
Samuel melihat jam di tangannya, Dia semakin marah karena Zahara tak mau minggir juga dan tetap berdiri didepan mobil menghalangi jalan.
Samuel tak mau telat pergi karena meladeni Zahara yang bertingkah seperti orang gila menurutnya. Samuel lantas membuka pintu mobilnya.
"Tunggu ya." Ujar Samuel, pada Astrid.
"Eh, Sam, Kamu mau ngapain, biar aja." Ujar Astrid.
Astrid mencoba mencegah Samuel, tapi Samuel sudah keluar dari dalam mobilnya.
Dari dalam mobil Astrid melihat Samuel berjalan mendekati Zahara, Dia tahu, Samuel sangat marah pada Zahara.
Astrid melirik Zahara yang terus teriak teriak menyuruh Dia keluar dari dalam mobil. Astrid tertawa kecil, lalu, Dia melambaikan tangannya pada Zahara dan tersenyum sinis melihat Zahara.
"Seeetaaan !!" Ucap Zahara geram.
Zahara merasa diremehkan dan di ejek Astrid yang ada didalam mobil. Dia hendak melangkah mendekati Astrid, dan mau menyerang Astrid, tapi, Samuel menahan langkahnya, Samuel langsung mendorong tubuh Zahara.
"Minggir Kamu perempuan sialan !!" Ujar Samuel memaki Zahara.
Zahara terjerembab jatuh di aspal jalan, lembar photo terlepas dari tangannya dan tergeletak diaspal jalan, depan mobil Samuel yang sedang berhenti.
"Jangan coba coba halangi jalanku !!" Bentak Samuel, menatap marah pada Zahara.
Zahara meringis kesakitan, memegangi lututnya yang terluka, akibat tergores aspal jalanan saat Dia di dorong kuat sama Samuel dan terjatuh di aspal.
Samuel lantas berbalik dan pergi meninggalkan Zahara, Samuel benar benar sangat membenci Zahara, Dia tak pernah menganggap Zahara sebagai ibu tirinya. Samuel tak suka pada Zahara.
Samuel masuk kedalam mobilnya, lalu Dia cepat menjalani mobilnya. Mobil pun lantas melaju pergi meninggalkan Zahara yang masih terduduk di aspal jalan sambil memegangi lututnya yang terluka.
Mobil melaju, ban mobil melindas lembar photo yang tadi di pegang Zahara. Zahara geram melihat kepergian Astrid bersama Samuel.
"Anak Setan Kamu Sam !! Aku akan habisi Kamu dan juga si Astrid itu!! Liat saja nanti !!" Ujar Zahara geram dan sangat marah sekali.
Lalu, dengan susah payah, Zahara berusaha bangun dan berdiri, Dia meringis menahan sakitnya karena luka di bagian lutut kakinya.
Zahara mengambil lembar photo yang tergeletak di aspal jalanan itu, lalu, Dia membawa lembar photo itu . Zahara kembali kerumahnya.
Dia merasa terhina dan direndahkan oleh Samuel dan juga Astrid, Dia tak bisa menerima perlakuan Samuel padanya tadi.
Zahara masuk ke dalam rumahnya, langsung saja Dia berteriak dan mengamuk kesetanan, melampiaskan amarahnya yang sudah mencapai ubun ubunnya.
"Kepaaaarraaaaattt Kaliaaannn!! Aka Aku hancurkan, Akan Aku bunuh Kaliaaannn !!" Teriak Zahara penuh dengan emosi amarahnya.
Sementara itu di perjalanan, Astrid yang duduk di samping Samuel menoleh dan melihat Samuel yang menyetir mobilnya.
"Kamu Aku liat tadi seperti sangat benci sama Ibu Tirimu itu." Ujar Astrid.
__ADS_1
"Jangan sebut Dia Ibu Tiriku, Aku gak pernah mengakuinya sebagai Ibu tiriku!!" Ujar Samuel .
"Sudah lama Aku mau menyingkirkan wanita gila itu dan kedua anaknya, tapi Aku belum berhasil juga ." Lanjut Samuel.
"Wanita itu menguasai Papah, Dia yang mengendalikan semua keuangan dan harta benda milik Papah, dan Dia juga masuk dalam dewan direksi di perusahaan perusahaan Papah." Jelas Samuel.
"Orang orang takut pada wanita gila itu ! Dia tak segan segan menyingkirkan siapapun yang menentang keputusannya di perusahaan Papah." Lanjut Samuel.
"Mengapa Papahmu seperti menurut dan gak berani melawan?" Tanya Astrid.
"Sepertinya, ada rahasia pribadi Papah yang di ketahui wanita gila itu , bisa saja Dia mengancam Papah akan membeberkan rahasia pribadinya ke muka umum." Jelas Samuel.
"Jadi, Papah mau gak mau nurut sama Dia, daripada dihancurkan hidupnya oleh wanita gila itu." Ungkap Samuel.
"Separah itu ternyata sifat Zahara." Ucap Astrid.
"Ya. Makanya Aku kan pernah bilang Kamu, jangan terlalu dekat dan akrab sama Dia, jangan juga pernah menolong Dia." Ujar Samuel.
"Dia itu bagai binatang buas yang sedang mendapat masalah, lalu ditolong dan diselamatkan, tapi akhirnya malah memangsa dan memakan orang yang telah menolongnya. " Lanjut Samuel .
"Itulah perumpamaan Dia ! Dan Papah korbannya, Papah yang menolong dan menyelamatkan dirinya, lalu menikahinya, diberi kemewahan dan harta berlimpah tapi akhirnya, tragis, Papah jadi mangsa wanita itu ." Ujar Samuel sinis.
"Oh begitu." Astrid mengangguk angguk mengerti dan paham.
Astrid berfikir, Diam diam Dia tersenyum senang karena mendapatkan informasi lagi tentang Zahara. Dan Dia semakin bertekat akan mengancurkan Zahara dan membuat hidupnya menderita.
---
Di rumah sakit, terlihat seseorang yang memakai masker penutup mulut dan memakai seragam medis rumah sakit berjalan menyusuri koridor rumah sakit.
Orang itu adalah orang suruhannya Samuel, yang khusus di bayar dan ditugaskan untuk membunuh Jack , dan menyamarkan kematian Jack, Orang suruhan Samuel berencana membuat kematian Jack seperti disebabkan medis.
Dia berjalan santai terus menyusuri lorong dan koridor rumah sakit, mencari dimana tepatnya ruang kamar ICU tempat Jack saat ini di rawat.
Dia mengandalkan alamat yang diberikan Samuel kepadanya, tentang letak kamar Jack di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, Samuel dan Astrid sudah tiba di sebuah restoran mewah, dan mereka sudah duduk di kursi makan dalam restoran mewah tersebut.
Tiba tiba telepon Samuel berbunyi, Dia cepat mengambil ponselnya, Samuel melihat nama yang muncul di layar ponselnya, lalu Dia melihat Astrid yang duduk dihadapannya dan sedang menikmati air minumnya.
"Sebentar ya, Lia. Aku terima telepon dulu." Ujar Samuel.
Astrid tersenyum dan mengangguk, Samuel lantas bergegas berdiri dari duduknya di kursi dan pergi menjauh dari tempat Astrid duduk.
Dia tak ingin Astrid mendengar pembicaraannya di telepon, karena itu Dia sengaja menjauh dari Astrid.
Astrid tersenyum dan menunduk, Dia tahu, Samuel sengaja menjauh dari dirinya untuk menerima telepon agar Dia tak mendengar isi percakapannya.
__ADS_1
Astrid berfikir, pasti Samuel sedang merencanakan sesuatu hal bersama orang yang sedang menelpon dirinya itu, dan pasti itu adalah sesuatu yang sangat penting dan rahasia, serta tak boleh ada orang yang tahu.
"Dimana Kamu sekarang?" Ujar Samuel, bicara pelan di teleponnya.
"Sudah di rumah sakit, Boss, lagi menuju ke tempat Jack." Jawab orang suruhan Samuel, dari seberang telepon.
"Oke, Kabari Aku, begitu Kamu sudah membunuh Jack." bisik Samuel, diteleponnya.
"Siap, Bos!" Jawab Orang suruhannya Samuel, dari seberang telepon.
Samuel lantas menutup telepon dan menyimpan ponselnya ke dalam kantong celananya.
Lalu, Dia melihat Astrid, Astrid melihatnya juga, Samuel tersenyum dan berusaha bersikap tenang agar Astrid tak curiga dengan dirinya.
Samuel lantas berjalan mendekati Astrid, Dia kembali duduk di kursinya, yang ada dihadapan Astrid.
"Sudah telponnya?" tanya Astrid, dengan lembut dan ramah pada Samuel.
"Sudah, Kok." Ujar Samuel , tersenyum menatap wajah Astrid.
"Syukurlah, Jadi gak kan ada lagi yang ganggu kita kan?" Ujar Astrid.
"Eh...i...iya, Lia. Kita bisa enjoy sekarang." Ucap Samuel tersenyum.
Samuel sedikit gugup, dan Astrid tahu itu. Tapi Astrid pura pura tak tahu dan tetap bersikap biasa saja pada Samuel.
Samuel terlihat sedikit gugup, karena ternyata malam ini Dia sedang berencana untuk membunuh Jack.
Ada ketegangan dalam diri Samuel, Dia tegang, menunggu hasil , apakah orang suruhannya berhasil membunuh Jack atau gagal?
Dia berharap, Jack mati malam ini, agar Dia bisa menguasai harta Papahnya.
Samuel melirik ke jam tangannya, Dia melihat waktu seperti lambat, Dia ingin cepat mendapat kabar dari orang suruhannya.
Astrid memperhatikan gerak gerik Samuel yang berkali kali melihat ke jam tangannya, Dia juga melihat keresahan ada pada diri Samuel saat ini.
"Kamu kenapa, Sam?" tanya Astrid, menatap wajah Samuel.
"Ah, nggak. Aku gak apa apa." Ucap Samuel.
Samuel benar benar tak sabar menunggu kabar dari orang suruhannya, Dia memang yang merencanakan pembunuhan Jack malam ini.
Samuel juga yang membuat skenario, Dia sengaja datang kerumah Astrid dan mengajaknya keluar makan malam bersama di restoran, agar membuat alibinya.
Dengan maksud dan tujuan, jika Jack mati nanti dan Dia di curigai Gerard dan Zahara sebagai otak dari kematian Jack, Dia bisa memberikan alibinya.
Dia bisa menjadikan Astrid sebagai saksj hidupnya, sebab, saat kematian Jack, Dia sedang bersama Astrid makan malam direstoran.
__ADS_1
Samuel memang sudah mempersiapkan segalanya, agar rencana jahatnya membunuh Jack berjalan sukses nantinya.