Destroy

Destroy
Gerard bertemu Zahara


__ADS_3

Zahara tiba di depan villa, Dia berdiri di depan pintu yang terbuka itu. Zahara lalu bersiap siap sambil memegang pistolnya, Dia lantas melangkahkan kakinya dengan pelan masuk ke dalam Villa.



Zahara masuk kedalam villa, Dia melihat seluruh ruangan sepi, seperti tidak ada siapa siapa didalam. Tapi Dia mendengar suara televisi yang masih menyala.


Zahara diam sesaat dan berfikir, apakah Karina masih ada didalam villa dan sedang menonton televisi?


Zahara lantas melanjutkan langkahnya, Dia berjalan pelan menuju ke ruang tengah villa itu.


Zahara mendekat, Dia bersiap siap dengan tetap menggenggam pistol, berjaga jaga, jika Karina melihat dirinya ada didalam Villa, maka Dia akan langsung menembak Karina dengan pistol yang ada ditangannya.


Dengan langkah pelan dan hati hati agar tak diketahui kehadirannya, Zahara mendekati ruang tengah, dimana suara televisi terdengar.


Dia lantas berhenti dan bersandar dibalik dinding pembatas ruangan, lalu, Dia mengintip dan melihat ada seseorang yang duduk di sofa yang menghadap televisi.


"Dia masih di sini." Bathinnya.


Zahara tersenyum senang, karena ternyata Karina masih ada didalam Villa. Walau Dia bertanya tanya, jika Karina ada didalam villa , lantas siapa yang telah membunuh Peter, namun, Dia senang, sebab, Dia bisa membunuh Karina saat ini juga, pikirnya .


Zahara tahu, Gerard belum kembali ke villa, sebab, Dia diberitahu Peter, bahwa Gerard tadi sedang pergi meninggalkan Karina sendirian di dalam Villa, Zahara tak tahu, kemana Gerard pergi dan ada perlu apa sehingga meninggalkan Karina sendirian didalam Villa tersebut.


Zahara mengangkat tangannya yang memegang pistol , lalu, Diarahkannya pistol ke arah orang yang dilihatnya duduk di sofa, dan Dia menduga bahwa orang itu adalah Karina.


Zahara masuk ke dalam ruang tengah, dengan gerak cepat Dia menghampiri, lalu, dengan menodongkan pistol ditangannya, Dia berdiri dihadapan Karina.


Betapa terkejutnya Zahara, saat melihat Karina sudah tak bernyawa, dengan luka di lehernya yang mengeluarkan darah kental.


Zahara kaget sekaget kagetnya, tak menyangka, bahwa Karina ternyata sudah mati.


"Siapa yang membunuhnya?!" Zahara terdiam, berdiri ditempatnya, menatap wajah kaku memucat Karina yang terkulai diatas sofa.


Untuk sesaat Zahara hanya bisa terdiam melihat kematian Karina, Dia tak tahu, harus bagaimana, dan apa yang akan diperbuatnya pada mayat Karina itu.


"Sial ! Aku keduluan ! Ada yang datang lebih dulu dan membunuhnya." Gerutu Zahara.


"Berarti, orang yang membunuh Karina juga membunuh Peter ? Siapa Dia ?!" Ujarnya, bicara pada dirinya sendiri.


Dia melihat ke sekeliling ruangan, lalu, pandangan matanya tertuju pada tulisan berwarna merah yang ada di dinding tembok ruangan villa itu.


Zahara kernyitkan kening, melihat tulisan itu, Dia lantas berjalan dan mendekati dinding tembok ruangan yang ada tulisan berwarna merah itu.


Saat mendekat, Dia berdiri menghadap tulisan di dinding tembok, Zahara semakin kaget melihat tulisan itu menggunakan darah. Dan itu pasti darah milik Karina, itu yang ada dalam pikiran Zahara saat melihat tulisan berlumur darah itu.

__ADS_1


Dia juga tersentak kaget setelah membaca tulisan di dinding tembok, tulisan yang intinya berisi peringatan dan ancaman.


"Astridkah?!" Ucap Zahara, terkesiap kaget.


Tiba tiba Zahara tersadar, Dia lantas berfikir, bahwa semua ini adalah perbuatan Astrid. Setelah membaca pesan tulisan bertinta darah yang ada di dinding tembok ruang villa, Dia yakin, bahwa Astrid yang membunuh Karina.


Sementara itu, mobil Gerard datang, Gerard menghentikan mobilnya karena melihat ada mobil yang terparkir di jalan dekat Villa.


Dan Gerard tahu, bahwa mobil itu milik Zahara. Karena jalannya terhalang oleh mobil Zahara sehingga tak bisa lewat. Gerard memarkir mobilnya lalu segera keluar dari dalam mobil.


Tak lupa Dia membawa makanan yang sudah di belinya dari kota.


Dengan menenteng tas belanjaan berukuran besar, Gerard berjalan menuju ke villa.


Sesaat kemudian, langkahnya terhenti, Dia kaget, saat melihat ada sosok mayat tergeletak ditanah, tepat di pintu depan mobil.


Gerard syock karena ada mayat di tempat itu, Dia tak tahu siapa orang itu, karena penasarannya, Dia mendekati mayat itu.


"Peter ?!!" Gerard tersentak kaget.


Dia kenal dengan Peter, Gerard semakin syock melihat, bahwa mayat yang ditemuinya adalah Peter, orang suruhannya zahara.


"Karinaaa !!"


Sontak Gerard teringat pada Karina, Dia menoleh ke bangunan Villa, wajahnya terlihat mulai panik dan cemas. tanpa berfikir panjang, Dia segera berlari dan membuang tas belanjaan berukuran besar yang berisi makanan, sehingga makanan yang ada didalam tas belanjaan tergeletak berantakan diatas tanah.


"Kariiinnnaaa !!" Teriak Gerard.


Gerard berlari kearah ruang tengah, karena Dia mendengar suara televisi dari arah ruang tengah Villa.


Zahara yang masih berdiri terpaku menatap tulisan yang ada di dinding tembok Villa kaget mendengar suara Gerard.


Gerard masuk ke dalam ruang tengah, Dia kaget melihat Zahara sudah ada didalam ruangan itu dengan memegang sebuah pistol ditangannya.


"Zahara ?!!" Ucap Gerard, tersentak kaget.


Zahara hanya diam menatap dingin wajah Gerard. Gerard menoleh dan melihat Karina ada di sofa. Cepat Dia berlari dan mendekati Karina.


"Karina." Panggil Gerard.


Begitu Dia berada didekat Karina yang ada di sofa, betapa kagetnya Dia melihat kondisi Karina yang sudah kaku dan memucat serta sudah tak bernyawa.


"Kariiinnnaaa ?!!!" Gerard berteriak histeris menyebut nama Karina.

__ADS_1


Gerard memegangi tubuh Karina yang sudah kaku dan dingin itu, Dia melihat, luka lebar di leher Karina, bekas sayatan sebuah pisau tajam. Tahulah Gerard , bahwa Karina di bunuh dengan menggunakan pisau belati.


Gerard bersedih dengan kematian Karina, Dia memeluki tubuh Karina, tak perduli jika Zahara melihatnya memeluk dan menangisi kematian Karina.


Zahara yang berdiri ditempatnya, diam dan termangu melihat Gerard menangisi mayat Karina , betapa hancurnya hati Zahara, melihat suaminya tak perduli padanya, dan menangisi wanita lain yang bukan istrinya.


Rasa sedih, terluka, kecewa, dan sakit hati serta marah bercampur aduk dalam jiwa Zahara saat ini, Dia menatap nanar pada Gerard yang terus memeluk dan mencium mayat Karina.


Lalu, Gerard melepaskan pelukannya, dan menghapus air matanya, Dia kemudian berdiri dan menatap tajam pada Zahara.


"Kamu yang membunuh Karina !!" Bentak Gerard marah pada Zahara.


Zahara hanya diam saja, tak bergeming ditempatnya. Melihat Zahara tetap berdiri tak bergerak dan tidak menjawab pertanyaannya, Gerard semakin marah pada Zahara, Dia mengira, Zahara telah membunuh Karina.


"Biadab Kamu Zahara !! Mengapa Kamu membunuh Karinaaaa?!!" Teriak Gerard.


Gerard berlari menghampiri Zahara, Dia ingin memukul Zahara, melampiaskan kemarahannya, karena mengira Zahara yang telah membunuh Karina.


Saat Gerard mendekat dan mau memukul, cepat Zahara menodongkan pistol ditangannya ke wajah Gerard.


Sikap Zahara dingin, sorot matanya tajam, menatap wajah Gerard yang berdiri dihadapannya.


Gerard berhenti dan menurunkan tangannya, tak jadi memukul Zahara, Dia kaget, karena Zahara menodongkan pistol kepada dirinya.


"Mengapa Kamu harus membunuh Karina ? Mengapa ?!" Ujar Gerard berteriak dihadapan Zahara.


Dengan sikap dinginnya Zahara tersenyum sinis menatap wajah Gerard yang penuh amarah itu . Zahara masih tetap mengarahkan pistol ditangannya ke wajah Gerard, bersiap siap, jika Gerard bergerak dan mau menyerang, Dia akan menembak Gerard.


"Kalo saja Aku yang membunuhnya, Aku pasti sangat puas sekali, karena Aku berhasil menyingkirkan benalu dalam hidupku." Ujar Zahara dengan nada suara datar dan sikap dinginnya pada Gerard.


"Apa maksudmu? " Tanya Gerard, menatap tajam wajah Zahara.


"Bukan Aku yang membunuhnya." Ucap Zahara datar.


"Jangan bohong Kamu !! Hanya Kamu yang Aku temui di Villa ini, gak ada yang lain, Kamu pasti membunuh Karina dan juga membunuh Peter, anak buahmu itu!!" Teriak Gerard melampiaskan amarahnya pada Zahara.


Zahara hanya tersenyum dingin menyikapi perkataan Gerard, Ditatapnya tajam wajah Gerard yang masih berdiri dihadapannya.


"Saat Aku datang ke sini, Karina sudah menjadi mayat ! Sebelumnya juga Aku melihat mayat Peter di luar sana !" Ungkap Zahara.


"Aku kira, kalian yang membunuh Peter, makanya Aku langsung masuk ke villa buat membunuh Karina, dan ternyata, wanita murahan itu sudah mampus !" Ujar Zahara dengan tatapan sinisnya pada Gerard.


Gerard terdiam setelah mendengar penjelasan dari Zahara, Dia berfikir, jika bukan Zahara yang telah membunuh Karina, lantas siapa yang membunuhnya ?

__ADS_1


Dan bagaimana bisa orang itu tahu dan datang ke villa milik pribadinya tersebut. Padahal selama ini, hanya orang orang khusus saja yang tahu soal keberadaan Villa miliknya tersebut.


Gerard masih diam berdiri ditempatnya, Dia melirik wajah Zahara yang terlihat dingin namun memendam amarah yang bergejolak dalam jiwanya, Dia melihat, pistol masih mengarah kewajahnya saat ini .


__ADS_2