Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Terkejoed


__ADS_3

Farhan masih setia menemani Anisa yang tertidur memeluknya. Jangan lupakan Dika dan Indah! Mereka masih ada di sini. Farhan juga berbincang dengan mereka. Tak apalah sembari menunggu Bunda datang. Kan nggak lucu kalau Bunda dan yang lain datang, ia tengah tertidur dengan Anisa hahaha.


"Kamu kok bisa nikah sama Anisa sih Han? Kayak anak kecil gitu," celetuk Indah.


"Siapa yang kayak anak kecil? Hahaha. Ngacok kamu! Bawaan bayi aja dia manja gini. Tapi aku lebih suka, bisa bolos kerja, hahaha. Aku dulu sama Anisa dijodohin. Kebetulan orang tua kami sahabatan dari zaman bahulak, " jawab Farhan.


"Keren dong! Dijodohin terus dapat cewek secantik Anisa. Hahaha," celetuk Dika.


"Jangan macam-macam lo bro!" ancam Farhan.


"Tenang bro! Gua udah punya cinta monyet elu dulu. Hahaha. Aku jadi nggak sabar lihat kamu hamil yank, manja-manjaan sama aku. Hahaha," sambung Dika.


Sukses membuat Indah keki. Ia saja belum ingin mempunyai anak. Boro-boro punya anak, nikah sama Dika saja karena dijodohkan oleh kakeknya.


Tok! Tok! Tok!


Tak berselang lama terketoklah pintu itu. Sepertinya orang rumah sudah datang. Farhan hendak melepaskan pelukan istrinya.


"Biar aku aja yang buka Han!" ujar Dika beranjak membukakan pintu.

__ADS_1


"Assalamualaikum," sapa rombongan itu. Ternyata benar keluarga rumah.


"Wa'alaikumussalam, jangan berisik Bun, Anisa baru aja tidur," ujar Farhan sebelum Bundanya memberondong pertanyaan-pertanyaan.


"Iya-iya, Bunda cuma mau lihat aja kok! Kamu ini suudzon terus sama bundanya sendiri. Huh!" jawab Bunda.


"Oalah, ada tamu ternyata," celetuk Umi. Umi membuka bawaannya dan mulai membuat minuman. Sedangkan Abi dan Ayah duduk di sofa dengan membahas ntah apalah itu. Tampak sekali Dika dan Indah canggung sekali berada pada situasi ini.


"Assalamualaikum!" sapa Kak Ical yang tengah menggendong Hilya bersamaan dengan Kak Aisy.


"Wa'alaikumussalam,"


"Diem! Baru aja tidur ini," grutu Farhan.


"Cal!" panggil Dika.


"Lho! Ketemu temen gesrek di pondok! Hahaha," jawab Kak Ical tak kalah terkejudnya melihat temannya dulu. Ia menghampiri Dika dan menyalaminya. Pandangannya tertuju pada perempuan di samping Dika.


"Indah ya? Cem-ceman Farhan dulu," tanya Kak Ical. Sukses membuat Farhan melotot. Bagaimana tidak? Ayah dan Abi sudah mendelik pada laki-laki itu.

__ADS_1


"Istriku dia sekarang. Kamu ngapain ke sini?" jawab Dika.


"Jengukin adikku lah. Anisa adikku. Dan Farhan adik iparku sekarang," jawab Kak Ical.


"Serius? Farhan nggak pernah cerita," tanya Indah.


"Buat apa aku cerita? Hahaha," tanya balik Farhan. Ia masih setia bermain dengan Hilya dipangkuannya. Bunda dan Umi masih sibuk menata perlengkapan. Para orang tua tak menghiraukan sama sekali perbincangan anak muda itu.


"Monggo diminum dulu," ujar Kak Aisy memberikan minuman untuk tamu adiknya.


Indah hanya diam membisu mendengarkan perbincangan manusia di sekitarnya. Ternyata Anisa bukan orang sembarangan. Melainkan adik dari sahabat Farhan. Sesekali ia melihat Farhan yang bermain dan mengoceh ria dengan anak kecil di pangkuannya. Sungguh manis. Anisa masih terlelap dengan damainya. Sesekali Farhan membimbing tangan mungil anak kecil itu untuk mengusap pipi Anisa.


...Bersambung.......


Hallo pembaca online Lhu-Lhu, mohon maaf kemarin Lhu-Lhu nggak up. Karena Lhu-Lhu kurang sehat. Alhamdulillah hari ini sudah sehat. Gimana keadaan kalian? Sehatkan? Semoga yang sakit segera sembuh, yang sehat Semoga selalu diberikan kesehatan yang barokah oleh Allah.


Oh iya! Sepertinya Lhu-Lhu sudah punya grup interaksi untuk admin yang Lhu-Lhu terima nih! Coba deh di cek! Kalau Lhu-Lhu nggak salah yaa, Lhu-Lhu nggak paham juga soalnya, hehehe.


Ayo dong ajukan diri kalian. Kita sharing-sharing bareng. Sebenarnya Lhu-Lhu belum paham sih tentang chat itu. Hehehe.

__ADS_1


Kalian pada puasa nggak hari ini? Puasa yuk! Besok masih ada kesempatan puasa lagi. Puasa arafah.


__ADS_2