
Keesokan harinya, Astrid datang berkunjung ke rumah Alex sesuai janjinya kemaren.
Alex menyambut hangat kedatangan Astrid, Dia segera mengajak Astrid masuk ke dalam rumah mewahnya tersebut.
Astrid lalu duduk di sebuah sofa, begitu juga dengan Alex, Dia duduk di sofa yang ada di hadapan Astrid.
"Jadi kabar gembira apa yang mau Kamu kasih tau ke Aku, Aku penasaran." Ujar Alex.
"Ambil laptopmu." Ujar Astrid.
"Laptop? Untuk apa?" tanya Alex heran.
Astrid mengeluarkan flash disk dari kantong celana dan langsung menunjukkannya pada Alex.
"Oh, Kamu mau buka file." Ujar Alex.
Astrid mengangguk dan tersenyum penuh arti, Alex lantas bergegas masuk ke dalam ruangannya. Tak berapa lama, Dia sudah kembali lagi dengan membawa laptop ditangannya.
Alex duduk di sofa, lalu, Dia langsung meletakkan laptop di atas meja, dan menyalakan laptopnya.
"Kamu pasti kaget saat melihatnya nanti." Ujar Astrid.
Flash disk di tancapkan pada laptop, lalu, Astrid segera membuka file yang ada di dalam flash disk tersebut.
Alex yang penasaran sudah tak sabar, apa yang akan di tunjukkan Astrid kepadanya.
Tak lama kemudian, terlihat pada layar monitor laptop, sebuah video rekaman dari kamera cctv di rumah Gerard.
"Lihatlah." Ujar Astrid.
Astrid memperlihatkan gambar video rekaman cctv yang di putar di laptop, Alex cepat melihatnya.
"Haaa ?!!" Alex terperanjat kaget.
"Waaah, gilaaa...! Ini Gila !!" Lanjutnya.
Alex kaget dan seakan tak percaya dengan apa yang baru saja Dia saksikan dilayar laptopnya.
"Gerard dan Karina berani berzina di dalam rumahnya sendiri? Padahal Istrinya ada dirumah?!" Ungkap Alex.
"Benar benar gila !" Tegas Alex.
"Kaget kan kamu? Aku juga gak nyangka. Saat Aku memantau seluruh ruangan di rumah Gerard melalui kamera cctv yang kamu pasang , tiba tiba Aku liat adegan panas dilayar monitor laptopku, dari kamera cctv yang ada di ruangan kerja Gerard, dirumahnya." tegas Astrid.
"Jadi, selama ini, diam diam Karina dan Gerard berselingkuh ? Dan Zahara gak tau hubungan mereka?" Ujar Alex.
"Sepertinya begitu." Ujar Astrid.
"Ini benar benar berita besar, jika rekaman ini tersebar luas, Gerard akan hancur, dan rumah tangganya pasti ikut hancur." Ujar Alex serius.
"Ya, dan Aku yakin, Zahara gak akan diam saja, Dia pasti akan membuat perhitungan pada Karina. Jelas Astrid.
__ADS_1
"Rekaman cctv ini kartu As buatmu,! Dengan rekaman ini, Kamu bisa dengan mudah menghancurkan, dan menyingkirkan Karina!" tegas Alex.
"Ya, Itu yang Aku pikirkan, saat menyaksikan rekaman itu." ungkap Astrid.
"Selanjutnya, apa yang akan kamu lakukan pada rekaman itu?" tanya Alex , dengan wajah seriusnya.
"Aku punya rencana, mengirimkan file berisi adegan panas Gerard dan karina kepada Zahara, agar Dia melihatnya sendiri." ujar Astrid.
"Bagaimana caranya ?" Tanya Alex.
"Aku akan mengirimkannya melalui kurir paket." jelas Astrid.
"Oh, begitu." Ujar Alex, mengangguk mengerti dan paham maksud Astrid.
"Kapan akan Kamu lakukan?" tanya Alex lagi.
"Aku sedang mencari waktu yang tepat untuk mengirimkannya pada Zahara." Ujar Astrid.
"Baiklah." Ujar Alex.
"Aku juga berniat, akan mendekati Samuel, anak tertua Gerard." Ujar Astrid.
"Untuk apa?" tanya Alex heran.
"Kalau Aku bisa mendekati Samuel, dan Kami menjadi dekat, apalagi bisa menjalin hubungan pacaran, maka, akan lebih mudah bagiku masuk ke dalam keluarga Gerard." Ujar astrid.
"Gila Kamu Astrid ! Kamu mau pacaran dengan anak musuhmu dan Bapakmu?" Ujar Alex kaget.
"Apa kamu gak mikir? Orang tuanya sudah menghancurkan hidupmu dan hidup Bapakmu, mereka yang membuat Bapakmu di penjara dan terbunuh di dalam penjara, dan Kamu malah mau memacari Samuel, anak dari Gerard ? Aku gak habis pikir denganmu!" ujar Alex menegaskan.
"Itu satu satunya jalan buatku, jika Aku sudah masuk ke dalam keluarga mereka, Aku bisa lebih leluasa menyelidiki dan mencari tau semua kelemahan Gerard dan Zahara, perlahan lahan, Aku akan hancurkan mereka." tandas Astrid.
"Tapi, Aku gak setuju dengan idemu. Zahara gak akan mungkin bisa menerima Kamu begitu saja." ungkap Alex.
"Aku yakin, begitu kamu berpacaran dengan Samuel, Zahara pasti akan bertindak, Dia akan mencari tau tentang siapa Kamu sebenarnya, dan itu malah akan membahayakan dirimu!" tegas Alex.
"Kamu gak perlu khawatir, Aku akan berhati hati." ujar Astrid tersenyum.
"Aku tau, antara Samuel dan orang tuanya ada keretakan hubungan, sepertinya Samuel bermusuhan dengan Zahara, dan Aku ingin mencari tau, ada masalah apa antara mereka." tegas Astrid.
"Aku akan mempengaruhi Samuel sedikit demi sedikit untuk menyingkirkan Zahara juga Gerard, dan Aku yakin, jika Samuel sudah bertekuk lutut padaku, Dia akan menuruti semua yang Aku katakan." ujar Astrid.
"Kamu harus hati hati, Astrid. Samuel bukan orang yang mudah di taklukkan. Dia itu licik, sama seperti Bapaknya. " ujar Alex, mengingatkan Astrid.
"Ya, Aku tau itu, dan Aku akan berhati hati, agar Aku gak ketauan." ungkap Astrid.
Alex lantas terdiam, Dia tak tahu harus bicara apa lagi pada Astrid. Astrid tak akan bisa di cegah, Dia sudah benar benar berniat menjalankan apa yang sudah Dia pikirkan dan rencanakan.
"Aku cuma mengingatkanmu, agar gak gegabah , jangan lengah, jangan sampai rahasiamu diketahui keluarga Zahara." Ujar Alex.
"Aku khawatir, bukan hanya Zahara atau Gerard yang akan marah padamu, jika rahasiamu terungkap oleh mereka, tapi Samuel juga pasti akan marah besar , karena merasa kamu memanfaatkannya." ujar Alex.
__ADS_1
"Jangan sampai hal itu terjadi. Jika sudah terlihat tanda tanda Zahara semakin curiga padamu, sebaiknya kamu mundur dan memutuskan hubunganmu dengan Samuel, sebelum masalah besar terjadi padamu nanti." ujar Alex, mengingatkan dan memberi nasehat pada Astrid.
"Ya, Akan Aku ingat pesanmu." ujar Astrid.
"Patrick gak ke sini?" Tanya Astrid.
"Nggak, Dia sedang ada tugas dari kantornya, menyelidiki kasus pembunuhan yang baru baru ini terjadi, mungkin Dia kesini setelah selesai mengurus kasusnya itu." ujar Alex.
"Oh, begitu." angguk Astrid.
"Baiklah, Kalo begitu , Aku pulang ya." Ujar Astrid.
"Kenapa sebentar disini?" tanya Alex.
"Ya, Aku cuma mau menunjukkan rekaman cctv itu saja padamu kok. Kalo ada apa apa, Aku hubungi Kamu." Ujar Astrid.
"Ok." jawab Alex.
Astrid lantas melepaskan flash disk dari laptop milik Alex , lalu dimasukkannya flash disk kedalam kantong celananya.
"Aku pulang ya." ujar Astrid.
"Ya, hati hati di jalan." Ujar Alex.
Astrid mengangguk, mengiyakan. Lalu Dia segera berdiri dari duduknya di sofa, dan berjalan keluar dari dalam rumah Alex, Alex mengikutinya keluar rumah.
Di luar rumah, Alex heran melihat sebuah mobil sedan kecil terparkir dihalaman rumahnya.
"Mobil siapa yang Kamu pakai?" tanya Alex, heran.
"Mobilku." Ujar Astrid.
"Mobilmu?!" Alex heran dan kaget.
"Ya, Aku baru membelinya, dan baru kali ini kubawa untuk ke sini." ujar Astrid tersenyum.
"Oh, begitu. Baguslah, dengan punya mobil Kamu gak harus naik taksi terus." ujar Alex senang.
"Iya." Jawab Astrid.
"Ya sudah, Aku pulang dulu." Ujar Astrid, kembali pamit pada Alex.
"Ya, hati hati dijalan." Ujar Alex mengingatkan Astrid.
Astrid tersenyum mengangguk . Dia lantas masuk ke dalam mobil sedannya. Mesin menyala, Alex berdiri di depan teras rumahnya.
Alex melihat mobil mulai berjalan pergi keluar dari halaman rumahnya, begitu mobil sudah melaju ke jalanan, Alex lantas segera masuk ke dalam rumahnya.
Di dalam rumahnya, Alex langsung menghempaskan tubuhnya di sofa, Wajahnya tampak berfikir keras, Dia memikirkan ucapan Astrid.
"Apa gak ada cara lain mendekati keluarga Gerard ? Apa hanya dengan jalan memacari Samuel baru bisa masuk ke dalam keluarganya?!" Gumam Alex.
__ADS_1
"Astrid benar benar nekat dan keras kepala, Dia gak bisa di larang dan di hentikan. Aku benar benar khawatir, rahasianya akan terbongkar oleh Zahara nantinya." lanjutnya.
Alex menghela nafasnya dengan berat, ada rasa khawatir yang mendalam pada dirinya terhadap Astrid.