
Edward melangkah kedepan dan mendekati Zahara yang masih berdiri disamping mobilnya dengan wajah terperangah kaget melihat kehadiran Edward dirumahnya.
"Katakan, dimana anak kita Zahara?" tanya Edward, menatap tajam wajah Zahara yang berdiri terdiam itu .
"Sebaiknya Kamu pergi dari sini, Ward, kalo Gerard tau Kamu masih hidup, Dia pasti akan membunuhmu." Ucap Zahara, mengingatkan Edward.
"Jangan alihkan pertanyaanku dengan menyebut nama Gerard, Aku gak takut sama suamimu itu!" Hardik Edward marah .
Samuel baru saja keluar dari dalam rumahnya hendak berangkat kerja, Di depan pintu keluar, Dia kaget melihat Zahara sedang bicara dengan seorang Pria tua .
Samuel mengurungkan niatnya untuk pergi, Dia lantas masuk kembali kedalam rumahnya , bertepatan dengan itu Melani datang dan berjalan keluar dari dalam rumahnya.
"Maaa...Ayo berangkat." Ucap Melani, menghampiri Zahara yang masih bersama Edward dihalaman rumahnya.
Samuel tak pergi, Dia penasaran, siapa Pria yang sedang bersama Zahara itu, Dia ingin tahu, apa yang mereka bicarakan.
"Siapa Pria itu? Apa Dia selingkuhannya Si wanita iblis itu?!" Bathin Samuel.
Samuel berfikir sesaat, lantas, Dia melangkah ke jendela rumah, Dia bersembunyi dan mengintip dari jendela yang terbuka itu.
Lalu, Samuel mengambil ponsel dari kantong celananya, Dia merekam pertemuan Edward dan Zahara .
Edward menoleh pada Melani yang baru saja datang dari dalam rumahnya, Dia memandangi wajah Melani yang berdiri disamping Zahara.
"Katakan Zahara, kenapa Diam? Dimana anak kita ?!" Tanya Edward lagi, sambil menatap tajam wajah Zahara yang masih terdiam.
Zahara semakin kebingungan melihat kehadiran Melani disampingnya, Dia jadi semakin tak bisa berkata kata, Dia takut, semua rahasianya bersama Edward yang selama ini di pendamnya akan terungkap .
"Anak kita? Apa maksudnya? Jadi benar, wanita iblis itu selingkuh dengan Pria itu?!" Bathin Samuel.
Sambil terus merekam dari kamera ponselnya, Samuel memikirkan kata kata Edward tadi, Dia semakin penasaran dan ingin tahu kelanjutan dari pembicaraan antara Zahara dan Edward.
"Siapa orang itu Ma?" Bisik Melani ditelinga Zahara.
Zahara diam dan tak menjawab pertanyaan Melani, Dia bingung apa yang harus dilakukannya saat ini.
"Apa Dia Zahara ? Apa Dia anak kita?" Ucap Edward, menatap tajam wajah Zahara.
"Kamu masuk dulu sebentar ya." Ucap Zahara, menoleh pada Melani.
"Loh, kenapa?" Tanya Melani menatap Mamanya dengan wajah heran .
"Apa anak gadis ini anak kita Zahara?" Tanya Edward sekali lagi pada Zahara yang masih diam saja.
"Apa Kamu Melani ?" Tanya Edward pada Melani.
Melani terkejut, karena Edward mengetahui namanya, Melani bingung, Dia menoleh pada Zahara.
"Siapa sih Dia Ma? Kok tau namaku?!" Tanya Melani heran melihat wajah Mamanya.
"Aku dulu memberi nama anak kita dengan nama Melani, dan jika Dia sudah besar, anak kita pasti seumuran dengan anak ini." Ucap Edward.
"Benarkah Zahara ? Dia Melani?" Tanya Edward, ingin kepastian dan mendapatkan jawaban dari Zahara.
__ADS_1
"Nak, Nama kamu Melani kan? Kamu pasti berumur 22 tahun sekarang, lahir bulan oktober tahun 2000? Iya kan?" Tanya Edward pada Melani.
Melani semakin kaget dan bingung , karena Edward tahu umurnya dan tahun kelahirannya.
Melani menoleh pada Mamanya lagi, Dia ingin Mamanya menjelaskan padanya, apa yang terjadi.
"Kenapa Dia tau umur dan tahun kelahiranku Ma? Siapa Dia?" Tanya Melani, menatap tajam wajah Zahara.
"Kamu masuk ke dalam Mel, tolong, Mama minta, turuti kata kata Mama, jangan Kamu pikirkan omongannya." Ucap Zahara, mencoba menenangkan Melani yang bingung itu.
"Tapi Ma..."
"Sudah, masuk sana, nanti Mama panggil Kalo sudah mau pergi." Ucap Zahara, menatap lekat wajah Melani.
Melani diam, Dia menuruti perkataan Mamanya, Dia lantas berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Tapi Melani tidak masuk kedalam ruangan, Dia malah mengintip dari pintu rumahnya, Melani ingin mendengar percakapan antara Mamanya dan Pria tersebut, Dia penasaran, mengapa Pria yang sedang bersama Mamanya mengetahui namanya, umurnya dan juga tahun kelahirannya, Melani ingin tahu, siapa Pria itu dan apa hubungannya dengan Mamanya .
Melani tak menyadari jika Samuel bersembunyi dan mengintip dari balik horden jendela rumah, Melani focus melihat Mamanya yang berdiri dihalaman rumah, sehingga tak menyadari Samuel ada di dekatnya, bersembunyi dibalik horden jendela.
"Dia anak kita kan ? Dia anakku kan Zahara?" Tanya Edward lagi pada Zahara.
"Ya, Dia anak kita, aku tetalmp memberi Dia nama Melani ." Aku Zahara.
"Melani memang darah dagingmu Edward." Ucap Zahara. Mengaku pada Edward. .
Akhirnya, Zahara mau mengakui, bahwa Melani adalah anak kandungnya Edward .
"Oh, benar dugaanku, saat Aku meliatnya tadi, firasatku sudah mengatakan, bahwa Dia putriku yang hilang dan selama ini Aku cari , ternyata Aku bisa bertemu dengannya lagi." Ucap Edward dengan raut wajah senang.
"Apa maksud perkataan Mama ? Kenapa Mama bilang, Melani anak Pria ini, kenapa Ma?!" Tanya Melani, dengan nada suara yang meninggi.
Zahara kaget mendengar perkataan Melani, Dia tak menyangka, jika ternyata Melani mendengar semua yang Dia katakan tadi .
"Kamu anakku, Anak kandungku Melani." ucap Edward.
Edward menatap lekat wajah Melani, ada kerinduan yang begitu besar dari sorot mata Edward saat melihat Melani berdiri disamping Mamanya.
"Apa ? Aku anakmu? Katakan Ma, katakan, bahwa semua yang Aku dengar ini bohong !!" Ucap Melani, menatap tajam wajah Mamanya.
"Ya, Nak. Dia Papahmu, Papah kandungmu." Ucap Zahara.
Zahara mengaku pada Melani, dan mengatakan bahwa Melani anak kandung Edward, Dia sudah terlanjur mengungkapkannya dan Melani sudah tahu, Zahara berfikir, Tak ada gunanya Dia menutup nutupinya lagi.
"Apaa?!! Mama jangan becanda ! Papahku Gerard !! Aku anak kandungnya Papah Gerard, bukan Pria ini!!" Teriak Melani marah pada Zahara.
Di dalam rumah, Samuel yang bersembunyi dibalik horden jendela dan terus merekam kejadian itu kaget mendengar perkataan Zahara.
"Apa ?!! Si Melani anaknya Pria itu? Jadi, selama ini, Wanita itu membohongi Papahku?! Dasar Wanita murahan , hidupnya penuh kebohongan !!" Bathin Samuel bicara.
"Aku akan memberitahukan hal ini pada papah, Aku mau tau, apa reaksinya jika melihat semua ini, dan Aku mau tau, bagaimana sikap papah jika mengetahui kalo si Melani bukan anak kandungnya, tapi anak hasil perselingkuhan si Zahara dengan Pria itu." Bathinnya lagi.
Samuel jadi semakin bersemangat saja merekam pertemuan Zahara dan Edward itu, Dia terus mengarahkan kamera ponselnya dan merekam Zahara dan Edward serta Melani.
__ADS_1
"Kamu bukan anaknya Gerard, tapi, Dia lah Papah kandungmu, namanya Edward ." Ucap Zahara, menjelaskan pada Melani.
"Apa ?!! Ini gak mungkin, gak mungkin !!" Hardik Melani, marah pada Mamanya.
"Mama Kamu selingkuh denganku, Dia hamil, dan melahirkanmu, Aku memberikanmu nama Melani, Karena itu, Aku tau umurmu dan tahun kelahiranmu." Ucap Edward, menatap lekat wajah Melani dan memberi penjelasan padanya.
"Benarkah Ma? Dia Papah kandungku?" Tanya Melani.
Melani menatap tajam wajah Mamanya, Dia ingin memastikan lagi dari Mamanya, apakah benar Dia anak dari Pria yang ada dihadapannya itu.
"Ya, Nak. Apa yang dikatakannya benar, Kamu anaknya, Mama dulu berhubungan dengannya ." Ucap Zahara.
"Gila !! Ini Gilaaa !! Kenapa baru sekarang Mama bilang padaku? Kenapa baru sekarang Aku tau, kalo Aku bukan anak kandung Papah Gerard, kenapa Ma?!!" Teriak Melani.
Kedua mata Melani mulai berkaca kaca, Dia mau menangis, hatinya perih, Dia sedih, kecewa juga pada Mamanya, karena menyimpan rahasia tentang dirinya selama ini.
"Karena papah Gerard gak tau tentang Kamu nak. Papahmu taunya, Mama hamil dan Kamu anak kandungnya." ucap Zahara.
"Saat Kamu lahir, Papah Gerard sedang bekerja keluar kota selama tiga bulan. Sepulangnya Papahmu, Dia taunya, Mama udah memberikanmu nama Melani." ungkap Zahara pada Melani.
"Papah gak tau Mama hamil Aku karena selingkuh?! Papah selama ini gak tau, kalo Aku ternyata bukan anak kandungnya, begitu?!!" Teriak Melani, marah dan menangis pada Zahara.
"Ya, Nak. Dan Mama sengaja merahasiakannya, agar Papahmu mengurus, merawat dan menyayangimu." Ucap Zahara menatap lekat wajah Melani.
"Maafkan Mama, karena selama ini merahasiakannya darimu." Ucap Zahara , merasa menyesal pada Melani.
"Aku benci Mama !!" Teriak Melani.
Melani menangis lalu berbalik dan pergi masuk ke dalam rumahnya, Zahara terdiam, Dia lantas menatap lekat wajah Edward.
"Puas Kamu sekarang Edward ?!! Kamu sudah tau anak kandungmu ada bersamaku dan Dia sehat dan baik baik saja !" Ucap Zahara.
"Puas Kamu sekarang, melihat Melani marah dan membenciku?!! " Tegas Zahara.
"Jika Melani gak mau bicara denganku, jika Dia membenciku karena mengetahui kebenaran tentang dirinya, Aku gak akan pernah memaafkanmu Edward !" bentak Zahara.
Zahara marah pada Edward, karena, kehadiran Edward membuat bencana dalam rumahnya, Melani jadi tahu, kalau ternyata Dia bukan anak kandung Gerard, Melani jadi terluka hatinya dan menangis sedih.
"Aku berhak mengetahui keberadaan anak kandungku. Dan terima kasih, karena Kamu mau merawat anakku dengan baik." Ucap Edward.
"Suatu hari nanti, Aku akan datang lagi menemui Melani, Aku akan menjelaskan semuanya pada Melani, Aku akan membawanya dan mengenalkan Dia dengan Astrid, agar Melani tahu, kalau Dia punya Kakak." Ucap Edward, menatap tajam wajah Zahara.
"Dan satu hal, urusanku dengan Kamu dan Gerard belum selesai, Aku akan datang menuntut balas dan mengambil semua yang menjadi hakku dan telah kalian rampas !!" tegas Edward.
Zahara hanya diam saja tak menjawab perkataan Edward, Edward lantas berbalik dan pergi meninggalkan Zahara sendirian.
Seperginya Edward, Zahara berteriak, Dia marah dan kesal pada Edward .
"Siaaaallll !!" Teriaknya.
Samuel tersenyum puas mematikan kamera ponselnya, Dia lalu menyimpan ponsel kedalam kantong celananya.
"Sudah cukup tontonan serunya, tinggal tunggu selanjutnya." Ucap Samuel, tersenyum senang.
__ADS_1
Samuel lantas beranjak dari tempat persembunyiannya, Dia melangkah keluar dari dalam rumahnya, hendak berangkat kerja, Dia berpapasan dengan Zahara yang hendak masuk kedalam rumah.
Zahara berjalan melewati Samuel tanpa melihatnya, begitu juga dengan Samuel, Samuel berjalan cuek menuju garasi mobilnya. Dia tersenyum licik sambil berjalan .