
Seseorang yang memakai topi masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di halaman parkir gedung pertemuan tersebut.
Tak ada satu orang pun yang melihat kepergiannya keluar menyelinap dari dalam ruang pertemuan, tempat berlangsungnya acara yang di gelar Ishadi, korban yang mati terbunuh.
Orang orang sibuk berlarian karena panik dan ketakutan , sehingga tak ada yang perhatikan sosok seseorang yang menyelinap pergi dari kerumunan orang orang.
Sosok yang memakai topi hitam dan berjalan tertunduk itulah pelaku yang telah membunuh Ishadi dengan cara cepat dan tak di ketahui orang banyak.
Setelah masuk ke dalam mobil, Mobil pun lantas bergerak dan berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
---
Di jalan raya, mobil yang membawa orang memakai topi hitam terus melaju dengan kecepatan sedang.
Sosok orang tersebut lantas melepaskan topinya, saat topinya di lepas, maka rambutnya pun tergerai, dan wajahnya terlihat.
Dia adalah Astrid, Orang yang telah membunuh Ishadi. Dan yang menyetir mobilnya adalah Alex.
"Apa gak ada yang melihat aksimu?!" tanya Alex, sambil terus menyetir mobilnya.
"Gak ada, Aku yakin, karena orang orang itu panik saat melihat kejadian itu."Ujar Astrid.
Astrid tersenyum sinis, terlihat raut wajahnya menunjukkan bahwa dia puas telah membunuh Ishadi.
"Sekarang, kemana lagi kita?"tanya Alex.
"Pulang, Aku mau istirahat, nanti Aku kabari Kamu, kalo Aku mau bergerak lagi."Ujar Astrid.
"Okay."Jawab Alex.
Mobil pun lantas melaju di jalanan raya dengan kecepatan sedikit tinggi, menyalip kendaraan kendaraan lainnya.
Astrid terlihat puas dengan aksinya membalaskan dendamnya pada Ishadi, salah seorang yang juga terlibat dalam kasus Bapaknya dulu.
---
Beberapa jam kemudian, kematian Ishadi, seorang pejabat penting telah di siarkan oleh media televisi maupun media cetak.
Zahara yang sedang menonton televisi tersentak kaget, saat mendengar berita tentang kematian Ishadi.
Zahara syock dan kaget dengan kematian Ishadi yang secara mendadak itu. Dia sangat kenal dengan Ishadi, dan masih berhubungan baik dengannya semasa Ishadi hidup.
Menyaksikan berita di televisi tentang kematian Ishadi membuat Zahara panik. Cepat Dia bangun dari duduknya di sofa dan bergegas jalan ke kamarnya.
Zahara masuk ke dalam kamar, lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja rias , lalu Dia segera menelpon.
__ADS_1
"Hallo , Kamu udah dengar kabar?!" tanya Zahara, bicara di telepon dengan wajah tegang dan panik.
"Kabar apa ?!" Tanya Gerard, dari seberang telepon.
Gerardlah yang di telepon Zahara, Gerard belum tahu tentang kematian Ishadi.
"Ishadi mati di bunuh di gedung pertemuan , tadi Aku liat beritanya di tivi!" Ujar Zahara, bicara serius, di teleponnya.
"Apa ?!!" Terdengar suara Gerard kaget dari seberang telepon.
"Sepertinya ini makin serius, Aku yakin, kalo ini semua perbuatannya Astrid , anaknya Edward, Dia benar benar mengincar kita semua, satu persatu di bunuhnya!" Ujar Zahara, di telepon.
"Mendengar kematian Ishadi, Aku yakin, sebentar lagi Kamu dapat telepon dari si Boss ! Boss pasti marah dengan kematian Ishadi, orang kepercayaannya." Ujar Zahara, ditelepon.
"Soal si Boss biar jadi urusanku, Kamu gak usah mikirin."Ujar Gerard, dari seberang telepon.
"Ya, tapi..." terdengar nada telepon terputus.
Gerard telah mematikan teleponnya dari seberang sana, Zahara terlihat kesal, karena Dia belum selesai bicara, tapi Gerard sudah menutup teleponnya begitu saja.
"Sial ! Astrid benar benar nekat ! Aku harus lebih dulu menemukan keberadaannya ! Aku gak mau Dia datang dan membunuhku !" Ujar Zahara, bicara pada dirinya sendiri.
Sementara itu, di ruang kerjanya, Gerard terlihat kalap dan mengamuk , di buangnya semua berkas berkas yang ada di atas meja kerjanya.
"Keparaaaattt !!"Teriak Gerard, melampiaskan amarahnya.
Dia tak terima dengan kematian orang orang kepercayaannya itu. Gerard terlihat semakin marah besar.
"Asstrriiid !! Kamu mau bermain main dan mencoba melawanku ! Baiklah, Akan Aku tunggu Kamu!!" Ujarnya dengan geram dan menahan amarah.
---
Dari tim penyidik kepolisian dan bagian forensik serta petugas medis sudah datang kelokasi kejadian terbunuhnya Ishadi.
Patrick, yang bertugas memimpin penyelidikan itu masuk ke dalam gedung dan mendekati mayat Ishadi yang masih di periksa tim penyidik dan ahli forensik.
Melihat kematian Ishadi, Patrick menghela nafasnya , Dia berdiri di dekat petugas penyidik kepolisian dan tim ahli forensik, Dia menunggu hasil dari mereka.
"Bagaimana ?Apa ditemukan sidik jari pelakunya?" tanya Patrick, pada salah seorang Petugas Penyidik kepolisian.
"Tidak ada satu pun sidik jari pelaku di tubuh korban, sepertinya, pelaku sangat profesional, dari caranya membunuh dan menurut pengakuan orang orang, bahwa kematian korban sangat cepat, Pelaku sangat ahli dan menguasai cara membunuh cepat."Ujar seorang ahli forensik.
"Baik, bawa mayatnya untuk di visum dan autopsi lagi. Temui apapun yang mencurigakan dari kematian korban."Ujar Patrick.
"Baik." Jawab seorang ahli forensik, menuruti perintah Patrick.
__ADS_1
"Cari tau, orang orang terdekat korban, dan selidiki, apakah korban mempunyai musuh , sehingga di bunuh."Perintah Patrick, pada salah seorang penyidik kepolisian.
"Siap, laksanakan Komandan!" Ujar Petugas penyidik kepolisian.
" Dan juga , Sita semua kamera cctv yang ada di gedung ini, dimanapun, baik di luar dan di dalam, dan cek semua kamera cctv, cari orang yang mencurigakan sebelum dan saat terjadinya pembunuhan!" Tegas Patrick, memberi perintah.
" Siap !" Jawab seorang petugas penyidik kepolisian.
Petugas penyidik kepolisian setelah memberi hormat lalu bergegas pergi meninggalkan Patrick untuk segera mengamankan kamera cctv dan mengecek rekamannya.
Patrick lalu berjalan keluar dari dalam ruang pertemuan, orang orang masih pada berkumpul di dalam ruangan, karena masih menjalani pemeriksaan kepolisian yang meminta keterangan dan kesaksian pada mereka semua, atas kematian Ishadi.
Patrick keluar dari dalam gedung pertemuan, di halaman gedung, Dia berdiri memandangi gedung tersebut.
Lalu, Dia menoleh ke seluruh area gedung tersebut, Patrick sedang mengamati letak gedung dan mencari tahu, bagaimana pelaku bisa melarikan diri tanpa diketahui orang orang.
Patrick lantas menghela nafasnya, Mayat Ishadi di bawa petugas medis keluar gedung, lalu di masukkan kedalam mobil ambulance.
Tak berapa lama, mobil ambulance pergi, kemudian, keluar para petugas ahli forensik dari dalam gedung tersebut , mereka sudah selesai mencari bukti bukti di sekitar lokasi kejadian.
Para tim ahli forensik masuk ke dalam mobil, lalu, mobil pergi membawa mereka.
Patrick lantas juga masuk ke dalam mobilnya, dan lalu segera pergi meninggalkan lokasi kejadian tersebut.
---
Malam harinya, Astrid sedang duduk di sebuah ruangan kerjanya yang ada di dalam rumahnya.
Terlihat di tembok dinding ruangan itu menempel papan tulis yang sangat besar , dan ada photo photo orang orang yang menempel di papan tulis tersebut.
Photo photo itu adalah photo orang orang yang dulu terlibat dalam tindak kejahatan, mereka semua yang ikut menjebak dan memfitnah orang tuanya, menuduhnya korupsi menggelapkan dana serta melakukan pengeboman yang menewaskan ratusan orang, sehingga orang tuanya di tangkap dan di jebloskan dalam penjara lalu tewas terbunuh di dalam rumah tahanan.
Diantara Photo photo itu ada photo Gerard, Zahara dan juga Karina, sementara tiga photo sudah di beri tanda silang merah oleh Astrid. Pertanda ketiga photo itu telah mati di bunuhnya.
Astrid berdiri menatap seluruh photo photo yang menempel di papan tulis besar itu, pandangan matanya tertuju pada satu photo yang tak berwajah, photo itu berwarna hitam dan di beri tanda tanya oleh Astrid.
Itu menandakan, bahwa Dia belum mengetahui, siapa orang tersebut.
Dialah Tokoh utama dari semua kejahatan yang dilakukan terhadap Bapaknya, otak dari semuanya, yang merencanakan skenario untuk menjebak dan menyingkirkan Bapaknya.
Astrid mengambil photo yang berwarna hitam dan tak berwajah itu, Dia lantas mengamatinya.
"Siapa Kamu?!" Gumam bathin Astrid, menatap tajam photo tak berwajah tersebut.
Orang itu masih menjadi misteri bagi Astrid, Astrid tidak tahu, siapa orang itu, Dia hanya tahu, bahwa orang tersebutlah yang telah memerintahkan penangkapan dan menjebak Bapaknya.
__ADS_1
Siapa orangnya dan namanya? Astrid belum mengetahui, Dia masih mencari tahu keberadaan orang tersebut.