Destroy

Destroy
Ulang Tahun Melani


__ADS_3

Samuel yang tak puas karena gagal menangkap Sulis akhirnya memutuskan kembali ke rumahnya.


Suasana sudah hening di malam hari, dengan raut wajah menahan amarahnya, Dia berjalan cepat menuju ke ruang kantor Papahnya.


"Braaaakkk !"


Pintu di buka lebar oleh Samuel, Gerard masih ada di dalam ruang kantornya dan belum tidur.


Gerard yang sedang bicara di telepon dan duduk di kursi kerjanya tersentak kaget melihat kedatangan Samuel yang membuka pintu dengan keras.


"Nanti Saya hubungi lagi." Ujar Gerard , bicara di telepon.


Gerard cepat mematikan telepon dan memasukkan ponsel ke dalam kantong jasnya.


"Papah sembunyikan dimana si Sulis ?!" Hardik Samuel.


Samuel dengan wajah marah melangkah cepat mendekati Papahnya. Gerard bersikap santai menghadapinya.


"Papah baru bicara sama si Sulis kan?" Tanya Samuel lagi, dengan sorot mata tajam dan marah pada Papahnya.


Gerard diam saja, Dia tak menanggapi segala macam perkataan Samuel, dan itu membuat Samuel semakin emosi saja.


"Aku gak nyangka, diam diam Papah mau menyingkirkan Aku dari keluarga ini, iya kan?!" Hardik Samuel lagi.


Gerard masih diam saja mendengarkan perkataan Samuel yang meluap luap karena emosi.


"Aku ini anak kandung Papah, anak tertua ! Seharusnya , harta warisan dan perusahaan itu menjadi hak Aku, bukan si Jack !" Bentak Samuel marah.


"Apa maksud Papah memberikan semua aset perusahaan dan warisan Papah sama anak haram itu ?!!" lanjutnya.


"Saaam !! Tutup mulutmu !! Jangan sekali kali kamu lancang mengatakan hal itu !" Bentak Gerard.


Kali ini Gerard tak diam, Dia langsung berdiri dan marah, karena Samuel menghina Jack sebagai anak haram, biar bagaimana pun, Jack adalah anak kandungnya, walau hasil dari perselingkuhan dirinya dulu dengan Zahara.


Namun, Jack bukanlah anak haram , Dia lahir setelah Gerard menikahi Zahara.


"Ingat Pah ! Atas perlakuan Papah padaku ini, Aku gak akan memaafkannya !" Ujar Samuel.


"Akan Aku halangi Jack , agar Dia gak bisa menjadi pemimpin di perusahaan Papah ! Akan Aku hancurkan Dia !" Ancam Samuel.


Samuel lantas berbalik badan dan pergi meninggalkan Gerard.


Gerard duduk kembali di kursi kerjanya, Dia tersenyum sinis melihat kepergian Samuel.


---


Keesokan harinya, tibalah saat yang di nanti nanti, acara ulang tahun anaknya Zahara, yakni Melani.


Rumah megah dan mewah serta luas milik Zahara dan Gerard terlihat semakin indah karena hiasan hiasan yang ada di sekeliling rumah.


Di taman samping rumah mereka, berdiri tenda tenda dan meja meja serta bangku bangku.

__ADS_1


Pesta kebun akan di gelar, acara tersebut sepertinya akan berlangsung meriah.


Di tempat itu, sudah banyak tamu tamu undangan yang datang, mereka dari berbagai macam golongan, yang sengaja di undang Gerard dan Zahara.


Ada rekan bisnis Gerard dan Jack, ada juga teman teman kerja Melani, dan juga para tetangga tetangga yang di undang Zahara.


Diantara tamu tamu yang hadir, terlihat Astrid datang dengan memakai gaun, wajahnya semakin terlihat cantik dan anggun dengan gaun yang di pakainya itu.


Zahara melihat kedatangan Astrid, Dia cepat menghampiri dan mendekatinya.


"Cameeeliiiaa !" Sapa Zahara ramah.


Zahara mendekati Astrid, mereka bersalaman untuk sesaat, Zahara perhatikan wajah Astrid yang sangat cantik itu.


"Terima kasih kamu sudah mau datang." Ucap Zahara, berbasa basi.


Astrid hanya tersenyum simpul dan mengangguk menanggapi perkataan Zahara.


"Silahkan, cari tempat yang nyaman." Ujar Zahara.


"Ya." jawab Astrid.


Zahara lantas pergi meninggalkannya sendirian, Astrid lalu mengamati orang orang yang hadir di taman itu, satu persatu di tatapnya wajah wajah itu, tak ada yang di kenalnya.


Sesaat kemudian, matanya tertuju pada sosok wanita setengah baya , seumuran Zahara, Dia Karina.


Karina datang dengan mengenakan gaun berwarna hijau tosca, wajahnya tersenyum manis setiap kali Dia berjalan melewati orang orang yang hadir di situ.


Astrid sangat dendam sekali pada Karina, Dia tak pernah akan bisa melupakan semua perbuatan Karina, yang telah membuatnya mendekam di rumah sakit jiwa dan di vonis mengalami gangguan jiwa sehingga mendapatkan perawatan dan di isolasi.


Astrid berdiri tercenung menatap tajam ke arah Karina yang berjalan mendekat pada Zahara yang sedang berkumpul dengan beberapa temannya.


"Focus, Trid, jangan sampai ada yang curiga denganmu." Ucap Alex.


Alex berjalan melewati Astrid sambil berbisik, mengingatkan Astrid agar tak membuat gerakan gerakan yang mencurigakan.


Alex berpura pura bersikap cuek dan tak mengenal Astrid, Dia terus berjalan meninggalkan Astrid.


Di ingatkan Alex, Astrid pun tersadar, Dia akhirnya menepiskan pikirannya untuk saat ini membuat perhitungan dengan Karina.


Di sisi lain, Astrid melihat, Patrick sedang menyamar menjadi pelayan , Dia membawa minuman dan menawarkannya kepada tamu undangan.


Astrid tersenyum senang, Dia lega, karena Alex dan Patrick sudah datang dan mulai bergerak menjalankan rencana mereka.


Tak lama kemudian, Gerard datang dari dalam rumah, bersama Melani. Melani memakai gaun berwarna pink, membuat dirinya sangat cantik.


Tepuk tangan meriah terdengar dari para tamu undangan, menyambut kehadiran Melani bersama Gerard.


Jack, yang juga ada di taman, dan sedang berkumpul dengan rekan rekan bisnisnya melihat kehadiran adik dan Papahnya segera pamit meninggalkan rekan rekan bisnisnya.


Jack lalu berjalan mendekati Melani dan Gerard, Dia mendampingi adiknya itu, berdiri disampingnya.

__ADS_1


Karina mendekati Zahara, yang juga melihat kehadiran Melani bersama suaminya, wajahnya tampak bahagia melihat pesona kecantikan anak gadisnya itu.


"Hai, Ra. Apa si Camelia , tetanggamu itu sudah datang?" Tanya Karina.


"Sudah, Aku sudah ketemu Dia." Jawab Zahara.


"Oh." Angguk Karina.


"Aku tinggal dulu ya, Aku mau menemani anakku." ujar Zahara.


Karina pun mengangguk dan tersenyum, Zahara bergegas jalan menghampiri Melani dan Gerard serta Jack, Dia ingin mendampingi anak gadisnya yang berulang tahun yang ke 21 tahun itu.


Patrick yang menyamar sebagai pelayan datang mendekati Karina, Karina langsung mengambil gelas yang berisi air minum dari nampan di tangan Patrick.


Matanya tertuju pada keluarga Gerard, Karina bukan memperhatikan Melani, ataupun Zahara, tapi sebenarnya, matanya tertuju pada Gerard, Dia terus menatap wajah Gerard yang tertawa bahagia bersama keluarganya itu.


"Kamu masih gagah, Gerard !" Bathin Karina bicara.


Karina tak bisa melupakan Gerard, Dia dulu pernah sangat mencintai Gerard, mereka berselingkuh, namun akhirnya, Gerard memutuskan hubungan mereka dan memilih tetap hidup bersama Zahara. Dan Karina lantas menemukan seorang Pria lalu menikah juga.


Benih benih cinta masih tersimpan di hati Karina, Dia tak bisa melupakan begitu saja hubungannya dengan Gerard.


Tiba tiba, Gerard melirik ke arahnya, ternyata Gerard merasa, jika Karina terus memperhatikan dirinya, Gerard melihat Karina, Dia tersenyum menatap wajah Karina, dan Karina pun tersenyum padanya.


Acara akan segera di mulai, Gerard dan keluarganya lalu berdiri di belakang meja, di atas meja sudah tersedia kue ulang tahun yang sangat besar dan berharga mahal.


Para tamu undangan semuanya terpukau, mata mereka tertuju pada keluarga Gerard.


Saat itulah, Patrick yang menyamar menjadi pelayan cepat menyelinap masuk ke dalam rumah Zahara, begitu juga dengan Alex.


Mereka cepat bergerak, untuk meletakkan kamera kamera cctv mini di seluruh ruangan dalam rumah Gerard dan Zahara.


Astrid tahu, Alex dan Patrick sudah masuk ke dalam rumah, Dia lantas berjalan mendekat kepada tamu tamu lainnya, lalu duduk di sebuah bangku, bergabung dengan para tamu undangan.


Astrid mengamati keluarga Gerard, satu persatu di lihatnya, dari mulai Gerard, Zahara, Jack dan juga Melani.


Namun, Dia merasa ada yang kurang dari keluarga itu, ya, Dia tak melihat keberadaan Samuel, anak tertua dari Gerard.


"Dimana Samuel, mengapa Dia gak bergabung di sini dengan keluarganya?" bathin Astrid bicara.


Astrid cemas dan khawatir, karena Samuel, anak tertua Gerard tak ada di taman, Dia takut, Samuel berada di dalam rumah dan bertemu dengan Patrick juga Alex yang sedang memasang kamera kamera mini cctv.


"Mudah mudahan Alex dan Patrick gak bertemu Samuel di dalam rumah." Bathinnya bicara lagi.


Astrid menoleh ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari cari dan melihat lihat, namun, tak ada juga terlihat Samuel di taman itu. Dia bertanya tanya, kemana Samuel ? Mengapa Dia tak hadir ? Ada apa?


Pertanyaan pertanyaan itu menggelayut dalam benak Astrid, Dia heran, karena Samuel, anak tertua, abang dari Melani yang sedang berulang tahun, tak ikut merayakannya, Dia tak datang dan tidak ada diantara keluarga Gerard.


Dan Astrid perhatikan, Gerard dan keluarganya sepertinya cuek dan santai saja, mereka seperti tak menunggu kehadiran Samuel, sepertinya mereka tahu, dimana dan kemana Samuel.


Karena itu, Gerard dan Zahara tak menunggu kedatangan Samuel untuk bergabung bersama mereka, mereka tahu, Samuel tak akan hadir menemani.

__ADS_1


Oleh sebab itu, Gerard segera memulai acara perayaan ulang tahun anak gadisnya, Dia sudah tak ingin menunggu lama lagi, apalagi semua tamu undangan sudah hadir semua, mereka telah berkumpul semua di taman, ikut merayakan kebahagiaan keluarga Gerard itu.


__ADS_2