
Acara khataman akhirnya selesai juga. Anisa dan Farhan sudah ada di kamarnya. Menyambut dan among tamu ternyata tak semudah itu. Belum lagi jika tamunya banyak gosip. Hedeehhh!
"Capek?" Tanya Farhan.
"Iyaa, padahal cuma duduk dari tadi," Eluh Anisa.
"Sini, kita istirahat..." Farhan merentangkan tangannya merengkuh Anisa dalam pelukannya.
"Wardah tak tinggalin lho," Ujar Anisa.
"Nggak papa, dia juga ngerti kok," Jawab Farhan.
Dielusnya rambut Anisa agar segera terlelap. Benar saja, belum sampai 8 menit sudah terlelap.
"Love you sayang, Love you juga untuk anak Abi," Lirih Farhan mencium Anisa dan mengelus perut istrinya.
.
.
.
Pagi ini Anisa sudah bersiap dengan setelan gamis longgarnya. Tentu saja serasi dengan paduan kemeja dan jas Farhan. Di depan cermin ia memoleskan partikel-partikel pendukung penampilannya.
Cklek!
Farhan selesai dengan ritual mandinya.
__ADS_1
"Mau kemana sayang?" Tanya Farhan yang masih berbalut handuk menutupi bagian bawahnya.
"Mau ikut kamu Mas! Kamu-kan mau jalan-jalan sama cewek bule itu!" Jawab Anisa dengan melihat suaminya melalui cermin.
"Hahaha, dalam mode cemburu ternyata istriku ini!" Celetuk Farhan.
Cup! Dikecupnya pipi Anisa karena gemas. Setelah puas dengan penampilannya, Anisa membantu suaminya menyiapkan peralatan yang akan dibawa dan merapikan tampilannya.
"Nanti kalau capai, istirahat aja ya, nggak usah paksain ngikutin Mas," Ujar Farhan sembari keluar dari kamar menuju ruang makan.
"Ooo gitu! Kamu mau berduaan sama cewek itu! Iya?" Ngegas dong! Nggak enak kalau nggak Ngegas.
"Bukan gitu sayang, nanti juga bukan dia aja yang ke univ... Ada banyak, ya udah kalau mau ikut, nanti aku gendong kalau capek," Ujar Farhan mengalah. Mode Waspada harus selalu di aktifkan ini.
Tap!
Tap!
Tap!
"Mau ikut suami tersayangnya Bun," Jawab Farhan dengan PD-nya.
"Jangan sampai kepean Lho Han! Jangan ditinggalin terus!" Pesan Bunda.
"Iya Bunda sayang," Jawab Farhan.
Jika biasanya Farhan yang dilayani Anisa, kini Farhan lah yang melayani istrinya. Ayah sesekali menanyakan perihal kunjungan pihak Universitas Thailand ke Indonesia. Ayah memang tak ikut di acara penyambutan, karena akan ada rapat dengan Abi di perusahaan kolaborasi keduanya. Mungkin Ayah akan datang di pertengahan acara.
__ADS_1
Sudah lumayan lama Anisa tak menginjakkan kaki di Universitas ini. Farhan benar-benar melarang Anisa untuk mengajar kembali.
"Selamat pagi Bu Anisa, Pak Rektor," Sapa para mahasiswa ketika Anisa dan Farhan berjalan dari parkiran.
Anisa dan Farhan hanya tersenyum menimbali, sesekali menyapa balik.
"Tamunya masih di perjalanan, kita menunggu di ruang penyambutan atau mau di ruang Mas?" Tanya Farhan.
"Langsung ke ruang penyambutan aja Mas. Ntar kita ribet kalau di suruh ke ruang penyambutan segera," Jawab Anisa.
"Oke sayangku,"
Genggaman Farhan pada jemari Anisa tak dilepaskan sama sekali. Farhan mengajak Anisa duduk di tempatnya sembari menunggu para tamu datang. Hampir 10 menit, akhirnya tamu mereka datang. Farhan menghampiri mereka tak lupa mengajak Anisa.
"Selamat datang di Universitas Islam Harapan Bangsa Pak!" Ujar Farhan menyapa tamunya.
"Terima kasih," Jawab Rektor Universitas Thailand. Pandangan Rektor itu beralih pada perempuan berjilbab di samping lawan bicaranya. Sadar dengan pandangan itu, Farhan segera mengkonfirmasi.
"Perkenalkan, ini istri saya, Anisa Azzahra," Ujar Farhan. Tangannya kembali menggenggam jemari Anisa.
Anisa tersenyum sopan dan juga menyapa.
"Saya baru tahu jika bapak sudah memiliki istri, hahaha," Jawab Rektor itu.
"Akhirnya kita bisa bertemu, saya ingin bertemu anda setelah melihat waktu lalu," Ujar Ayana, perempuan di samping Rektor Thailand. Diulurkannya tangan untuk menyalami Anisa. Tentu saja Anisa menyambutnya.
"Mari kita duduk," Ujar Anisa mempersilahkan tamu-tamu itu.
__ADS_1
...Bersambung.... ...