Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Rutinitas Awal dengan Rasa yang Baru


__ADS_3

Mbah Kakung dan Mbah Uti sudah kembali ke Jogja kemarin. Jangan tanya bagaimana perasaan Anisa. Ia sempat mbrebes mili eluhee. Hahaha.


Kini Anisa tengah memasak untuk sarapan pagi ditemani Umi dan Mbok Yem. Kak Aisy? Kak Aisy dilarang oleh Umi mendekati dapur akibat insiden mual-mual beberapa hari yang lalu. Alhasil kini Kak Aiys dan Kak Ical makan di kamar atau kalau tidak diruang keluarga. Terserah mereka sajalah mau dimana, yang penting tidak dikawasan dapur. Setelah selesai memasak, ia kembali ke kamar.


Anisa dan Farhan tengah bersiap-siap untuk kembali ke rutinitas awal. Menghabiskan sebagian waktunya di kampus.


"Kok aku ndredeg ya mas? Mas tau ndredeg gak sih?". Tanya Anisa dengan memasang jilbabnya.


"Tahulah, Mas kan juga asli jawa. Kenapa kok ndredeg?". Tanya Farhan balik dengan memakai dasi.


"Rutinitas baru di kampus dengan suami baru. Pasti perlakuan orang-orang beda nanti sama aku". Jawab Anisa menghampiri Farhan, mengambil alih dasi dari tangan Farhan.


"Bismillahirahmanirrahim, semoga semuanya lancar, berkah terus". Jawab Farhan.


Cup! Satu kecupan hinggap di kening Anisa.


"Ayo turun". Ajak Farhan menggandeng Istrinya.


Tap! Tap! Tap!


Tapakan kaki menuruni tangga.


Terlihat disana Kak Ical dan Kak Aisy sudah menghadap pada satu piring sambil menonton televisi.


"Wah! Wah! Wah! Gak mau nunggu nih ceritanya, makan duluan ajaah". Sindir Anisa.


"Eh! Sudah turun ta? Ayo makan bareng dek". Ujar Kak Aisy.


"Monggo-monggo, sekecaaken". Jawab Anisa dengan suara yang dibuat selembut-lembutnya. Jangan lupa dengan badan menunduk bak pelayan kerajaan.


"Kamu ngledek banget deh dek". Ujar Faisal geram dengan melemparkan bantal sofa.


Tapi naas, semuanya sia-sia. Dengan siaga Farhan menangkapnya satu tangan.


"Jangan lupa Cal, aku mantan pemain basket dulu". Ujar Farhan.


"Heh! Bisa-bisanya kamu panggil aku tanpa embel-embel Kak. Jangan lupa, sekarang kamu adikku". Balas Kak Ical tak mau kalah.


Anisa dan Kak Aisy tertawa melihat tingkah teman sebaya yang berganti status menjadi kakak adik itu.


"Haduuuhhh, sudah-sudah... Perutku keram melihat kalian. Ayo mas sarapan, nanti kita telat". Ujar Anisa dengan sedikit menyesuaikan nafasnya akibat tertawa.


"Ribut-ribut apa kalian? Seru sekali sepertinya hahaha". Tanya Abi.


"Biasa Kak Ical, ngledekin terus". Jawab Anisa sambil menciim pipi Abi dan Umi.


"Bohong! Padahal yang mulai situ!". Teriak Kak Ical.


"Kalian sudah pada berkeluarga masiiiih aja saling ejek". Ujar Umi.

__ADS_1


Seperti biasa, Anisa mengambilkan makanan untuk Farhan.


"Lauknya lagi mas?". Tanya Anisa pada Farhan.


"Segitu aja dulu, nanti kalau kurang baru ngambil lagi". Jawab Farhan.


"Iyalah, nambah lagi. Masak nggak". Ujar Umi. Menimpali.


"Farhan bakalan berisi Mi, makannya enak terus hahahah". Jawab Farhan dengan tawanya diiringi yang lain.


"Harus itu Han, biar Ayahmu gak nyesel nitipin kamu ke Ainisa, hahaha". Sambung Abi.


"Kebalik Bi, hehehe". Jawab Farhan.


Di Kampus


"Kok udah sampai aja sih Mas". Ujar Anisa setelah sampai parkiran kampus.


"Kamu tenangin diri dulu. Gak papa sayaang, kalau sekarang istriku mau menghindar pun besok-besok juga akan ngalamin hal ini juga". Farhan menenangkan Anisa yang tampak gugup.


"Huufft, bismillahirahmanirrahim! Anisa bisa!". Ujar Anisa menyemangati dirinya.


"Ayo mas". Ajak Anisa.


Farhan sedikit berlari untuk membuka pintu Anisa. Mereka berjalan beriringan untuk menuju kantor. Masih saja banyak penduduk kampus yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Bahkan ada yang memberikan bingkisan kado karena tak bisa hadir di acara pernikahan bu dosen dan pak rektor ini. Mulai dari mahasiswa, dosen, bahkan karyawan kampus juga.


"Mas, kalau manggil aku dihadapan orang lain jangan sayang yaa, maluuu". Lirih Anisa saat telah didalam lift.


"Kenapa? Kan mas pengennya manggil sayang". Jawab Farhan dengan senyumannya.


"Maaas". Rengek Anisa dengan merangkul lengan Farhan. Untung didalam lift hanya ada mereka berdua.


Ting!


Anisa langsung melepas rangkulannya ketika sampai dilantainya.


"Anisa ke kantor dulu, assalamu'alaikum". Pamit Anisa dengan mencium tangan Farhan.


"Wa'alaikumussalam, Mas akan panggil kamu adek, okee sayaang". Jawab Farhan dengan berbisik dan mencium kening Anisa.


"Siap boss!". Jawab Anisa dan berlalu meninggalkan Farhan yang masih tersenyum kemudian berlalu.


"Assalamu'alaikum...". Sapa Anisa ketika memasuki kantornya.


"Wa'alaikumussalam". Jawab para dosen didalam. Anisa tampak canggung sekali saat ini. Seperti anak baru saja.


"Selamat datang kembali Anisa, gimana acara honymoonnya Bu rekto?". Tanya Mbak Tias menyapa Anisa.


"Terima kasih sambutannya mbak, tapi jangan begitu mbak, malu saya". Jawab Anisa.

__ADS_1


"Kenapa malu Nis, bangga dong punya suami Rektor". Sambung Pak Ilyas.


"Biasa saja pak, saya bangga suami saya bisa sukses. Tapi ya gak harus berlebihan. Yang jadi Rektor suami saya, saya mah cuma dosen baru disini". Jawab Anisa lirih dengan senyumnya.


"Assalamualaikum". Sapa seseorang memasuki ruangan.


"Wa'alaikumussalam".


"Lihat tuh, saking sayangnya suami kamu minta disediakan tempat diruangan ini". Jawab Pak Ilyas.


Anisa melongo dibuatnya, tak percaya atas ulah suaminya.


"Nis? Kok malah bengong sih?". Tanya Mbak Tias.


"Mas apaan siih pakai acaran pindah-pindah segala?". Tanya Anisa berbisik dengan sedikit menuntun Farhan sedikit menjauh.


"Biar bisa lihat istriku terus". Jawab Farhan dengan entengnya.


"Malu dong dilihatin orang-orang, mas diruangan mas ajah. Nanti Anisa sering-sering ke atas deh". Bujuk Anisa.


"Nggak mau sayaang, sudah ayo duduk. Lagian mas juga buat bilik ruang sendiri disini. Mas cuma pengen bisa mandangin kamu sayaang, kita gak bener-bener satu ruangan kok". Jelas Farhan dengan menggandeng istrinya ke arah ruangan barunya didalam ruangan kantor Anisa. Ntah gimana itu. Ruangan kok didalam ruangan.


"Lho! Tadi perasaan dari luar kacanya hitam deh". Bingung Anisa setelah masuk ruangan baru Farhan.


"Iyaa, dari luar emang gak kelihatan". Jawab Farhan.


"Lalu, ruangan mas?". Tanya Anisa.


"Masih dipakai, kalau pagi kita disini, kalau siang adek harus ikut mas ke atas". Jawab Farhan.


"Dasar GJ, Gak Jelas. Anisa keluar dulu". Pamit Anisa.


Farhan mulai memulai pekerjaannya dengan sesekali melihat kearah istrinya. Karena jadwal mengajar mereka yang telah disamakan oleh Farhan, Alhasil mereka setiap keluar masuk kantor selalu bersama.


Bucin level extra memang Farhan ini. Anisa sampai bingung sendiri menyesuaikan diri dengan kebucinan Farhan.


Bersambung.....


Assalamualaikum....


Mohon maaf kepada pembaca, Lhu-lhu belum bisa konsisten menulis. Sebab Lhu-lhu harus mengimbangi dengan kegiatan belajar Lhu-lhu. Apalagi saat ini mendekati UAS, jadi semakin susah membagi waktunya.


Mohon maaf kalau hanya sedikit upnya... 😩😩😩


Tiap kali up pasti merasa bersalah, sebab belum bisa banyak upnya.... Huhuhuhuhu


Terima kasih sudah mensuport Lhu-lhu, jangan bosan menunggu Lhu-lhu update yaaa 🙏🙏🙏


Wassalamu'alaikum....

__ADS_1


__ADS_2