia yang terkenal kejam dan bengis, wilayah kekuasaannya sangat luas, Dia sukses menjalankan bisnis narkobanya.
Edward tahu sepak terjang Simon, karena dulu mereka sempat bertemu, saat disebuah acara salah satu teman Gerard dan Edward.
Saat itu Gerard masih berteman baik dengan Simon, dan Gerard yang mengenalkan Simon pada Edward di acara pesta tersebut.
Edward menghela nafasnya, Dia melihat seluruh ruangan kamar itu, ruangan itu tertutup rapat, Edward lantas berfikir, mencari cara untuk melarikan diri dari tempat itu.
Dia tak ingin terkurung selamanya di dalam ruangan itu, dan Dia juga tak mau menjalankan tugas Simon, Edward tak mau menjadi anak buah Simon.
Sebab, jika sekali saja Dia bersedia menjalankan perintah Simon, maka, Dia otomatis akan menjadi anak buah Simon, menjadi pesuruh Simon, dan Simon akan terus menyuruhnya melakukan pekerjaan pekerjaan kotornya yang lain. Edward tak mau melakukan kejahatan Simon.
Dia bertekat, akan kabur dan melarikan diri dari tempat itu, agar Dia tak terus berada dalam tekanan dan tak berada dibawah kendali Simon .
__ADS_1