Destroy

Destroy
Kejutan Zahara untuk Gerard


__ADS_3

Ponsel Astrid berbunyi, cepat Dia mengambil ponsel yang di geletakkannya di atas meja rias. Astrid berhenti berdandan di depan kaca cermin kamarnya Dia melihat ke layar ponsel. Alex yang menelponnya.


"Aku ada info soal orang yang membunuh Bapakmu." Ujar Alex, bicara dari seberang telepon.


"Ohya ? Dimana Dia?" tanya Astrid, dengan wajah yang serius, bicara di ponselnya.


"Akan ku kirim alamatnya ke hape Kamu." Ujar Alex, bicara dari seberang telepon.


"Ok, Aku tunggu. " Ujar Astrid, diteleponnya.


Astrid lantas menutup teleponnya, sesaat kemudian, ponselnya kembali berbunyi, Dia melihat kelayar ponsel. Ada satu pesan yang masuk ke kotak pesan ponselnya.


Astrid cepat membuka kotak pesan di ponselnya, pesan itu di kirimkan Alex. Astrid lantas membaca tulisan yang ada di kotak pesan ponselnya.


Astrid menghela nafasnya dan tersenyum senang, Dia senang, karena akhirnya, Dia sudah mendapatkan lokasi tempat sang Pria yang menusuk Bapaknya saat di dalam rumah tahanan dulu.


"Thanks Lex."


Astrid mengetik pesan lalu mengirimkan pesan tersebut ke nomor ponsel Alex. Lalu, Dia menutup ponsel dan menyimpan ponsel ke dalam kantong celananya.


Astrid lantas melihat dirinya di kaca cermin, merapikan rambutnya sedikit, lalu, Dia meraih tas kecil yang ada di atas meja rias, untuk kemudian segera bergegas keluar dari dalam kamarnya.


Astrid terlihat tergesa gesa, Dia ingin langsung mendatangi lokasi alamat yang di kirimkan Alex baru saja tadi.


Astrid sudah tak sabar, ingin cepat cepat bertemu dengan Pria yang telah menusuk Bapaknya dulu sehingga Bapaknya di nyatakan tewas di bunuh dalam penjara.


Wajah Astrid terlihat tegang dan serius, Dia cepat membuka pintu mobilnya lalu segera masuk ke dalam mobil.


Beberapa saat kemudian, mesin mobil menyala, lalu mobil mulai bergerak melaju pergi meninggalkan rumahnya.


---


Di dalam rumah Gerard, terlihat Zahara menghampiri Gerard yang sedang duduk di kursi kerja, dalam ruang kantor yang ada di dalam rumahnya.


"Bagaimana? Apa Kamu sudah menyelidiki soal Astrid?" tanya Zahara, berdiri di hadapan Gerard, tepat di depan meja kerja.


"Belum ada laporan dari anak buahku, mereka masih mencari keberadaan Astrid." Ujar Gerard.


"Kenapa mencari satu orang saja butuh waktu lama? Kamu gak serius mencarinya?" Tanya Zahara kesal.

__ADS_1


"Hei, jangan bilang Aku gak serius ya. Justru Aku lebih dari serius , Aku juga ingin segera bisa menangkap dan menghabisi si Astrid, untuk membuat Boss lebih percaya padaku, Boss memberi kekuasaan penuh padaku untuk menyingkirkan Astrid, anaknya si Edward itu!" Ungkap Gerard, menegaskan pada Zahara.


Zahara tersenyum kecut mendengar penjelasan Gerard, Dia menatap sinis Gerard yang duduk cuek di kursi kerjanya.


"Baguslah, Kalo Boss memberi perintah langsung dan menugaskan Kamu. Dengan begitu, Kamu gak akan ada waktu memikirkan hal lain. Apalagi berfikir seputar ************ !" Ujar Zahara, menyindir Gerard.


"Hei, Apa maksud omonganmu?!" Bentak Gerard.


Gerard berdiri dari duduknya di kursi kerja dan tangannya menggebrak meja, Dia tak senang dan marah dengan perkataan Zahara yang terkesan mengejek dan meremehkannya.


"Gak usah berpura pura Gerard. Aku tau, apa yang sudah Kamu lakukan di belakangku selama ini!" Tegas Zahara , menatap sinis wajah Gerard yang berdiri di hadapannya.


"Apa maksudmu?!" Hardik Gerard, dengan raut wajah kesal menatap tajam wajah sinis Zahara.


Zahara tersenyum sinis, Dia tak menjawab pertanyaan Gerard, lalu, di keluarkannya sebuah flash disk dari kantong bajunya.


Flash disk lalu di letakkan Zahara di atas meja kerja, Gerard heran melihat flash disk tersebut.


"Liat dan tonton saja. Nanti Kamu akan tau sendiri." Ujar Zahara sinis.


"Dan ingat, atas apa yang sudah Kamu lakukan padaku, atas semua kebohongan dan pengkhianatanmu, Aku gak bisa memaafkanmu, Aku akan mengambil sikap dan keputusan soal kelanjutan hubungan rumah tangga kita !" Ucap Zahara menegaskan dengan nada bicara berapi api menahan marahnya pada Gerard.


Dengan wajah kesal menahan amarah dan tatapan yang sinis, Zahara lalu berbalik badan dan segera meninggalkan Gerard sendirian di dalam ruang kantornya.


Gerard masih berdiri ditempatnya, Dia bingung dengan perkataan Zahara, dilihatnya flash disk yang tergeletak di atas meja kerjanya.


"Mengapa Zahara berkata begitu padaku? Apa maksudnya, bilang Aku berkhianat dan berbohong?" Gumam Gerard.


Gerard bingung dengan perkataan Zahara, Dia tak sadar, bahwa perkataan Zahara telah menyindir dirinya yang diam diam melakukan perselingkuhan lagi dengan Karina, tanpa sepengetahuan Zahara, dan karena perbuatannya itu, Gerard sudah mengingkari janjinya pada Zahara yang pernah di ucapkannya, bahwa Dia tak akan berselingkuh dan menjalin hubungan terlarang lagi dengan Karina, dan Dia tak menyadari, jika Dia sudah mengkhianati kepercayaan Zahara.


Gerard lantas mengambil flash disk dari atas meja, Lalu, ditimang timangnya flash disk di telapak tangannya.


"Apa isi flash disk ini? Mengapa Zahara memberikannya padaku?" Gumamnya berfikir.


Sekali lagi Dia menghela nafasnya, masih dengan wajah yang bingung Dia lalu duduk kembali di kursi kerjanya.


Lalu, dinyalakannya laptop yang ada di atas meja kerja, lalu memasang flash disk tersebut.


Sesaat kemudian, Gerard membuka sebuah file yang ada di dalam flash disk. Dengan raut wajah bingung dan bertanya tanya, Dia melihat isi dari file yang ada dalam flash disk.

__ADS_1


"Video ? Video apa ini?" Gumam Gerard.


Gerard semakin bingung dan heran, saat mengetahui bahwa isi file adalah sebuah rekaman video, untuk sesaat Gerard berfikir, apa isi dari video itu, Dia terlihat bertanya tanya dalam dirinya. Untuk sesaat Dia diam tercenung.


Ada keraguan dalam dirinya membuka dan meneruskan memutar file video tersebut, Dia khawatir, dalam video itu berisi soal kejahatan kejahatannya di masa lalu yang sengaja di berikan Zahara, namun, Dia juga berfikir, jika memang itu berisi kejahatan masa lalunya, mengapa Zahara memberikannya, dan apa maksud Zahara menunjukkan pada dirinya.


Gerard berusaha memikirkan maksud dan tujuan Zahara memberikan file video tersebut kepadanya, namun Dia pusing sendiri, tak bisa menebak isi hati dan maksud dari Zahara.


Karena penasaran dan ingin tahu, apa yang ada dalam file video yang diberikan Zahara itu, Gerard lantas memutuskan untuk melihat dan memutar rekaman video dalam file tersebut.


Gerard menghela nafasnya, lalu, Dia segera membuka file video dan memutar rekaman video tersebut. Dengan wajah yang serius, Dia melihat rekaman video yang di putarnya pada laptopnya.



Setelah video itu di putar, terlihat dalam rekaman sebuah pemandangan yang sangat tidak asing baginya.


Kedua mata Gerard terbelalak lebar, Dia syock dan sangat kaget saat melihat isi dari rekaman video tersebut.


Tiba tiba saja wajahnya tegang dan memucat, apalagi saat Dia melihat, dalam rekaman itu, ada dirinya bersama Karina sedang bermesraan.


Jantungnya berdegup cepat, Dia benar benar sangat terkejut sekali melihat adegan perzinahan dirinya bersama Karina di ruang kantornya.


Semua kegiatan mesum yang dilakukan Gerard bersama Karina terlihat jelas dalam video tersebut, Gerard semakin terhenyak, Dia menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi kerja, tubuhnya lemas seketika, sambil tetap melihat adegan mesum dalam rekaman video, dimana adegan itu tersaji saat Gerard asyik menyetubuhi Karina di atas meja kerjanya.


Gerard sangat gugup sekali, lantas Dia menghapus wajahnya dengan telapak tangannya. Dia menghela nafasnya.


"Habislah Aku." Gumamnya.


Gerard benar benar tak menyangka, perselingkuhan Dia dengan Karina diketahui Zahara, dan yang membuatnya syock, adegan mesumnya dalam ruang kantor bersama Karina terekam dalam video, Gerard heran, darimana rekaman video itu berasal.


"Darimana video ini? Mengapa Zahara memiliki rekaman video mesumku dengan Karina?" Gumamnya.


"Apa selama ini, dengan diam diam, Zahara sengaja memasang kamera cctv dalam ruang kerjaku, agar Dia bisa memata matai dan mengawasi segala macam tindak tandukku?!" Gumamnya lagi, berfikir.


"Kurang ajar Zahara ! Dia sudah keterlaluan, Dia sengaja memasang kamera cctv secara diam diam, dan tanpa sepengetahuanku, Aku benar benar telah di bodohinya !!" Lanjutnya, menahan kekesalan dan marahnya pada Zahara.


Gerard menyangka, bahwa yang memasang kamera cctv di ruang kantornya adalah Zahara, karena ingin mengawasi dirinya, Gerard menduga Zahara sengaja melakukan hal itu karena selama ini Dia masih tidak percaya dan menaruh curiga pada Gerard.


Gerard benar benar mati kutu, perselingkuhan dan perzinahannya diketahui Zahara, istri sahnya. Dan itu akan menjadi masalah besar dalam rumah tangganya. Gerard benar benar terpukul dengan apa yang baru saja Dia lihat. Dia tak tahu, apa yang harus Dia lakukan setelah Dia terbukti melakukan perzinahan di belakang istrinya, yang telah memberi kesempatan untuk berjanji tidak melakukan perzinahan dan perselingkuhan dengan wanita manapun, namun, dilanggarnya. Dan Gerard masih tetap menjalin hubungan terlarang dengan Karina.

__ADS_1


__ADS_2