Destroy

Destroy
Amarah yang Meluap


__ADS_3

Mobil Samuel terlihat baru saja datang dan lantas segera berhenti di depan sebuah taman , Dia sengaja datang ke taman yang ada di pinggir kota itu untuk bertemu orang suruhannya .


Dia sengaja meninggalkan Astrid sendirian di restoran dan telah merusak acara makan malamnya bersama Astrid, karena ingin menemui Orang suruhannya yang telah gagal menjalankan misi yang sudah Dia berikan, yakni membunuh Jack .


Samuel meminta Orang suruhannya agar segera menemuinya ditaman setelah Orang suruhannya menghubungi dan memberi kabar kalau Dia gagal membunuh Jack, Samuel ingin memastikan lagi, Dia ingin mendengar langsung penjelasan dari orang suruhannya mengapa Dia bisa gagal membunuh Jack.


Samuel mematikan mesin mobilnya, lalu, Dia segera keluar dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam taman di pinggir kota itu.


Dia sengaja memilih Taman itu, karena tempatnya yang sepi dan sangat jarang di kunjungi orang, mungkin karena letaknya di pinggir kota, dan suasananya yang kurang menarik, sehingga orang orang malas datang ke taman itu untuk sekedar istirahat atau bermain main dengan anak anaknya.


Samuel berdiri ditengah tengah taman, Dia melihat ke segala arah, tapi, Orang suruhannya belum terlihat juga di taman itu, Samuel kesal, Dia lantas mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya.


Dia lalu membuka layar ponsel dan menelpon orang suruhannya, namun, telepon Orang suruhannya tak aktif , biar Samuel mengulang menelpon, tetap saja telepon tak aktif dan dalam keadaan mati.


"Kemana sih Dia !!" Ujar Samuel, kesal.


Samuel kesal karena teleponnya tak juga di angkat oleh Orang suruhannya.


"Apa Dia kabur dan gak mau menemuiku, karena gagal menjalankan tugasnya?!" Gumam Samuel berfikir.


Samuel lantas ingin mencoba menelpon lagi, namun, kali ini matanya tertuju pada satu pesan yang ada di layar ponselnya.


Tadi Dia pertama menelpon tak melihat ada pesan yang masuk, karena Dia memang focus menelpon saja. Tapi sekarang, Dia melihat ada pesan yang masuk di ponselnya, dan Dia memang tak mendengar bunyi pesan masuk ke ponsel, karena Dia memang tidak mengaktifkan suara telepon, sehingga saat ada pesan atau telepon yang masuk tak berbunyi.


Itu dilakukannya setelah Dia mendapat telepon kedua kalinya dari orang suruhannya yang memberi kabar bahwa Dia gagal membunuh Jack.


Karena tak ingin Astrid semakin jengah jika teleponnya terus berbunyi, Dia langsung mengubah menu di panggilan teleponnya jadi mode silent dan hanya bergetar saja . Agar tak berbunyi lagi, dan mengganggu kenyamanan Astrid nantinya .


"Pesan dari siapa ini?!" Gumam Samuel, melihat pesan di layar ponselnya.


Lalu, Samuel segera membuka kotak pesan ponselnya, Dia ingin tahu, siapa yang mengirimkan pesan itu ke nomor teleponnya.


"Gerard?!"

__ADS_1


Samuel tersentak kaget membaca nama yang tertera di layar ponselnya, pada pesan yang masuk, nama Papahnya tertera sebagai si pengirim pesan.


"Ngapain Dia mengirim pesan padaku?!" Ujarnya kesal.


Dia tak suka Papahnya mengirimkan pesan padanya, karena memang selama ini, Samuel malas bicara dengan Papahnya, yang tak menganggap dirinya sebagai anak dan lebih sayang serta peduli pada Jack, adik tirinya.


Namun, karena Dia penasaran, pesan apa yang sengaja di kirimkan Papahnya itu, Samuel mau tak mau akhirnya membuka kotak pesan untuk melihat isi dari pesan yang terkirim di ponselnya itu.


Dia membuka kotak pesan, muncul sebuah file video dalam pesan, Dia kernyitkan keningnya, melihat heran pada file video yang ada di dalam pesan tersebut.


Samuel cepat membuka file video tersebut, karena ingin tahu, apa yang ada didalam file video tersebut, dan apa tujuan Gerard mengirimkan video tersebut padanya.


Betapa terkejutnya Samuel saat Dia memutar video yang di kirim Gerard itu. Dia melihat, bagaimana empat anak buah Gerard sedang menyiksa Orang suruhannya, Dia kaget melihat Orang suruhannya terikat di kursi dengan muka penuh dengan lebam dan luka di bibirnya.


"Keparaaaattt !!" Teriak Samuel, melampiaskan amarahnya.


Samuel langsung marah besar setelah melihat video tersebut, Dia akhirnya tahu, mengapa Orang suruhannya itu tak datang ke taman untuk bertemu dengan dirinya. Itu karena Orang suruhannya tertangkap dan di sandera oleh Gerard dan anak buahnya.


"Aaahhhh, Siaaaalllaaan !! Kenapa Dia tau rencanaku ?!!!" Teriaknya sekuat kuatnya di taman itu.


Samuel benar benar marah, Dia berteriak keras, tak perduli jika ada yang mendengar teriakannya itu. Dia marah besar, karena rencananya di ketahui Gerard dan digagalkan, Dia juga marah karena orang suruhannya ditangkap dan di siksa Gerard dan anak buahnya di dalam ruang kamar yang kosong itu .


Samuel berdiri diam dan mencoba menenangkan dirinya, Dia kembali melihat rekaman video yang di kirimkan Gerard itu. Lalu, Dia melihat, ada pesan yang disampaikan Gerard dalam rekaman video itu.


Inti pesan yang disampaikan Gerard memberi peringatan keras pada Samuel, bahwa Dia akan membunuh Samuel, jika mencoba coba mencari Jack dan membunuhnya.


"Bajiiingggaaaan !!" Teriak Samuel penuh emosi marah.


"Jadi Kamu sudah tau, kalo Aku memang mau membunuh Jack !!" Teriak Samuel kalap.


"Oke !! Jika itu maumu, kamu udah menyatakan perang denganku, dan Aku gak takut padamu Paaah !!" Teriak Samuel sekeras kerasnya.


Begitu marahnya Dia pada Gerard yang telah berani mengancamnya dengan mengatakan tak segan segan akan membunuh dirinya.

__ADS_1


Dia marah besar pada Gerard, Papah kandungnya yang tak perduli dengan dirinya, dan bahkan akan membunuhnya hanya karena Dia melindungi Jack, anak kesayangannya.


Dia semakin sakit hati dan dendam pada Papahnya, karena lebih memilih Jack dari pada dirinya, Papahnya lebih memilih membunuhnya daripada harus kehilangan Jack, anak emasnya itu.


"Akan ku buuunuuuhh Kaliaan semuuuaaa Gerraaaad, Zahaaaaraaa, Jaaaaaccckkk !!" Teriak Samuel, melampiaskan amarahnya di taman itu.


Lalu, masuk lagi sebuah pesan di ponselnya, ponsel bergetar dan tak berbunyi, Samuel cepat membuka kotak pesan dan melihat pesan yang baru saja di kirimkan Gerard kepadanya.


Dia membuka file video yang baru saja di kirimkan Gerard kepada dirinya.


Dia semakin murka setelah melihat video tersebut.


Dalam rekaman video yang di kirimkan Gerard itu, tampak jelas, bahwa Orang suruhannya sudah mati dengan luka tembak yang menembus seluruh tubuhnya.


Tahulah Samuel, bahwa Orang suruhannya sudah di eksekusi mati oleh anak buah Gerard, dan pasti mereka menembaknya karena atas perintah Gerard. Sebab, Gerard langsung yang mengirimkan video tersebut kepadanya.


Dalam video terlihat, Orang suruhannya terkapar di atas tanah dengan luka tembak yang sangat banyak sekali di tubuhnya.


Lalu, terlihat Gerard di video itu dan sedang menghadap pada kamera ponselnya, lalu bicara .


"Jika Kamu gak mau berakhir seperti orang suruhanmu itu, Enyahlah Sam ! Jangan coba coba melawan Papah, dan jangan berusaha membunuh Jack ! Sebelum Kamu bisa menyentuh Jack, Papah akan lebih dulu menyingkirkanmu!!"


Mendengar ucapan Gerard yang bernada mengancam itu, Samuel semakin marah, Dia murka melihat itu semua, Dia tak bisa menerima segala macam ucapan dan ancaman yang sudah di lontarkan Gerard kepada dirinya.


Wajah Samuel terlihat garang dan mengerikan, darah bergemuruh dalam jiwanya, amarahnya sudah semakin meluap luap saja, Dia sudah tak bisa menahan rasa amarahnya yang menggebu gebu dalam dadanya.


"Akan kuhabisi Kamu Pah !! Aku akan membalas perbuatanmu ini !!" Ucap Samuel, penuh emosi amarah di jiwanya.


"Aku akan membuatmu menderita, menyiksamu perlahan lahan sampai akhirnya Kamu mati, Pah ! Aku gak perduli dengan apapun juga, Aku harus bisa menguasai hartamu Paaah !!" Ucap Samuel berteriak keras, melampiaskan segala macam amarahnya.


Samuel berdiri diam sambil mengatur nafasnya yang tersengal sengal karena amarahnya yang menggebu gebu dalam dirinya.


Sorot matanya tajam, menatap jauh ke depan, kemarahan terlihat jelas dalam sorot matanya, ada amarah, kecewa dan dendam yang begitu besar dalam dirinya. Dia bertekat akan menghancurkan Papahnya, karena sudah terang terangan mengancam dirinya .

__ADS_1


__ADS_2