Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Twins


__ADS_3

Matahari pada siang ini tampak sangat terik menyengat. Anisa sudah siap dengan dress longgarnya agar perutnya tak tertekan. Balutan dress warna moca dipadukan dengan pasmina warna late.



Farhan juga sudah siap dengan kaos putihnya ditambah dengan sweater abu-abunya. Untuk menutupi lengan pendeknya.


Siang ini Farhan akan menemani Anisa ke dokter kandungan. Ini pertemuan perdana antara mereka dengan dokter kandungan. Bukan hanya berdua, Bunda juga turut menemani mereka.


"Ayo Yang," Ujar Farhan mengajak Anisa.


"Iya Mas," Di balasnya uluran tangan sang suami untuk digenggam.


Bunda sudah menunggu dengan balutan dress bewarna milo polos dan dipadukan dengan jilbab motif bewarna pink-nya. Di sana sudah ada Umi, Abi, dan Ayah pula.


"Umi ikut sekalian ajah," Ujar Farhan.


"Nggak usah, hari ini Mbah Kakung datang... Nanti marah kalau Umi gak ada," Ujar Umi menolak. Pasti ribet kalau nanti tak ada perempuan yang menyambut Mbah Kakung dan Mbah Uti.


Anisa duduk di belakang bersama Bunda, sedangkan Farhan duduk di samping Mang Darma yang sedang mengemudi. Sengaja Farhan tak mengemudikan sendiri. Tangannya pegas setelah mencuci tadi. Padahal tak banyak. Mungkin efek telah lama tak pernah mencuci, makanya gampang capek.


Sesampainya di Rumah Sakit mereka langsung masuk ke ruang praktek dokter. Tak perlu mengantri karena memang sudah membuat janji. Berkat bantuan Dokter Hadi mereka jadinya tak mengantri.


"Yang hamil ibu?" Tanya dokter paruh baya itu kepada Bunda.


"Eh! Ya bukan... Saya sudah tua kok! Menantu saya yang hamil, ini..." Jawab Bunda spontan.

__ADS_1


"Oh iya... Bu Anisa? Eh! Sepertinya belum cocok dipanggil ibu kalau dilihat dari wajahnya, hehehe" Canda dokter Rani. Anisa hanya tersenyum ramah.


"Menikah muda ya Mbak?" Tanya dokter itu basa-basi.


"Ndak juga dok, saya menikah waktu umur 23 tahun," Jawab Anisa.


"Iya? Wajah kamu babyface ternyata," Sambung dokter Rani.


"Silahkan Mbak Anisa, berbaring di tempat yang sudah disediakan." Ujar dokter Rani mempersilahkan.


Anisa mengikuti dokter cantik itu dibantu oleh Farhan. Sedangkan Bunda mengikuti bu dokter di sampingnya. Mulailah dokter Rani mengoleskan gel di perut Anisa yang mulai membuncit itu. Susah payah Anisa menahan geli akibat usapan sang dokter. Dokter Rani pun ikut tertawa melihat ekspresi pasiennya satu ini.


"Sudah berapa lama menikah?" Tanya dokter Rani.


"Lihat ini Pak, ada dua titik. Bisa dilihat?" Dokter Rani mulai menjelaskan. Farhan tampak manggut-manggut


"Selamat, Mbak Anisa positif hamil. Dan hamil kembar," Ujar dokter itu. Bunda yang ada di samping Farhan langsung meneteskan air matanya. Dikecupnya kedua mata Anisa yang juga mengeluarkan air bening tanda haru itu.


"Makasih sayang.... Makasiiih.... Makasih..." Bunda terus menciumi Anisa tanpa henti.


Kemudian beralih pada anak laki-lakinya. Di peluknya erat dan diciuminya wajah Farhan. Tak henti-hentinya Bunda mengucapkan kata syukur dan terima kasih.


Dokter Rani tersenyum melihat Bunda satu ini. Dokter itu melanjutkan analisanya. Menjelaskan secara terperinci keadaan baby dan calon ibu dari baby itu.


.

__ADS_1


.


Setelah menebus obat, Farhan menyusul sang istri dan Bunda yang sudah berada di mobil. Senyuman bahagia tak pernah luntur dari wajah Farhan ataupun Bunda. Bunda selalu memeluk, menggandeng, mengelus tangan Anisa. Tak dibiarkannya menjomblo sama sekali.


Melewati sebuah cafe, Anisa mengajak untuk sholat asar sekaligus makan. Tak ingin menyia-nyiakan keinginan Anisa yang ingin makan itu, Farhan bergegas meminta pada Mang Darma untuk berbelok.


Mumpung sang ratu mau makan. Dengan begini, ia tak perlu menjemput Bude Pojok untuk memasak.


"Bunda sama Mas Faridz foto dong! Anisa pengen jadi fotografernya," Celetuk Anisa.


Bunda dan Farhan menurut dengan senang hati. Jika dipikir-pikir, sudah lama ia tak berfoto berdua dengan Bundanya tercinta. Wajah berseri mereka membuat hati Anisa begitu teduh.... Betapa beruntungnya ia memiliki keluarga sempurna ini...



Bersambung.....


Hallo.... Sudah tadarusan belum?


Jangan lupa baca Al-Quran ya gaesd...


Mumpung bulan romadhon. Pahalanya luber-luber...


Eman... Eman kalau gak dipakai....


Mubadziirrr....

__ADS_1


__ADS_2