Destroy

Destroy
Perintah Gerard


__ADS_3

Karena target yang di carinya tak ada didalam ruang kamar ICU, Orang suruhannya Samuel tampak kecewa dan kesal, karena merasa sudah buang buang waktunya datang ke rumah sakit tapi tak mendapatkan hasil dari pekerjaannya.


Dengan kegagalan Dia membunuh target, maka bisa dipastikan , Dia tak akan mendapatkan duit dari Samuel, yang menyuruh dan membayarnya untuk membunuh Jack.


Orang Suruhan Samuel itu lantas duduk sebentar di sofa yang ada dalam ruang kamar itu, Dia menenangkan dirinya sesaat dari rasa kecewanya karena gagal menjalankan misi membunuhnya.


Orang suruhan Samuel lalu menghela nafasnya dengan berat, Dia tak bisa menerima kegagalannya membunuh, sebab, selama ini, Dia selalu sukses menjalankan misi yang diberikan orang padanya, dan tak ada satu pun targetnya yang lolos dari incarannya, semua berhasil di bunuhnya, hanya kali ini saja Dia gagal menjalankan tugas dan misinya dari Samuel.


Dia kemudian berdiri dari duduknya di sofa, lalu berjalan menuju ke pintu.


Saat Dia membuka pintu ruang kamar ICU tersebut, ternyata , sudah berdiri 4 orang didepan pintu ruangan itu dengan posisi yang memegang pistol dan mengarahkannya pada Orang suruhan Samuel.


Betapa kagetnya Orang suruhan Samuel, melihat ke empat orang yang berdiri di depan pintu sambil memegang pistol yang di arahkan padanya.


Cepat orang suruhan Samuel mengangkat kedua tangannya, tak ada ruang dan tempat buatnya untuk bisa melarikan diri, karena Dia terjebak di dalam ruang kamar ICU itu.


Sama sekali Dia tak menyangka, jika ternyata, di luar ruangan sudah menunggu ke empat orang tersebut untuk menangkap dirinya.


Ke empat orang yang memegang pistol melangkah masuk ke dalam ruang kamar itu, Orang suruhannya Samuel melangkah mundur, masuk kembali ke dalam ruang kamar.


Salah seorang yang menodongkan pistol pada Orang suruhan Samuel menyuruhnya duduk di sofa. Tanpa ada perlawanan apa apa, Orang suruhan Samuel itu lantas segera duduk kembali di sofa. Dia tak berani melawan ke empat orang yang berdiri dihadapannya , karena mereka semua memegang pistol ditangannya masing masing.


Dia berfikir, gak ada gunanya mencoba melawan, karena Dia pastinya bisa mati konyol di tembak oleh ke empat orang tersebut.


"Ikat Dia !" Ujar Salah seorang yang menodongkan pistol pada Orang suruhan Samuel pada temannya.


Temannya mengangguk, lalu segera mengikat tubuh Orang suruhannya Samuel di sofa.


Lalu, sebut saja Bandi, nama orang yang memberi perintah mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya dan segera menelpon.


"Target sudah berhasil kami tangkap, Boss." Lapor Bandi, di teleponnya.


Lalu, Dia menutup telepon dan menyimpan ponselnya lagi ke dalam kantong celananya.

__ADS_1


Lalu, Dia berdiri dihadapan Orang suruhan Samuel bersama ke tiga orang temannya.


Orang suruhan Samuel hanya bisa diam dan pasrah saja dirinya di ikat dalam ruang kamar tersebut. Dia tak menyangka jika dirinya sudah masuk perangkap dan di jebak.


Tak berapa lama kemudian, datang Gerard, Dia masuk ke dalam ruang kamar ICU tersebut.


Rupanya Gerard dari Villa langsung kerumah sakit terlebih dulu untuk melihat Jack , Dia tak mau pulanh kerumahnya , karena pasti akan bertemu Zahara dam ribut lagi Dia mau menenangkan dirinya dari kesedihan atas kematian karina.


Gerard ternyata sebelumnya sudah mempersiapkan semuanya, Dia yang mengatur dan menempatkan ke empat anak buahnya untuk menjebak Samuel lalu menangkapnya, jika datang dan mencoba membunuh Jack.


Gerard datang ke rumah sakit untuk memastikan, apakah benar Samuel akan datang kerumah sakit untuk membunuh Jack atau tidak.


Dia juga menyuruh anak buahnya memasang kamera cctv didalam ruang kamar ICU yang kosong itu untuk memantau dan mengawasi, jika benar ada yang datang dan masuk ke dalam ruang kamar, harus segera di bekuk dan di tangkap.


Dan selama Orang suruhan Samuel berada didalam ruang kamar, ternyata Dia sudah diawasi oleh anak buah Gerard dari kamera cctv yang terpasang .


Dan kedatangan orang suruhan Samuel di ketahui Gerard, yang mendapatkan laporan dari anak buahnya.


Setelah berhasil menangkap orang suruhan Samuel, Gerard yang menunggu di ruang kamar rawat Jack yang baru segera mendatangi ruang kamar kosong itu , untuk melihat langsung siapa orangnya dan menginterogasinya , agar Gerard mengetahui siapa yang menyuruhnya datang ke ruang kamar tersebut untuk membunuh Jack.


Gerard berdiri dihadapan Orang suruhan Samuel, Dia menatap tajam wajah Orang tersebut.


"Siapa yang menyuruhmu ke sini?!" Tanya Gerard, menatap tajam wajah Orang suruhan Samuel itu.


Orang suruhan Samuel diam, menutup mulutnya rapat rapat, Dia tak mau menjawab pertanyaan Gerard.


"Samuel yang menyuruhmu, iyakan?!" Hardik Gerard, bertanya lagi.


Orang Suruhan Samuel sempat terlihat kaget, karena nama Samuel disebut , Dia tak menyangka, Gerard, orang yang tak di kenalnya dan sedang berdiri di hadapannya saat ini mengetahui, bahwa yang menyuruhnya datang kerumah sakit untuk melakukan pembunuhan adalah Samuel.


Namun, karena sudah janji, Orang suruhan Samuel tetap diam dan tak mau menyebut nama Samuel sebagai orang yang sudah menyuruh dan membayarnya untuk membunuh Jack.


"Plaaak !! Plaaakkk !!"

__ADS_1


Berkali kali tamparan keras dari tangan Gerard mendarat di wajah Orang suruhan Samuel.


Mendapat tamparan keras dari Gerard, orang tersebut tetap diam tak bergeming dari tempatnya duduk saat ini.


Gerard menamparnya keras, melampiaskan kekesalan dan amarahnya, Dia yang baru saja kehilangan Karina yang mati di bunuh Astrid dan ribut besar dengan Zahara menjadi sangat marah, mengetahui kedatangan Orang tersebut di dalam ruang kamar ICU tempat dimana Jack di rawat sebelum di pindahkan ke ruang kamar lainnya.


Gerard melampiaskan segala amarahnya yang terpendam pada Orang suruhan Samuel, tak puas hanya menamparnya saja, Gerard lantas menghujamkan pukulan pukulan tinjunya ke wajah Orang tersebut, hingga Orang suruhan Samuel mengeluarkan darah di bibirnya dan wajahnya terlihat lebam dan bengkak.


Gerard mengambil ponselnya, lalu, Dia merekam orang suruhan Samuel yang dalam kondisi terikat dan bibirnya berdarah serta wajahnya lebam dan bengkak itu.


Setelah dirasanya cukup merekam, lalu, Gerard segera mengirimkan rekaman video tersebut ke nomor telepon Samuel, Dia sengaja melakukan hal itu, agar Samuel menyadari, bahwa Dia tahu rencana jahat Samuel pada Jack, dan berhasil di gagalkan Gerard serta anak buahnya didalam ruang kamar rumah sakit tersebut .


Mengirim rekaman video orang suruhan Samuel yang dalam kondisi terikat dan luka lebam itu sebagai peringatan keras dari Gerard terhadap Samuel, agar tak menyentuh Jack dan mencoba membunuhnya lagi.


Dalam rekaman video yang dikirimnya, Gerard juga memberikan peringatan dalam pesannya. Intinya, menyatakan, jika Samuel tetap berniat mau membunuh Jack, maka, Gerard akan mengambil tindakan keras dan tak segan segan membunuh Samuel, walau pun Dia darah daging Gerard. Gerard tak perduli dengan hal itu. Baginya, Jack adalah penerus dirinya yang akan mewariskan harta kekayaan dan perusahaannya, Dan Dia akan melindungi Jack sampai kapanpun, dan tak membiarkan siapapun menyentuh Jack, apalagi berbuat jahat kepada Jack. Gerard akan bertindak keras dan akan mengerahkan anak buahnya untuk menjaga Jack.


"Habisi Dia !!" Ujar Gerard pada Bandi, yang berdiri disampingnya.


"Siap, Boss !!" Jawab Bandi, mengangguk hormat pada Gerard.


Gerard lantas berjalan pergi dan meninggalkan ruang kamar ICU itu, Dia membiarkan Bandi dan ke tiga temannya untuk melakukan pekerjaan yang di perintahkan Gerard, untuk menghabisi Orang suruhannya samuel itu.


Bandi menyeringai jahat menatap sinis wajah Orang suruhan Samuel yang terikat di sofa, Dia memberi isyarat kepada ke tiga temannya untuk segera melakukan perintah Gerard , menghabisi Orang tersebut.


Bandi dan ke tiga temannya berdiri tepat dihadapan Orang suruhan Samuel, mereka semua mengarahkan pistolnya pada Orang suruhan Samuel.


Lalu, beberapa saat kemudian, mereka menembak Orang suruhan Samuel, hingga pada akhirnya sampai meregang nyawa, mati dalam kondisi hampir seluruh tubuhnya berlubang karena kena tembakan dari pistol Bandi dan ke tiga temannya.


Tak terdengar suara letusan dari pistol yang di tembakkan itu, karena Bandi dan ke tiga temannya memakai alat peredam suara, sehingga saat pistol meletus, suaranya tak terdengar orang orang yang ada di dalam rumah sakit tersebut.


Hanya erangan dan teriakan kesakitan dari mulut Orang suruhan Samuel saja yang terdengar didalam ruang kamar ICU tersebut.


Di luar, Gerard berdiri didepan pintu masuk ruang kamar ICU, Dia mendengar suara teriak dan erangan dari orang suruhannya samuel.

__ADS_1


Gerard tersenyum puas, Dia tahu, anak buahnya didalam ruang kamar sudah menjalankan perintahnya, dan Dia tahu, bahwa Orang suruhan Samuel sudah mati di tembak di dalam ruang kamar ICU itu.


Dengan santai dan tersenyum puas Gerard lantas melangkahkan kakinya, berjalan menyusuri koridor rumah sakit, dan kembali keruang kamar ICU tempat Jack di rawat saat ini dan menemui Jack serta Melani yang masih menjaga dan menemani Jack diruang rawatnya itu.


__ADS_2