
Pagi-pagi buta seorang wanita telah disibukkan dengan berbagai hal. Mulai dari memastikan barang bawaan, makanan penunjang kelaparan, hingga isi tasnya.
Ia begitu berantusias untuk kepergian kali ini. Sebenarnya sudah beberapa kali ziarah, tapi ini kali pertama ia pergi bersama sang suami tercinta.
"Adek masak dulu ya Mas," Ujar Anisa pada sang suami yang masih saja bergelut dengan laptop kerjanya.
"Iyaa," Jawabnya singkat. Karena memang masih terlalu sibuk. Ia harus menyelesaikan pekerjaannya jika tak ingin disusahkan ketika perjalanan ziarahnya.
.
.
Tangan terampil itu mulai mengeluarkan sayuran-sayuran yang begitu segar di dalam kulkas. Meskipun ini masih pukul setengah empat, Anisa tetap akan memasak. Setelah subuh, mereka harus segera berangkat ke Universitas.
"Anisa?" Panggil Wardah.
"Hay! Ayo kita masak, sudah lama sekali kita tidak memasak bareng," Jawab Anisa.
Wardah mengangguk kemudian tersenyum. Ia juga kangen. Dulu terbiasa memasak bersama di ndalemnya Ustadzah Halimah ataupun Umi. Eksperimen-eksperimen masakan pun muncul dari keisengan mereka berdua. Dan Ustadzah ataupun Umi lah yang menjadi juri sekaligus yang memakan pertama kali atas percobaan mereka.
Untung saja beliau-beliau tak pernah sakit perug setelah mencoba masakan mereka. Kali ini Anisa bertugas mengiris bumbu-bumbu. Urusan memasak dan membuat adonan menjadi tanggung jawab Wardah kali ini. Ntah mengapa tiba-tiba Anisa ingin memakan masakan sang sahabat. Dengan senang hati Wardah menyanggupinya.
Biarlah pagi-pagi ini orang rumahan disuguhi menu ini. Tujuannya tentu saja agar mengganjal perut kenyang lebih lama. Ini bukan sarapan biasa. Kali ini lebih seperti sahur puasa. Hahaha. Tepat pukul setengah lima, masakan mereka berdua selesai.
Para penghuni rumah pun sudah rapi-rapi bersiap untuk salat subuh berjamaah. Farhan menghampiri sang istri yang tengah mengamati hasil masakannya.
"Padahal Mas pengen meluk, tapi gak mau ah kalau wudhu lagi," Celetuk Farhan. Anisa dan Wardah pun terkekeh mendengar celetukannya.
Ide iseng pun muncul di benak Anisa. Sesegera mungkin ia menyentuh lengan baju Farhan.
__ADS_1
"Sayang, jangan kena kuliit. Mas udah wudhu, udah mandi lhoo," Rengek Farhan.
"Gak papa dong wudhu lagi," Lirih Anisa.
"Mas udah di tunggu Abi," Rengek Farhan lagi.
"Ya udah-ya udah. Sana pergi!" Usir Anisa.
"Kok diusir sih?" Tanya Farhan.
Anisa berbalik, kemudian menghadap Farhan kembali. Farhan bingung dibuatnya. Kiranya Sang istri murka.
"Kenapa?" Tanya Farhan.
"Adek lupa gak nyiapin baju Mas Faridz," Lirih Anisa.
"Siapa bilang? Bajunya udah disiapin kok. Kemarin kan adek nyetrika plus nyiapin baju buat hari ini," Jawab Farhan.
"Ya udah, Mas ke mushola dulu," Pamit Farhan hendak berlalu.
Cup! Berhasil, sang suami batal wudhu! Hahaha.
Farhan melotot pada Anisa tanda geram. Tapi yang menjadi lawannya malah terkikik bahagia. Bermaksud hendak membalas,
"Perhatian-perhatian, Farhan? Dimana kamu? Ayo iqomah," Abi dengan lantangnya memanggil Farhan dari microphone.
Anisa masih terkekeh melihat wajah kesal suaminya. Ia harus berwudhu lagi. Untung saja di depan mushola tersedia tempat berwudhu.
"Aku seneng deh lihat rumah tangga kamu Nis," Ujar Wardah menghampiri Anisa. Anisa sudah izin sebelumnya pada Farhan kalau akan sholat di kamar.
Begitu pun dengan Wardah, ia sudah memberi tahu Cak Ibil. Setelah Farhan pergi, tak lama kemudian Cak Ibil menyusul.
__ADS_1
"Alhamdulillah Wardah, Mas Faridz gak pernah marah sama sekali," Jawab Anisa dengan antusias.
"Pernah gak sih kamu didiamin sama Mas Farhan?" Tanya Wardah.
"Emmm, gak pernah sih seingatku. Kalau aku yang diamin pernah banget. Apalagi ngambek, wooaaahhh, jagonya aku," Sambung Anisa.
Wardah tersenyum dan pamit ke kamar. Terselip doa di benaknya.
Ya Allah, izinkan hamba merasakan manisnya bahtera rumah tangga ya Allah. Rumah tangga yang di penuhi dengan cinta dan kasih sayang...
.
.
.
Bersambung.....
He REKKK!!! Pengumuman!
Kalian ki coba deh mampir + baca + komen + share juga ke karya kedua Lhu-Lhu.
Dijamin bagus kok! Gak kalah uwuuwww....
Yaa, walaupun di part 1 nya nyesek. Tapi habis itu gak ada kok, buuuuaaaaguuuussss! Tenan deh!
Murni cerita pesantren! Wardah dan Anisa. Tapi kali ini tokoh utamanya Wardah. Dengan siapa yaaa? Cak Ibil aa? Gak tahu deh! Cak Ibil aja belum keluar di partnyasinggah
Dapat salam dari Wardah Niiiihhhh!
"Kalian mampir baca + komen + singgah selamanya di novel akuuu dooongggh! Masak cuma di Anisa aja siiiihhhh? Wardah nangiiisss niiiiihhhhh 😢😫ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
__ADS_1
ini wajah baru Wardah Gaessss!!!