Destroy

Destroy
Termakan Omongan


__ADS_3

Samuel melangkah masuk ke dalam gedung kantor Gerard, dengan tenangnya Dia berjalan menyusuri koridor ruangan perkantoran tersebut.


Didalam ruang kantornya, Gerard baru saja membubuhi tanda tangan disebuah berkas yang diserahkan pada sekretarisnya.


Setelah Gerard selesai membubuhi tanda tangannya di berkas tersebut, sang Sekretaris lantas pamit pergi meninggalkan Gerard dengan membawa map berisi berkas yang sudah di tanda tangani Gerard .


Sekretaris membuka pintu lalu berjalan keluar , bertepatan dengan itu, Samuel berjalan masuk ke dalam ruang kantor, Dia berpapasan dengan sekretaris yang melangkah keluar ruangan .


Dari kursi kerjanya Gerard melihat Samuel datang berjalan mendekatinya, sikap Gerard menunjukkan rasa ketidak sukaannya pada Samuel, walaupun Samuel anak kandungnya, kebencian begitu besar dalam diri Gerard kepada anaknya tersebut.


Dengan sikap cuek dan santainya Samuel berjalan mendekati Gerard yang duduk di kursi kerjanya . Samuel berdiri didepan meja kerja, Dia mengamati seluruh ruang kantor Gerard itu .


"Hmm...sepertinya, Aku mencium bau busuk di sini." Ucap Samuel, sambil mengamati seluruh ruangan dan tanpa melihat Papahnya .


"Hei, jaga mulutmu itu!" Bentak Gerard.


Gerard berdiri dari duduknya dikursi, Dia menggebrak meja dan marah pada Samuel, karena datang datang langsung mengatakan bahwa dalam ruang kantornya itu berbau busuk.


"Kenapa Papah marah?" Ujar Samuel, menoleh pada Gerard yang berdiri dan berkecak pinggang menatap tajam wajah Samuel yang cuek .


"Karena mulutmu sudah keterlaluan!" Hardik Gerard.


"Loh, apa ada yang salah? Aku memang mencium bau busuk kok. Apa Papah gak bisa menciumnya?" Ujar Samuel, menatap sinis Papahnya.


"Apa maksudmu?!" Hardik Gerard, marah pada Samuel.


"Bau busuk itu begitu menyengat, dan bau itu sangat dekat dengan Papah, bukan saja terasa dalam ruangan ini, tapi, baunya sudah menyebar dan begitu menyengat di dalam rumah kita." Ungkap Samuel, tersenyum sinis menatap wajah Papahnya.


"Kamu jangan ngaco ya !! Pergi Kamu dari sini, ganggu kerjaku saja !" Bentak Gerard, semakin marah.


Samuel cuek dan tak menanggapi perkataan Gerard yang mengusirnya, Dia tak bergeming dan tak beranjak dari tempatnya berdiri.


Dengan cueknya Samuel lantas mengambil ponsel dari kantong celananya, lalu, Dia membuka layar ponsel dan mencari menu galeri penyimpanan gambar dan video di ponselnya .


"Sebelum Aku pergi dari sini, sebaiknya, Aku perlihatkan dulu sama Papah, dari mana sumber bau busuk yang Aku bilang itu berasal." Ucap Samuel.


Gerard terdiam, Dia bingung dan tak mengerti dengan semua yang dikatakan Samuel kepada dirinya.


Samuel lantas memutar sebuah rekaman video yang ada di ponselnya, diletakkannya ponselnya di atas meja kerja Gerard.


"Lihat dan dengarkanlah ." Ucap Samuel, tersenyum sinis pada Gerard.


"Apa apaan ini?!" Hardik Gerard.


"Papah tenang, jangan emosi, nanti aja emosinya setelah melihat rekaman video itu." Ujar Samuel.


Gerard semakin tak mengerti dengan perkataan Samuel, Dia melihat ponsel Samuel yang tergeletak diatas meja kerjanya dan sedang memutar rekaman video, terdengar suara percakapan Zahara dari rekaman video itu.

__ADS_1


Gerard mendengar Zahara menyebut nama 'Edward' , Gerard langsung tersentak kaget mendengarnya. Dengan cepat Dia mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja kerjanya itu.


Samuel tersenyum sinis melihat Papahnya mengambil ponselnya dan melihat rekaman video di ponselnya itu .


"Edwaarrdd ?!!"


Gerard tersentak kaget dan syock, saat Dia melihat dengan jelas wajah Edward, musuhnya ada dalam rekaman video di ponsel itu. Dia melihat Zahara sedang bicara dengan Edward .


"Bajingan ! Kamu ternyata masih hidup Edward !" Ucap Gerard geram dan marah melihat wajah Edward ada dalam rekaman video di ponsel milik Samuel itu.


Gerard lantas meletakkan kembali ponsel yang dipegangnya ke atas meja kerjanya, Samuel melihat ponselnya diletakkan diatas meja.


"Hei, Papah harus liat sampai habis, ada kejutan buat Papah dalam video itu, liatlah !" Ujar Samuel, menatap tajam wajah Papahnya yang tampak geram dan marah itu.


"Apa maksudmu?!!" Ujar Gerard, menatap tajam wajah Samuel yang tersenyum sinis itu .


"Liat saja, nanti Papah juga tau sendiri . Dan Aku harap, Papah jangan syock setelah mengetahuinya." Ujar Samuel, tersenyum sinis menatap wajah Gerard.


Gerard menatap ponsel yang tergeletak diatas meja dan masih memutar rekaman video itu. Karena penasaran dan ingin tahu, Gerard lantas dengan cepat mengambil ponsel itu .


Gerard lalu melihat kembali pada rekaman video tersebut, wajahnya terlihat serius, Dia mendengarkan percakapan antara Zahara dan Edward.


Gerard tersentak kaget saat Edward bertanya pada Zahara dalam rekaman video itu tentang anak mereka.


"Anak ?! Zahara punya anak dari Edward ?!!" Gumam Gerard, kaget, sambil tetap melihat rekaman video tersebut .


Gerard terus mendengarkan percakapan antara Zahara dan Edward dalam rekaman video itu, Dia melihat, Zahara menyuruh masuk Melani dan Melani masuk kedalam rumah.


Samuel tersenyum sinis melihat papahnya yang serius melihat rekaman video dari ponselnya. Dia menunggu reaksi Papahnya setelah melihat keseluruhan dari rekaman video tersebut .


"Apaa ?!!! Melani anak Edward dan Zahara ?!!!"


Gerard syock dan tersentak kaget, saat mendengar pengakuan Zahara yang menyatakan pada Edward, bahwa Melani adalah anak mereka berdua, hasil dari hubungan gelap mereka, dan Gerard melihat Melani datang kembali dan bertanya tentang kebenaran dirinya bahwa Dia bukan anaknya Gerard , melainkan anaknya Edward.


Gerard semakin terhenyak kaget, saat Zahara menegaskan pada Melani, bahwa Edward lah bapak kandung Melani, bukan Gerard.


Wajah Gerard memerah, amarahnya meluap luap setelah mendengar pengakuan Zahara dalam rekaman video di ponsel yang menyatakan bahwa Melani bukan anaknya, bukan darah dagingnya, tapi melainkan anak dari Edward.


"Kurang ajaar !! Biadab Kamu Zaharaaa !!" Teriak Gerard marah.


Gerard meletakkan ponsel diatas meja kerjanya, Samuel cepat mengambil ponsel dan menyimpannya kedalam kantong celananya.


"Kasihan sekali nasib Papah, selama puluhan tahun di bohongi dan di bodohi wanita murahan itu." Ucap Samuel, menyindir Papahnya.


Gerard terhenyak, Dia menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, wajahnya masih memerah menahan amarahnya.


Keparaaat !!" Ucap Gerard geram dan marah.

__ADS_1


Gerard marah besar pada Zahara, karena ternyata selama ini, Zahara sudah membohongi dirinya dengan mengatakan bahwa Melani anak kandungnya .


"Begitu sempurnanya Wanita iblis itu menyimpan rahasia pada Papah. Dengan sempurnanya Dia bisa membodohi Papah, dengan mengatakan, Melani anak Papah, sementara Papah gak pernah tau kebenarannya waktu itu." ujar Samuel menyindir Gerard.


"Betapa jahatnya wanita itu kan ? Selama menikah dengan Papah, Dia sudah berselingkuh dengan Pria yang bernama Edward itu, dan hamil lalu melahirkan." Ujar Samuel.


"Yang mengenaskan, Saat anak itu lahir, Papah gak ada di rumah, sehingga Wanita iblis itu dengan mudahnya membodohi Papah, dengan mengatakan anak itu anak Papah. " Ujar Samuel lagi pada Gerard.


Gerard masih diam tak menanggapi perkataan Samuel, Dia masih menahan geram dan amarahnya pada Zahara, Dia merasa sudah di bohongi Zahara selama ini .


"Ironis bukan? Anak gadis yang Papah sayangi, ternyata bukan anak Papah, tapi anak dari selingkuhannya Istri Papah itu ." Ujar Samuel, menyindir Gerard .


Gerard tak perduli dengan perkataan Samuel, Dia lantas berdiri dari duduknya di kursi kerjanya, Gerard lantas bergegas pergi hendak keluar dari dalam ruangannya.


Dia berniat untuk menemui Zahara dan meminta penjelasan lagi pada Zahara, Dia ingin mendengar langsung dari mulut Zahara tentang Melani .


"Mau kemana Pah?" Tanya Samuel, tersenyum sinis melihat Papahnya.


Gerard tak menghiraukan pertanyaan Samuel, Dia terus berjalan menuju pintu ruang kantornya .


"Apa jangan jangan Jack juga bukan anak Papah?!" Ucap Samuel.


Gerard tersentak kaget, Dia langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar perkataan Samuel yang menyebut nama 'Jack'.


Gerard lantas berbalik badan dan berjalan mendekati Samuel yang berdiri cuek dan santai itu .


Samuel tersenyum sinis melihat Gerard tak jadi pergi dan terpengaruh dengan perkataannya .


"Apa maksudmu?!!" Hardik Gerard.


Gerard berdiri dihadapan Samuel, Dia menatap tajam wajah Samuel yang tampak cuek itu .


"Maksudku, siapa tau aja, Jack juga ternyata bukan anak Papah, bukan darah daging papah, melihat kenyataan, bahwa ternyata Melani bukan anak Papah." Ujar Samuel, memberi penjelasan pada Gerard .


"Anak yang Papah bangga banggakan, dan karena anak itu, demi anak itu, Papah berusaha untuk menyingkirkan aku dan membuangku, Papah menjadikan anak itu ahli waris tunggal Papah dan mengangkatnya sebagai pengganti Papah memimpin perusahaan." Ujar Samuel.


"Dan, bagaimana jika ternyata, Jack bukan darah daging Papah, tapi jack juga anaknya Edward ? Atau anak dari Pria lain yang juga pernah berselingkuh dan berhubungan intim dengan wanita iblis itu?!!" Lanjut Samuel menjelaskan pada Gerard.


"Jika benar, Jack ternyata bukan anak kandung Papah, bagaimana perasaan Papah? Setelah membenciku dan berusaha menyingkirkanku?!" Ucap Samuel menyindir Papahnya.


Gerard terdiam, Dia semakin geram dan marah, Gerard sudah benar benar termakan dengan omongan Samuel. Gerard diam dan berfikir, bahwa , ada benarnya yang dikatakan Samuel, bagaimana jika ternyata memang Jack bukan anak kandungnya seperti Melani ?


Gerard sadar, bahwa itu semua bisa saja terjadi, mengingat, Dia sangat mengetahui dan mengenal Zahara, yang dulu memang suka berselingkuh di belakangnya, dan Dia juga membalas perbuatan Zahara , Dia berselingkuh juga dengan Karina .


Timbul rasa curiga dalam diri Gerard, Dia khawatir, jika ternyata Jack juga anaknya Edward, anak hasil dari hubungan gelap Zahara dan Edward dulu .


Samuel tersenyum licik melihat Papahnya dilema dan marah itu, Dia puas, karena sudah menunjukkan rekaman video pada Papahnya, dan membuat Papahnya percaya dengan omongannya .

__ADS_1


__ADS_2