Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Menjelang Akad


__ADS_3

Acara siraman selesai, esok harinya, tepatnya siang ini, dilanjutkan dengan prosesi pengajian. Seminggu berturut-turut kali ini memang cukup melelahkan. Banyak sekali persiapan-persiapan yang dilakukan. Hari ini Anisa dan Farhan sudah berada di kota Bandung. Tempat pelaksanaan pengajian, akad, dan resepsi nantinya. Semoga saja si Kembar tak bosan. Hahaha.



Dress yang akan digunakan Wardah juga sudah siap. Wardah baru saja menyelesaikan make upnya. Saatnya ia mengganti pakian. Sejak subuh tadi suara khataman sudah riuh berkumandang di penjuru hotel. Ya! Acara kali ini dilaksanakan di hotel. Dilanjutkan dengan prosesi akad yang akan dilaksanakan di hotel yang berbeda pula.


Wardah seolah menjadi penduduk nomaden kali ini. Ia harus diboyong dari tempat satu ke tempat yang lain. Acara khataman dipimpin langsung oleh Abah Munif dan Abah Fadhoil. Beliau bahkan sampai membawa santri-santrinya untuk ikut andil. Dua bus akhirnya dikerahkan Eza untuk menjemput para santri itu.


Untuk acara kali ini Eza juga ikut andil di dalamnya, betapa senangnya Wardah ataupun Eza akhirnya bisa bertemu. Tapi sayangnya tak sesuai eksoetasi mereka. Ternyata mereka berada di ruangan yang berbeda. Wardah di aula yang khusus perempuan dan begitupun sebaliknya.


"Nampak banget nahan rindu, hahaha," ledek Anisa.


"Iya? Nampak banget apa Ca?" tanya Wardah spontan.


"Iya nampak. Siap-siap aja nanti diledekin Bu Nyai kalau lagi tausiah," jawab Caca.

__ADS_1


Wajah Wardah pias seketika. Ia malu, tapi dirinya benar-benar rindu ingin bertemu Eza. Tenang Wardah, tenang... Hanya tinggal satu langkah lagi. Besok kamu sudah halal. Hahaha.


Kini Wardah sudah berada di panggung bersama para Bu Nyai berserta Bunda, Mama, Kak Ina, dan Mbak Winda. Giliran Wardah yang membaca ayat-ayat Al-Quran. Kamera roll terus menyorot Wardah yang membaca dengan bil ghoib (tanpa membawa Al Quran). Suara merdunya yang tak pernah bocor ke media, kini menjadi sorotan publik.


Tak berselang lama, Farhan datang bersama dua baby boy digendongannya. Mereka berdua seolah sudah ahli dalam menggendong si Kembar. Dua sekaligus dalam gendongannya. Baby twins itu tak merasa risih sekalipun berada di tempat ramai. Apalagi dengan adanya Inayah dan Dinda dua keponakan Wardah dan Eza. Mereka berdua tampak mengajak bermain si Kembar. Mengajak bernyanyi, menoel-noel pipinya hingga cekikikan.


Setelah waktunya tidur, barulah Anisa mengajak si Kembar ke kamar mereka.


🌾🌾🌾


Di restoran sudah ada keluarga besar mempelai. Bunda yang melihat Kembar langsung mengajaknya. Memberikan kesempatan kepada Anisa untuk sarapan dengan Eza. Dibantu dengan Kak Ina, Kembar diajak berjalan-jalan. Jangan lupakan dengan dua krucil Dinda dan Inayah. Mereka ikut andil dalam menjaga si Kembar.


"Hay, Kembar mana?" tanya Eza menghampiri Anisa dan Farhan.


"Sama Bunda, itu di taman hotel," jawab Anisa.

__ADS_1


"Wardah nggak turun makan?" tanya Eza.


"Dia mah diantar ke kamarnya. Biar nggak ketemu kamu," jawab Anisa. Raut wajah kekecewaan Eza tak dapat dihindari.


"Mau ke mana Za?" tanya Farhan.


"Mau ngecek persiapan di aula Mas," jawab Eza.


Eza memang sangat teliti orangnya. Meskipun sudah mempercayakan pada Mama dan Mbaknya, ia tetap mengecek sendiri keseluruhannya.


🌾🌾


Anisa dan Farhan kembali ke kamar saat azan zuhur berkumandang. Untuk mempersiapkan diri mereka dan si Kembar tentunya. Sebentar lagi akan dilaksanakan prosesi akad nikah.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2