
Astrid baru saja tiba di halaman parkir rumah sakit, tiba tiba saja teleponnya berbunyi. Astrid cepat mengambil ponselnya dari kantong celananya dan menerima panggilan telepon.
"Ya, Lex. Aku udah dirumah sakit. Dimana posisi Gerard sekarang?" ujar Astrid, bertanya di teleponnya.
"Kamu jangan masuk ke rumah sakit, Gerard sudah pergi dari sana. Ini Aku sekarang sedang meliat pergerakannya melalui GPS." Ujar Alex, dari seberang telepon.
"Ah, Sial !!" Umpat Astrid, memukul satu tangannya ke stir mobil, melampiaskan kekesalannya.
Astrid marah, karena Dia terlambat datang kerumah sakit, sehingga Gerard sudah pergi membawa Karina dari rumah sakit tersebut.
"Kemana tujuan kunyuk itu?!" Ucap Astrid, dengan nada kesalnya, bicara di telepon.
"Akan Aku kirim denah jalur GPS nya padamu." Ujar Alex, dari seberang telepon.
"Oke Lex." Jawab Astrid ditelepon.
Astrid lantas menutup telepon dan menyimpannya kembali ke dalam kantong celananya.
Lalu, Dia begegas meninggalkan rumah sakit tersebut untuk mengejar Gerard yang sedang bersama Karina.
Di jalan raya, Gerard terus menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang, Karina duduk diam disampingnya.
Mereka berdua tak tahu, jika Peter di belakang mereka masih terus mengikuti.
Gerard menoleh pada Karina, Dia heran karena tiba tiba banyak diam dan menggigit gigit jarinya karena cemas dan takut.
"Kamu bilang, Kamu mau di bunuh, Kamu tau, siapa yang mau membunuhmu?" Ujar Gerard, bertanya , sambil masih tetap menyetir mobilnya.
Karina tak menjawab, Dia hanya mengangguk lemah , mengiyakan pertanyaan Gerard, Karina masih menggigit gigit kuku jari tangannya. Gerard tahu, Karina dalam keadaan tertekan, dan jiwanya terpukul, sebab baru saja mengalami hal yang sangat buruk dalam hidupnya.
"Dia sengaja memancingku, menyuruh datang ke Villanya, dan ternyata, di Villa, sudah menunggu orang bayarannya yang akan membunuhku." Ujar Karina, mulai menjelaskan pada Gerard.
Karina lalu menghentikan menggigit gigit kuku jari tangannya, dan mulai cerita pada Gerard.
"Aku berusaha melarikan diri, pada satu kesempatan Aku menyerang orang itu, lalu lari kejalan raya, tapi, Aku di tabrak mobil dan berakhir di rumah sakit." Lanjut Karina menjelaskan pada Gerard.
Gerard menoleh dan melihat wajah takut Karina, Dia geram mendengar penjelasan Karina, Dia ingin tahu, siapa orangnya yang berani mau membunuh Karina.
"Siapa Dia yang Kamu maksud?!" tanya Gerard menoleh pada Karina.
Gerard menatap tajam wajah Karina yang duduk disampingnya, tatapan mata Gerard terlihat menyiratkan ingin mendapat jawaban yang jelas dari Karina.
"Zahara ." Ucap Karina, dengan suara datarnya.
Seketika Gerard menepikan mobil dan menginjak rem mobil karena kaget mendengar perkataan Karina. Mobil berhenti di pinggir jalan.
Peter yang mengikuti mereka dari belakang tentu saja kaget, karena Dia tak menyangka, Gerard menghentikan mobilnya secara mendadak di pinggir jalan raya.
Tak ingin dirinya ketahuan mengikuti Gerard, Peter menjalankan mobilnya terus, dan melewati mobil Gerard yang berhenti, sekilas dari dalam mobilnya Dia melihat Gerard seperti sedang bicara dengan Karina di dalam mobil.
"Siaaal !" Ucap Peter kesal.
Dia terus menjalankan mobilnya, sengaja menjauh dari mobil Gerard yang berhenti itu, lalu, Setelah dirasanya cukup jauh dari mobil Gerard, Peter menepikan mobil dan berhenti di pinggir jalan. Dia berhenti dan menunggu Gerard melanjutkan perjalanannya.
"Zahara katamu?!!" Tanya Gerard, dengan raut wajah yang sangat terkejut itu.
__ADS_1
Sama sekali Dia tak menyangka, jika orang yang dimaksud Karina ingin membunuhnya adalah Zahara, istrinya. Gerard heran dan bertanya tanya, mengapa Zahara ingin membunuh Karina.
"Kamu ada masalah apa dengan Zahara? " Tanya Gerard, menatap tajam wajah Karina, dan ingin tahu apa yang terjadi antara Karina dan Zahara.
"Aku gak ada masalah apa apa sama Zahara. " Ucap Karina.
"Gak mungkin Zahara nekat mau membunuhmu kalo Kalian gak ada masalah, pasti ada yang membuat Zahara tersinggung, Zahara itu pendendam dan licik, pasti Kamu ada salah bicara padanya." Ujar Gerard ,menatap lekat wajah Karina.
"Aku gak punya masalah ! Aku gak pernah berkata kasar pada Zahara !!" Ucap Karina panik dan cemas, bercampur kesal.
Karina merasa kesal, karena Gerard sepertinya mau memojokkannya dan menyalahkan dirinya, sehingga Zahara mau membunuhnya.
"Kamu tau dari mana, Kalo Zahara yang menyuruh orang membunuhmu?" Tanya Gerard lagi.
"Aku kenal orangnya, Dia Peter." Jelas Karina.
"Peteer?!! Si pembunuh bayaran itu? Ah, Dia memang orangnya Zahara , selama ini, Dia selalu setia dan menjalankan tugas apapun dari Zahara. Dia pengawal pribadi Zahara juga." Ungkap Gerard, memberitahu Karina.
"Karena Aku tau dan kenal sama si Peter, makanya Aku bisa menyimpulkan, Kalo Zahara yang menyuruhnya membunuhku!" Ucap Karina.
"Karena sebelumnya, Aku menelpon Zahara, Aku mau ketemu Dia karena ada yang mau Aku tunjukkan dan jelaskan pada Zahara." Lanjut Karina, memberi penjelasan pada Gerard.
"Terus ?" Tanya Gerard.
"Zahara lalu menyuruhku untuk menunggunya di Villa miliknya, Katanya, Dia akan datang menemuiku di Villa, jadi, Aku percaya, dan datang ke Villa." Jelas Karina.
"Setelah sampai di Villa, Aku liat suasana sepi, gak ada mobil Zahara, pas Aku menunggu, tiba tiba saja Peter muncul dan keluar dari dalam Villa." Ungkap Karina.
"Sorot mata Peter mengerikan, seakan ingin menelanku, Aku jadi takut, lagi pula, Aku tau siapa Dia dan apa pekerjaannya." Lanjut Karina.
Gerard terdiam mendengar penjelasan Karina, darahnya bergejolak dalam jiwanya, betapa marahnya Dia pada Zahara setelah mendengar penjelasan Karina.
"Aku semakin yakin, kalo Zahara yang menyuruh Peter, karena Peter berusaha membunuhku!" Tegas Karina.
"Saat ada kesempatan dan Peter lengah, Aku lempar tanah ke mukanya, lalu, Aku lari sekencang kencangnya menuju jalan raya. Tapi, Apesnya, Aku malah ditabrak." Ujar Karina.
"Tapi Kalo Kamu gak ditabrak mobil, Peter pasti sudah berhasil membunuh Kamu." Ujar Gerard, memberi penjelasan pada Karina.
"Ya, Aku kira, Aku mati karena ditabrak mobil, jika pun Aku mati, Aku lebih suka mati di tabrak dari pada mati di bunuh Peter." Ucap Karina lirih .
"Apa sebenarnya yang membuat Zahara marah dan mau membunuhmu?" Ucap Gerard , lalu diam sesaat dan berfikir.
Tiba tiba saja Gerard teringat akan sesuatu hal, Dia ingat saat Zahara menemuinya di ruang kantor dan menunjukkan rekaman video hubungan intim Dia dan Karina yang terekam dalam kamera cctv yang ada di ruang kantor Gerard.
"Ah, Sial ! Aku baru ingat dan sadar, mengapa Zahara mau membunuhmu!!" Ucap Gerard geram.
"Apa ?!" Tanya Karina, menatap tajam wajah Gerard.
"Zahara sudah tau hubungan kita berdua." Ujar Gerard.
"Apa ?! Dari mana Dia tau? Apa Kamu yang bilang langsung pada Zahara?!" Ujar Karina, menatap tajam wajah Gerard.
"Gila Kamu !! Aku gak mungkin membongkar perselingkuhan Kita pada Zahara." Ujar Gerard.
"Terus , Kenapa Dia bisa tau? Apa ada yang melihat kedekatan kita dan mengetahui hubungan kita, lalu, melaporkannya pada Zahara?!" Ujar Karina, mereka reka dari mana Zahara tahu perselingkuhan Dia dan Gerard.
__ADS_1
"Tidak, gak ada satu pun orang yang memberi tahu Zahara soal perselingkuhan kita." Ucap Gerard.
"Lantas, darimana Dia tau?!" Ujar Karina, dengan penuh rasa herannya.
"Dari rekaman kamera cctv." Ucap Gerard.
"Ah, Gila ! Di ruang kantormu ada kamera cctv ?!! " Tanya Karina, tersentak kaget.
"Aku gak pernah memasang kamera cctv, karena Aku memang gak mau, ada yang tau , apa yang Aku lakukan di dalam ruang Kantorku. " Ucap Gerard.
"Aku baru tau dari Zahara, kalo ternyata, di ruang kantorku terpasang kamera cctv kecil." Lanjut Gerard.
"Semua terekam jelas dalam kamera cctv itu, saat kita berhubungan intim dan bermesraan di dalam kantorku." ujar Gerard.
"Aku gak tau, apakah Zahara yang sengaja menaruh kamera cctv atau orang lain.Yang jelas, Zahara menunjukkan flash disk berisi rekaman hubungan intim kita, dan Aku melihatnya, memang benar, itu rekaman kita berdua." Ungkap Gerard.
"Zahara lalu mengancam dan memberi peringatan padaku, tapi, saat itu, Dia gak membahas tentangmu, sama sekali Dia gak ada mengancam untuk membunuh Kamu, Karina." Tegas Gerard.
"Gak mungkin Zahara bilang ke Kamu kalo Dia marah dan mau membunuhku." Ucap Karina.
"Pantas saja, Zahara ingin membunuhku, Dia sudah tau hubungan kita,lalu merencanakan ini semua. Buat menyingkirkanku dan menghabisi diriku." Ujar Karina.
"Ya, sepertinya, Kamu harus lebih hati hati lagi." Ujar Gerard.
"Ya. Bukan hanya Zahara yang ingin membunuhku, tapi Astrid, Dia juga mau membunuhku." Ungkap Karina.
"Astrid anaknya Edward ?!!" Gerard tersentak kaget mendengar nama Astrid disebut Karina.
"Ya, Dia datang ke rumah sakit, sepertinya Dia berhasil melacak keberadaanku, dan Aku yakin, ada yang membantunya sehingga Dia mudah menemukanku." Ujar Karina .
"Kamu yakin itu Astrid?" Tanya Gerard.
"Aku yakin Dia Astrid, anaknya Edward , Dia mau membunuhku untuk membalas dendam, itu katanya, beruntung Aku bisa melarikan diri darinya." ujar Karina.
"Dari mana Kamu yakin Dia Astrid?" tanya Gerard.
"Nanti saja Aku jelaskan, itu juga sebenarnya yang mau Aku bilang ke Zahara, Aku mau mengungkap sosok si Astrid itu pada Zahara, Aku gak tau, kalo Zahara ternyata malah mau membunuhku." ungkapnya, dengan penuh rasa kecewa.
"Oke, Aku akan membawamu ke Villaku yang ada di atas bukit, di dekat sebuah desa kecil yang terpencil. Kamu bisa tinggal disana, sampai semuanya aman." Ujar Gerard.
"Apa Zahara tau Villa Kamu itu?" tanya Karina.
"Dia pernah satu kali datang ke Villa itu, tapi Aku yakin, Dia gak bakal kepikiran, Kalo Aku menyembunyikanmu di Villa itu, sebab, lokasinya sulit di tempuh oleh kendaraan. harus hati hati dan yang benar benar mahir menyetir mobil baru bisa naik ke atas bukit dan ke Villaku itu." Ujar Gerard menjelaskan pada Karina.
"Baiklah. Aku nurut aja dengan apa yang Kamu bilang, Aku percayakan keselamatan diriku padamu Gerard." Ujar Karina.
"Ya." Angguk Gerard.
Gerard lalu menyalakan mesin mobilnya, lalu, Dia menjalankan mobil, melanjutkan perjalanan mereka berdua menuju Villa yang di maksud Gerard.
Mobil Gerard melintas di jalan raya, dan melewati mobil Peter yang menunggu di pinggir jalan.
Dari dalam mobilnya Peter melihat mobil Gerard sudah jalan dan melewati mobilnya.
Peter langsung menyalakan mobil, dan cepat Dia menjalankan mobilnya, mengikuti kembali mobil Gerard yang sudah melaju cepat menyusuri jalan raya tersebut.
__ADS_1