Dosen & Rektor

Dosen & Rektor
Pulang


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga hari Anisa dipesantren. Besok ia harus kembali ke rumah orang tuanya. Kini nampak Anisa tengah bercengkrama dengan Husna di asrama Wardah. sedangkan Wardah? Ia sudah tertidur pulas setelah bercerita bertiga. Kenapa ada Husna? Selama 2 malam ini Anisa meminta Husna untuk bermalam bersamanya. Tentu saja Husna sangat senang.


“Kakak beneran pulang ya besok?”. Tanya Husna. Mungkin jika dihitung sudah belasan kali Husna menanyakan hal itu.


“Iya dek, jangan sedih gitu dong. Kan bentar lagi liburan semester, kita bisa main sepuasnya. Kamu boleh kok nginep dirumah kakak jika perlu”. Jawab Anisa. Wardah memeluk erat Anisa.


“Baru kali ini kak, aku bisa cerita masalah aku dengan leluasa. Aku ngerasa punya kakak sekaligus sahabat”. Jawab Husna.


Husna banyak bercerita tentang masalahnya selama dipesantren yang sering didekati temannya tetapi karena mereka tau bahwa Husna adalah anak dari pemilik universitas. Tak jarang Husna mendengar teman-temannya sering membicarakannya dibelakang.


“Kalau kamu ada masalah jangan sungkan cerita sama kakak. Nomor hp kakak ada kok sama mbak Wardah. kamu bisa pinjam ke dia. Okee!”. Ujar Anisa. Husna mengangguk dalam pelukan Anisa.


“Kita tidur yuk, udah malam”. Ajak Anisa. Husna mengangguk. Untungnya kasur di kamar Wardah cukup besar. Jadi bisa digunakan untuk mereka bertiga.


*Pagi Hari


Farhan Prov


Akhirnya hari ini pulang juga. Bukannya aku tidak suka berada disini. Hanya saja aku sedikit jengkel jika melihat cak Ibil cari muka pada Anisa.


“Sudah beres semua Han?”. Tanya Faisal kepadaku.


“Beres”. Jawabku.


“Aku ke asrama Wardah dulu, jemput Anisa”. Ucap Faisal.


“Aku ikut, sekalian pamit sama adikku”. Ujarku. Faisal menganggukkan kepalanya.


Kamipun pergi ke asrama Wardah. Kulihat Husna tengah mengapit tangan Anisa. Sepertinya bocah itu tak rela jika kakak iparnya akan pulang. Eh! Tunggu. Calon maksudku. Hahaha, apalah aku ini. Menghalu saja. Disisi lain Anisa ada Faiz juga. Kenapa bocah ini bisa masuk pekarangan santriwati? Ah sudahlah, bukan masalah besar. Toh asrama Wardah tidak persis di tengah-tengah asrama santriwati. Sial! Kenapa disana ada cak Ibil?


“Kamu gak sedih kakak pulang?”. Sindirku pada Husna.


“Kakak pulang saja sama mas Faisal. Kak Ica disini”. Jawabnya.


“Waaaah, sepertinya Husna gak sayang kamu lagi Han”. Ujar Faisal dengan tawa recehnya.


“Iya, dari semalem gitu terus. Gak mau pisah sama Anisa”. Sambung Wardah. Anisa tersenyum manis. Oh, ya Allaah... betapa indahnya ciptaanmu.

__ADS_1


“Iya kak Husna ini. Padahal yang adiknya aku. Kenapa yang sedih sampean?”. Sambung Faiz.


“Sudah lah, mending kalian pamit dulu sama Bapak Ibuk”. Ujar cak Ibil. Kamipun berjalan ke ndalem untuk pamit.


Masih sama, Husna masih disisi Anisa. Enak sekali kamu dek, kakak juga mau nyender dilengan Anisa. Lama kami ngobrol dengan Bapak dan Ibuk, kami pun pamit undur diri. Bapak dan Ibuk mengantar kami ke parkiran.


“Yang adiknya Anisa Faiz atau Husna?”. Tanya Bapak (kyai) menggoda Husna. Kami pun tertawa.


“Husna mau ikut pulang kak Anisa?”. Tanya Ibuk (Bu Nyai).


“Boleh buk?”. Tanya Husna antusias.


“Bulan depan yaa, kan udah mau libur semester”. Jawab Ibuk. Kamipun tertawa kembali. Husnapun memeluk Anisa lagi. Dasar bocah ini. Denganku saja tidak sampai begitu.


“Kakak pulang dulu yaa?”. Pamit Anisa sambil mengusap kepala Husna. Baru kali ini kulihat Husna begitu sedih.


“Sudahlah dek, kamu harus ngaji. Besok kakak ajak kamu main ketempat kak Faisal dan kak Anisa. Yaa?”. Ujarku membujuk Husna. Iapun mengangguk dan melepaskan pelukannya.


Kami bersalaman dengan Bapak dan Ibuk. Anisa berpelukan dengan Wardah dan Husna. Tak lupa adiknya Faiz.


Kamipun memasuki mobil dan meninggalkan pesantren.


“Kok kalian diam saja sih?”. Ujar Faisal tiba-tiba.


“Kupikir kalian mau istirahat, makanya aku diam saja”. Jawabku.


“Dari tadi aku nunggu kalian ngobrol. Tapi malah diam saja”. Ujar Faisal. Aku dan Faisal terus mengobrol sepanjang perjalanan.


“Kita berhenti di rumah makan taman itu yuk, katanya sajiannya enak, terus suasananya asri”. Usul Faisal.


“Boleh deh” . jawabku. Kuarahkan mobil ke tempat parkiran. Setelah beres,


“Anisa tidur Cal”. Ucapku.


“Emm, aku kebelet. Mau ke kamar mandi dulu. Kamu bangunin ya. Bye-bye”. Ucapnya dan meninggalkan aku bersama adiknya. Bagaimana aku membangunkannya?


Akhirnya aku turun dari mobil dan membuka pintu belakang.

__ADS_1


“Nis? Anisa? Anisa?kita sudah sampai”. Panggilku membangunkannya. Iapun mengerjapkan matanya.


“Eemm, sudah sampai kak?”. Ujarnya sepertinya ia mengira jika aku Faisal.


“Eh, mas Faridz, aku kira kak Ical. Aahh,maluuu. Aku bangun tidur”. Ucap Anisa sambil menutupi wajahnya dengan tangan.


“hahaha, sudah ayoo, kita makan dulu, kak Ical sudah didalam”. Jawabku. Anisa keluar dari mobil dan berjalan beriringan denganku.


“Mas, kamar mandi dimana ya? Aku mau cuci muka dulu”. Ujar Anisa.


“Ayo, saya anterin. Saya juga mau buang hajad”. Ucapku. Anisa mengangguk dan mengikutiku. Setelah selesai, kami pergi ke restoran taman. Mencari Ical.


“Bagus banget tempat makannya. Asri”. Ucap Anisa.



“Kamu suka?”. Tanyaku. Iapun mengangguk.


“Itu Ical”. Ucapku sambil menunjuk arah depan.


“Eh, iya. Kesana yuk mas”. Ujarnya. Ntah kenapa setiap Anisa memanggilku Mas, hati ini bergetar hebat.


“Kalian dari mana saja? Aku dan nunggu lama banget disini”. Ujar Ical.


“Cuma ke toilet kok. Eh, sudah pesan makanan? Wuiiih enak banget deh kayaknya”. Ujar Anisa. Iapun langsung masuk dalam pendopo dan duduk disamping kakaknya. Kulihat ia nampak begitu penasaran dengan rasa makanan yang dipesan Faisal. Lucu sekali diaa.


“Ngapain bengong Han?”. Tanya Faisal.


“Eh, nggak kok”. Jawabku. Akupun memilih duduk dihadapan Faisal. Tenang, aku masih bisa memandang Anisa kok.


“Yuk makan, kita dari pesantren belum sarapan. Makanya kakak ajak Farhan mampir”. Ujar Ical. Anisapun tersenyum. Kami menikmati makan pagi menjelang siang ini dengan khitmat. Eaak, kayak mau mengheningkan cipta ajah.


Nii, foto Farhan di pendopo rumah makan.



Ini outfit Anisa

__ADS_1



Terima kasih sudah membaca:”)


__ADS_2