Destroy

Destroy
Astrid berhadapan dengan Jackson


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 22 : 23 wib. Astrid baru saja pulang ke rumahnya, Dia keluar dari dalam kamar mandi, habis bersih bersih tubuhnya.


Astrid bersiap untuk tidur, Dia melangkah dan hendak mematikan lampu kamarnya. Saat Dia hendak mematikan lampu, menyelinap sosok seorang Pria masuk ke dalam kamar dan langsung menyerangnya.


Astrid kaget, karena tiba tiba saja mendapatkan serangan mendadak yang tanpa di duganya sama sekali.


Sosok Pria itu berhasil memukul Astrid, Astrid terjajar kebelakang, Dia marah melihat pada sosok Pria yang menyerangnya secara tiba tiba.


"Siapa Kamu?!" Bentak Astrid marah.


Sosok Pria itu lantas membuka cadar penutup wajahnya, lalu, Dia berdiri dihadapan Astrid dengan senyum sinisnya.


"Jackson?!" Ujar Astrid, tersentak kaget.


Astrid mengenali sosok Pria yang menyerangnya, Dia mengenal Jackson, orang yang selama ini di carinya karena telah menikam Bapaknya beberapa tahun yang lalu di penjara.


Astrid tak menyangka, Jackson datang kerumahnya dan menemui dirinya secara langsung , pertemuan mereka tak pernah di duga sama sekali.


"Apa Kabar Astrid? Kamu anaknya Edwardkan?" Ujar Jackson, bertanya dengan menatap tajam dan bersikap dingin menatap Astrid.


"Ya, Aku anaknya Edward, orang yang Kamu bunuh dalam penjara dulu!" Jawab Astrid geram.


Astrid langsung terlihat sangat geram dan marah, saat Dia tahu, bahwa yang ada dihadapannya adalah Jackson, orang yang selama ini susah payah di carinya.


"Kurang ajar ! Berani kamu masuk ke rumahku." Ujar Astrid marah , membentak Jackson.


"Kenapa Kamu marah? Bukannya Kamu duluan yang diam diam masuk ke rumahku dan memasang kamera cctv ?!" Ujar Jackson, dengan senyum sinisnya menatap Astrid.


Astrid terkesiap kaget mendengar perkataan Jakson, Dia tak menyangka, bahwa Jackson tahu, jika Dia masuk ke rumah Jackson. Dan yang membuatnya lebih kaget lagi, ternyata Jackson juga tahu, kalau Dia memasang kamera cctv dirumahnya.


"Kamu kira Aku bodoh? Aku udah memasang kamera cctv di seluruh rumahku, Jadi, Aku bisa tau, Apa yang udah Kamu lakukan di rumahku!" Ujar Jackson sinis.


Astrid geram menatap tajam wajah Jackson yang menatapnya dengan tatapan penuh sinis itu.


"Aku melacak keberadaanmu, dan Aku tau, Kamu anaknya Edward, Aku sudah mengetahui tentang data dirimu, dan Aku juga tau , kalo Kamu tinggal di sini. " Ungkap Jackson, memberi penjelasan pada Astrid.


"Ya, Aku sengaja datang kerumahmu untuk mencarimu!" Tegas Astrid. Menatap tajam penuh amarah pada Jackson yang berdiri dihadapannya itu.


"Untuk membalas dendam karena membunuh Bapakmu?!" Jawab Jackson menatap Astrid sinis.


"Bajingan Kamu !" Bentak Astrid marah.


Astrid sangat geram, darahnya bergemuruh dalam dirinya, Dia sudah tak bisa menahan dirinya lagi, darahnya terus saja bergejolak dalam dirinya, lalu, Astrid langsung menyerang Jackson.

__ADS_1


Perkelahian pun terjadi antara Jackson dan Astrid, jual beli pukulan terjadi dalam kamar , Jackson memberi perlawanan yang sengit atas serangan Astrid.


Jackson bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan, Astrid terlihat kesulitan menghadapi Jackson yang menguasai ilmu bela diri bagus.


Beberapa kali Astrid terkena hantaman pukulan Jackson dan terjajar jajar kebelakang. Lalu,Jackson juga berhasil membanting tubuh Astrid ke lantai kamar.


Astrid tak menyerah, Dia terus memberi perlawanan pada Jackson, Dia sudah bertekat untuk melawan Jackson habis habisan, Dalam pikirannya hanya ada dua hal, Dia yang mati, atau Jackson yang meregang nyawa di tangannya malam ini.


Karena emosi marah yang sudah berkecamuk dan dendam yang sudah dipendamnya bertahun tahun, Astrid mengamuk, Di kerahkannya seluruh tenaganya dan menyerang Jackson.


Beberapa kali Astrid melayangkan pukulan dan tendangan, namun, Jackson berhasil menghindarinya, malah Astrid yang beberapa kali terkena pukulan Jackson.


Hingga pada akhirnya, Jackson berhasil mengalahkan Astrid, saat Astrid kalap menyerang, Jackson berbalik menghindar, lalu, dengan gerakan yang sangat cepat dan tak terduga, Jackson mencengkram leher Astrid dengan lengan tangannya, hingga Astrid tak bisa bergerak.


Jackson terus mencengkram leher Astrid dengan kuncian lengan tangannya, sehingga Astrid sulit bergerak.


"Kamu kira, Kamu bisa membunuhku?!!" Bentak Jackson geram.


Astrid meronta dan berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Jackson, namun, kuncian lengan Jackson yang mencengkram lehernya membuat Astrid sulit bernafas.


"Kamu mau tau siapa yang menyuruhku membunuh Bapakmu?!" Hardik Jackson.


"Ya...Si...siapa...yang meny...uruhmu." Ujar Astrid, terbata bata, karena lehernya dicengkram kuat Jackson.


"Kamu akan syock dan kaget, jika mengetahui, siapa yang membayar dan menyuruhku untuk menghabisi nyawa Bapakmu." Ujar Jackson berbisik di telinga Astrid.


Jackson lantas menendang wajah Astrid dengan kuat, hingga Astrid terjerembab ke lantai dan bibirnya berdarah.


"Cari tau sendiri, Siapa orang yang menyuruh dan membayarku untuk membantai Bapakmu, Kamu pasti gak akan pernah menyangka jika tau orangnya!" Ucap Jackson, menegaskan pada Astrid.


"Aku gak akan membunuhmu, karena Aku gak ada urusan denganmu!" Ucap Jackson sinis.


Lalu, Jackson segera berjalan dan pergi keluar dari dalam kamar meninggalkan Astrid.


Astrid menghapus darah yang keluar di pinggir bibirnya, lalu, Dia berusaha untuk bangun dan berdiri.


Astrid berdiri sempoyongan, Dia diam sesaat, mengumpulkan tenaganya, lalu, Dia cepat berlari ke meja rias dan membuka tas kecilnya.


Astrid mengambil pisau belati dari dalam tas kecilnya, lalu, Dia segera berlari keluar dari dalam kamarnya dan mengejar Jackson.


Jackson berjalan keluar dari dalam rumah Astrid. Dengan santainya Dia jalan menuju mobilnya yang parkir di pinggir jalan, samping rumah Astrid.


Jackson terlihat santai karena menganggap Astrid sudah tak berdaya di kamarnya.

__ADS_1


Jackson sengaja memarkir mobilnya di pinggir jalan lalu menyelinap masuk ke dalam rumah Astrid, karena Dia tak ingin Astrid mendengar suara mobilnya datang.


Jackson bisa dengan mudah masuk kerumah Astrid, karena Dia memakai peralatan yang biasa Dia pakai untuk membobol pintu rumah orang.


Dengan tenang Jackson berjalan keluar dari dalam rumah menuju halaman rumah. Dari dalam, Astrid berlari lari mengejarnya, Ditangan Astrid sudah terhunus sebuah pisau belati.


"Jangan Lari Kamu keparaaat!!" Teriak Astrid .


Mendengar suara Astrid berteriak, Jackson menghentikan langkahnya, Dia lantas berbalik badan dan hendak melihat Astrid.


Saat Jackson berbalik badan, saat itu juga Astrid sudah mendekat dan langsung menghujamkan pisau belatinya ke perut Jackson.


Jackson terkesiap kaget, karena mendapatkan tusukan di perutnya. Astrid dengan kalap terus saja menghujamkan pisau belati ke perut Jackson beberapa kali, hingga darah keluar dari perutnya.


Jackson meringis , menatap tajam wajah Astrid yang membabi buta menikam dirinya.


"Mati Kamu Keparaaat!!" Teriak Astrid, dengan terus menghujamkan pisau belati di tangannya ke perut Jackson.


"Kk...Kaa...mu..." Jackson terbata bata dan sulit bicara.


Lalu, seketika, tubuh Jackson roboh dan jatuh ke tanah, darah terus mengalir dari perutnya yang robek karena terkena tikaman pisau belati Astrid.


"Katakan, siapa yang menyuruhmu ! Siapa yang membayarmu !!" Teriak Astrid.


Astrid berteriak keras, suaranya melengking di tengah malam, Dia tak perduli, jika tetangga tetangganya mendengar suara teriakannya.


Astrid sangat marah sekali melihat Jackson yang terkulai lemah di tanah sambil memegangi perutnya yang terluka parah itu.


Jackson tertawa mendengar pertanyaan Astrid, Dengan nafas yang tersengal sengal, Jackson menatap wajah Astrid, yang berdiri tepat di hadapannya sambil memegang pisau belati di tangannya.


"Kasihan sekali Kamu, Kamu sudah di bohongi selama ini. Carilah orang yang sudah membayarku dan menyuruh membunuh Bapakmu, Kamu pasti gak akan percaya, mengapa Dia tega melakukan pembunuhan pada Bapakmu." Ujar Jackson, bicara dengan susah payah dan nafas tersengal sengal.


"Keparaaat !!" Bentak Astrid.


Astrid lantas menendang wajah Jackson, hingga Jackson kembali terjerembab rebah di tanah. Jackson lantas mencoba untuk bangun, dengan susah payah dia bangun dan duduk di tanah, sambil terus menutupi luka di perutnya.


Jackson menatap tajam wajah Astrid, Dia tersenyum sinis pada Astrid, lalu, beberapa detik kemudian, kedua mata Jackson terbuka lebar, tubuhnya Diam sesaat tak bergerak, lalu, kemudian, akhirnya tubuhnya jatuh ke tanah.


Jackson kemudian menghembuskan nafasnya, Dia mati, terkulai di tanah dengan luka tusuk di perutnya yang sangat parah.


Astrid menatap geram pada mayat Jackson yang terkapar di tanah, Dia terlihat menghela nafasnya, ada kelegaan dalam dirinya, karena Dia berhasil membunuh Jackson, orang yang telah membunuh Bapaknya di penjara dan sudah lama di carinya.


Tanpa susah payah, akhirnya Astrid bertemu dan bisa membunuhnya, sebab, Jackson sendiri yang datang menemui dirinya. Dan Astrid tak menyia nyiakan kesempatan itu.

__ADS_1


Walau Dia lega karena sudah berhasil membunuh Jackson dan membalaskan dendamnya , namun, Dia masih belum puas. Sebab, Dia tak bisa mendapatkan jawaban dari Jackson, tentang Siapa orang yang menyuruh Jackson dan menginginkan kematian Bapaknya dulu.


Astrid masih penasaran dengan orang yang membayar Jackson membunuh Bapaknya, Dia pun bertekat untuk mencari tahu orang tersebut.


__ADS_2