Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Up


__ADS_3

Maafkan Lhu-Lhu yang lagi-lagi telat up. Lhu-Lhu lagi banyak presentasi gaess, jadinya masih bingung bagi waktunya.. 🙏🙏🙏


Mohon maaf juga kalau upnya hanya sedikit 🙏🙏🙏


.


.


.


Aroma obat menjadi ciri khas bangunan ini. Bukan hanya obat, bau anyir pun tak terlepas dari itu ketika Farhan melewati ruang unit gawat darurat. Sepertinya telah terjadi kecelakaan dan korbannya sedang ditangani.


Farhan berjalan sedikit lebih cepat agar segera menjauhi ruangan itu. Tibalah ia di lift yang menjadi tali penyambung. Eaaakkk! Tali penyambung katanya. Iya! Tali penyambung alternatif dari lantai dasar menuju lantai 4 tempat dokter Rani praktek.


Awalnya Farhan hanya ingin berkonsultasi melalui telepon, tapi obat penguat kandungan Anisa juga sudah habis. Jadilah Farhan menemui dokter Rani secara langsung sekaligus meminta obat lagi. Alhamdulillah rumah sakit di bagian kandungan tak begitu ramai. Farhan hanya perlu menunggu sebentar hingga tiba gilirannya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum dokter," Sapa Farhan membuka pintu.


"Wa'alaikumussalam, Pak Farhan... Silahkan," Jawab dokter Rani mempersilahkan Farhan duduk.


"Sendiri saja? Mbak Anisa-nya tidak ikut?" Tanya dokter Rani.


"Tidak dok, saya ingin menanyakan suatu hal," Jawab Farhan. Barulah Farhan menceritakan keinginan sang istri yang ingin pergi menemui sahabatnya dan tempatnya cukup jauh.


"Kalau saran saya, sebaiknya dipending dulu. Toh Mbak Anisa-nya juga masih sering mual-mual. Sepertinya saya harus menambahkan obat pereda mual yang lainnya. Takutnya terjadi kontraksi dini yang memicu kelemahan janin Pak," Jawab dokter Rani.


"Baiklah kalau begitu dokter, dokter saja yang memberi pencerahan. Hehehe," Jawab Farhan.


Setelah dirasa cukup konsultasi, Farhan pamit undurkan diri. Farhan bukan sengaja datang sendiri ke rumah sakit. Bunda mengajak Anisa untuk pergi bertemu teman-teman sosialitanya. Jadilah Anisa meminta Farhan untuk bai tugas. Satu ikut dengan Bunda, dan yang satu konsultasi. Agar waktu mereka efektif katanya.


Setelah keluar dari pekarangan rumah sakit, Farhan menyempatkan diri untuk hadir ke Universitas. Semenjak sang istri hamil, ia lebih sering bekerja dari rumah. Untung saja dua minggu lagi mulai diterapkan daring pembelajarannya. Kasus virus itu berkembang cukup pesat ternyata. Walaupun di Jombang masih zona hijau, tetap saja harus menuruti protokol pembelajaran saat ini dari pemerintah.

__ADS_1


Jalanan pada pagi menjelang siang ini sangatlah ramai. Harus ekstra sabar menunggu majunya kendaraan satu dengan yang lainnya.


Memasuki gerbang Universitas tampak berbeda kali ini. Karena di sekitar kampus memang sedang melakukan perbaikan. Tujuan awalnya kemari adalah ruangan Ayah.


"Assalamu'alaikum," Sapa Farhan sembari membuka pintu.


"Wa'alaikumussalam,Han? Kok disini? Anisa-nya mana?" Tanya Ayah.


"Lagi sama Bunda. Sambil nunggu, Farhan kesini deh," Jawab Farhan.


"Kebetulan kalau gitu, ikut ayah meeting sekarang. Kampus kita akan melakukan pertemuan final dengan Universitas Chulalongkorn Thailand," Ajak Ayah memberikan sebuah jas yang diambilnya dari lemari pakaian di ruangannya.


Farhan hanya menurut dan segera memakai jas itu. Untung saja ia tadi memakai kemeja formal. Ia sudah mengetahui rencana kerja sama ini dari dulu. Karena ia juga tang mengurus keperluannya. Tak heran jika ia terlihat tenang saat diajak Ayah. Ayah dan Farhan pergi menuju ruang meeting yang ada di gedung pusat. Ruangan khusus meeting penting.


"Dimana yaang?" Tanya Farhan pada seseorang di seberang teleponnya.

__ADS_1


"Oke! Tunggu Mas ya, sepertinya agak lama ini. Macet banget soalnya," Ujar Farhan.


__ADS_2