Destroy

Destroy
Ada yang Mengawasi


__ADS_3

Malam harinya, Antoni bekerja seperti biasanya, Dia melayani costumer yang datang membeli di mini market tempat Dia bekerja sebagai kasir.


Malam itu cukup ramai, Antoni terlihat sibuk melayani para costumer yang mengantri di depan meja kasir untuk membayar belanjaan mereka.


Di luar, terlihat ada 3 orang yang berdiri dan mundar mandir di depan halaman mini market. Salah seorang dari ketiga orang itu bahkan terus melirik ke dalam mini market.


Saat melayani costumernya yang membayar belanjaan, Antoni sesekali melihat ke arah luar, Dia melihat di depan halaman mini market ada orang yang gerak geriknya mencurigakan .


Antoni tahu, bahwa ketiga nya bukan orang yang mau belanja di mini marketnya, tapi, firasat Antoni mengatakan, bahwa ketiganya sedang mengawasinya.


Antoni berfikir, pasti ketiga orang itu adalah orang suruhan Gerard, yang sengaja mencarinya .


Mengetahui ada tiga orang yang sedang mengawasinya di luar mini market, Antoni mencoba bersikap biasa saja dan tetap tenang, Dia tak menunjukkan rasa khawatir , cemas , dan takut. Dia sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ketiga orang tersebut.


Satu persatu para costumer keluar dari dalam mini market, mereka sudah selesai berbelanja, Antoni cepat berjalan menuju ke depan mini market.


Antoni cepat bergerak, Dia lantas mematikan lampu di dalam mini market tersebut, bersiap siap pulang kerumahnya.


Antoni keluar dari dalam mini market, ke tiga orang yang berdiri dan mundar mandir di depan halaman mini market melihat Antoni keluar dari dalam mini market dan hendak menutup toko mini marketnya.


Ketiga orang tersebut berpura pura bicara satu sama lainnya, lalu mereka bergegas pergi meninggalkan tempat itu, mereka mengira Antoni tak menyadari kehadiran mereka bertiga, sebab, Antoni bersikap biasa saja, Antoni bahkan tak melihat ke tiga orang itu yang berdiri di depan halaman mini marketnya.


Seperti biasanya, Antoni cuek saja menutup rolling door toko mini marketnya. Sementara ketiga orang tersebut sudah pergi menjauh, lalu menghilang di sebuah gang, yang ada disamping sebuah toko roti .


Antoni melirik ke arah ketiga orang yang mencurigakan itu pergi, lalu, Dia berjalan ke arah sebaliknya , Dia sengaja berjalan melalui jalan lainnya untuk pulang ke rumahnya, dan tidak lewat di jalan yang tadi dilalui ketiga orang misterius saat pergi.


Ternyata ketiga orang itu bersembunyi di samping toko roti, mereka melihat Antoni pergi dan berjalan ke arah lain.


Cepat ketiganya keluar dari persembunyian mereka, lalu, mereka segera berjalan cepat untuk mengikuti Antoni yang sudah berjalan menjauh dari mereka bertiga .


Sambil berjalan santai menyusuri trotoar jalanan, Antoni menoleh sedikit kebelakang, Dia tahu, ketiga orang itu sedang mengikutinya, jarak antara Dia dan ketiga orang itu berjauhan, Antoni mempercepat jalannya .


Melihat Antoni mempercepat jalannya, ketiga orang itu juga mempercepat langkah mereka, agar mereka tak kehilangan Antoni.


Antoni terus berjalan menyusuri trotoar jalanan, Dia lantas berbelok di sebuah gang, lalu, kembali berjalan menyusuri ruko ruko yang ada disekitar trotoar jalanan itu .


Antoni menoleh ke belakang lagi, Dia tak melihat ketiga orang itu, lalu, dengan cepat Antoni berlari Di persimpangan jalan, Antoni berbelok, lalu, Dia bersembunyi di samping sebuah ruko yang sudah tutup.


Ketiga orang itu berhenti di persimpangan jalan, mereka kebingungan, karena kehilangan Antoni.


"Sial !! Dia menghilang !!" Ucap Pria 1, kesal .

__ADS_1


"Kita harus gimana ? Kita cari terus atau kita langsung kerumahnya saja?" tanya Pria 2 pada kedua temannya .


"Kita susuri ruko ruko di depan ini sekali lagi, kalo tetap Dia gak ketemu juga, baru kita datangi rumahnya, kita kan sudah mendapatkan alamat rumahnya." Ucap Pria 3 pada kedua temannya .


"Ok. Aku setuju." Jawab Pria 1.


Lalu, ketiga Pria itu melanjutkan pencariannya terhadap Antoni, mereka berjalan cepat menyusuri ruko ruko yang ada di sekitar mereka berjalan.


Antoni mengintip dari samping ruko tempat Dia bersembunyi , Dia lantas melihat ketiga orang yang mengikutinya itu sedang berjalan ke arahnya, Antoni lantas cepat berbalik badan, lalu, Dia segera berlari cepat dan langsung saja berbelok di belakang sebuah ruko.


Antoni memang sangat hafal jalan jalan disekitar ruko ruko tersebut, karena setiap hari di laluinya, jika Dia mau ke tempat kerjaannya, jadi, Dia tak kesulitan , mudah baginya mencari jalan alternatif, seperti jalan tikus, untuk menghindari ketiga orang yang mengejarnya .


Antoni terus saja berlari, Dia mempercepat larinya, agar segera tiba di rumahnya , Dia tak ingin ketiganya lebih dulu datang ke rumahnya lalu bertemu Edward, Papahnya Astrid.


Antoni ingin cepat sampai dirumah, karena, jika terlambat, nyawa Edward akan terancam, jika ketiga orang yang mengejarnya itu menemukan Edward, pastilah ketiga orang itu akan menyerang Edward, itu pikir Antoni.


Ketiga orang yang mengejar Antoni berhenti berjalan, mereka berdiri di sebuah gang , disamping ruko.


"Sepertinya Dia sudah jauh. Sebaiknya kita datangi kerumahnya, Aku yakin, Dia pasti pulang kerumahnya." Ujar Pria 2.


"Apa Dia tau, kalo kita mengikutinya?" tanya Pria 1.


"Ya, sudah, cepat kita kerumahnya, sebelum Dia kabur lagi!" Ujar Pria 3.


"Ya. Jangan sampai lolos, kalo Dia lolos, Boss Gerard bisa marah besar sama kita bertiga." Ujar Pria 2.


Kedua temannya lantas mengangguk, kemudian, mereka bergegas pergi meninggalkan tempat itu, mereka memutuskan untuk langsung datang kerumah Antoni dan menangkapnya .


Antoni tiba di rumahnya, Dia mendorong pintu rumahnya yang terbuka sedikit itu, lalu Dia segera masuk ke dalam rumah. Tak lupa Dia menutup dan mengunci pintu rumahnya lagi .


Ternyata didalam rumahnya ada Astrid, Astrid sengaja datang menemui Papahnya dengan membawa makanan untuk makan malam Papahnya.


"Antoni ? Ada apa.?!" Tanya Astrid, heran dan kaget.


Astrid heran melihat Antoni membuka pintu lalu berlari masuk, Astrid semakin heran melihat wajah Antoni yang tegang itu .


"Mana Om Edward ?" Tanya Antoni dengan wajahnya yang tegang pada Astrid.


"Ada apa Antoni? Om habis dari kamar mandi." Ujar Edward.


Edward datang dari arah belakang rumah, Astrid masih heran melihat sikap Antoni yang terlihat tegang itu .

__ADS_1


"Kita harus pergi sekarang juga dari sini!" Ujar Antoni, menegaskan pada Astrid dan juga Edward.


"Pergi ?!" Astrid semakin bingung dan heran.


Belum sempat Antoni menjelaskan semuanya pada Astrid yang kebingungan dan heran, tiba tiba terdengar suara teriakan memanggil dari arah luar rumahnya.


"Hei Antoni , keluar Kamu !! Kami tau, Kamu ada di dalam !! "Bentak Pria 1.


Astrid kaget mendengar suara teriakan dan bentakan diluar rumah Antoni, Dia melihat Antoni yang berdiri disampingnya .


"Mereka mengejarmu?" Tanya Astrid.


Antoni mengangguk pada Astrid, Edward diam, Dia tahu, itu pasti suruhan Gerard yang sudah berhasil menemukan rumah Antoni dan lantas mendatangi rumahnya untuk menangkap Antoni.


"Ya, mereka mengikutiku sejak dari mini marketku tadi, Aku berhasil kabur , ternyata mereka sudah tau rumahku." Ujar Antoni pada Astrid dan juga Edward.


"Mereka pasti orang suruhannya Gerard !" Ujar Edward menegaskan.


"Cepat juga mereka menemukan rumah dan tempat Kamu bekerja Antoni, baru besok rencananya Aku membawa Papah dan Kamu ke paviliunnya Alex, ternyata malam ini mereka sudah datang ke sini!" Ujar Astrid geram.


"Hei Antoni, keluar !! Jangan sampai Kami mendobrak pintu dan memaksa masuk ke dalam rumahmu!!" bentak Pria 1 dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya.


"Gak ada waktu lagi, kita harus segera pergi !" Ujar Antoni.


"Astrid, bawa om Edward, kalian keluar dari belakang rumahku, biar Aku menghalangi mereka !!" Ujar Antoni .


"Gila Kamu !! Mana mungkin Aku membiarkanmu sendirian dalam bahaya ! Biar kita hadapi bersama !!" Ujar Astrid, menatap tajam wajah Antoni .


"Jangan ! Kamu harus membawa pergi om Edward, jangan sampai mereka melihat om Edward, kalo melihatnya, mereka pasti melapor sama Gerard!" tegas Antoni pada Astrid.


Astrid terdiam sesaat, Dia tampak sedang berfikir, tiba tiba terdengar suara pintu di tendang keras, Astrid dan Edward kaget , melihat ke arah depan rumah Antoni.


"Cepat Pergi !!" Ujar Antoni, menyuruh pergi Astrid dan Edward.


"Ayo Astrid, kita pergi." Ujar Edward pada Astrid.


Astrid mengangguk lemah, lalu, bersama Edward, Dia pergi ke arah belakang rumah, meninggalkan Antoni sendirian .


Antoni melihat kepergian Astrid dan Edward yang lari kebelakang rumahnya, lalu, pintu rumah terbuka, Ketiga orang itu berhasil mendobrak pintu lalu segera masuk ke dalam rumah .


Antoni berdiri tegak, Dia bersiap siap untuk menghadapi ketiga orang itu.

__ADS_1


__ADS_2